Perilaku 5M, Cara Tepat dan Efektif Meminimalkan Penyebaran Covid-19
Pandemi Covid-19 akrab dengan perilaku 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Perilaku ini diperlukan untuk mengurangi penyebaran virus. Selain dengan 3M, hal lain yang harus dilakukan adalah PHBS atau perilaku hidup bersih dan sehat serta jangan lupa melakukan tes deteksi dini sebagai bagian dari 3T. Seiring dengan perkembangan virus, 3M sudah dianggap tidak lagi relevan.
Baca Juga: Penerapan Protokol Kesehatan di Bioskop dan Area Bioskop
Hal itu diungkapkan oleh epidemiolog Dicky Budiman yang menilai 3M tidak cukup untuk meminimalkan penyebaran virus berkaitan dengan jumlah penderita Covid-19 di Indonesia yang semakin hari semakin naik. Apalagi jumlah penderita virus ini di Tanah Air sudah mencapai angka 1 juta. Karena kondisi yang demikian, Dicky menyarankan untuk semua orang melakukan 5M.
Apa Itu 5M?
5M merupakan protokol kesehatan sebagai pelengkap 3M. Itu artinya, ada dua hal baru yang ditambahkan dalam 5M ini. Berikut yang termasuk 5M tersebut:
- Memakai masker
- Mencuci tangan memakai sabun di air yang mengalir
- Menjaga jarak
- Menjauhi kerumunan
- Membatasi mobilisasi dan interaksi
Mengapa 5M Perlu?
Seperti diungkapkan oleh Dicky Budiman, 5M adalah untuk menjawab permasalahan perkembangan pandemi. Ia menilai bahwa perkembangan pandemi bersifat dinamis, dan tidak bisa berpatokan pada satu metode saja secara statis. Apabila pemerintah tidak melaksanakan 5M, penanganan Covid-19 yang ada akan tidak optimal sama sekali, dan akan terus menambah jumlah kasus. 5M ini perlu untuk membantu strategi isolasi, karantina, dan 3T. Untuk pelaksanaannya pun harus merata di seluruh Indonesia. Ia juga berpendapat bahwa 5M hendaknya tetap dilaksanakan hingga dua tahun mendatang untuk mengoptimalkan kekebalan dari vaksinasi yang mulai dijalankan pemerintah.
Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya
Perlu Konsistensi
Pakar kesehatan sekaligus guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Prof. Dr. Cissy Kartasasmita mengungkapkan bahwa 5M yang dijalankan haruslah konsisten dijalankan terutama oleh para selebritis yang kerap dijadikan contoh oleh masyarakat. Melibatkan para selebritis adalah upaya tepat untuk menjalankan 5M secara utuh dan menyeluruh. Karena itu, mereka diharapkan dapat menjalankannya saat tak hanya berada di depan kamera. Selain selebritis, pelibatan para tokoh agama juga hal yang penting supaya 5M benar-benar dijalankan sehingga upaya mengurangi penyebaran virus akan semakin optimal.
Baca Juga: Social Distancing, Pentingnya Menjaga Jarak 5 Langkah
Itulah mengenai 5M sebagai pengganti 3M yang tidak lagi relevan untuk dapat meminimalkan penyebaran virus secara efektif serta mengakhiri pandemi. Dengan catatan, semua dijalankan secara benar dan konsisten. Yuk, Sahabat Sehat, mulailah terapkan 5M dan PHBS, serta jangan lupa deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.
Referensi:
- Ekonomi W. 3M Tak Lagi Relevan, Epidemiolog Usul Terapkan 5M untuk Cegah Covid-19 [Internet]. Warta Ekonomi. 2021 [cited 4 February 2021]. Available from: https://www.wartaekonomi.co.id/read321713/3m-tak-lagi-relevan-epidemiolog-usul-terapkan-5m-untuk-cegah-covid-19?page=all
- Mediatama G. Inilah 5M untuk pencegahan Covid-19 dan bedanya dengan 3M serta 3T [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2021 [cited 4 February 2021]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/inilah-5m-untuk-pencegahan-covid-19-dan-bedanya-dengan-3m-serta-3t
- Ekonomi W. Pakar Epidemiologi: Protokol Kesehatan 5M Akan Bertahan Hingga 2 Tahun ke Depan [Internet]. Warta Ekonomi. 2021 [cited 4 February 2021]. Available from: https://www.wartaekonomi.co.id/read324451/pakar-epidemiologi-protokol-kesehatan-5m-akan-bertahan-hingga-2-tahun-ke-depan
- Pakar Ingatkan Figur Publik Harus Konsisten Terapkan 5M [Internet]. Antara News. 2021 [cited 4 February 2021]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/1955288/pakar-ingatkan-figur-publik-harus-konsisten-terapkan-5m
![Perilaku 5M, Cara Tepat dan Efektif Meminimalkan Penyebaran Covid-19 Pandemi Covid-19 akrab dengan perilaku 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Perilaku ini diperlukan untuk mengurangi penyebaran virus. Selain dengan 3M, hal lain yang harus dilakukan adalah PHBS atau perilaku hidup bersih dan sehat serta jangan lupa melakukan tes deteksi dini sebagai bagian dari 3T. Seiring dengan perkembangan virus, 3M sudah dianggap […]](/wp-content/uploads/2021/02/perilaku-5M.jpg)

![Long-Hauler, Paparan Virus Covid-19 Berkepanjangan Kembali Covid-19 memberikan kondisi yang dinamakan dengan long-hauler. Kondisi ini adalah gejala yang membuat para pengidap virus mengalaminya selama berbulan-bulan setelah terinfeksi. Seperti dilansir dari Cleveland Clinic, berdasarkan sebuah penelitian gejala ini menimpa sekitar 10% penderita. Adanya gejala ini membuktikan bahwa sebenarnya orang yang terkena Covid-19 tidak selalu sembuh dalam 2 minggu, virus ini dapat […]](/wp-content/uploads/2021/02/long-hauler.jpg)

![Kisah Para Nakes Menghadapi Covid-19 yang Perlu Sahabat Ketahui Tenaga kesehatan adalah garda terdepan dalam penanganan Covid-19 karena merekalah yang menangani langsung pasien pengidap terus. Akan tetapi semakin bertambahnya jumlah kasus pengidap virus setiap harinya tentu saja membuat mereka sangat kelelahan, dan mengalami sindrom burnout. Sindrom ini secara psikologis sudah berisiko menganggu kualitas hidup dan produktivitas kerja dalam pelayanan kesehatan. Baca Juga: Kasus […]](/wp-content/uploads/2021/02/kisah-para-nakes-menghadapi-Covid-19.jpg)
![Penggunaan Obat Tradisional untuk Daya Tahan Tubuh Apakah obat tradisional bisa dimanfaatkan untuk daya tahan tubuh? Jawabannya tentu saja bisa karena obat tradisional juga mempunyai khasiat yang baik untuk memelihara daya tahan tubuh dari serangan berbagai macam penyakit, termasuk Covid-19. Akan tetapi, khasiat yang didapatkan kebanyakan dari data empiris, yaitu penggunaan turun-temurun di masyarakat. Ketika obat tradisional dinyatakan berkhasiat untuk daya tahan […]](/wp-content/uploads/2021/02/obat-tradisional-untuk-daya-tahan-tubuh-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1952771/original/084004400_1519966255-iStock-625904180.jpg)
![WHO Mewajibkan Penggunaan Pulse Oximeter untuk Pasien Isolasi Mandiri Covid-19 World Health Organization (WHO) kembali merilis aturan baru bagi pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah. Dalam aturan baru itu, pasien harus mempunyai pulse oximeter atau oksimetri nadi. Alat ini digunakan untuk mengukur kadar oksigen, sehingga dapat membantu pasien mengidentifikasi apabila ada perburukan kondisi dan memerlukan perawatan di rumah sakit. Demikian hal tersebut diungkap oleh […]](/wp-content/uploads/2021/02/pulse-oximeter-1.jpeg)
![Mengenal Anal Swab Test, Tes Swab pada Dubur yang Sedang Viral di Cina Selain tes swab melalui hidung dan tenggorokan, rupanya juga ada tes swab melalui lubang pantat atau anal yang dinamakan anal swab atau swab anal. Hal ini ramai dibicarakan karena muncul laporan yang menyatakan bahwa banyak orang di Beijing lebih sering menggunakan metode ini. Para ahli di Cina pun menyebutkan bahwa jenis tes swab ini adalah […]](/wp-content/uploads/2021/02/anal-swab-test.jpg)
![Mengenal Covid Tongue, Gejala Baru Covid-19 pada Lidah Gejala Covid-19 seperti tidak ada habisnya. Baru-baru ini, para peneliti menemukan sebuah gejala baru, yaitu Covid tongue. Pada awalnya, gejala Covid-19 umumnya hanya berupa batuk persisten, pilek, dan kesulitan bernapas. Namun, seiring berjalannya waktu, berbagai macam gejala baru mulai bermunculan. Mulai dari ruam kulit, anosmia, dan yang terakhir, Covid tongue. Baca Juga: Apakah Gangguan Delirium […]](/wp-content/uploads/2021/02/tongue-822441_640.jpg)
![Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 1 Juta Setelah 11 bulan dilanda pandemi, Indonesia akhirnya mencatatkan jumlah pengidap positif virus Covid-19 sebanyak lebih dari 1 juta, tepatnya 1.012.350 kasus. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Satgas Covid-19 pada hari Selasa, 26 Januari 2021. Indonesia menyusul negara-negara yang memiliki lebih dari sejuta kasus seperti Amerika Serikat, India, Cina, Italia, dan Ukraina. Baca Juga: Satgas Covid-19 […]](/wp-content/uploads/2021/01/covid-19-di-Indonesia.jpg)
![Sambiloto Sebagai Terapi Mengurangi Infeksi Covid-19 Penggunaan tanaman obat sebagai salah satu cara membantu tubuh melawan infeksi Covid-19 mulai banyak diperhatikan. Salah satu tanaman obat ini adalah sambiloto atau Andrographis paniculata. Demikian yang diungkap melalui sebuah jurnal ilmiah berjudul Potensi Zat Aktif Andrographis Paniculata dan Psiidi Folium Sebagai Regimen Terapi Infeksi SARS CoV-2, dan ditulis oleh Tauhid Nur Azhar dan Januar Dwi Hari […]](/wp-content/uploads/2021/01/sambiloto-terapi-infeksi-covid-19.jpg)
![Hubungan Antara Covid-19 dan Disfungsi Ereksi Selain mengganggu kerja berbagai sistem organ tubuh, Covid-19 kenyataannya juga mempengaruhi sistem reproduksi pria dalam bentuk disfungsi ereksi. Demikian yang diungkapkan oleh sebuah penelitian di Italia. Seperti dilansir dari DW, Profesor Endokrinologi dan Seksologi Medis di Universitas Tor Vergata, Roma, Emmanuele Jannini mengungkapkan fakta bahwa orang yang pernah mengalami disfungsi ereksi juga rentan mengalami Covid-19. […]](/wp-content/uploads/2021/01/covid-19-dan-disfungsi-ereksi.jpg)
