Obesitas Rentan Covid-19, Begini Caranya Terhindar di Masa Pandemi
Sebuah studi baru-baru ini menyatakan bahwa penderita obesitas cukup rentan terinfeksi Covid-19, seperti yang dimuat dalam Journal of American Heart Association (AHA) yang berjudul Coronavirus Disease 2019 Hospitalizations Attributable to Cardiometabolic Conditions in The United States: A Comparative Risk Assessment Analysis.
Baca Juga: Obesitas dan Penyakit Jantung
Studi yang dilakukan di Amerika Serikat ini menyimpulkan bahwa penderita obesitas ternyata berpeluang cukup besar untuk terinfeksi Covid-19 dengan angka mencapai 30,2%. Selain obesitas, kondisi hipertensi (26,2%), diabetes (20,5%), dan gagal jantung juga berpeluang terinfeksi Covid 19.
Studi yang sama juga dilampirkan oleh para peneliti dari John Hopkins University dan World Health Organization (WHO), yang menyatakan bahwa tingkat kematian Covid-19 disebut dapat mencapai 10 kali lebih tinggi pada negara yang sekitar 50% populasinya mengalami obesitas.
Lebih lanjut studi ini juga menyatakan bahwa sekitar 90% atau 2,2 juta dari 2,5 juta kematian Covid-19 di dunia, terjadi di negara dengan tingkat angka obesitas yang tinggi. Dalam laporan ini, Amerika Serikat dan Inggris merupakan negara yang paling banyak melaporkan kematian akibat Covid-19 pada penderita obesitas.
Di Inggris tercatat 184 kematian akibat Covid-19 per 100.000 penduduk dan 63,7% populasinya mengalami obesitas sementara di Amerika Serikat tercatat 152,49 kematian akibat Covid-19 per 100.000 penduduk dengan 67,9% populasinya mengalami obesitas. Hal ini cukup kontras dengan negara asia seperti Jepang dan Korea Selatan, yang tingkat persentase penderita Covid-19 tinggi namun angka persentase obesitasnya rendah.
Bagaimana di Indonesia?
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, tercatat 21,8% penduduk di Indonesia mengalami obesitas. Kebanyakan terjadi pada masyarakat perkotaan dengan persentase sebesar 25,1% jika dibandingkan dengan masyarakat pedesaan, hanya 17,8% yang mengalami obesitas. Hal ini dikarenakan masih banyak masyarakat pedesaan yang melakukan aktivitas fisik.
Baca Juga: Hati-hati Obesitas pada Anak!
Selain kurangnya aktivitas fisik, juga terdapat faktor budaya seperti kepercayaan masyarakat apabila seseorang berpostur gemuk maka menandakan makmur dan apabila balita terlihat gemuk maka dianggap lucu. Hal ini tentu saja menganggap bahwa obesitas merupakan hal yang biasa.
Obesitas dan Pandemi Covid-19
Obesitas atau kelebihan berat badan di masa pandemi Covid-19 rupanya cukup dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya akibat kebijakan pemerintah untuk meminta warga berdiam di rumah dan melakukan aktivitas dari dalam rumah yang berakibat masyarakat menjadi semakin konsumtif dalam mengkonsumsi makanan secara daring.
Produk Terkait: Jual Makanan Sehat
Akibatnya, tanpa disadari hal tersebut mengarah pada kondisi obesitas yang juga dapat menyebabkan timbulnya risiko penyakit diabetes. Kebijakan beraktivitas dari rumah juga menyebabkan berkurangnya pergerakan fisik.
Mengapa Obesitas Bisa Rentan Terpapar Covid-19?
Hal ini dikarenakan obesitas menyebabkan banyak perubahan pada fungsi kekebalan tubuh. Penyakit diabetes yang salah satu faktor resikonya akibat obesitas, dapat membuat kadar gula darah tinggi merusak fungsi sel darah putih dan kondisi tersebut dapat memperlambat proses penyembuhan.
Lalu Bagaimana Cara Menghindari Obesitas Selama Masa Pandemi?
Berikut ini adalah beberapa langkah penderita obesitas dalam menghadapi pandemi dan cara menghindarinya selain melakukan protokol kesehatan:
Tetap Penuhi Kebutuhan Gizi yang Seimbang
Direktur Gizi Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Dr. RR Dhian Proboyekti seperti dilansir dari Liputan6.com, meminta masyarakat untuk tetap dapat memenuhi gizi yang seimbang. Mulai dari membiasakan konsumsi makanan pokok, membatasi asupan makanan camilan yang manis, asin, dan berlemak. Biasakan diri untuk membaca label pada kemasan makanan untuk memastikan komposisi dan asupan makanan yang dikonsumsi.
Baca Juga: Berikut 7 Kiat Sederhana Mengatasi Obesitas
Batasi Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak
Berikut kadar gula, garam dan lemak yang dianjurkan dalam makanan sehari hari:
- Gula: 50 gram per hari
- Garam: 5 gram per hari
- Lemak: 67 gram per hari
Yang terpenting mengatur jumlah gula, garam, dan lemak tanpa menghindari asupan tersebut dalam makanan.
Lakukan Aktivitas Fisik
Aktivitas fisik seperti olahraga bagaimanapun tetap harus dilakukan untuk menghindari obesitas dan menurunkan risiko obesitas selama masa pandemi. Lakukanlah olahraga minimal 30 menit sesuai anjuran World Health Organization (WHO). Jenis olahraga dapat disesuaikan dengan kondisi dan preferensi setiap orang.
Baca Juga: 10 Obat Herbal Obesitas yang Layak Dicoba
Itulah mengenai kondisi obesitas, yang cukup rentan terinfeksi Covid 19. Yuk, Sahabat Sehat tetap jaga kesehatan selama masa pandemi dan apabila Sahabat ingin informasi kesehatan lebih lanjut mengenai obesitas dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.
Referensi:
- O’Hearn M, Liu J, Cudhea F, Micha R, Mozaffarian D. Coronavirus Disease 2019 Hospitalizations Attributable to Cardiometabolic Conditions in the United States: A Comparative Risk Assessment Analysis. Journal of the American Heart Association [Internet]. 2021 [cited 5 March 2021];10(5). Available from: https://www.ahajournals.org/doi/10.1161/JAHA.120.019259
- Anwar F. Obesitas Jadi Faktor Pendorong Terbesar Kematian COVID-19 di Dunia [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 5 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5481734/obesitas-jadi-faktor-pendorong-terbesar-kematian-covid-19-di-dunia
- Hari Obesitas Dunia, Perbanyak Aktivitas Fisik dan Jaga Pola Makan [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 5 March 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/4498419/hari-obesitas-dunia-perbanyak-aktivitas-fisik-dan-jaga-pola-makan
- Hari Obesitas Sedunia, Kenali dan Cegah Bahayanya [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 5 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/fotohealth/d-5480387/hari-obesitas-sedunia-kenali-dan-cegah-bahayanya/10/#photos
- Media K. Kenapa Orang dengan Obesitas Rentan Saat Terinfeksi Covid-19? Berikut Alasannya Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 5 March 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/04/17/122500665/kenapa-orang-dengan-obesitas-rentan-saat-terinfeksi-covid-19-berikut?page=all
![Obesitas Rentan Covid-19, Begini Caranya Terhindar di Masa Pandemi Sebuah studi baru-baru ini menyatakan bahwa penderita obesitas cukup rentan terinfeksi Covid-19, seperti yang dimuat dalam Journal of American Heart Association (AHA) yang berjudul Coronavirus Disease 2019 Hospitalizations Attributable to Cardiometabolic Conditions in The United States: A Comparative Risk Assessment Analysis. Baca Juga: Obesitas dan Penyakit Jantung Studi yang dilakukan di Amerika Serikat ini menyimpulkan bahwa […]](/wp-content/uploads/2021/03/obesitas-rentan-covid-19.jpg)

![Cara Mencegah Kecanduan Game Online di Tengah Masa Pandemi Pandemi Covid 19 secara drastis mengubah kehidupan banyak orang, mulai dari penerapan protokol kesehatan hingga aturan sekolah dan bekerja dari rumah. Tidak jarang hal ini menyebabkan munculnya rasa bosan, banyak anak dan remaja akhirnya bermain game online sebagai cara untuk mengusir rasa bosan. Baca Juga: Belajar Bahasa Asing Saat WFH, Inilah Dampaknya bagi Kesehatan Bermain […]](/wp-content/uploads/2021/03/mencegah-kecanduan-game-online.jpg)
![Kalung Tali Masker di Masa Pandemi Corona, Adakah Manfaatnya? Masker sudah menjadi bagian gaya hidup dari banyak orang di seluruh dunia saat pandemi Corona ini. Hal ini karena masker berfungsi untuk mencegah penularan virus dan memakai masker menjadi sebuah keharusan untuk setiap orang saat beraktivitas di luar rumah. Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya Keberadaan masker sebagai salah satu benda wajib […]](/wp-content/uploads/2021/03/kalung-tali-masker.png)
![Virtual Wedding di Tengah Pandemi, Bagaimana Hukum dan Keuntungannya? Menikah di tengah pandemi memberikan tantangan tersendiri bagi para calon pengantin. Mulai dari pro-kontra nikah secara online atau virtual wedding sampai dengan susunan acara dan teknis pelaksaannya yang harus dirombak mengikuti protokol kesehatan. Namun, semua itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 yang lebih luas. Terlepas dari tantangan pernikahan online yang akan dihadapi, mari simak bagaimana hukum […]](/wp-content/uploads/2021/03/virtual-wedding-di-tengah-pandemi.jpg)
![Bagaimana Cara Memulihkan Stamina Tubuh Setelah Sembuh dari Covid-19? Tentu hal yang menyenangkan ketika Sahabat akhirnya dinyatakan sembuh dari Covid-19. Namun setelah sembuh tersebut, mungkin Sahabat akan merasakan gejala sisa seperti nafas yang pendek, cepat lelah, penciuman belum normal, sakit kepala, perubahan metabolisme, kekebalan tubuh, hingga hilangnya stamina tubuh. Baca Juga: Fenomena Long Covid, Gejala yang Menyerang Eks Pasien Covid-19 Hal tersebut terjadi karena […]](/wp-content/uploads/2021/02/memulihkan-stamina-tubuh-setelah-sembuh-dari-covid-19.jpg)
![Cara Mencegah Virus Corona Di Sekolah Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh turunan corona virus baru. Virus ini ditularkan melalui kontak langsung dengan percikan yang berasal dari saluran napas orang terinfeksi (seperti batuk atau bersin). Orang juga bisa terinfeksi dengan hanya menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus ini kemudian menyentuh wajah (seperti mata, hidung, mulut). Baca Juga: Perilaku 5M, Cara Tepat dan […]](/wp-content/uploads/2021/02/pencegahan-corona-di-sekolah.jpg)
![Mengenal i-nose c-19, Alat Deteksi Corona Melalui Keringat Ketiak Masa pandemi Corona pada kenyataannya mendorong berbagai pihak untuk melakukan berbagai macam inovasi terutama yang berkaitan dengan tes Covid-19. Setelah GeNose dan CePAD, kali ini kembali hadir sebuah karya anak negeri bernama i-nose C-19. Alat ini merupakan screener Covid-19 yang mendeteksi virus melalui bau keringat di ketiak. Baca Juga: Mengenal GeNose dan CePAD, Alat Deteksi Dini […]](/wp-content/uploads/2021/02/i-nose-c-19.jpg)
![Positif Covid-19 melalui Rapid Antigen Bisa Isolasi Mandiri di Rumah Sakit Darurat Bagi orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 melalui pemeriksaan rapid antigen dapat dirujuk ke rumah sakit darurat seperti Wisma Atlet untuk isolasi mandiri, namun tentunya melalui berbagai tahapan. Seperti dilansir dari CNN Indonesia, anggota bidang tracking Satgas Covid-19, Masdalina Pane, menyebutkan tahapan tersebut dimulai dari orang yang berstatus sebagai kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Baca […]](/wp-content/uploads/2021/02/positif-covid-19-melalui-rapid-antigen.jpeg)
![Inilah Akibat Bekerja Sembari Rebahan Saat WFH bagi Kesehatan Pandemi Corona membuat kebanyakan orang harus melakukan aktivitas dari rumah atau Work from Home (WFH) demi menekan penularan virus Covid-19. Praktek WFH ini sendiri tentunya memberi keuntungan karena membuat para pekerja kantoran tidak perlu memikirkan pakaian yang akan dipakai, kemacetan di jalanan, dan tentu memiliki waktu kerja yang lebih fleksibel. Dari situlah kemudian banyak yang […]](/wp-content/uploads/2021/02/bekerja-sembari-rebahan-saat-wfh.jpg)
![Pemerintah Meminta Masyarakat Menggunakan Masker N95 Saat di Rumah Sakit Pemerintah, melalui Satgas Covid-19, meminta kepada masyarakat untuk menggunakan masker, terutama saat ke rumah sakit. Demikian yang diungkap oleh Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Covid-19, Brigjen TNI (Purn) dr. Alexander K. Ginting. Hal ini ditujukan untuk mencegah penularan Covid-19 secara maksimal. Baca Juga: Jenis dan Efektivitas Masker Menurut WHO, Tidak Ada Scuba dan Buff […]](/wp-content/uploads/2021/02/masker-n95-saat-di-rumah-sakit.jpg)
