Ramadan Saat Pandemi Corona, Inilah Rekomendasi WHO
Selama ini bulan suci Ramadan identik dengan kehangatan kegiatan sosial serta keagamaannya. Seperti adanya sahur dan berbuka puasa bersama teman dan keluarga, serta peningkatan kunjungan ke tempat ibadah. Namun, mengingat situasi pandemi akibat Coronavirus disease 2019 (COVID-19), ada beberapa penyesuaian yang harus dilakukan pada Ramadan tahun ini.
Penularan COVID-19 terjadi melalui percik renik yang keluar saat penderita batuk dan bersin. Percikan ini bisa terkena pada permukaan benda maupun langsung ke orang lain. Seseorang dapat tertular bila memegang permukaan ini lalu memegang area mata, hidung, maupun mulut. Sehingga secara umum himbauan dari pemerintah adalah dengan melakukan physical distancing untuk menurunkan angka penularan penyakit tersebut, yaitu dengan menjaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain, menghindari kontak fisik dengan orang lain dan mengganti sapaan, cukup dengan mengangguk atau melambaikan tangan saja, serta melarang aktivitas yang mengumpulkan orang dalam jumlah yang banyak, termasuk penutupan tempat ibadah.
Berikut adalah rekomendasi dari the World Health Organization (WHO) agar Sobat dan keluarga tetap aman menajalani Ramadan ditengah pandemi COVID-19:
- Puasa
Sejauh ini belum ada penelitian yang mempelajari hubungan puasa dengan risiko terinfeksi COVID-19. Seseorang yang sehat tetap direkomendasikan untuk melakukan puasa seperti tahun-tahun sebelumnya. Sedangkan, untuk pasien penderita COVID-19 perlu menanyakan ke dokter yang merawatnya untuk mempertimbangkan apakah boleh puasa atau tidak.
- Aktivitas fisik
Selama masa pandemi ini, bila masih memungkinkan untuk melakukan aktivitas fisik, pastikan untuk tetap menjaga jarak dengan orang lain, melakukan kebersihan tangan yang rutin. Sebagai pengganti aktivitas di luar ruangan, dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik di dalam ruangan saja, bisa juga dengan mengikuti beragam kelas aktivitas fisik yang tersedia secara online.
- Makanan sehat dan bergizi
Status gizi yang kurang maupun berlebih dapat berdampak buruk pada sistem imun tubuh, sehingga penting untuk menjaga keseimbangan nutrisi. Status gizi kurang seringkali dikaitkan dengan kondisi imunosupresi yaitu daya tahan tubuh yang kurang sehingga mudah terkena penyakit. Sedangkan, status gizi yang berlebih meningkatkan risiko terjadi inflamasi kronis yang akan mengganggu daya tahan tubuh juga. Kebutuhan nutrisi manusia dibagi menjadi dua, yaitu kebutuhan nutrisi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak, serta nutrisi mikro yaitu vitamin dan mineral. Pastikan Sobat tetap mendapatkan asupan nutrisi dan hidrasi yang cukup selama bulan suci Ramadan ini.
- Merokok
Merokok tidak dianjurkan dalam segala kondisi, terutama selama bulan suci Ramadan dan pandemi COVID-19 ini. Seorang perokok bisa jadi sudah memiliki penyakit paru-paru yang dapat mengurangi kapasitas fungsi paru-paru sehingga dapat meningkatkan risiko terinfeksi COVID-19. Selain itu, saat merokok, jari bisa saja memegang rokok yang sudah terkontaminasi dan memegang area mulut serta meningkatkan kemungkinan virus menyerang sistem pernafasan.
- Menjaga kesehatan mental dan psikososial
Walaupun kegiatan beribadah yang mengumpulkan orang dalam jumlah besar dibatasi, tetaplah berdoa, berbagi, dan mempedulikan orang-orang disekitar Sobat dengan tetap melakukan physical distancing. Sobat bisa tetap menjaga hubungan dengan kerabat melalui bantuan media digital, mendoakan yang sakit, serta menyebarkan pesan yang membangkitkan semangat dan harapan bagi sesama.
- Sedekah atau zakat
Saat membagikan sedekah atau zakat selama bulan suci Ramadan, pastikan tetap melakukan physical distancing. Hindari kerumunan orang banyak, bila mau berbagi makanan lebih baik makanan yang sudah dikemas sebelumnya. Sebaiknya dibentuk pengurus khusus untuk mengumpulkan, mengemas, menyimpan, dan mendistribusi.
Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.
DAFTAR PUSTAKA
- World Health Organizaton. Safe Ramadan practices in the context of the COVID-19.
- CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/lab/index.html
- Advice for public [Internet]. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
- Alwarawrah Y, Kiernan K, MacIver NJ. Changes in Nutritional Status Impact Immune Cell Metabolism and Function. Front Immunol [Internet]. 2018 May 16;9. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5968375/
- Karacabey K. The Effect of Nutritional Elements on the Immune System. J Obes Wt Loss Ther [Internet]. 2012.;02(09). Available from: https://www.omicsonline.org/open-access/the-effect-of-nutritional-elements-on-the-immune-system-2165-7904.1000152.php?aid=10186
![Ramadan Saat Pandemi Corona, Inilah Rekomendasi WHO Selama ini bulan suci Ramadan identik dengan kehangatan kegiatan sosial serta keagamaannya. Seperti adanya sahur dan berbuka puasa bersama teman dan keluarga, serta peningkatan kunjungan ke tempat ibadah. Namun, mengingat situasi pandemi akibat Coronavirus disease 2019 (COVID-19), ada beberapa penyesuaian yang harus dilakukan pada Ramadan tahun ini. Penularan COVID-19 terjadi melalui percik renik yang keluar […]](/wp-content/uploads/2020/04/puasa.png)

![Puasa Saat Pandemi, Benarkah Puasa Bisa Menurunkan Imun Tubuh? Bulan suci Ramadan tahun 2020 memang berbeda dari sebelumnya karena saat ini dunia juga sedang dilanda dengan pandemi akibat Coronavirus disease 2019 (COVID-19). Pada bulan Ramadan, merupakan suatu kewajiban bagi semua umat muslim yang sehat di seluruh dunia bangun pagi untuk melakukan sahur dan berbuka puasa atau iftar setelah matahari terbenam, puasa dilakukan dari fajar […]](/wp-content/uploads/2020/04/imunitas.png)
![Berobat Online Lebih Efektif Saat Masa Pandemi Corona Presiden Joko Widodo meminta masyakat yang sedang sakit untuk memanfaatkan aplikasi kesehatan untuk berobat secara online (telemedicine). Dengan adanya layanan online, tidak semua orang yang sakit perlu berobat ke rumah sakit. Konsultasi kesehatan bisa dilakukan melalui aplikasi, salah satunya ProSehat. Di tengah pandemi Coronavirus disease 2019 (COVID-19) ini, anjuran konsultasi online sendiri bertujuan untuk melindungi […]](/wp-content/uploads/2020/04/konsultasi-dokter.png)
![Dampak COVID–19 pada Kesehatan Karyawan Pandemi global COVID-19 selama beberapa bulan terakhir telah memberi dampak signifikan terhadap perekonomian di Indonesia. Hal ini juga memengaruhi kinerja para karyawan perusahaan. Demi menekan penyebaran COVID-19 dan menjaga kesehatan karyawannya, banyak instansi pemerintahan dan perkantoran swasta yang mengeluarkan kebijakan work from home (WFH). Karyawan merupakan aset perusahaan yang tentunya berdampak besar bagi operasi perusahaan. […]](/wp-content/uploads/2020/04/karyawan-selama-covid.png)
![Kenali Avigan dan Klorokuin, Obat yang Disiapkan Jokowi untuk COVID-19 Saat ini virus corona (COVID-19) telah menyebar luas ke berbagai negara. Tak terlewatkan Indonesia juga terkena penyebaran virus tersebut. Jumlah orang yang terinfeksi di Indonesia masih terus meningkat hingga saat ini.1,2 Tetapi perkembangan penelitian mengenai virus corona juga semakin bertambah. Terdapat penelitian yang menemukan bahwa Favipivavir (Avigan) dan Klorokuin dapat melawan virus corona.3 Lalu, apakah […]](/wp-content/uploads/2020/03/virus-corona-1.png)
![5 Mitos yang Perlu Sobat Ketahui Tentang Virus COVID 19 Sobat, semenjak ditemukannya pasien pertama yang terinfeksi virus Corona di Indonesia, maka masyarakat dihebohkan dengan berbagai macam antisipasi yang dapat menangkal masuknya virus Corona masuk ke dalam tubuh. Namun sayangnya, segala bentuk pencegahan kebanyakan masih sebatas mitos dan tidak diketahui sumber pastinya. Sebagai masyarakat yang peduli akan kesehatan, Sobat perlu memastikan sumber berita kesehatan tersebut […]](/wp-content/uploads/2020/03/mitos-corona.png)
