Panduan dan Gejala Covid-19 pada Anak-anak
Maraknya pandemi yang terjadi akibat Coronavirus disease 2019 (Covid-19), penting bagi Sahabat yang sudah menjadi orang tua untuk mengenali apa saja yang menandakan anak terinfeksi virus SARS-CoV-2 ini. Berikut adalah beberapa panduan untuk para orang tua:1
Baca Juga: Yang Perlu Sahabat Mengenai Perbedaan Pneumonia dan Covid-19
1. Apakah COVID-19 itu?
COVID-19 adalah penyakit yang menyerang saluran pernafasan yang disebabkan oleh virus corona jenis baru yaitu SARS-CoV-2 yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina pada akhir tahun 2019.1,2
2. Apakah COVID-19 berbahaya pada anak?
Angka kejadian COVID-19 adalah 1% pada kelompok usia 10-19 tahun dan 0.9% pada kelompok usia <10 tahun. Sehingga pada saat ini anak merupakan kelompok dengan angka kejadian COVID-19 paling rendah.
Dari penelitian lain yang dilakukan pertengahan bulan Januari 2020, kasus jarang sekali ditemukan kasus pada anak usia di bawah 15 tahun, serta bila terjadi infeksi pada anak-anak gejala yang ditimbulkan bersifat lebih ringan.1,
3. Di mana saja area terjangkit di Indonesia?
Area terjangkit di Indonesia: seluruh provinsi di Indonesia
4. Apa itu Suspek?
Seseorang yang mengalami demam (³38oC) atau riwayat demam, serta gejala gangguan sistem pernapasan seperti batuk, pilek, dan sakit tenggorokan
Baca Juga: 8 Istilah Baru Penderita Covid-19, Mulai dari Suspek hingga Kematian
DAN
Tidak ada penyebab lain berdasarkan gejala klinis yang meyakinkan
DAN
Pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di area transmisi lokal baik di luar maupun dalam negeri.
Seseorang dengan demam (³38oC) atau riwayat demam, serta gejala gangguan sistem pernapasan seperti batuk, sesak nafas, sakit tenggorokan, pilek, gejala pneumonia ringan hingga berat.
DAN
Tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan
DAN
Pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala riwayat perjalanan atau tinggal di area transmisi lokal baik di luar maupun dalam negeri.
- Seseorang dengan demam (³38oC) atau riwayat demam atau gejala gangguan sistem pernapasan DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi atau probabel COVID-19
- Seseorang dengan gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) berat di area transmisi lokal di Indonesia yang membutuhkan perawatan di rumah sakit DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.4
5. Bila salah satu orang tua/pengasuh terdekat menjadi suspek, apakah anak menjadi suspek juga?
Belum tentu. Lakukan pengawasan mandiri, apabila pada anak timbul gejala, lakukan isolasi mandiri dan lapor petugas kesehatan.1
6. Bila salah satu orang tua/pengasuh terdekat menjadi PDP, bagaimana mengetahui apakah anak sudah terjangkit?
Belum tentu. Lakukan pengawasan mandiri, apabila pada anak timbul gejala, lakukan isolasi mandiri dan lapor petugas kesehatan.1
7. Apa saja tanda dan gejala Covid-19 pada anak?
Tanda dan gejala Covid-19 sebenarnya menyerupai common cold biasa yang umumnya bersifat ringan dan bisa sembuh sendiri, seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan.
Baca Juga: Tanda dan Gejala Covid-19: Delirium, Happy Hypoxia, dan Anosmia
Namun bila sudah menyerang paru-paru akan timbul radang paru yang dikenal juga sebagai pneumonia. Gejala pneumonia adalah demam, batuk, kesulitan bernafas yang ditandai dengan nafas cepat dan sesak nafas.1,5
8. Bagaimana cara mengetahui kesulitan bernapas pada anak?
Hitunglah jumlah pernapasan anak dalam waktu satu menit. Napas dikatakan cepat bila pada usia 0-<2 bulan lebih dari 60 kali /menit, pada usia 2 bulan – <12 bulan lebih dari 50 kali/menit, dan usia 1-<5 tahun lebih dari 40 kali/menit.
Saat menghitung napas anak, jangan lupa perhatikan sesak napas dengan melihat usaha tambahan untuk bernafas seperti cuping hidung yang kembang kempis dan tarikan dinding dada.1
9. Kapan anak perlu dibawa ke dokter?
Bila gejala anak cenderung ringan dan masih dapat ditangani sendiri di rumah, sebaiknya tidak segera berkunjung ke fasilitas kesehatan. Berikan obat demam paracetamol 10 mg/kg berat badan, dapat diulang setiap 4-6 jam selama masih demam, maksimal 5 kali dalam 24 jam.
Produk Terkait: Jual Paracetamol
Apabila demam terus-menerus dan memasuki hari ketiga, atau ada tanda bahaya seperti anak lemas cenderung tertidur, sesak nafas, demam lebih dari 39oC atau lebih, kejang, tampak biru, muntah-muntah, buang air kecil berkurang, segera bawa ke fasilitas kesehatan.1,5
10. Bagaimana cara mencegah tertular COVID-19?
- Rajin mencuci tangan dengan air dan sabun selama minimal 20 detik. Mencuci tangan sebaiknya dilakukan setelah batuk dan bersin, sebelum dan setelah makan, setelah menggunakan toilet, serta bila tangan terlihat kotor. Bila tidak ada sabun, dapat menggunakan hand-rub berbahan dasar alkohol.
- Mengetahui etika batuk dan bersin yang benar, bila batuk atau bersin tutuplah bagian hidung dan mulut dengan tisu atau lipat siku bagian dalam. Segera buang tisu dan cuci tangan dengan air dan sabun.
- Menjaga jarak lebih dari 1-2 meter dari orang lain, hal ini dilakukan karena adanya percik renik yang mungkin mengandung virus yang dapat menyebar saat seseorang batuk maupun bersin. Hindari membawa anak ke tempat yang ramai dan hindari pula perjalanan keluar kota terutama dalam rangka mengunjungi kakek nenek yang merupakan kelompok risiko tinggi tertular dan sakit berat akibat COVID-19.1,6
Baca Juga: Long Hauler, Paparan Virus Covid-19 Berkepanjangan
Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan seperti tes Covid-19, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.
DAFTAR PUSTAKA
- IDAI. Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia: FAQ COVID-19.20 Maret 2020
- CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/lab/index.html
- Early Transmission Dynamics in Wuhan, China, of Novel Coronavirus–Infected Pneumonia | NEJM [Internet]. Available from: https://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJMoa2001316?query=featured_home
- Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19). Kementerian Kesehatan RI; 2020.
- Huang C, Wang Y, Li X, Ren L, Zhao J, Hu Y, et al. Clinical features of patients infected with 2019 novel coronavirus in Wuhan, China. The Lancet [Internet]. 2020 Jan 24.0(0). Available from: https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(20)30183-5/abstract
- Coronavirus | About | Prevention and Treatment | CDC [Internet]. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/about/prevention.html
Read More
![Panduan dan Gejala Covid-19 pada Anak-anak Maraknya pandemi yang terjadi akibat Coronavirus disease 2019 (Covid-19), penting bagi Sahabat yang sudah menjadi orang tua untuk mengenali apa saja yang menandakan anak terinfeksi virus SARS-CoV-2 ini. Berikut adalah beberapa panduan untuk para orang tua:1 Baca Juga: Yang Perlu Sahabat Mengenai Perbedaan Pneumonia dan Covid-19 1. Apakah COVID-19 itu? COVID-19 adalah penyakit yang menyerang […]](/wp-content/uploads/2020/03/isolasi-sendiri.png)

![Mari Kenali Perbedaan TBC dan Covid-19 Tuberkulosis atau yang biasa disebut TBC ternyata memiliki berbagai perbedaan. Walaupun ada juga kesamaannya, Sahabat Sehat harus bisa membedakan antara TBC dan Covid-19. Agar Sahabat Sehat dapat segera aware terhadap penyakit yang diderita TBC Tuberculosis merupakan penyakit paru-paru yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. TBC merupakan salah satu penyakit yang sangat mengancam keselamatan jiwa, sama […]](/wp-content/uploads/2021/04/perbedaan-tbc-dan-covid-19.jpg)
![Yang Perlu Sahabat Ketahui Mengenai Perbedaan Pneumonia dan Covid-19 Di masa pandemi Covid-19, banyak orang yang kesulitan dalam membedakan antara penyakit Covid-19 dengan penyakit lainnya. Salah satunya adalah dengan penyakit pneumonia. Pneumonia sendiri merupakan peradangan jaringan paru-paru yang biasanya disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Baca Juga: Yuk, Kenali Bahaya Pneumonia dan Pencegahannya Lebih Lanjut Banyak orang yang sulit membedakan penyakit Covid-19 dengan Pneumonia […]](/wp-content/uploads/2021/04/perbedaan-pneumonia-dan-covid-19.jpeg)
![Bahan Makanan Pereda Anosmia untuk Membantu Mengatasi Gejala Anosmia adalah salah satu gejala Covid-19 yang ditandai dengan hilangnya indera penciuman. Kondisi ini pun dapat membuat nafsu makan berkurang yang tentu saja dapat memperlambat masa pemulihan. Hal itu ditambah dengan kondisi psikologis yang bisa menyebabkan stres. Kondisi ini juga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pulih. Sejauh ini belum ada obat yang bisa secara […]](/wp-content/uploads/2021/02/bahan-makanan-pereda-anosmia.jpg)
![Long-Hauler, Paparan Virus Covid-19 Berkepanjangan Kembali Covid-19 memberikan kondisi yang dinamakan dengan long-hauler. Kondisi ini adalah gejala yang membuat para pengidap virus mengalaminya selama berbulan-bulan setelah terinfeksi. Seperti dilansir dari Cleveland Clinic, berdasarkan sebuah penelitian gejala ini menimpa sekitar 10% penderita. Adanya gejala ini membuktikan bahwa sebenarnya orang yang terkena Covid-19 tidak selalu sembuh dalam 2 minggu, virus ini dapat […]](/wp-content/uploads/2021/02/long-hauler.jpg)

![Tanda dan Gejala COVID-19: Delirium, Happy Hypoxia, dan Anosmia. Yuk Kenali Perbedaannya! Pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh varian virus corona baru, pertama kali teridentifikasi di Wuhan, Cina pada akhir 2019 kemarin. Sampai saat ini para ilmuan dan ahli kesehatan masih terus melakukan penelitian untuk mendalami hal-hal yang berkaitan dengan penyakit ini, seperti gejala dan cara penanganannya. Baca Juga: Inilah Gejala Corona dari Hari ke Hari Umumnya gejala […]](/wp-content/uploads/2021/02/tanda-dan-gejala-Covid-19.jpg)

![Gejala COVID-19 vs Flu dan Pilek, Apa Perbedaannya? Corona Virus atau serve acute respiratory syndrome corona virus 2 (SARS-CoV2) merupakan jenis virus baru dari corona yang menularkan virus dari hewan ke manusia. Infeksi akibat virus ini disebut juga dengan Covid-19. Virus yang merupakan indikasi dari transmisi virus SARS dan MERS ini lebih banyak menyerang lansia, tetapi sebenarnya visus ini bisa menyerang siapa saja, […]](/wp-content/uploads/2021/02/gejala-covid-19.jpg)

![Mengenal Covid Tongue, Gejala Baru Covid-19 pada Lidah Gejala Covid-19 seperti tidak ada habisnya. Baru-baru ini, para peneliti menemukan sebuah gejala baru, yaitu Covid tongue. Pada awalnya, gejala Covid-19 umumnya hanya berupa batuk persisten, pilek, dan kesulitan bernapas. Namun, seiring berjalannya waktu, berbagai macam gejala baru mulai bermunculan. Mulai dari ruam kulit, anosmia, dan yang terakhir, Covid tongue. Baca Juga: Apakah Gangguan Delirium […]](/wp-content/uploads/2021/02/tongue-822441_640.jpg)
![Apakah Gangguan Delirium Merupakan Gejala Baru Covid-19? Setelah happy hypoxia,1 anosmia, dan keluhan pada mata sebagai gejala-gejala baru penderita Covid-19, kini muncul lagi gejala baru untuk penyakit tersebut, yaitu delirium.2 Sebelumnya, gejala-gejala yang biasa dialami oleh pengidap Covid-19 ini dapat berupa kelelahan, sesak napas, batuk, sakit kepala, nyeri dada dan nyeri otot, sulit berkonsentrasi, demam, menggigil serta mengalami masalah pencernaan.3 Baca Juga: Vitamin C, […]](/wp-content/uploads/2020/12/gangguan-delirium.jpg)
