Penyebab Pneumonia Pada Bayi Baru Lahir
Pneumonia merupakan infeksi pada saluran pernapasan dan paru yang dapat menjangkiti siapapun. Pneumonia dapat disebabkan oleh berbagai penyebab, misalnya bakteri, virus maupun jamur. Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi penyebab kematian anak terbesar di dunia bila dibandingkan dengan penyakit infeksi lainnya.
Di Indonesia, lebih dari 19.000 orang balita meninggal dunia pada tahun 2018 silam atau dapat dikatakan setiap jam terdapat 2 orang anak yang meninggal dunia akibat penyakit infeksi pernapasan ini.
Diketahui berdasarkan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2013 menunjukkan angka penderita pneumonia pada balita cukup tinggi yaitu 4,5 per 100 balita. Sementara berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization) diketahui bahwa angka kematian anak berusia dibawah 5 tahun akibat pneumonia mencapai 15% pada tahun 2017, atau setara dengan 5,5 juta orang anak.
Apakah Pneumonia Dapat Menginfeksi Bayi Baru Lahir?
Pneumonia pada bayi baru lahir disebut juga dengan pneumonia neonatal. Kondisi ini mengakibatkan peradangan paru dan saluran pernapasan, sehingga beresiko menyebabkan sesak nafas yang dapat berujung pada syok dan kematian. Pneumonia pada bayi baru lahir dapat terjadi beberapa jam hingga 7 hari setelah bayi dilahirkan.
Penyebab Pneumonia Pada Bayi Baru Lahir
Berbagai organisme penyebab pneumonia pada bayi yang baru dilahirkan kemungkinan besar didapatkan dari jalan lahir (kemaluan ibu) ketika proses persalinan. Berikut ada beberapa jenis organisme yang menyebabkan pneumonia pada bayi baru lahir, yaitu : Streptococcus grup A dan B, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Klebsiella, dan Proteus. Selain itu Pseudomonas, Citrobacter, Bacillus, Serratia dan virus (Rhinovirus, Adenovirus, Human Metapneumovirus, Enterovirus, Coronavirus dan Herpes simplex virus) serta jamur.
Risiko pneumonia meningkat pada beberapa kondisi berikut, yaitu:
- Ibu hamil mengalami ketuban pecah dini
- Infeksi rahim atau pada area kemaluan di masa kehamilan
- Bayi baru lahir menjalani perawatan di ruang ICU
- Ibu mengkonsumsi obat antibiotik selama masa kehamilan
- Ibu merokok di masa kehamilan
- Bayi lahir sungsang
- Ibu mengalami demam saat persalinan
- Ibu menderita infeksi saluran kemih berulang.
Baca Juga: Kenali Berbagai Jenis Imunisasi Pneumonia
Apa Gejala Pneumonia Pada Bayi Baru Lahir?
Sahabat Sehat, berikut adalah berbagai gejala yang dialami bayi jika menderita pneumonia, yaitu:
- Sesak nafas dan kesulitan saat bernafas
- Bayi terdengar seperti sedang merintih dan tidak kuat menangis.
- Jari-jari serta bibir terlihat kebiruan
- Wajah pucat
- Jari dan tubuh teraba dingin
Pneumonia pada bayi baru lahir tidak selalu disertai dengan demam, berbeda dengan anak yang lebih besar yang mungkin akan disertai dengan demam. Selain itu, pneumonia pada bayi baru lahir dapat disertai dengan keluhan lain misalnya kulit tampak kemerahan, gula darah turun, perut membuncit dan bayi jarang buang air kecil.
Baca Juga: Yuk, Kenali Bahaya Pneumonia dan Pencegahannya Lebih Lanjut
Bagaimana Cara Mencegah Pneumonia?
Untuk mencegah pneumonia pada bayi yang baru lahir, ibu hamil disarankan untuk kontrol rutin ke dokter selama kehamilan. Selain itu, usahakan untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terkena infeksi serta menjaga kebersihan tubuh terutama kemaluan. Hindari mengkonsumsi obat-obatan selama masa kehamilan tanpa saran dokter.
Selain itu untuk mencegah pneumonia pada anak, Sahabat Sehat dapat memberikan imunisasi seperti pneumococcus conjugated vaccine (PCV), dan haemophilus influenzae type B (Hib). Imunisasi PCV dapat diberikan pada umur 2,4 dan 6 bulan dengan booster pada umur 12 – 15 bulan. Sementara imunisasi HiB dapat diberikan pada saat anak berusia 2, 3, dan 4 bulan, serta 18 bulan.
Baca Juga: Imunisasi Anak di Rumah Bagi Warga Jakarta
Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai penyakit pneumonia yang dapat menyerang Si Kecil. Salah satu cara untuk mencegah pneumonia adalah dengan mengikuti imunisasi baik PCV (pneumococcus conjugated vaccine) dan HiB (haemophilus influenzae type B).
Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check up, layanan fisioterapi, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.
Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.
Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia Dewi
Ditinjau oleh: dr. Monica C
Referensi
- UNICEF. Kenali 6 Fakta tentang Pneumonia pada Anak.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pneumonia Pada Anak bisa Dicegah dan Diobati.
- Ramdhani J. Hitung Napas Anak: Deteksi Awal Sesak Napas pada Anak dengan Pneumonia.
- M Cronan. Pneumonia (for Parents).
- ADA Health. Pediatric Pneumonia.
![Penyebab Pneumonia Pada Bayi Baru Lahir Pneumonia merupakan infeksi pada saluran pernapasan dan paru yang dapat menjangkiti siapapun. Pneumonia dapat disebabkan oleh berbagai penyebab, misalnya bakteri, virus maupun jamur. Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi penyebab kematian anak terbesar di dunia bila dibandingkan dengan penyakit infeksi lainnya. Di Indonesia, lebih dari 19.000 orang balita meninggal dunia pada tahun 2018 silam atau dapat […]](/wp-content/uploads/2022/06/Penyebab-Pneumonia-Pada-Bayi-Baru-Lahir.jpg)

![Kenali Tanda dan Cara Penularan Hepatitis A Pada Anak Penyakit peradangan hati atau disebut juga hepatitis disebabkan oleh infeksi virus hepatitis. Terdapat berbagai jenis virus hepatitis, yakni Hepatitis A, Hepatitis B dan Hepatitis C, D dan E. Kali ini akan dibahas mengenai penyakit Hepatitis A, mari simak penjelasan berikut. Apa Itu Hepatitis A? Penyakit Hepatitis A disebabkan oleh virus Hepatitis A (Hepatitis Virus A- […]](/wp-content/uploads/2022/06/Kenali-Tanda-dan-Cara-Penularan-Hepatitis-A-Pada-Anak.jpg)
![Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Pada Sapi, Menular Ke Manusia? Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan menjadi kewaspadaan tersendiri jelang Idul Adha 1443 Hijriah. Perlu Sahabat Sehat ketahui, PMK atau Foot and Mouth Disease (FMD) disebabkan oleh virus. Namun ini berbeda dengan penyakit kaki mulut tangan atau hand, foot, and mouth disease (HFMD) yang umumnya menyerang anak-anak. Kebanyakan sering disebut dengan Flu Singapura. Tentunya […]](/wp-content/uploads/2022/07/Penyakit-Mulut-dan-Kuku-PMK-Pada-Sapi-Menular-Ke-Manusia.png)

![Begini Penanganan Hepatitis B Pada Ibu Hamil Penyakit hepatitis B merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis B pada hati yang dapat menyebabkan penyakit jangka pendek maupun jangka panjang. Sahabat Sehat dapat tertular hepatitis B melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh, contohnya melalui jarum suntik bekas penderita hepatitis B, maupun kontak seksual dengan penderita hepatitis B. Selain itu, hepatitis […]](/wp-content/uploads/2022/06/Begini-Penanganan-Hepatitis-B-Pada-Ibu-Hamil.jpg)

![Kenali Berbagai Macam Komplikasi Akibat Diabetes Diabetes Melitus atau yang disebut dengan kencing manis, diartikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi faktor penyebab yang ditandai dengan tingginya kadar gula didalam darah dan juga disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang disebabkan karena adanya insufisiensi gangguan insulin. Insufisiensi fungsi insulin disebabkan karena gangguan pada sel beta pancreas […]](/wp-content/uploads/2022/06/Kenali-Berbagai-Macam-Komplikasi-Akibat-Diabetes.jpg)
![Obesitas Pada Anak, Begini Cara Mengatasinya Obesitas atau kelebihan berat badan pada anak merupakan kondisi medis serius yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak-anak dan remaja. Meski terlihat menggemaskan, namun kondisi sangat meresahkan karena obesitas kerap membuat anak-anak mengalami gangguan kesehatan yang wajarnya adalah masalah orang dewasa, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi. Saat ini, kasus obesitas pada anak telah […]](/wp-content/uploads/2022/06/Obesitas-Pada-Anak-Begini-Cara-Mengatasinya.jpg)
![Apa Saja Dampak Hipertensi Bagi Tubuh? Hipertensi atau yang dikenal dengan tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu 5 menit atau dalam keadaan cukup istirahat atau dengan kondisi tenang. Diperkirakan sebanyak 1.28 milyar orang dengan rentang usia 30-79 tahun di seluruh […]](/wp-content/uploads/2022/06/Apa-Saja-Dampak-Hipertensi-Bagi-Tubuh.jpg)
![5 Cara Mengatasi Gondongan Pada Anak Gondongan atau disebut juga mumps merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi paramyxovirus yang umumnya menyerang anak dan balita usia 5 hingga 9 tahun. Infeksi paramyxovirus menyerang kelenjar penghasil air liur yang terletak di sekitar telinga. Virus ini dapat ditularkan melalui percikan ludah dan lendir saat penderita gondongan bersin atau batuk. Meski demikian, […]](/wp-content/uploads/2022/06/5-Cara-Mengatasi-Gondongan-Pada-Anak.jpg)
![7 Langkah Pencegahan Kanker Payudara yang Perlu Wanita Ketahui Angka kasus penyakit kanker di Indonesia kini berada di urutan ke-8 di Asia Tenggara, dan peringkat ke-23 di Asia. Angka penderita kanker payudara pada perempuan mencapai 42, 1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian mencapai 17 kasus per 100.000 jiwa. Tak heran jika pemerintah saat ini sangat menekankan masyarakat, terutama wanita untuk melakukan upaya deteksi […]](/wp-content/uploads/2022/06/7-Langkah-Pencegahan-Kanker-Payudara-yang-Perlu-Wanita-Ketahui.jpg)
![Amankah Penderita Kanker Payudara Menyusui Bayinya? Seorang ibu yang baru saja melahirkan tentunya berharap dapat menyusui bayinya. Namun sayangnya, ada beberapa kondisi yang membuat seorang ibu ragu menyusui Si Kecil. Salah satu penyebabnya adalah akibat kanker payudara. Kanker payudara merupakan salah satu penyakit kronis yang dapat dialami oleh wanita maupun pria. Berdasarkan data kesehatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada 31 Januari […]](/wp-content/uploads/2022/06/Amankah-Penderita-Kanker-Payudara-Menyusui-Bayinya.jpg)
