10 Tips Menjaga Kesehatan Penis agar Terhindar dari Penyakit Kelamin
Tidak hanya wanita, kebersihan organ intim pria juga perlu dijaga kebersihannya. Pasalnya, kebersihan organ reproduksi sangat mempengaruhi kesehatan dan kehidupan seksual Sahabat Sehat. Penis adalah salah satu organ tubuh yang menjadi kebanggaan utama bagi kaum pria.
Namun karena letaknya tersembunyi, banyak pria yang biasanya mengabaikan kesehatan organ reproduksinya tersebut. Berbagai masalah kesehatan dapat Sahabat Sehat alami apabila kurang menjaga kesehatan organ intim. Sahabat Sehat, bagaimana cara menjaga kesehatan kemaluan pria ? Mari simak penjelasan berikut.
- Membersihkan Kemaluan Secara Rutin
Beberapa penelitian merekomendasikan untuk membersihkan area kemaluan setidaknya setiap kali Sahabat Sehat mandi. Saat membersihkan kemaluan, hindari menggunakan sabun yang mengandung pewangi sebab dapat memicu iritasi pada kemaluan. - Ganti Pakaian Dalam
Sahabat Sehat dianjurkan mengganti pakaian dalam terutama jika terasa lembab. Sebab celana dalam yang tidak diganti dalam waktu lama akan membuat penis dan area di sekitarnya menjadi lembab. Area kemaluan yang lembab menjadi tempat ideal bagi bakteri dan jamur untuk tumbuh dan bekembang biak. Akibatnya, kemaluan berpotensi beraroma kurang sedap dan rentan mengalami infeksi. - Mencukur Bulu Kemaluan
Mencukur rambut bulu kemaluan diketahui dapat menjaga kebersihan kemaluan. Rambut yang tumbuh di area kemaluan dapat membuat area kemaluan menjadi lembab dan berkeringat. Jika tidak dicukur, bulu kemaluan dapat menjadi area berkembangnya kuman. - Hindari Perilaku Seks Berisiko
Perilaku seks bebas dan berganti pasangan seksual dapat meningkatkan resiko penyakit menular seksual. Untuk mencegah penyakit menular seksual, sebaiknya hindari berganti pasangan seksual atau pun menggunakan alat kontrasepsi (kondom). - Hindari Merokok
Impotensi merupakan salah satu penyakit yang dapat diakibatkan karena dampak merokok. Berdasarkan penelitian di tahun 2014, rokok terbukti menyebabkan gangguan kesehatan pada penis, seperti disfungsi ereksi. Selain itu merokok juga dapat memicu masalah reproduksi hingga menyebabkan kemandulan. - Olahraga Teratur
Rutin berolahraga menjadi salah satu cara dalam menjaga kesehatan penis. Olahraga juga dapat dijadikan terapi dalam mengatasi disfungsi ereksi. Lakukan olahraga rutin minimal 30 menit sehari atau total minimal 150 menit dalam seminggu. - Konsumsi Makanan Bergizi
Rajin mengonsumsi makanan bergizi seimbang dinilai mampu mempertahankan kesehatan organ reproduksi. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa pria yang gemar mengkonsumsi makanan yang mengandung flavonoid dapat mencegah disfungsi ereksi. Flavonoid termasuk kelompok senyawa fitokimia yang banyak ditemukan pada buah dan sayur. Selain itu mengkonsumsi bayam, alpukat, hingga makanan pedas yang mengandung capsaicin juga dipercaya dapat meningkatkan kadar hormon testosteron. - Menjaga Berat Badan Ideal
Meski tampak tidak ada hubungannya dengan kesehatan penis, berat badan berlebih (obesitas) meningkatkan resiko berbagai penyakit seperti kolesterol tinggi, diabetes, dan penyakit jantung. Ketiga penyakit inil dapat memicu terjadinya gangguan ereksi. Oleh sebab itu, dengan menjaga berat badan tetap ideal maka dapat menjaga kesehatan penis. - Mengendalikan Stres
Masalah mental kerap dikaitkan dengan disfungsi seksual. Sebuah penelitian pada tahun 2018 dari Indian Journal of Psychiatry mengungkapkan bahwa setidaknya sebanyak 62,5 % responden yang mengalami depresi ringan hingga sedang turut menderita disfungsi seksual. - Hindari Minuman Beralkohol
Menghindari minuman beralkohol atau kurangi jumlahnya secara bertahap dapat membantu menjaga kesehatan penis. Mengkonsumsi alkohol berlebih diketahui meningkatkan risiko disfungsi ereksi dan gangguan seksual lainnya.
Baca Juga: Berbagai Penyakit Menular Seksual Akibat Seks Oral
Kapan Harus Menemui Dokter?
Sahabat Sehat perlu mewaspadai apabila mengalami beberapa keluhan berikut di rumah :
- Gairah seksual menurun
- Pendarahan saat buang air kecil atau ejakulasi
- Muncul kutil, benjolan atau ruam pada penis
- Penis melengkung dan terasa nyeri saat hubungan seksual
- Sensasi terbakar saat buang air kecil
- Mengalami cedera pada kemaluan
Baca Juga: 10 Hal yang Menjadi Tanda Gejala Kanker Prostat Pada Pria
Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai tips menjaga kesehatan penis yang dapat diterapkan di rumah. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check up, layanan fisioterapi, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.
Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.
Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
Ditinjau oleh: dr. Monica C
Referensi
- Healthline. 38 Ways to Keep Your Penis Healthy.
- Mayo Clinic. Penis health: Identify and prevent problems.
- Abha T. A prospective study on sexual dysfunctions in depressed males and the response to treatment.
![10 Tips Menjaga Kesehatan Penis agar Terhindar dari Penyakit Kelamin Tidak hanya wanita, kebersihan organ intim pria juga perlu dijaga kebersihannya. Pasalnya, kebersihan organ reproduksi sangat mempengaruhi kesehatan dan kehidupan seksual Sahabat Sehat. Penis adalah salah satu organ tubuh yang menjadi kebanggaan utama bagi kaum pria. Namun karena letaknya tersembunyi, banyak pria yang biasanya mengabaikan kesehatan organ reproduksinya tersebut. Berbagai masalah kesehatan dapat Sahabat Sehat […]](/wp-content/uploads/2022/06/10-Tips-Menjaga-Kesehatan-Penis-agar-Terhindar-dari-Penyakit-Kelamin.jpg)

![Penyebab Kanker Payudara dan Cara Mencegahnya Kanker payudara sebagian besar terjadi pada wanita, meski tidak menutup kemungkinan pria juga dapat menderita kanker payudara. Pada tahun 2020, sekitar 2,3 juta wanita terdiagnosis kanker payudara dengan angka kematian di dunia mencapai 685.000 kasus. Pada akhir 2020, terdapat 7,8 juta orang wanita yang masih bertahan hidup selama 5 tahun setelah didiagnosis kanker payudara. Data […]](/wp-content/uploads/2022/06/Penyebab-Kanker-Payudara-dan-Cara-Mencegahnya.jpg)
![Usia Tepat untuk Menjalani Pemeriksaan Mamografi Kanker payudara merupakan penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita di negara berkembang, bahkan di seluruh dunia. Sangat penting bagi wanita untuk mendeteksi kanker payudara sejak dini sebab tingkat kesembuhan kanker payudara semakin tinggi jika ditangani lebih dini. Salah satu upaya mendeteksi kanker payudara adalah dengan melakukan pemeriksaan mamografi. Sahabat Sehat, kapan waktu yang tepat […]](/wp-content/uploads/2022/06/Usia-Tepat-untuk-Menjalani-Pemeriksaan-Mamografi.jpg)
![Mencegah Demam Kuning Sebelum Bepergian Demam kuning atau Yellow Fever, merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh karena infeksi virus yang ditularkan melalui perantara nyamuk. Gejala penyakit ini ditandai dengan demam tinggi serta mata dan kulit yang tampak kuning akibat penurunan fungsi hati. Demam kuning cukup berbahaya apabila tidak ditangani dengan cepat dan sungguh-sungguh karena dapat menyebabkan gagal ginjal hingga […]](/wp-content/uploads/2022/06/Mencegah-Demam-Kuning-Sebelum-Bepergian.jpg)

![Benarkah Perokok Berisiko Menderita Pneumonia? Pneumonia atau disebut juga paru-paru basah, adalah peradangan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi. Infeksi tersebut menyebabkan peradangan pada kantong-kantong udara (alveoli) disalah satu atau kedua paru. Pada pasien yang mengalami pneumonia, alveoli dipenuhi oleh cairan, lendir atau nanah akibat infeksi sehingga menyebabkan pasien tersebut sulit untuk bernapas. Faktor Risiko dan Penyebab Pneumonia Pneumonia bisa menimpa […]](/wp-content/uploads/2022/06/Benarkah-Perokok-Berisiko-Menderita-Pneumonia.jpg)
![Si Kecil Batuk Sulit Sembuh, Waspadai Batuk Rejan Batuk merupakan salah satu keluhan yang paling sering dijumpai baik pada anak maupun dewasa. Batuk dapat disebabkan oleh berbagai macam penyakit, salah satunya akibat Covid-19. Sebagian besar batuk dapat hilang dengan sendirinya, namun Mama perlu waspada apabila batuk Si Kecil sulit sembuh karena dikhawatirkan mengalami batuk rejan. Sahabat Sehat, apa itu penyakit batuk rejan dan […]](/wp-content/uploads/2022/06/Si-Kecil-Batuk-Sulit-Sembuh-Waspadai-Batuk-Rejan.jpg)

![Cara Perawatan Luka Pasca Operasi Tumor Payudara Operasi tumor payudara bisa menyisakan bekas luka yang kecil hingga besar, tergantung dari ukuran tumornya. Jika tidak dirawat dengan benar, luka pasca operasi tumor akan lebih lama sembuhnya bahkan hingga terjadi infeksi tambahan. Kebersihan area luka adalah kunci dari pemulihan luka. Tapi, Sahabat Sehat tidak boleh sembarang membersihkan. Ada hal-hal yang Anda perlu perhatikan. Mari […]](/wp-content/uploads/2022/06/Cara-Perawatan-Luka-Pasca-Operasi-Tumor-Payudara.jpg)
![Berbagai Penyakit Menular Seksual Akibat Seks Oral Oral seks adalah rangsangan pada alat kelamin dengan menggunakan mulut dan ludah. Oral seks merupakan salah satu cara infeksi menular seksual (IMS) yang paling sering ditularkan. Seks oral meliputi seks oral pada penis (fellatio), seks oral pada vulva (cunnilingus) dan seks oral pada anal (rimming). Seseorang beresiko tertular penyakit menular seksual jika memiliki lebih dari satu […]](/wp-content/uploads/2022/06/Berbagai-Penyakit-Menular-Seksual-Akibat-Seks-Oral.jpg)
![Penyebab Sulit Menahan Buang Air Kecil dan Cara Mencegahnya Pernahkah Sahabat Sehat merasa terdesak untuk buang air kecil atau kencing dan kesulitan menahannya? Bagi orang awam, kondisi ini sering disebut dengan “beser”. Meski dianggap sebagai hal yang wajar bagi sebagian orang, terutama pada lansia, namun kondisi ini perlu diwaspadai karena bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan pada tubuh. Sahabat Sehat, apa saja penyebab sulit […]](/wp-content/uploads/2022/06/Penyebab-Sulit-Menahan-Buang-Air-Kecil-dan-Cara-Mencegahnya.jpg)
![Berbagai Jenis Penyakit yang Kerap Dialami Lansia Lansia (lanjut usia) atau dikenal juga dengan istilah medis geriatri merupakan istilah untuk menyebutkan seseorang yang sudah berusia diatas 60 tahun. Pada umur ini, banyak sekali masalah kesehatan yang terjadi. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2015, angka kesakitan lansia mencapai 28,62%, pada tahun 2018 sebanyak 25,99%, dan pada tahun 2019 naik lagi mencapai […]](/wp-content/uploads/2022/06/Berbagai-Jenis-Penyakit-yang-Kerap-Dialami-Lansia.jpg)
