Kenali Tanda Awal Kehamilan yang Penting untuk Kamu Ketahui
Kehamilan adalah hal yang umumnya diinginkan oleh pasangan yang telah berkeluarga. Mungkin tidak jarang Sahabat Sehat merasa kebingungan mengenai tanda-tanda di awal kehamilan. Kini telah tersedia berbagai tes kehamilan, seperti tes urin serta pemeriksaan USG. Namun, apa saja tanda awal di masa kehamilan ? Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut.
Apa Saja Gejala Awal Kehamilan?
Setiap wanita memiliki kondisi fisik yang berbeda-beda. Begitu pula dengan pengalaman yang dirasakan di setiap kehamilan. Tidak ada satupun wanita yang memiliki tanda dan gejala kehamilan yang sama persis, bahkan dari satu kehamilan ke kehamilan berikutnya.
Ditambah, ada beberapa tanda dan gejala kehamilan yang sering tidak disadari sebab gejala awal kehamilan menyerupai gejala menjelang menstruasi. Berikut ini beberapa gejala awal kehamilan yang paling umum dialami wanita, yaitu:
- Terlambat menstruasi
Terlambat menstruasi dapat menjadi tanda awal kehamilannya. Apabila terjadi kehamilan, sel telur akan menempel pada dinding rahim yang kemudian akan berkembang menjadi janin dalam kurun waktu 9 bulan. Saat itu, tubuh akan melepaskan hormon kehamilan (hormon HCG) yang memberi sinyal pada indung telur untuk berhenti memproduksi sel telur baru selama hamil. Itu sebabnya Sahabat Sehat tidak akan mengalami haid selama hamil.
- Perubahan payudara dan puting
Setelah terjadi pembuahan, kadar hormon progesteron dan estrogen dalam tubuh juga meningkat, hal inilah yang menyebabkan terjadinya perubahan pada payudara. Saat hamil, ukuran payudara membesar hingga bengkak dan dapat disertai dengan rasa nyeri, payudara terasa penuh, serta puting tampak menghitam (areola). Perubahan pada payudara ini dapat terjadi di usia kehamilan 4 – 6 minggu, sedangkan perubahan warna puting mulai terjadi pada minggu ke-11 kehamilan.
Baca Juga: 10 Makanan Sehat untuk Ibu Hamil
- Mual dan muntah
Mual dan muntah menjadi salah satu gejala awal kehamilan lainnya yang umum dialami saat hamil. Melansir American Pregnancy Association (APA), sebagian besar wanita hamil mengalami keluhan tersebut. Sebagian wanita hamil akan terus mengalami mual dan muntah sejak trimester pertama hingga memasuki trimester kedua, meski pada sebagian ibu hamil dapat berlanjut hingga menjelang persalinan. Rata-rata gejala mual dan muntah dapat mereda dengan sendirinya seiring bertambahnya usia kehamilan.
- Indera penciuman sensitif
Beberapa studi menyebutkan bahwa kepekaan hidung meningkat drastis selama masa kehamilan. Ketika mencium bau tertentu, Sahabat Sehat dapat merasa pusing, mual dan muntah, atau bahkan dapat merusak suasana hatinya. Kondisi ini akan sangat mempengaruhi ibu hamil saat ngidam. Selera makannya turut berubah akibat mencium aroma makanan tertentu.
- Keluar flek (bercak darah) dari vagina
Bercak darah sebagai tanda kehamilan berbeda dengan darah menstruasi. Bercak darah ini disebut sebagai pendarahan implantasi, biasanya berlangsung pada awal kehamilan. Kondisi ini terjadi akibat bakal janin (embrio) melekat pada dinding rahim. Pendarahan implantasi umumnya berupa 1 atau 2 tetes darah dan dapat terjadi sekitar 10-14 hari setelah pembuahan, berlangsung selama 1-3 hari.
- Mudah lelah dan lemas
Meski belum pasti, kelelahan dan rasa lemas dapat menjadi tanda kehamilan. Kelelahan yang luar biasa dapat terjadi pada trimester 1 kehamilan. Kondisi ini disebabkan karena meningkatnya hormon progesteron di awal kehamilan sehingga memicu rasa kantuk. Rasa kantuk inilah yang membuat wanita hamil menjadi mudah lelah dan ingin beristirahat.
- Kram perut
Proses perlekatan bakal janin (embrio) di awal kehamilan juga dapat menyebabkan kram perut, hal inilah yang menyebabkan kram perut dapat terjadi bersamaan dengan keluarnya flek darah. Kram perut pada wanita hamil umumnya tidak terlalu berat, hanya terasa seperti dicubit dan berlangsung singkat. Kondisi ini terjadi akibat proses implantasi embrio yang cenderung berpusat pada satu titik lokasi saja.
Baca Juga: Alasan Pentingnya Vaksin TT Bagi Ibu Hamil
Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai tanda awal kehamilan. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check up, layanan fisioterapi, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.
Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.
Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
Ditinjau oleh : dr. Monica C
Referensi
- Healthline. Pregnancy Symptoms: Early Signs You May Be Pregnant.
- Mayo Clinic. Symptoms of pregnancy: What happens first.
- WebMD. Pregnancy Symptoms: 10 Early Signs That You Might Be Pregnant.
- American Pregnancy Association. Pregnancy Symptoms.
![Kenali Tanda Awal Kehamilan yang Penting untuk Kamu Ketahui Kehamilan adalah hal yang umumnya diinginkan oleh pasangan yang telah berkeluarga. Mungkin tidak jarang Sahabat Sehat merasa kebingungan mengenai tanda-tanda di awal kehamilan. Kini telah tersedia berbagai tes kehamilan, seperti tes urin serta pemeriksaan USG. Namun, apa saja tanda awal di masa kehamilan ? Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut. Apa Saja Gejala Awal Kehamilan? […]](/wp-content/uploads/2022/06/Kenali-Tanda-Awal-Kehamilan-yang-Penting-untuk-Kamu-Ketahui.jpg)

![Apakah Ibu Hamil Aman untuk Vaksin Booster? Covid-19 masih melanda berbagai negara, termasuk Indonesia. Sudah hampir 2 tahun pandemi ini berjalan di negara kita. Virus jenis RNA ini sangat mudah bermutasi sehingga menimbulkan jenis-jenis varian baru yang dapat meningkatkan penyebaran Covid-19. Hingga akhir ini terdapat varian baru yang disebut dengan Omicron dan diperkirakan penyebarannya lebih mudah dibandingkan jenis-jenis varian Covid-19 sebelumnya. Untuk […]](/wp-content/uploads/2022/06/Apakah-Ibu-Hamil-Aman-untuk-Vaksin-Booster-.jpg)
![Kenali Bahaya dan Tips Mengatasi Flu Saat Hamil Flu merupakan penyakit yang umum terjadi, termasuk pada ibu hamil. Meski memiliki gejala yang ringan dan merupakan self limiting disease (dapat sembuh sendiri) dimana kondisi umumnya akan membaik dalam waktu sekitar 3 – 7 hari, akan tetapi pada ibu hamil flu dapat berlangsung lebih lama. Selain itu, flu pada ibu hamil juga dapat memicu munculnya […]](/wp-content/uploads/2022/06/Kenali-Bahaya-dan-Tips-Mengatasi-Flu-Saat-Hamil.jpg)

![Begini Penanganan Hepatitis B Pada Ibu Hamil Penyakit hepatitis B merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis B pada hati yang dapat menyebabkan penyakit jangka pendek maupun jangka panjang. Sahabat Sehat dapat tertular hepatitis B melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh, contohnya melalui jarum suntik bekas penderita hepatitis B, maupun kontak seksual dengan penderita hepatitis B. Selain itu, hepatitis […]](/wp-content/uploads/2022/06/Begini-Penanganan-Hepatitis-B-Pada-Ibu-Hamil.jpg)
![Kenali Bahaya dan Cara Mencegah Rubella Saat Hamil Rubella atau yang disebut juga campak Jerman adalah infeksi virus yang ditandai dengan ruam merah pada kulit. Meskipun sama-sama menyebabkan ruam kemerahan pada kulit, rubella berbeda dengan campak. Selain disebabkan oleh virus yang berbeda jenisnya, umumnya campak memiliki efek samping yang lebih parah dari rubella. Tapi jangan sampai dianggap sepele ya, Moms. Rubella dapat menginfeksi […]](/wp-content/uploads/2022/06/Kenali-Bahaya-dan-Cara-Mencegah-Rubella-Saat-Hamil.jpg)
![Preeklampsia Saat Hamil, Bumil Waspadai Gejalanya! Melahirkan bayi yang sehat dan segera pulih setelah melahirkan tentu menjadi harapan semua ibu hamil. Namun sayangnya ada beberapa kondisi medis yang dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan janin, salah satunya adalah preeklampsia. Setidaknya, ada sekitar 10 hingga 15 % kasus preeklampsia beresiko menyebabkan kematian pada ibu hamil. Oleh sebab itu, penting bagi ibu hamil untuk […]](/wp-content/uploads/2022/06/Preeklampsia-Saat-Hamil-Bumil-Waspadai-Gejalanya.jpg)
![Gejala Penyakit Cytomegalovirus (CMV) dan Pencegahannya Infeksi Cytomegalovirus (CMV) merupakan salah satu infeksi virus yang banyak menyerang janin. Virus ini dapat ditemukan di darah, urin, semen, cairan serviks, air liur, dan air susu ibu (ASI). Infeksi CMV bersifat endemis dan tidak bergantung pada musim tertentu. Di Amerika Serikat angka kejadian infeksi CMV sebesar 50% sehingga wanita hamil dengan usia produktif memiliki […]](/wp-content/uploads/2022/06/Gejala-Penyakit-Cytomegalovirus-CMV-dan-Pencegahannya.jpg)
![Mengapa Ibu Hamil Membutuhkan Vaksin Tetanus? Kesehatan ibu hamil merupakan sesuatu yang harus dijaga dengan baik sebagai upaya pencegahan penyakit, terutama selama mengandung. Dengan kondisi kesehatan yang prima, anak yang dikandung juga dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Salah satu penyakit yang dapat menginfeksi ibu hamil adalah tetanus, namun dapat dicegah melalui vaksinasi tetanus. Mengapa vaksin tetanus penting bagi ibu hamil? […]](/wp-content/uploads/2022/06/Mengapa-Ibu-Hamil-Membutuhkan-Vaksin-Tetanus.jpg)
![Mengapa Cacar Air Saat Hamil Berbahaya? Ini Penjelasannya Cacar air atau disebut juga varicella atau chickenpox, dapat menyerang siapa saja baik anak, dewasa dan wanita hamil. Ibu hamil yang menderita cacar air di masa kehamilan beresiko membahayakan dirinya dan janin dalam kandungan. Sahabat Sehat, mengapa cacar air berbahaya selama hamil? Mari simak penjelasan berikut. Cacar Air Cacar air atau varicella merupakan penyakit yang […]](/wp-content/uploads/2022/06/Mengapa-Cacar-Air-Saat-Hamil-Berbahaya-Ini-Penjelasannya.jpg)

![Alasan Pentingnya Vaksin TT Bagi Ibu Hamil Tetanus adalah salah satu jenis penyakit menular, yang disebabkan oleh infeksi bakteri Clostridium Tetani. Bakteri ini akan masuk ke dalam tubuh melalui luka yang terbuka atau bahkan melalui goresan kecil. Bakteri Clostridium Tetani menghasilkan racun yang disebut tetanospasmin, sesaat setelah masuk ke darah melalui kulit yang dapat menyerang sistem saraf. Jika tidak ditangani dengan baik, […]](/wp-content/uploads/2022/06/Alasan-Pentingnya-Vaksin-TT-Bagi-Ibu-Hamil.jpg)
