5 Gejala Meningitis pada Anak yang Kerap Tidak Disadari
Seringkali penanganan meningitis terlambat dilakukan. Hal ini terjadi karena orang tua kurang pengetahuan tentang gejala-gejala penyakit. Infeksi kuman ataupun mikroorganisme lainnya, dapat terjadi pada siapa saja. Salah satu diantaranya adalah meningitis, yaitu suatu penyakit ketika terjadinya peradangan pada selaput otak (meninges) yang membungkus otak dan sumsum tulang belakang.
Peradangan otak Si Kecil dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang berakibat buruk bagi tubuhnya apabila tidak ditangani. Penanganan yang tepat dapat mencegah komplikasi pada tubuh Si Kecil.
Setiap tahunnya, terdapat sekitar 1,2 juta kasus meningitis di seluruh dunia. Dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) diperkirakan bahwa 70% penderita meningitis beresiko meninggal apabila tidak mendapatkan pertolongan.
Penyebab Meningitis
Paling sering meningitis disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur, maupun parasit. Beberapa contohnya yakni bakteri pneumokokus, meningokokus, M. tuberculosa, dan virus H. influenza.
Secara alami, otak manusia memiliki mekanisme pertahanan yaitu sawar darah otak untuk mencegah infeksi pada otak. Namun terdapat beberapa bakteri dan virus yang dapat menembus penghalang tersebut sehingga menyebabkan meningitis.5 Beberapa gejala meningitis yang dapat dijumpai pada Si Kecil, yakni :
- Menangis nada tinggi atau merintih
- Leher terasa kaku
- Rewel
- Lemas
- Sering tertidur dan sulit dibangunkan
- Nafsu makan menurun
- Mual dan muntah
Gejala tersebut timbul karena adanya gangguan pada otak Si Kecil. Untuk mendiagnosa meningitis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada Si Kecil.
Jika diperlukan, dokter akan menyarankan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah, cairan cerebrospinal, CT Scan ataupun MRI otak.3 Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk dapat menegakkan diagnosis meningitis, dan mencari penyebab meningitis.
Gejala Meningitis
Berikut ini gejala meningitis yang umum terjadi:
- Demam tinggi yang terjadi secara mendadak
- Sakit kepala parah yang tidak seperti biasanya
- Sensitif terhadap cahaya
- Tidak ada nafsu makan atau haus.
- Ruam kulit.
Baca Juga: Mengenal 3 Jenis Baru Vaksin Wajib Untuk Anak – Anak
Bagaimana Penanganan Meningitis ?
Pengobatan meningitis bertujuan untuk meredakan peradangan pada selaput meninges. Penanganan berupa pemberian obat-obatan sesuai dengan penyebab meningitisnya. Beberapa dampak yang dapat terjadi bila meningitis tidak ditangani, yaitu kejang berulang, kerusakan otak, gangguan pendengaran, disabilitas, hingga kematian.
Tips Mencegah Meningitis
Sebagian besar bakteri dan virus penyebab meningitis ditularkan melalui cipratan air liur (droplet). Pencegahan yang dapat Sahabat Sehat lakukan untuk mencegah penyakit meningitis, yakni :
- Menghindari atau menjaga jarak dengan orang yang terlihat kurang sehat
- Menggunakan masker saat keluar rumah
- Rutin mencuci tangan
- Memberikan vaksinasi untuk Si Kecil.
Apa Saja Vaksinasi Untuk Mencegah Meningitis ?
Selain dengan menerapkan pola hidup sehat, untuk mencegah meningitis pada anak dapat diberikan vaksinasi. Sahabat Sehat dapat memberikan vaksinasi seperti vaksin BCG, vaksin influenza, vaksin pneumokokus, dan vaksin meningokokus. Vaksinasi dapat diberikan sesuai dengan jadwal yang direkomendasikan Ikatan Dokter Anak Indonesia.
Sahabat Sehat, itulah mengenai penyakit meningitis yang dapat dialami baik orang dewasa maupun anak. Jika meningitis tidak ditangani dengan baik, dapat menimbulkan komplikasi yang berdampak buruk bagi tubuh. Apabila Si Kecil menunjukkan beberapa gejala meningitis, segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Baca Juga: Berbagai Jenis Imunisasi untuk Bayi 3 Bulan
Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check up, layanan fisioterapi, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.
Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.
Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
Ditinjau oleh: dr. Monica C
Referensi
- World Health Organization. Meningitis. USA : World Health Organization;.
- Centers for Disease Control and Prevention. Meningitis Lab Manual: Epidemiology of Meningitis.
- Stanford Children’s Health. Meningitis in Children] USA : Stanford Children’s Health.
- Huynh J, Abo Y, du Preez K, Solomons R, Dooley K, Seddon J. Tuberculous Meningitis in Children: Reducing the Burden of Death and Disability. Pathogens. 2021;11(1):38.
- Van Sorge N, Doran K. Defense at the border: the blood–brain barrier versus bacterial foreigners. Future Microbiology. 2012;7(3):383-394.
![5 Gejala Meningitis pada Anak yang Kerap Tidak Disadari Seringkali penanganan meningitis terlambat dilakukan. Hal ini terjadi karena orang tua kurang pengetahuan tentang gejala-gejala penyakit. Infeksi kuman ataupun mikroorganisme lainnya, dapat terjadi pada siapa saja. Salah satu diantaranya adalah meningitis, yaitu suatu penyakit ketika terjadinya peradangan pada selaput otak (meninges) yang membungkus otak dan sumsum tulang belakang. Peradangan otak Si Kecil dapat menyebabkan berbagai komplikasi […]](/wp-content/uploads/2022/06/5-Gejala-Meningitis-pada-Anak-yang-Kerap-Tidak-Disadari-1.jpg)

![5 Kondisi yang Disarankan untuk Melakukan Tes Fungsi Hati Pemeriksaan fungsi hati, atau disebut juga Liver Function Test (LFT) merupakan pemeriksaan yang digunakan dalam membantu mendiagnosis penyakit atau kelainan pada organ hati. Tes ini dilakukan dengan mengukur kadar enzim, protein, bilirubin, dan zat lainnya yang terdapat di dalam darah. Kadar enzim, protein, atau bilirubin yang lebih tinggi tinggi atau lebih rendah biasanya dapat menunjukkan […]](/wp-content/uploads/2022/06/5-Kondisi-yang-Disarankan-untuk-Melakukan-Tes-Fungsi-Hati.jpg)

![Metode Skrining yang Digunakan untuk Mendeteksi Sifilis Sifilis pertama kali dideteksi di Eropa pada akhir abad ke 15 dan pada tahun 1905, Schaudinn dan Hoffman menemukan penyebab penyakit ini yaitu akibat infeksi bakteri Treponema pallidum yang ditularkan melalui kontak seksual. Sifilis atau disebut juga dengan sebutan “Penyakit raja singa” ditandai dengan munculnya luka pada area kelamin dan dubur, tanpa rasa nyeri sehingga […]](/wp-content/uploads/2022/06/Metode-Skrining-yang-Digunakan-untuk-Mendeteksi-Sifilis.jpg)
![Cara Mencegah Hepatitis A Bagi Kamu yang Suka Kulineran Makanan dan minuman yang kotor akibat sanitasi yang buruk dapat menularkan berbagai macam penyakit. Penyakit-penyakit tersebut dapat berupa tifoid, diare hingga hepatitis. Terdapat beberapa jenis dari virus hepatitis, namun salah satu yang sering ditemukan akibat sanitasi yang buruk adalah penyakit hepatitis A. Nah Sahabat Sehat, bagaimana mencegah terinfeksi hepatitis A bagi yang sering makan diluar […]](/wp-content/uploads/2022/06/Cara-Mencegah-Hepatitis-A-Bagi-Kamu-yang-Suka-Kulineran.jpg)

![4 Metode yang Umum Digunakan Dalam Tes Pemeriksaan HIV Sebagian besar penderita HIV dan AIDS (ODHA) tidak menyadari bahwa terinfeksi HIV. Oleh karena itu, bagi seseorang yang dicurigai menderita HIV dianjurkan menjalani pemeriksaan skrining HIV/Aids untuk deteksi awal. Sahabat Sehat, apa saja jenis pemeriksaan HIV ? Mari simak penjelasan berikut. Apa Itu HIV ? Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah jenis virus yang dapat menyerang […]](/wp-content/uploads/2022/06/4-Metode-yang-Umum-Digunakan-Dalam-Tes-Pemeriksaan-HIV.jpg)
![9 Penyebab Kadar Ureum Meningkat dan Cara Menurunkannya Tingginya kadar ureum dalam darah merupakan tanda bahwa ginjal tidak berfungsi dengan baik. Dalam keadaan normal, ginjal berfungsi sebagai penyaring dan pembuangan zat yang tidak diperlukan tubuh. Apabila ureum menumpuk di darah, maka akan menimbulkan berbagai macam gangguan kesehatan. Sahabat Sehat, mengapa kadar ureum meningkat dalam tubuh ? Mari simak penjelasan berikut. Apa Itu Ureum […]](/wp-content/uploads/2022/06/9-Penyebab-Kadar-Ureum-Meningkat-dan-Cara-Menurunkannya.jpg)
![Berbagai Jenis Pemeriksaan Deteksi Dini Kanker Serviks Anda mungkin sudah cukup sering mendengar tentang penyakit kanker serviks. Ya, penyakit kanker terbanyak kedua pada wanita di Indonesia setelah kanker payudara. Tahukah Anda bahwa harapan hidup dan keberhasilan pengobatan kanker serviks bergantung dari stadium penyakit saat didiagnosis pertama kali? Semakin awal ditemukan lesi kankernya, maka semakin baik pula prognosis dan tingkat keberhasilan pengobatan. Maka, […]](/wp-content/uploads/2022/06/Berbagai-Jenis-Pemeriksaan-Deteksi-Dini-Kanker-Serviks.jpg)

![Kenali Apa Penyebab Kanker Serviks dan Faktor Risikonya Dari sekian banyak jenis kanker, kanker serviks adalah jenis kanker terbanyak kedua pada wanita di Indonesia. Kanker merupakan sebuah penyakit dimana sel tubuh bertumbuh secara tidak terkontrol dan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Pada tahun 2018, diestimasikan 570.000 wanita terdiagnosis kanker serviks dan sekitar 311.000 wanita meninggal karena kanker tersebut. Lalu apa yang menyebabkan kanker […]](/wp-content/uploads/2022/06/Kenali-Apa-Penyebab-Kanker-Serviks-dan-Faktor-Risikonya.jpg)
![Selain Wanita, Seberapa Penting Vaksin HPV untuk Pria? Mungkin Anda sudah familiar mengenai vaksin human papillomavirus (HPV) untuk mencegah kanker serviks pada wanita. Tapi apa Anda tahu seberapa penting vaksin hpv untuk pria? Ya, ternyata virus ini juga bisa menginfeksi pria karena HPV merupakan virus yang dapat menyebabkan penyakit kutil pada kelamin, kanker anus, kanker penis, dan sebagainya. Simak artikel berikut ini untuk […]](/wp-content/uploads/2022/06/Selain-Wanita-Seberapa-Penting-Vaksin-HPV-untuk-Pria.jpg)
![Ketahui Pentingnya Vaksinasi HPV untuk Anak, Apakah Aman? Pemerintah baru saja mengumumkan bahwa akan menjadikan vaksin human papillomavirus (HPV) menjadi vaksin wajib bagi anak SD. Hal ini berkaitan dengan tingginya angka kasus kanker serviks di Indonesia. Human papillomavirus merupakan virus penyebab kanker serviks (leher rahim) dan beberapa jenis kanker lainnya seperti kanker tenggorokan, amandel, dan anus. Selain itu juga bisa menyebabkan penyakit kulit […]](/wp-content/uploads/2022/06/Ketahui-Pentingnya-Vaksinasi-HPV-untuk-Anak-Apakah-Aman.jpg)
