7 Cara Pencegahan Kanker Hati yang Dapat Anda Lakukan
Kanker hati merupakan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Meski demikian, bukan berarti penyakit kanker hati ini tidak dapat dicegah. Terdapat sejumlah hal yang dapat Sahabat Sehat lakukan sebagai upaya agar terhindar dari kanker hati. Mari simak penjelasan berikut.
Menjalani Pengobatan Bagi Penderita Hepatitis B dan C
Melansir dari American Cancer Society, salah satu faktor penyebab kanker hati adalah infeksi dari penyakit hepatitis B dan C yang kronis. Salah satu penyakit menular ini sangat mudah menyebar dari satu orang ke orang lainnya melalui jarum suntik yang digunakan secara berulang, biasanya digunakan untuk pengobatan. Selain itu, penyakit ini juga dapat menular melalui seks bebas atau seks tanpa proteksi (penggunaan kondom) dan dari ibu kepada anaknya yang dilahirkan.
Salah satu langkah pencegahan yang dapat dilakukan agar terhindar dari infeksi menular ini adalah dengan menghindari penggunaan jarum suntik bersama dengan orang lain, serta selalu menggunakan kondom atau alat proteksi lainnya ketika berhubungan seksual. Bukan hanya itu saja, anak-anak hingga orang dewasa juga dianjurkan untuk mendapatkan suntik vaksin HBV (untuk hepatitis B) guna mengurangi risiko terinfeksi hepatitis sekaligus sebagai upaya pencegahan terhadap kanker hati.
Apabila Sahabat Sehat memiliki resiko atau riwayat hepatitis B dan C, sebaiknya segera lakukan deteksi dini kanker hati. Sedangkan bagi Sahabat Sehat yang telah terinfeksi hepatitis B dan C, segera jalani pengobatan dan perawatan guna mencegah berkembangnya infeksi hepatitis menjadi kanker hati. Meski penggunaan obat belum tentu dapat menyembuhkan hepatitis B secara efektif, tetapi metode ini dinilai mampu mengurangi risiko sirosis hati dan kanker hati.
Hindari Minuman Beralkohol dan Merokok
Mengkonsumsi minuman beralkohol dan merokok terbukti dapat memicu munculnya berbagai penyakit, termasuk penyakit kanker hati. Oleh karena itu, jika Sahabat Sehat kerap mengkonsumsi alkohol dan merokok maka sebaiknya segera hentikan kebiasaan buruk ini.
Terlalu banyak mengkonsumsi alkohol berpotensi meningkatkan resiko pengerasan hati (sirosis hati) yang merupakan salah satu faktor risiko penyebab kanker hati. Selain itu, menghentikan kebiasaan merokok juga mampu mengurangi risiko berbagai jenis penyakit berbahaya lainnya.
Menjaga Berat Badan Tetap Ideal
Memiliki berat badan berlebih atau obesitas juga menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya kanker hati. Oleh sebab itu, Sahabat Sehat perlu menjaga berat badan untuk selalu ideal sebagai upaya pencegahan terhadap kanker hati. Hal ini dapat dilakukan dengan cara rutin berolahraga dan menjaga pola makan sehat.
Pasalnya obesitas juga dapat meningkatkan risiko sirosis hati dan menjadi faktor risiko lain dari penyakit kanker hati. Apabila ingin menurunkan berat badan, Sahabat Sehat dapat memulai dengan mengurangi jumlah kalori dari asupan makanan harian kemudian tingkatkan pula durasi atau intensitas olahraga.
Baca Juga: Hal Sepele yang Jadi Penyebab Hepatitis A Kambuh Lagi
Lakukan Deteksi Dini Kanker Hati
Melakukan deteksi dini terhadap kanker hati menjadi langkah pencegahan yang tidak kalah pentingnya untuk dilakukan, terutama jika Sahabat Sehat sudah mulai mengalami beberapa gejala kanker hati. Akan tetapi ada beberapa orang yang dikategorikan wajib untuk melakukan deteksi kanker hati, yakni mereka yang mengalami sirosis hati, infeksi hepatitis B, dan hepatitis C. Selain itu, Sahabat Sehat juga dapat melakukan pemeriksaan dengan dokter untuk kemudian mendiskusikan apakah perlu melakukan deteksi dini atau tidak.
Mengatasi Penyakit yang Menjadi Faktor Pemicunya
Terdapat beberapa jenis penyakit yang mungkin dapat meningkatkan risiko kanker hati. Beberapa penyakit yang meningkatkan resiko kanker hati yaitu diabetes, dan sirosis hati. Diabetes dapat mempengaruhi peredaran darah secara sehingga apabila terjadi komplikasi dapat menyerang organ tubuh lainnya, termasuk hati. Selain itu, memiliki riwayat penyakit keturunan seperti sirosis hati juga dapat meningkatkan risiko kanker hati.
Konsultasikan Dengan Dokter
Sahabat Sehat dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui kondisi tubuh dan memastikan langkah yang akan diambil selanjutnya. Selain itu, ada berbagai informasi terkait upaya pencegahan kanker hati yang perlu Anda konfirmasi kebenaranan dengan dokter.
Diagnosis Kanker Hati
Saat melakukan pemeriksaan, dokter umumnya akan mendiagnosis kanker hati dengan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik hingga pemeriksaan tambahan seperti:
- Pemeriksaan darah, untuk menilai fungsi organ hati dan kadar Alpha Fetoprotein (AFP) dalam darah.
- Pencitraan dengan USG, MRI atau CT scan, untuk mengetahui bentuk hati, lokasi kanker, keberadaan tumor, hingga sejauh mana penyebarannya.
- Biopsi hati, dengan mengambil sedikit sampel jaringan hati untuk dianalisa di laboratorium.
- Laparoskopi, untuk memeriksa kondisi bagian dalam perut dengan menggunakan selang berkamera.
Baca Juga: Kenali dan Cegah Hepatitis
Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai informasi mengenai cara mencegah kanker hati. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check up, layanan fisioterapi, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.
Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.
Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
Ditinjau oleh : dr. Monica C
Referensi
- World Health Organization. Cancer.
- Cancer. Can Liver Cancer Be Prevented?
- Memorial Sloan Kettering Cancer Center. Liver Cancer Prevention & Risk Factors.
- Mayo Clinic. Liver cancer – Symptoms and causes.
- Mayo Clinic. Liver cancer – Diagnosis and treatment.


![Vaksinasi HPV Tanpa Pap Smear, Apakah Boleh? Tahukah Sahabat Sehat bahwa kanker serviks adalah penyakit yang banyak menyebabkan kematian pada perempuan Indonesia? Ya, begitu seriusnya penyakit ini sekarang pemerintah telah memasukkan vaksinasi HPV ke dalam imunisasi wajib yang diberikan mulai usia 9 tahun pada momen Bulan Imunisasi Anak Sekolah. Vaksinasi HPV memang sebaiknya diberikan di usia muda, terutama ketika seseorang belum pernah […]](/wp-content/uploads/2022/06/Vaksinasi-HPV-Tanpa-Pap-Smear-Apakah-Boleh.jpg)

![Ramsay Hunt Syndrome: Komplikasi dari Virus Penyebab Cacar Air Sebelum adanya kejadian yang menimpa penyanyi Justin Bieber pada pertengahan Juni, Sahabat Sehat mungkin hampir tidak pernah mendengar penyakit bernama Ramsay Hunt Syndrome. Penyakit yang termasuk langka ini menyerang saraf wajah yang terletak dekat telinga. Hanya sekitar 5 dari 100.000 orang yang terinfeksi virus varisela-zoster yang mengalami Ramsay Hunt Syndrome. Gangguan ini dinamakan setelah nama […]](/wp-content/uploads/2022/06/Ramsay-Hunt-Syndrome-Komplikasi-dari-Virus-Penyebab-Cacar-Air.jpg)

![Kanker Serviks Bisa Menyebar ke Paru-Paru, Cegah dengan Vaksin HPV Kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan bagi wanita, setelah kanker payudara. Pasalnya, sel kanker serviks dapat menyebar dan mempengaruhi fungsi organ lain sehingga menambah rasa sakit pada penderitanya. Umumnya, gejala awal kanker serviks sulit untuk diidentifikasi dan sebagian besar baru terdeteksi saat kanker sudah berkembang ke stadium lanjut. Saat berada pada stadium […]](/wp-content/uploads/2022/06/Kanker-Serviks-Bisa-Menyebar-ke-Paru-Paru-Cegah-dengan-Vaksin-HPV.jpg)
![Sering Alami Lemas dan Pucat? Waspadai Gejala Kurang Darah Kurang darah atau anemia memiliki gejala yang hampir mirip dengan gejala penyakit ringan lainnya, seperti pusing, tampak pucat, hingga tubuh yang lemas. Oleh sebab itu, banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya menderita anemia. Padahal, anemia perlu dideteksi sejak dini agar dapat diobati dengan segera untuk mempercepat proses penyembuhan. Sahabat Sehat, apa saja gejala anemia […]](/wp-content/uploads/2022/06/Sering-Alami-Lemas-dan-Pucat-Waspadai-Gejala-Kurang-Darah.jpg)
![Mengapa Lansia Rentan Mengalami Osteoartritis? Memang osteoartritis pada lansia adalah masalah yang umum terjadi. Namun sebenarnya risiko osteoartritis bisa dicegah dan dihindari. Tentunya jika dilakukan dengan konsisten. Untuk melakukannya dengan baik dan konsisten tentunya Sahabat Sehat perlu mengetahui hal-hal seputar osteoartritis, mulai dari penyebab, risiko kesehatan yang terjadi akibat osteoartritis, hingga pengobatan yang dibutuhkan. Lansia beresiko menderita berbagai penyakit degeneratif […]](/wp-content/uploads/2022/06/Mengapa-Lansia-Rentan-Mengalami-Osteoartritis.jpg)
![Infografik Deteksi Dini Mandiri Untuk Penderita Gangguan Tiroid Di bawah ini adalah Infografik Deteksi Dini Mandiri Untuk Penderita Gangguan Tiroid yang perlu Sahabat Sehat ketahui Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check up, layanan fisioterapi, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam. Informasi lebih lanjut, silahkan […]](/wp-content/uploads/2022/06/2.jpg)
![Infografik Diet Sehat untuk Penderita Tiroid, Apa Perlu? Di bawah ini adalah Infografik Diet Sehat untuk Penderita Tiroid yang perlu Sahabat Sehat ketahui Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check up, layanan fisioterapi, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam. Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA […]](/wp-content/uploads/2022/06/infografik-tiroid-des-2.png)
![Infografik Suplemen untuk Penderita Hipo dan Hipertiroid Di bawah ini adalah Infografik Suplemen untuk Penderita Hipo dan Hipertiroid yang perlu Sahabat Sehat ketahui Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check up, layanan fisioterapi, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam. Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi […]](/wp-content/uploads/2022/06/infografik-tiroid-des-1.png)
![Infografik Ciri-Ciri Seseorang yang Terkena Hipertiroid Di bawah ini adalah Infografik Ciri-Ciri Seseorang yang Terkena Hipertiroid yang perlu Sahabat Sehat ketahui Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check up, layanan fisioterapi, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam. Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA […]](/wp-content/uploads/2022/06/infografik-tiroid-nov-2.png)
