Posts tagged “ obesitas”

Showing 1–10 of 15 results

  • World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa masalah obesitas masih menjadi hal serius yang dihadapi oleh seluruh masyarakat di dunia. Karena, dari obesitas berbagai macam penyakit serius bisa berkembang, seperti stroke, serangan jantung, ataupun diabetes. Baca Juga: Obesitas dan Penyakit Jantung Sehingga angka kematian karena penyakit tersebut pun semakin meningkat pada setiap tahunnya. Karena itu, setiap […]

    Cara Tepat Memantau Berat Badan Beserta Alasannya

  • Obesitas atau biasa disebut dengan kelebihan berat badan merupakan masalah medis kronis jangka panjang yang terjadi saat seseorang memiliki lemak tubuh yang terlalu banyak sehingga bisa berdampak buruk pada kesehatan. Seseorang dapat didiagnosis obesitas apabila memiliki indeks massa tubuh (IMT) yang tinggi. Baca Juga: Berikut 7 Kiat Sederhana Mengatasi Obesitas IMT adalah suatu indikator umum […]

    Berbahaya! Simak 14 Dampak Obesitas Bagi Wanita Berikut!

    Obesitas atau biasa disebut dengan kelebihan berat badan merupakan masalah medis kronis jangka panjang yang terjadi saat seseorang memiliki lemak tubuh yang terlalu banyak sehingga bisa berdampak buruk pada kesehatan. Seseorang dapat didiagnosis obesitas apabila memiliki indeks massa tubuh (IMT) yang tinggi.

    dampak obesitas bagi wanita

    Baca Juga: Berikut 7 Kiat Sederhana Mengatasi Obesitas

    IMT adalah suatu indikator umum yang sering dipakai oleh dokter atau ahli gizi untuk menilai proporsi berat badan seseorang sesuai dengan usia, tinggi badan, dan jenis kelaminnya. Pengukuran ini dihitung dengan cara menggabungkan berat badan dan tinggi badan.

    Berat Status Indeks Massa Tubuh

    Kurang dari 18,5 = Rendah
    18,5 – 24,9 = Normal
    25,0 – 29,9 = Kelebilahan berat badan
    30,0 ke atas = Obesitas

    Secara umum, tubuh wanita cenderung lebih mudah mengalami obesitas dibandingkan pria. Tidak hanya akan merusak penampilan dan mengurangi rasa percaya diri, namun obesitas pada tubuh wanita juga mempunyai efek lebih buruk pada kesehatan.

    Efek obesitas pada umumnya bersifat medis, sedangkan pada wanita juga akan mempengaruhi psikologis atau kejiwaannya. Apabila psikisnya sudah tidak sehat maka akan semakin memperburuk kondisi kesehatannya.

    Berikut ini adalah beberapa dampak buruk yang ditimbulkan obesitas pada tubuh wanita

    1. Menstruasi Tidak Teratur

    Tidak teraturnya siklus menstruasi merupakan perubahan signifikan akibat bertambahnya berat badan. Obesitas seringkali dikaitkan dengan peningkatan risiko terjadinya ketidakteraturan haid.

    Hal tersebut dikarenakan adanya lemak berlebih yang mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh. Biasanya kondisi ini lebih banyak diderita oleh remaja akibat kebiasaan sering konsumsi makanan cepat saji.

    2. Risiko Serangan Jantung

    Sama halnya dengan wanita yang menopause, wanita obesitas juga memiliki risiko terkena serangan jantung yang lebih besar. Selalu ingat bahwa setiap orang yang mengalami obesitas akan masuk ke dalam kategori risiko tinggi mengidap penyakit jantung.

    3. Degenerasi Otot

    Degenerasi otot dapat terjadi akibat terlalu banyaknya lemak yang menumpuk pada tubuh. Orang obesitas pada umumnya kurang berolahraga ataupun menggerakan badan, sehingga mengakibatkan lemah otot.

    4. Tekanan Darah Tinggi

    Obesitas merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya hipetensi atau tekanan darah tinggi akibat penumpukan kolestrol pada pembuluh darah. Meningkatnya kasus obesitas yang bersamaan dengan hipertensi dapat memicu diabetes dan penyakit ginjal kronis.

    5. Arthritis

    Arthritis atau radang sendi adalah kondisi tubuh sudah tidak bisa menerima tekanan ekstra dari berat badan yang berlebihan. Oleh karena itu, penderita obesitas memiliki risiko tinggi terkena pernyakit inflamasi kronis seperti arthritis.

    Baca Juga: 9 Jenis Penyakit Autoimun yang Terjadi pada Tubuh

    Sendi, otot kaki dan juga punggung bagian bawah akan kaku dan sakit, sehingga kondisi ini akan mempengaruhi postur tubuh dalam jangka panjang.

    6. Tumit Pecah-Pecah

    Berat badan yang berlebih akan membuat tekanan secara ekstrem terhadap tubuh. Hal ini dapat mengakibatkan tumit pecah-pecah dan terasa perih menyakitkan.

    7. Batu Empedu

    Terbentuknya batu di kantung emppedu disebabkan karena metabolisme lemak yang tidak tepat. Hal ini dapat terjadi ketika seseorang menurunkan berat badan secara drastis dalam jumlah besar berisiko terhadap batu empedu.

    8. Kista

    Kista ovarium dapat terjadi akibat kebiasaan pola makan yang tidak sehat. Terbentuknya kista kecil di ovarium dapat menyebabkan siklus menstruasi yang tidak teratur, bahkan yang lebih parah, dapat menyebabkan kemandulan pada beberapa kasus.

    9. Kemandulan

    Obesitas pada wanita dapat mengakibatkan ketidaksuburan dan berpotensi mengidap sindrom ovarium polikistik yang menyebabkan kemandulan. Hal ini disebabkan ketidakseimbangan horman sehingga terjadi infertilitas atau kemandulan pada wanita.

    10. Masalah Kulit

    Beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya masalah kulit pada penderita obesitas adalah adanya perubahan hormon pada tubuh, sehingga mengakibatkan menghitamnya daerah leher atau lipatan tubuh lainnya.

    Selain itu, perenggangan kulit juga dapat menyebabkan stretch mark. Lembabnya daerah lipatan tubuh dapat memicu timbulnya bakteri dan jamur hingga menimbulkan ruam kulit serta berbagai infeksi lainnya.

    11. Depresi

    Ketidakseimbangan hormon pada wanita penderita obesitas dapat menyebabkan efek psikologis dalam tubuh. Selain itu, mereka akan lebih sering mengalami stress terkait berat badannya dibandingkan dengan wanita dengan tubuh kurus.

    Hal ini tidak hanya terjadi pada pada wanita yang benar-benar kelebihan berat badan, namun juga dapat terjadi pada wanita yang berpikir bahwa mereka gemuk. Penderita obesitas biasanya malu dan takut akan diejek sehingga mereka cenderung memilih untuk menyediri atau mengisolasi diri dari kehidupan sosial dan hal tersebut merupakan tanda-tanda seseorang yang depresi.

    12. Berdampak Saat Melahirkan

    Pada wanita obesitas yang sedang hamil memiliki risiko yang tinggi terjadinya diabetes kehamilan. Sedangkan dampak dari wanita hamil yang tekena diabetes itu sendiri akan membuat berat badan bayi lebih besar dibanding dengan bayi normal lainnya sehingga kemungkinan akan lahir secara Caesar.

    Selain itu, bayi tersebut akan berisiko tinggi terkena penyakit kuning dan bahkan fungsi jantungnya dapat terpengaruh.

    Baca Juga: Mari Mengenal Penyakit Kuning pada Bayi

    13. Kanker Rahim

    Risiko terkena kanker rahim akan meningkat akibat dari sel-sel lemak wanita yang memproduksi hormon esterogen. Semakin banyak lemak, maka akan semakin banyak estrogen di dalam tubuhnya. Selain itu, reaksi endometrium terhadap estrogen akan membuat penebalan yang meningkat sehingga memicu kanker rahim.

    14. Varises

    Timbulnya varises karena pelebaran pemuluh darah dapat menyebabkan melemahnya dinding pembuluh darah. Varises dapat muncul seperti kumpulan pembuluh darah berwarna biru ataupun ungu yang terkadang dilapisi kapiler merah tipis atau yang biasa disebut dengan spider veins.

    Obesitas adalah salah satu faktor dari risiko utama terjadinya varises, selain dari riwayat keluarga, jenis kelamin, umur, karena kehamilan, ataupun kurang gerak.

    Jadi, tidak ada salahnya untuk menjaga tubuh agar tidak terlalu gemuk. Oleh sebab itu, mulailah dari sekarang untuk menjaga berat badan sahabat agar tetap sehat dengan berolahraga secara teratur dan menerapkan pola makan sehat.

    Dengan memiliki berat badan yang ideal, Sahabat Sehat dapat mengurangi risiko terkena penyakit serta dapat menjalankan hidup maksimal yang berkualitas.

    Baca Juga: 10 Obat Herbal Obesitas yang Layak Dicoba

    Selain itu, Sahabat perlu melakukan vaksinasi HPV atau Human Papillomavirus agar terhindar dari kanker serviks. Sekarang vaksinasi HPV telah hadir di Prosehat dengan fasilitas penggunaan teknologi telemedisin yang akan memudahkan pasien dalam berkonsultasi secara daring atau online melalui perangkat teknologi milik sahabat.

    Prosehat juga memiliki layanan vaksinasi HPV ke rumah sehingga sahabat dapat melakukan vaksinasi dengan aman tanpa perlu khawatir tertular COVID-19 serta sahabat ikut turut mendukung program pemerintah untuk mencegah timbulnya virus HPV.

    Layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik 

    Referensi:

    1. Ratini M. Health Risks Linked to Obesity. [online] WebMD. Available at: <https://www.webmd.com/diet/obesity/obesity-health-risks> [Accessed 18 March 2021].
    2. Alfian, A., 2021. Pengertian Obesitas Dan Penyebab Obesitas. [online] Academia.edu. Available at: <https://www.academia.edu/10916589/Pengertian_Obesitas_Dan_Penyebab_Obesitas> [Accessed 18 March 2021].
    3. 2021. 10 Tanda Seseorang Mengalami Obesitas. [online] Available at: <https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-2348609/10-tanda-seseorang-mengalami-obesitas> [Accessed 18 March 2021].
    4. 2021. Begini Efek Buruknya Kegemukan di Tubuh Wanita. [online] Available at: <https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-2256288/begini-efek-buruknya-kegemukan-di-tubuh-wanita> [Accessed 18 March 2021].
    5. com. 2021. Dampak buruk obesitas pada kesehatan wanita Semua Halaman | merdeka.com. [online] Available at: <https://www.merdeka.com/sehat/dampak-buruk-obesitas-pada-kesehatan-wanita.html?page=all> [Accessed 18 March 2021].

     

     

    Read More
  • Sebuah studi baru-baru ini menyatakan bahwa penderita obesitas cukup rentan terinfeksi Covid-19, seperti yang dimuat dalam Journal of American Heart Association (AHA) yang berjudul Coronavirus Disease 2019 Hospitalizations Attributable to Cardiometabolic Conditions in The United States: A Comparative Risk Assessment Analysis. Baca Juga: Obesitas dan Penyakit Jantung Studi yang dilakukan di Amerika Serikat ini menyimpulkan bahwa […]

    Obesitas Rentan Covid-19, Begini Caranya Terhindar di Masa Pandemi

  • 6 Pola Makanan Cegah Obesitas

    Obesitas memang sangat erat kaitannya dengan makanan yang Anda konsumsi setiap harinya. Jika Anda setiap harinya terlalu berlebihan dalam mengonsumsi makanan yang mengandung kalori serta glukosa, dan juga sering sekali membeli makanan sembarangan, tidak memperhatikan kandungan dari makanan tersebut, cara pengolahannya serta bahan makanan yang digunakan, maka jangan kaget bila suatu saat nanti tiba – tiba saja kadar gula darah Anda naik.

    Bila Anda menjaga pola makan, Anda akan mencegah dan mengurangi risiko terkena penyakit diabetes karena diabetes ini adalah penyakit yang tidak dapat disepelekan. Ia dapat berdampak pada penyakit jantung jika dibiarkan begitu saja.

    Berikut ini 6 pola makan untuk mencegah obesitas :

    Makan sedikit tapi sering

    Bila Anda menerapkan pola makan sedikit tapi sering, tubuh akan lebih mudah dalam mencerna makanan yang masuk. Tentunya hal tersebut akan berdampak positif bagi pencernaan kita karena tidak ada lagi lemak yang menumpuk. Jadi, lebih baik makan dalam porsi kecil tapi sering ya, daripada makan jarang tapi sekali nya makan tidak terkira banyaknya.

    Baca Juga: 4 Jenis Pemanis Buatan Untuk Penderita Diabetes

    Biasakan sarapan

    cewek usia 20an, makan sehat

    Jangan pernah melewatkan sarapan pada pagi harinya karena dengan sarapan otak dan juga organ tubuh bisa menjadi lebih maksimal dan juga fokus dalam menjalankan fungsi dan tugasnya. Selain itu, dengan membiasakan diri untuk sarapan juga membuat Anda tidak terlalu banyak saat makan siang nanti karena kelaparan.

    Menerapkan diet sehat (pola makan sehat)

    Bila Anda menerapkan diet sehat atau pola makan sehat, tentunya tubuh akan lebih sehat karena makanan yang masuk ke dalam tubuh berasal dari makanan yang sehat yang sangat dibutuhkan dan menyehatkan tubuh.  Jika membiasakan diri menerapkan pola makan atau diet sehat juga membuat tubuh terhindar dari penumpukan lemak dan juga kolesterol. Jangan lupa untuk pola makan sehat juga harus berdasarkan gizi seimbang, yang memperbanyak konsumsi sayur dan juga buah – buahan.

    Konsumsi protein rendah lemak

    Protein memang sangat vital sekali fungsinya bagi tubuh, salah satunya yaitu untuk memperbaiki sel – sel tubuh yang rusak. Namun, untuk mencegah obesitas, ada baiknya bagi Anda untuk mengonsumsi protein yang bersumber dari daging putih, seperti yang terdapat pada daging ayam, dan juga ikan. Selain dari protein hewani, atau protein yang berasal dari hewan, protein nabati juga sangat penting untuk dikonsumsi, seperti yang terdapat pada kacang-kacangan, tahu dan tempe.

    Memperhatikan asupan gula dan kalori harian

    Kalori dan juga gula yang terkandung dalam makanan dan juga minuman yang kita makan, jika dikonsumsi berlebihan akan sangat berpengaruh pada kadar gula darah kita. Naiknya kadar gula dalam darah, salah satu penyebab utamanya adalah karena terlalu banyak jumlah kalori dan juga gula yang masuk. Oleh karena itu, untuk menerapkan pola makan untuk mencegah obesitas, sangat penting untuk memperhatikan setiap jumlah kalori dan juga gula yang masuk agar tidak berlebihan. Contoh kandungan kalori dan gula pada minuman dan makanan yang sebisa mungkin dihindari, yaitu yang terdapat pada fast food, cookies serta minuman manis.

    Baca Juga: 5 Menu Harian Stabilkan Gula Darah

    Hindari minuman beralkohol dan juga rokok

    Minuman beralkohol memiliki kandungan glukosa yang cukup tinggi dan juga kandungan lainnya yang sangat merugikan kesehatan. Oleh karena itu, sebisa mungkin untuk menghindari konsumsi minuman beralkohol. Selain minuman beralkohol juga disarankan untuk menghindari rokok, karena rokok dengan kandungan zat – zat yang ada di dalamnya serta nikotin, mampu merusak organ – organ tubuh termasuk pancreas sebagai penghasil insulin.

    Demikian 6 pola makanan untuk mencegah obesitas. Namun, tidak hanya pola makan saja yang perlu diperhatikan. Kita juga harus rutin dalam berolahraga, kelola stress, aktifitas fisik serta rutin cek kesehatan ke dokter. Semoga bermanfaat!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi :

    1. Sekarsari B. Aturan Makan yang terbukti mencegah diabetes. 2018. [Internet]. Available at: 1health.id/id/article/category/diet-dan-nutrisi/aturan-makan-ini-terbukti-mencegah-diabetes.html (1.12.18)
    2. Khoiri A. Pola makan tepat untuk cegah risiko diabetes. 2016. [Internet]. Available at: cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160420162349-255-125308/pola-makan-tepat-untuk-cegah-risiko-diabetes (1.12.18)

     

    Read More
  • Apa itu diet rendah kalori? Bagi Sobat yang ingin menurunkan berat badan, pasti tak jarang mendengar istilah diet rendah kalori. Seperi kita ketahui, makan lebih sedikit kalori atau berolahraga untuk membakar kalori biasanya memang membuat berat badan turun. Satu pon lemak tubuh sama dengan 3.500 kalori. Jadi, jika Sobat ingin menurunkan 2 pon berat badan […]

    Alami Obesitas? Coba Diet Rendah Kalori!

    Apa itu diet rendah kalori? Bagi Sobat yang ingin menurunkan berat badan, pasti tak jarang mendengar istilah diet rendah kalori. Seperi kita ketahui, makan lebih sedikit kalori atau berolahraga untuk membakar kalori biasanya memang membuat berat badan turun. Satu pon lemak tubuh sama dengan 3.500 kalori. Jadi, jika Sobat ingin menurunkan 2 pon berat badan setiap minggu, Sobat perlu makan 7.000 kalori lebih sedikit setiap minggunya, yang artinya mengurangi rata–rata 1.000 kaori lebih sedikit setiap harinya.

    diet rendah kalori

    Baca Juga: Diet Sehat dan Seimbang untuk Menurunkan Berat Badan

    Diet rendah kalori adalah diet yang membatasi asupan Sobat hingga 1.200–1.600 kalori per hari untuk pria dan 1.000 hingga 1.200 kalori per hari untuk wanita. Ada juga diet sangat rendah kalori, seseorang hanya mengonsumsi 800 kalori per hari dan jenis diet ini biasanya menggunakan makanan khusus atau sup untuk menggantikan makanan dan vitamin, serta tentunya harus dengan pantauan dokter gizi maupun ahli gizi terlatih. Diet rendah kalori dapat membantu seseorang mencapai penurunan berat badan hingga 3-5 pon per minggu. Untuk menurunkan berat badan, kebanyakan orang lebih memilih diet rendah kalori dibanding diet sangat rendah kalori, karena diet yang ekstrim lebih susah untuk diikuti dan memiliki lebih banyak risiko untuk kesehatan Sobat.

    Jadi apa yang harus Sobat lakukan untuk memulai diet rendah kalori? Tentu saja Anda harus mencari tahu berapa banyak kalori yang diperlukan oleh tubuh untuk mempertahankan berat badan saat ini. Hal tersebut bergantung pada berat badan, usia, tinggi badan, dan tingkat aktivitas Sobat. Jika ingin menghitung kebutuhan kalori, Sobat dapat menggunakan berbagai jenis aplikasi yang sudah banyak tersedia.

    Baca Juga: 8 Tips Mengolah Makanan Sehat Alami

    Bila ingin menurunkan berat badan dalam jumlah yang banyak, maka Anda perlu menurunkan kebutuhan kalori perlahan-lahan sesuai dengan berjalannya waktu. Sobat juga perlu mencatat apa yang sudah dimakan sehari–hari, sehingga Anda dapat terus memantau berapa banyak kalori yang Sobat konsumsi tiap harinya.

    Menambahkan diet rendah kalori dengan berolahraga merupakan salah satu cara yang paling sukses untuk menurunkan berat badan dan juga untuk mempertahankannya.

    Produk Terkait: Kaplet Penghancur Lemak

    Berikut ini adalah beberapa tips untuk memaksimalkan kalori Sobat:

    • Konsumsi protein selalu. Cobalah konsumsi protein setiap kali Sobat makan. Tidak hanya membantu untuk menjaga tetap kenyang, tapi juga membantu membakar kalori. Studi penelitian menunjukkan bahwa protein dapat membantu meningkatkan metabolisme, sehingga membantu pembakaran kalori. Protein juga membantu menurunkan nafsu makan karena Anda merasa lebih kenyang. Ada banyak sumber protein yang bisa dicoba, seperti daging tanpa lemak, telur, keju, ikan, kacang– kacangan.
    • Jangan minum kalori. Nah, yang dimaksudkan yakni cobalah untuk menghindari semua minuman manis seperti minuman bersoda, jus buah, dan minuman olahraga. Ketika Sobat sedang diet, tidak ada minuman yang lebih penting daripada air putih. Mempertahankan kondisi tubuh dalam keadaan terhidrasi juga membantu membakar kalori dalam tubuh Sobat.
    • Hentikan konsumsi “junk food”. Tentu saja, Sobat pasti akan sesekali ingin untuk kembali mencoba makanan jenis ini, namun jangan menjadi kebiasaan. Kalori dari junk food disebut sebagai kalori kosong, karena makanan jenis ini tidak ada fungsinya untuk menyehatkan tubuh Sobat dan juga jenis makanan ini tidak membuat kenyang dalam waktu yang lama. Lebih baik jika Sobat menghilangkan jenis makanan tersebut dari daftar makanan Anda.
    • Perhatikan jenis karbohidrat yang Sobat konsumsi. Karbohidrat dibagi dalam beberapa bentuk, namun sebagian besar dibagi menjadi 2 kategori, yaitu sederhana dan kompleks. Karbohidrat kompleks umumnya adalah karbohidrat yang baik untuk tubuh seperti sayuran, kentang dan gandum utuh. Karbohidrat sederhana sering disebut juga karbohidrat olahan, seperti roti putih, nasi putih, keripik kentang, gula dan sering ditemukan dalam makanan–makanan olahan (makanan cepat saji). Buah juga mengandung gula, yang secara teknis merupakan karbohidrat sederhana, namun dianggap sebagai komponen diet yang sehat.

    Baca Juga: 8 Alasan Kenapa Medical Check Up Perlu

    Hal penting lainnya saat Sobat hendak melakukan diet rendah kalori adalah Anda mungkin akan tergoda untuk memotong kalori sebanyak mungkin untuk menurunkan berat badan lebih cepat, tapi hal ini justru akan membuat Anda sulit mempertahankan diet rendah kalori yang terlalu rendah.

    Jika Sobat ingin melakukan diet rendah kalori, disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, karena ada kemungkinan malah berakhir dengan kekurangan gizi, terutama bagi yang masih dalam masa pertumbuhan. Penelitian juga menunjukkan bahwa orang–orang yang membatasi kalori terlalu banyak dan menurunkan berat badan terlalu cepat biasanya akan mendapatkan kembali berat badan yang sudah mereka turunkan.

    Bagi Sobat yang masih membutuhkan ulasan mengenai diet rendah lemak maupun produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.

     

    Daftar Pustaka

    1. Low-Calorie Diets – familydoctor.org/low-calorie-diets/ , diakses pada tanggal 10-11-2018
    2. Low-Calorei Diets mean High-Quality Lives, Research Shows – everydayhealth.com/columns/jared-bunch-rhythm-of-life/reducing-daily-calories-is-a-great-way-to-improve-your-quality-of-life/ , diakses pada tanggal 10-11-2018
    3. How healthy are low-calorie diets – today.com/health/low-calorie-diets-are-they-healthy-t119760 , diakses pada tanggal 10-11-2018
    4. Pengaruh Diet Rendah Kalori Seimbang dan Latihan Fisik Aerobik terhadap profil Lipid Perempuan Obes – journal.mercubaktijaya.ac.id/downlotfile.php?file=4.pdf, diunduh pada tanggal 10-11-2018
    5. Diet rendah kalori – gizi.depkes.go.id/wp-content/uploads/2013/09/Brosur-Diet-Rendah-Kalori.pdf , diunduh pda tanggal 10-11-2018
    Read More
  • Kegemukan menjadi masalah kesehatan yang belakangan ini menjadi perhatian banyak orang. Obesitas menyerang siapa saja, tak lagi mengenal usia. Saat ini jumlah penderita obesitas semakin meningkat setiap tahunnya, hal ini berdasarkan data yang dikemukakan World Health Organisation (WHO) bahwa jumlah penderita obesitas pada tahun 2008 sekitar 10% dari total populasi pria dan 14% dari total […]

    Berikiut 7 Kiat Sederhana Mengatasi Obesitas

    Kegemukan menjadi masalah kesehatan yang belakangan ini menjadi perhatian banyak orang. Obesitas menyerang siapa saja, tak lagi mengenal usia. Saat ini jumlah penderita obesitas semakin meningkat setiap tahunnya, hal ini berdasarkan data yang dikemukakan World Health Organisation (WHO) bahwa jumlah penderita obesitas pada tahun 2008 sekitar 10% dari total populasi pria dan 14% dari total populasi wanita, persentase ini meningkat 2 kali lipat dibanding tahun 1998, sekitar 5% dari total populasi pria dan 8% dari total populasi wanita.

    Baca Juga: Diet Sehat dan Seimbang untuk Menurunkan Berat Badan

    Obesitas merupakan keadaan yang terjadi ketika energi yang dimasukkan lebih banyak dibanding energi yang dikeluarkan, hal ini membuat energi yang tersisa akan diubah menjadi cadangan lemak, yang jika dibiarkan terus-menerus akan mengakibatkan obesitas.

    Modifikasi gaya hidup sangatlah penting karena penyebab utama obesitas adalah sedentary life styleatau gaya hidup dengan aktivitas fisik yang rendah, orang-orang cenderung menginginkan sesuatu yang praktis dan tidak mau lelah. Menghabiskan waktu didepan TV, memesan makanan secara online dibanding pergi kepasar dan keengganan berolahraga adalah sebagian kecil dari contoh aktivitas fisik yang kurang.

    Banyak orang yang merasa frustasi dengan keadaan ini, tapi sebenarnya banyak cara sederhana terutama dengan memodifikasi gaya hidup untuk mengatasi keadaan tersebut dan akan berhasil jika dilakukan secara sungguh-sungguh serta komitmen yang kuat.

    Ada 7 cara sederhana untuk mengatasi obesitas, yaitu:

    1. Minum Air Putih

    Sebuah penelitian menunjukkan bahwa hanya dengan meminum air putih sebanyak lebih dari 1 liter perhari mampu menurunkan berat badan sebanyak sekitar 2 kg selama 12 bulan. Hal ini disebabkan dengan meminum air, kita lebih cepat merasa kenyang serta mempercepat transit makanan pada usus sehingga jumlah kalori yang terserap akan berkurang. Selain itu, air putih  membantu pengeluaran lemak serta membantu membersihkan saluran cerna dari sisa makanan.

    1. Makan Buah dan Sayur

    Memakan buah dan sayur sangat membantu dalam upaya penurunan berat badan karena mengandung jumlah kalori yang rendah, tapikaya akan serat yang mampu membuat kita cepat merasa kenyang dan rasa lapar datang lebih lama. Buah-buahan yang dikonsumsi sebaiknya merupakan buah-buahan dengan indeks gula yang rendah, misalnya: ceri, plum, peach, grapejuice, apel, aprikot, pir. Sedangkan jenis sayur yang baik ialah sayuran yang dimakan mentah atau setengah matang dengan cara direbus. Memasak makanan dengan cara ditumis atau dengan santan sangat buruk bagi kesehatan karena kandungan lemak yang tinggi.

    Produk Terkait: Jual Vegefrut Kapsul Ekstrak Sayur dan Buah

    1. Olahraga

    American College of Sport Medicine (ASCM) merekomendasikan bahwa aktivitas fisik yang baik untuk mengurangi obesitas dan menjaga tubuh untuk tetap sehat pada usia 18 – 65 tahun adalah aktivitas aerob sedang dengan durasi 1 jam per hari, 5 hari dalam seminggu atau intensitas berat dengan durasi 20 menit per hari, 3 hari dalam seminggu. Namun, pada orang dengan obesitas sangat penting memikirkan jenis aktivitas fisik yang akan dilakukan. Sebaiknya berupa aktivitas fisik yang tidak memberikan beban terlalu berat pada lutut, misalnya: berenang atau bersepeda.

    Baca Juga: 3 Jenis Olahraga dan Jumlah Kalori yang Dibakar

    1. Tidur yang Cukup

    Pada dasarnya kondisi kurang tidur atau durasi tidur terlalu lama dapat meningkatkan risiko seseorang menderita obesitas. Sebuah penelitian di Polandia menunjukkan bahwa wanita yang durasi tidurnya lebih dari 9 jam dan pria dengan durasi tidur kurang dari 6 jam memiliki risiko yang tinggi untuk menderita obesitas.

    1. Hindari Makanan dan Minuman Cepat Saji

    Makanan cepat saji diketahui memiliki kontribusi yang cukup besar dalam peningkatan jumlah kejadian obesitas terutama di negara berkembang dan maju, karena makanan cepat saji umumnya memiliki porsi yang besar, proses yang cepat, tinggi kalori, tinggi lemak dan juga gula yang menyebabkan penimbunan kalori yang kemudian diubah menjadi lemak pada tubuh kita.

    Baca Juga: 10 Obat Herbal Obesitas yang Layak Dicoba

    1. Batasi Konsumsi Garam

    Selama ini, kita meyakini bahwa konsumsi garam yang berlebihan akan meningkatkan tekanan darah dan berdampak buruk pada kesehatan jantung. Namun, ternyata konsumsi garam yang berlebihan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan obesitas, terutama garam yang terkandung pada penyedap rasa. Hal ini disebabkan garam juga membuat seseorang ingin makan lebih banyak.

    1. Konsumsi Makanan Tinggi Protein

    Sebuah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi tinggi protein dapat membantu pengurangan lemak, karena protein menghasilkan lebih banyak panas dibandingkan lemak dan karbohidrat. Selain itu, mengonsumsi makanan tinggi protein akan membuat kita lebih cepat merasa kenyang.

    Cara-cara instan untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal seperti konsumsi obat pelangsing maupun tindakan operatif sangat tidak dianjurkan, karena efek samping yang mungkin terjadi bahkan risiko kematian di meja operasi yang mungkin terjadi, serta biaya yang dikeluarkan juga amatlah besar. Memodifikasi gaya hidup adalah cara alami paling tepat dalam mengurangi obesitas, karena hampir tidak memiliki efek samping jika dilakukan dengan tepat, bahkan biaya yang dikeluarkan relatif murah. Yakinlah Sobat, bentuk tubuh dan berat badan yang ideal hanya dapat diperoleh dengan komitmen dan konsistensi.

    Baca Juga: Obesitas dan Penyakit Jantung

    Nah, apabila Sobat membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai obesitas dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik

     

    Daftar Pustaka

    1. Astrup A, Raben A, Geiker N. The role of higher protein diets in weight control and obesity-related comorbidities. International Journal of Obesity. 2014;39(5):721-726.
    2. WHO | Obesity [Internet]. Who.int. 2018 [cited 28 September 2018]. Available from: http://www.who.int/gho/ncd/risk_factors/obesity_text/en/
    3. Tetens I, Alinia S. The role of fruit consumption in the prevention of obesity. The Journal of Horticultural Science and Biotechnology. 2009;84(6):47-51.
    4. Suliga E, Koziel D, Cieśla E, Rębak D, Głuszek S. Sleep duration and the risk of obesity – a cross-sectional study. Medical Studies. 2017;3:176-183.
    5. Garcia G, Sunil T, Hinojosa P. The Fast Food and Obesity Link: Consumption Patterns and Severity of Obesity. Obesity Surgery. 2012;22(5):810-818.
    Read More
  • 8 Trik Mencegah Obesitas Zaman Now!

  • Jamu Ampuh untuk Atasi Obesitas yang Harus Dicoba

  • “Penyakit jantung koroner terjadi karena adanya blokade atau penyumbatan aliran darah menuju jantung. Kebanyakan hal tersebut terjadi karena adanya penumpukan lemak, kolestrol dan zat – zat kimia lainnya yang akan membentuk sumbatan di pembuluh darah yang menyuplai jantung. Adanya gangguan pada aliran darah ke jantung dapat melukai atau bahkan merusak bagian otot jantung.” Baca Juga: […]

    Hubungan Obesitas dengan Penyakit Jantung Koroner

  • Indikator – indikator ini menentukan kualitas jantung sehat Sahabat. Untuk mengetahui apakah Sahabat memiliki jantung yang sehat, Sahabat dapat memonitor kolesterol, berat badan, tekanan darah dan berbagai faktor lain sebagai indikator. Indikator ini penting untuk mengetahui seberapa besar risiko anda membawa penyakit jantung dan mengetahui kondisi kesehatan jantung Sahabat. Lihatlah jumlah kolesterol total Anda Jumlahnya harus kurang […]

    5 Indikator Jantung Sehat yang Perlu Sahabat Ketahui

    Indikator – indikator ini menentukan kualitas jantung sehat Sahabat. Untuk mengetahui apakah Sahabat memiliki jantung yang sehat, Sahabat dapat memonitor kolesterol, berat badan, tekanan darah dan berbagai faktor lain sebagai indikator. Indikator ini penting untuk mengetahui seberapa besar risiko anda membawa penyakit jantung dan mengetahui kondisi kesehatan jantung Sahabat.

    Jumlahnya harus kurang dari 200mg/dL. Jika lebih tinggi dari 240mg/dL, maka kolesterol Anda dianggap tinggi. Jika bekisar antara 200-239, angka-angka tersebut dianggap sebagai batas sehingga target kolesterol total Anda harus lebih rendah dari 200mg/dL.

    Baca Juga: Makanan yang Tepat Untuk Jantung Si Kecil

    1. Ketahui jumlah kolesterol LDL

    Kolesterol LDL atau Low-Density Lipoprotein dikenal sebagai kolesterol “jahat”. Kesehatan jantung Anda tergantung pada banyak faktor yang berbeda tetapi dokter menyatakan orang-orang yang berada di ‘risiko rendah’ untuk penyakit jantung harus memiliki kadar LDL yang tidak melebihi 160mg/dL. Orang-orang yang berisiko tinggi harus menjaga LDL mereka agar kurang dari 100 mg/dL.

    1. Monitor kolesterol baik Anda

    Jumlah kolesterol baik (HDL: High-Density Lipoprotein) untuk seorang wanita adalah 50 mg/dL atau lebih tinggi dan seorang pria dengan jumlah 40 mg/dL atau lebih.

    Baca Juga: 8 Persiapan Liburan dengan Penderita Jantung

    1. Ukur tekanan darah Anda

    Tekanan darah Anda harus kurang dari 120/80 mg/dL. Jumlah glukosa yang terbaik adalah ketika kurang dari 100 mg/dL. Namun, jika turun ke 70 atau di bawah, seseorang dianggap sebagai hipoglikemik dan massa tubuh Anda harus sekitar 25 kg/m.

    1. Ukur lebar pinggang Anda

    Lebar atau tidaknya pinggang Anda juga dapat menjadi indikasi jantung sehat Anda. Seorang wanita dengan kelebihan 35 inci dari ukuran normal pinggangnya dan laki-laki dengan kelebihan 40 inci untuk ukuran pinggangnya, masih dalam kisaran yang sehat.

    Produk Terkait: Herbal Jantung Terbaik

    Perlu diingat bahwa Anda memiliki sebuah catatan khusus indikator-indikator ini dari waktu ke waktu. Selain itu, indikator ini belum semuanya jadi, tetap merujuk pada hasil tes kesehatan dan hasil laboratorium Anda. Bila didapatkan hasil yang di luar dari angka sasaran, maka Anda sebaiknya berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan penanganan yang terbaik bagi jantung sehat.

    Beritahu dokter bahwa Anda juga ingin memantau kesehatan dan jangan lupa untuk minta salinan hasil laboratorium. Pastikan hasil laboratorium Anda tidak melebihi batas normal di atas ya! Apabila Sahabat memerlukan informasi lanjut mengenai jantung dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik

    Read More
  • Showing 1–10 of 15 results

    Chat Asisten Maya
    di Prosehat.com