Si Kecil Mulai Puasa Setengah Hari, Apa Saja yang Perlu Ibu Ketahui?
Si kecil sudah mulai puasa setengah hari? Wah, pasti puasa pertamanya akan menjadi tantangan bukan hanya untuk dirinya, namun juga Anda. Sebagai orangtua, tentu kita merasa bahagia dan bangga apabila anak sudah menunjukkan niat untuk mulai puasa.
Entah itu diiming-imingi hadiah saat Lebaran atau karena keinginan sendiri. Namun sebenarnya kapan waktu yang tepat untuk si kecil mulai puasa ya?
Baca Juga: 7 Barang Penting Selama Bulan Ramadan Saat Pandemi Covid-19

Kapan waktu yang tepat untuk si kecil mulai puasa setengah hari?
Persepsi setiap orangtua mungkin berbeda-beda mengenai usia berapa puasa untuk anak dimulai. Anda bisa mengajarkan mereka untuk berpuasa sejak TK dan bisa dimulai dengan puasa setengah hari.
Di Islam sendiri, sebenarnya diperbolehkan untuk anak-anak berpuasa hingga pukul 12 siang atau setelah azan zuhur berkumandang karena masih dalam masa latihan.
Puasa atau shaum (bahasa Arab) itu sendiri artinya adalah menahan atau mencegah, yakni menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang buruk, untuk meningkatkan ketakwaan.
Walaupun puasa untuk anak sendiri belum menjadi kewajiban, namun tentunya Anda ingin mendidik anak untuk mempelajari esensi berpuasa secara dini, sekaligus melatih mereka agar bila tiba saatnya nanti mereka dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik. Pastinya akan ada banyak kelucuan dan kenangan yang terjadi menyaksikan si kecil mulai berpuasa pertama kali.
Apakah kondisi tubuh anak sudah mumpuni untuk puasa?
Kondisi tubuh anak berbeda dengan orang dewasa. Ajaran di Islam sendiri memberikan kewajiban berpuasa pada mereka yang sudah melewati masa balig.
Dan kondisi balig pada anak adalah ketika mereka sudah disunat dan mengalami mimpi basah. Mengingat banyak anak belum mengalami mimpi seperti itu, maka kewajiban berpuasa belum menjadi miliknya. Untuk itu diperbolehkan puasa setengah hari yang juga dilatarbelakangi oleh kondisi tubuhnya.
Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Semangat Work From Home Selama Bulan Ramadan
Pada orang dewasa, nutrisi yang masuk ke dalam tubuh digunakan untuk menjalankan proses metabolisme sehari-hari sesuai aktivitas.
Saat berpuasa terjadi penurunan kadar gula darah dan membuat tubuh harus menggunakan cadangan lemak yang tersimpan dalam tubuh. Pada anak, nutrisi dan kadar gula darah tetap diperlukan untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk perkembangan otak.
Karena itu memang beralasan bahwa puasa penuh baru dianjurkan pada anak yang sudah mencapai usia akil baliq (pubertas).
Kalau begitu bagaimana dengan anak yang lebih kecil? Hingga saat ini belum banyak penelitian mengenai pengaruh berpuasa pada anak, terutama dalam hal kesehatan dan tumbuh kembang, sehingga kita harus sangat cermat mempertimbangkan kondisi dan keterbatasan kemampuan anak.
Mengapa si kecil harus melalui puasa setengah hari sebelum puasa sehari penuh?
Karena tubuhnya memerlukan adaptasi, mengingat keadaan stabil di dalam tubuh kita memungkinkan kita melakukan berbagai kegiatan sehari-hari, terjaga karena adanya glukosa. Glukosa sendiri menjadi sumber energi terbaik bagi otak, hati, otot, sel darah merah, dan sel lemak.
Mengingat otak dan sel darah merah tidak dapat memproduksi glukosa sendiri, untuk itu semua bergantung pada kadar gula darah dalam tubuh yang dipertahankan dengan mengonsumsi makanan.
Makanan yang kita konsumsi dapat mempertahankan kadar gula darah dalam tubuh sampai empat jam. Jadi, jika seorang anak, misalnya, makan pagi pada pukul 06.00, kadar gula darah dalam tubuhnya bisa bertahan sampai pukul 10.00.
Setelah rentang waktu empat jam, untuk mempertahankan kadar gula darah, tubuh akan mulai memecah cadangan glukosa yang terutama disimpan di hati dan otot, yang disebut glikogen.
Enam belas jam setelah mengonsumsi makanan, atau yang disebut fase kelaparan dini, glukosa tidak lagi diambil tubuh dari cadangan yang disimpan di hati dan otot. Pada fase ini, sumber energi dapat berasal dari pemecahan lemak (keton) dan protein. Jika fase kelaparan berlangsung lama atau kronis, dapat terjadi gangguan tumbuh-kembang pada anak.
Puasa biasanya dilakukan mulai sesaat sebelum matahari terbit (Imsak) sampai matahari terbenam (Magrib). Di negara tropis seperti Indonesia, di mana rentang waktu siang dan malam hampir sama, lama waktu berpuasa kurang-lebih 12 jam setiap harinya.
Artinya, anak sudah selesai berpuasa sebelum mencapai fase kelaparan dini. Jika anak dalam kondisi sehat, seharusnya ia tidak akan mengalami gangguan tumbuh-kembang walaupun berpuasa 12 jam.
Walaupun begitu, anak-anak yang puasa setengah hari harus segera mengganti cadangan makanan yang habis saat puasa selama 7 jam.
Dan sebagai orang tua yang baik, Anda harus memperhatikan dengan baik kebutuhan nutrisinya. Untuk itu di saat sahur, Anda harus memberinya suplemen daya tahan tubuh, selain tentunya makanan yang bergizi seimbang.
Ketika berbuka, hadiahi mereka dengan Vitamin C yang selain segar, dapat membantu kebugaran tubuhnya. Dengan hal ini, walaupun anak berpuasa setengah hari, ia tidak akan gampang sakit.
Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Saat Puasa
Jangan lupa bahwa pada anak, bukan puasanya yang menjadi tujuan Anda sebagai orang tua, melainkan makna puasa tersebut untuk memperkenalkannya pada ajaran agama.
Produk Terkait:
Produk ini dapat menjadi bekal si kecil puasa setengah hari. Asupan harian ekstra lezat ini merupakan campuran dari minyak hati ikan kod dan rasa jeruk yang disukai anak-anak serta tidak lupa pastinya kandungan penting yang akan membantu tumbuh kembang si kecil lebih sempurna lagi, mulai dari Vitamin A, Vitamin D dan Kalsium, belum lagi khasiat sari jeruk.
Vitamin A sudah terbukti mendukung fungsi kekebalan tubuh serta penglihatan yang cemerlang. Sedangkan Vitamin D menjaga kesehatan tulang dan gigi, serta membantu fungsi kekebalan tubuh.
Kalsium juga membantu pembentukan tulang dan gigi yang kuat. Beri si kecil Scott’s Emulsion Vita ini setiap hari untuk melindungi tubuhnya dari gejala penyakit yang bisa saja menyerang saat ia berpuasa.
2. Stimuno
Suplemen daya tahan tubuh ini dapat membantu tubuh untuk merangsang produksi pertahanan tubuh, atau sistem imunitas dan mengaktifkannya agar dapat bekerja lebih optimal.
Produk ini juga tersedia untuk anak Anda yang sedang belajar puasa setengah hari. Dengan begitu si kecil terhindar dari serangan virus, kuman atau bakteri ketika tubuhnya sedang berpuasa.
Ekstrak tanaman Phyllanthus niruri yang terkandung dalam Stimuno sudah terbukti dapat bekerja dengan optimal dalam merangsang tubuh dalam produksi antibodi.
Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai makanan puasa untuk si Kecil, dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.
Read More
![Si Kecil Mulai Puasa Setengah Hari, Apa Saja yang Perlu Ibu Ketahui? Si kecil sudah mulai puasa setengah hari? Wah, pasti puasa pertamanya akan menjadi tantangan bukan hanya untuk dirinya, namun juga Anda. Sebagai orangtua, tentu kita merasa bahagia dan bangga apabila anak sudah menunjukkan niat untuk mulai puasa. Entah itu diiming-imingi hadiah saat Lebaran atau karena keinginan sendiri. Namun sebenarnya kapan waktu yang tepat untuk si […]](/wp-content/uploads/2016/05/puasa-setengah-hari.jpg)

![Jangan Terlambat Minum Suplemen Kalsium! Dengan gaya hidup yang dijalani banyak orang saat ini, kesibukan harian mengakibatkan mereka tidak memperdulikan asupan nutrisi, termasuk kalsium pada makanannya. Mineral yang satu ini sangat penting karena nasib tulang dan gigi anda berada di tangannya. Tidak hanya tulang dan gigi, jantung, paru-paru dan otot-otot anda juga sangat bergantung terhadap asupan kalsium setiap harinya. Dengan […]](/wp-content/uploads/2015/10/tanyadok-kalsium-suplemen.jpg)
![Inilah 5 Perbedaan Tumor dan Kanker yang Perlu Sahabat Ketahui Kanker dan tumor merupakan penyakit yang sukar dibedakan. Terkadang kita masyarakat awam yang tidak mengenal secara detail di dunia kesehatan akan sulit membedakannya. Sebenarnya apa saja perbedaan tumor dan kanker? Simak ulasan 5 perbedaan tumor dan kanker di bawah ini. Perbedaan Tumor dan Kanker 1. Tumor Membengkak, Kanker Bermutasi Pada dasarnya tumor merupakan benjolan dan […]](/wp-content/uploads/2016/10/Tumor-and-cancer.jpg)
![Ancaman HIV/AIDS Pada Pasangan Gay Gay, biseksual maupun pria yang berhubungan seksual dengan sesama pria (LSL: lelaki seks dengan lelaki) memiliki risiko tertular virus HIV lebih besar dari pasangan heteroseksual. AIDS atau Acquired Immuno Deficiency Syndromes adalah penyakit yang sangat popular saat ini, terutama di kalangan pasangan homoseksual. Banyak yang mengaitkan penyakit ini dengan pasangan sejenis, dan ternyata di Indonesia […]](/wp-content/uploads/2015/11/prosehat-gay-couple.jpg)
![10 Pertanyaan Penting Seputar HIV AIDS ‘Apakah saya akan tertular HIV AIDS ketika menggunakan sembarang tusuk gigi di tempat makan?’ ‘Apakah makan dengan menggunakan piring bekas ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) dapat tertular virus ini?’ ‘Berciuman menularkan virus HIV?’ Cek kebenarannya di sini. 1. ‘Saya bisa tertular HIV jika berada dalam 1 ruangan bersama ODHA? Virus ini tidak dapat disebarkan melalui sentuhan, air […]](/wp-content/uploads/2015/11/World_Aids_Day_Prosehat.jpg)


![Menu Diet Diabetes: Perhatikan 3J (Jenis, Jumlah, dan Jam)! Banyak yang mengira bahwa menu diet diabetes membuat penyandang diabetes semakin menderita. Anggapan ini salah besar. Kuncinya adalah Sobat perhatikan Diet 3J: jenis, jumlah, dan jam makan. Baca Juga: Saat Hadapi Si Kecil Menderita Diabetes Diet Tepat untuk Diabetes Secara umum diet penyandang diabetes atau diabetesi sama saja dengan orang normal lainnya, hanya saja Anda […]](/wp-content/uploads/2015/11/26-22-2015_Diet_Diabetes_01-1.jpg)



![7 Cara Merawat Kulit dari Dalam yang Sobat Harus Coba! Salah satu alasan kulit Sobat menunjukkan penuaan dini adalah akibat paparan sinar ultraviolet yang merusak kolagen pada kulit dan merangsang terjadinya iritasi kulit, sehingga pada wanita berusia di atas 30 tahun, flek hitam dapat dengan mudah muncul akibat menurunnya produksi kolagen pada kulit. Hal ini bisa merusak kepercayaan diri para wanita. Cara merawat kulit yang […]](/wp-content/uploads/2016/03/Comp-Skin-Chemicals.jpg)

![Vaksinasi Influenza untuk Keluarga Siap Liburan Anda berencana membawa seluruh keluarga menghabiskan waktu liburan akhir tahun ke luar negeri atau destinasi yang membutuhkan perjalanan berhari-hari, tetap perhatikan daya tahan tubuh setiap anggota keluarga. Dengan perjalanan road trip berhari-hari atau long haul flight, daya tahan tubuh Anda sekeluarga akan benar-benar diuji. Belum lagi ketika sampai di daerah asing dengan iklim dingin seperti […]](/wp-content/uploads/2015/12/prosehat-vaksinasi1.jpg)



![Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV Pada tahun 2018 di Indonesia, berdasarkan data dari Globocan, terdapat 32.469 atau 17,2% wanita terdiagnosis kanker serviks. Angka kematian adalah 18.279 per tahun. Indonesia sendiri menempati peringkat kedua. Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya? Untuk kasus di Indonesia, masih banyak yang belum begitu paham dengan pentingnya vaksinasi HPV, padahal vaksin ini dapat […]](/wp-content/uploads/2016/02/04.02.2016_-_Cancer_01.jpg)
![Hubungan Antara Menyusui dan Kanker Payudara Menyusui dan kanker payudara apakah saling berkaitan? Bagaimana hubungannya? Berikut kami berikan ulasan singkat mengenai hubungan antara menyusui dengan kanker payudara. Kanker payudara menjadi perhatian khusus bagi seorang wanita. Tentu semua wanita tidak ingin menderita penyakit yang mengerikan ini. Risiko seorang wanita terkena payudara ternyata akan lebih tinggi apabila tidak mendapatkan air susu ibu. Di […]](/wp-content/uploads/2016/10/ibu-menyusui-dan-kanker-payudara-2.jpg)
