Jenis Makanan Apa yang Dapat Dikonsumsi Setelah Muntah?
Sobat pernah merasakan muntah? Duh, rasanya benar-benar tidak nyaman bukan? Apalagi setelah muntah biasanya tubuh menjadi lemah dan lambung terasa tidak enak. Muntah merupakan suatu keadaan dimana seluruh isi saluran cerna bagian atas dikeluarkan melalui mulut secara tiba-tiba dan refleks yang disebabkan karena adanya rangsangan muntah. Muntah diawali dengan adanya perasaan mual, karena adanya sensasi tidak nyaman pada bagian lambung. Mual dan muntah bukan suatu diagnosis, melainkan suatu gejala atau tanda dari suatu kondisi penyakit atau keadaan tertentu misalnya mabuk perjalanan, kehamilan atau kondisi psikologis tertentu.
Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Mual Saat Hamil
Mual dan muntah merupakan gejala yang umum terjadi, dan tidak terbatas usia, maupun jenis kelamin, selain disertai mual, gejala lainnya juga dapat menyertai muntah misalnya migren, nyeri kepala, demam, vertigo, diare, nyeri ulu hati, pucat, berkeringat dan napas tidak beraturan.
Terjadinya muntah diawali dengan tiga fase yaitu yang pertama adanya rangsangan pada medulla oblongata di otak yang memicu ambang rangsang muntah, kemudian timbul perasaan mual. Lalu terjadi gerakan yang diusahakan otot perut dan dada sebelum muntah. Terakhir, terjadi gerakan retroperistaltis, yaitu pengeluaran isi lambung melalui mulut.
Proses Terjadinya Muntah
Muntah dapat disebabkan karena gangguan pencernaan seperti iritasi lambung yang disebabkan oleh rokok, alkohol, dan obat pereda nyeri. Selain itu, muntah dapat disebabkan karena adanya gangguan di otak (trauma, infeksi, tumor), nyeri kepala (vertigo, migrain), serta kondisi lainnya (hamil, rangsangan bau, mabuk perjalanan, gangguan psikologi), diabetes serta efek samping dari pengobatan (obat kemoterapi, steroid, pereda nyeri, antibiotic, kodein, morfin). Hayo, Sobat pernah merasakan muntah karena apa?
Baca Juga: Punya Penyakit Asam Lambung, Hindari 8 Makanan Ini
Nah, setelah muntah Sobat dapat memperhatikan asupan makanan sebaiknya dikonsumsi, antara lain:
- Air
Ketika muntah, sejumlah air ikut keluar dari tubuh, baik melalui muntah, keringat maupun diare (gejala lain yang mengikuti), sehingga untuk mengembalikan jumlah air merupakan hal wajib yang perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Terjadinya dehidrasi dapat menyebabkan berbagai gejala, mulai dari yang ringan sampai yang berat, yaitu mulai dari bibir kering, puing, mata cekung, jantung terasa berdebar, urine berwarna pekat, jumlah urine berkurang sampai terjadinya kehilangan kesadaran (pingsan).
Minumlah air hangat sedikit demi sedikit setelah muntah.
- Cairan Elektrolit
Minum cairan yang mengandung elektrolit (larutan gula dan garam) karena selain air, elektrolit juga berkurang dalam darah sehingga jangan lupa untuk kembalikan jumlah elektrolit yang hilang.
- Makan makanan yang lunak
Hindari makanan yang berat sekitar 6 jam setelah muntah, mulai dengan makanan ringan seperti bubur atau biskuit apabila terasa lapar setelah muntah.
- Hindari posisi berbaring ketika minum atau makan setelah muntah
karena dapat merangsang terjadinya muntah kembali. Lalu tenangkan kondisi, seperti istirahat dahulu setelah muntah.
- Hindari makanan yang dapat merangsang muntah kembali
seperti makanan yang mengandung minyak berlebih dan lemak seperti keju dan susu.
- Hindari minuman yang mengandung kafein seperti cokelat dan teh.
- Berikan makanan yang terlalu manis untuk menghindari mual dan muntah berulang kembali.
- Hindari makanan yang pedas,minuman bersoda dan makanan serta minuman yang mengandung alkohol.
Bagaimana agar Sobat tidak muntah kembali? Nah, ini ada triknya loh. Apa saja? Yuk, coba kita cek:
Hindari kegiatan yang merangsang muntah
Apabila muntah disebabkan motion sickness atau mabuk perjalanan maka hindari kegiatan di kendaraan yang dapat merangsang mual seperti hindari main gadget serta hindari membaca di dalam kendaraan.
Banyaklah istirahat
Perbanyak istirahat, batasi aktivitas fisik. Sobat bisa duduk di tempat yang tidak ramai untuk mencegah tidak muntah kembali. Pastikan kepala tetap tegak dan tidak menunduk. Sobat juga sebaiknya menghindari melihat benda yang bergerak karena dapat memicu mual.
Pahami tanda dan bahaya muntah
Pahami tanda-tanda bahaya dan segera mencari pertolongan apabila muntah terjadi secara terus-menerus, muntah yang menyembur, muntah yang disertai darah, demam, nyeri kepala hebat, lesu, hilang kesadaran, nafas yang tidak teratur, diare serta sulit buang air kecil (jumlah urine berkurang) dan tidak mau makan dan minum. Segera hubungi dokter untuk dilakukan pemeriksaan fisik serta dilakukan penanganan lebih lanjut. Apabila gejala cukup berat maka dokter akan mempertimbangkan pemberian infus.
Konsumsi obat sesuai dengan gejala dan anjuran dokter
Beberapa jenis obat dapat diberikan untuk mengurangi gejala mual dan muntah. Pastinya, obat-obatan ini harus sesuai dengan anjuran dan resep dokter ya Sobat. Biasanya bila muntah disebabkan karena infeksi bakteri H. Pylori, dokter akan memberikan antibiotik untuk mengobati penyebab utama terjadinya infeksi pada lapisan lambung. Lain halnya bila muntah disebabkan karena mabuk perjalanan atau motion sickness, maka diperlukan obat anti motion sickness yang mengandung dimenhydrinate sebelum melakukan perjalanan. Lalu, muntah akibat gastritis atau luka pada lapisan lambung dapat diobati dengan obat yang dapat mengurangi asam lambung seperti misalnya antasida, atau obat golongan H2 pump inhibitor serta obat yang mempercepat pengosongan lambung untuk mengurangi gejala mual dan muntah.
Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Asam Lambung
Kini Sobat sudah tahu kan langkah apa saja yang harus ditempuh setelah mengalami muntah. Apabila Sobat memerlukan informasi lainnya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.
Daftar Pustaka
- Furyk, J., Meek, R. and McKenzie, S. (2014). Drug treatment of adults with nausea and vomiting in primary care. BMJ, [online] 349(aug07 2), pp.g4714-g4714. Available at: bmj.com/content/349/bmj.g4714 [Accessed 20 Sep. 2018].
- Singh, P., Yoon, S. and Kuo, B. (2018). SAGE Journals: Your gateway to world-class journal research. [online] Journals.sagepub.com. Available at: journals.sagepub.com/doi/pdf/10.1177/1756283X15618131 [Accessed 20 Sep. 2018].
- WebMD. (2018). How to Treat Nausea and Vomiting. [online] Available at: webmd.com/digestive-disorders/understanding-nausea-vomiting-treatment [Accessed 20 Sep. 2018].
Read More
![Jenis Makanan Apa yang Dapat Dikonsumsi Setelah Muntah? Sobat pernah merasakan muntah? Duh, rasanya benar-benar tidak nyaman bukan? Apalagi setelah muntah biasanya tubuh menjadi lemah dan lambung terasa tidak enak. Muntah merupakan suatu keadaan dimana seluruh isi saluran cerna bagian atas dikeluarkan melalui mulut secara tiba-tiba dan refleks yang disebabkan karena adanya rangsangan muntah. Muntah diawali dengan adanya perasaan mual, karena adanya sensasi […]](/wp-content/uploads/2018/05/mual-dan-muntah.jpg)

![Mau Olahraga? Eits, Sebelum Mulai, Santap 6 Makanan Berikut! Apakah Sobat gemar mengisi waktu luang dengan berolahraga? Atau bahkan saat hari libur tiba, justru waktunya bermalas-malasan bagi Anda? Yup! Olahraga belum menjadi aktivitas favorit bagi sebagian besar kaum muda masa kini. Sebaliknya, mungkin jalan-jalan ke pusat perbelanjaan atau bahkan wisata kuliner justru kian digemari. Padahal olahraga termasuk aktivitas fisik yang terencana dan terstruktur yang […]](/wp-content/uploads/2018/09/makanan-pembentuk-otot.jpg)






![Ingin Awet Muda Secara Alami? Batasi 7 Asupan Berikut Apa yang terpikir di benak kalian mengenai tampil cantik? Tampil cantik adalah impian hampir semua wanita dan pastinya bukan rahasia lagi jika wanita rela melakukan apa saja untuk bisa tampil cantik. Melakukan perawatan di klinik kecantikan adalah salah satu cara yang biasa wanita lakukan untuk membuat mereka selalu bisa tampil cantik dan pastinya mencegah timbulnya […]](/wp-content/uploads/2018/10/awet-muda.jpg)


![6 Makanan yang Dilarang untuk Penderita Jantung Sahabat, tahukah Anda jika penyakit jantung atau dalam istilah medis disebut penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyakit yang dapat menimbulkan angka kematian terbanyak. Baca Juga: Penyakit Jantung pada Remaja, Penyebab hingga Pencegahan Penyakit jantung koroner merupakan keadaan pembuluh darah utama yang memasok darah utama ke jantung mengalami kerusakan (arterosklerosis). Kerusakan dipicu oleh berbagai hal seperti […]](/wp-content/uploads/2018/09/serangan-jantung.jpg)





![8 Cara Program Hamil Lewat Pola Makan dan Olahraga Hamil adalah satu hal yang ditunggu-tunggu oleh seorang ibu, baik yang usia pernikahannya baru beberapa bulan atau sudah mencapai puluhan tahun. Kehamilan pada seseorang berbeda-beda, di mana terdapat beberapa orang yang mudah untuk hamil dan beberapa orang lainnya mengalami kesulitan untuk bisa hamil. Memangnya apa sih yang membedakan susah tidaknya seseorang mengalami kehamilan? Faktor usia […]](/wp-content/uploads/2018/10/8-cara-cepat-hamil.jpg)



![10 Makanan Sehat Untuk Jantung Yang Perlu Kamu Coba Jika sudah mendengar tentang jantung semua akan tertuju pada kesehatan jantung dan semua akan ngeri jika mendengar penyakit jantung. Penyakit jantung merupakan penyakit menakutkan setelah stroke karena penyakit jantung adalah penyakit paling mematikan di seantero dunia. Sangat penting sekali dianjurka untuk menjaga kesehatan jantung dan mengonsumsi makanan yang bisa membuat jantung kita sehat. Pola hidup […]](/wp-content/uploads/2018/09/jantung-sehat.jpg)


![Daftar Makanan Setelah Melahirkan Agar Jahitan Cepat Kering Terkadang luka bekas jahitan membutuhkan waktu untuk sembuh secara menyeluruh, tapi semua itu tidak lepas dari bagian mana jahitan tersebut berada. Jika dilihat secara umum, luka bekas jahitan sembuh dalam kurun waktu beberapa minggu. Ibu yang sudah melahirkan biasanya ingin menyembukan luka agar cepat kering dengan berbagai cara. Banyak hal yang dilakuan ibu setelah melahirkan […]](/wp-content/uploads/2018/10/makanan-setelah-melahirkan-2.jpg)

