Mengenal Berbagai Penyebab Sering Buang Air Besar
Membicarakan kebiasaan BAB mungkin akan terasa memalukan, padahal frekuensi BAB dan konsistensi feses dapat menjadi petunjuk mengenai kondisi tubuh kita. Pasalnya, kebiasaan buang air besar (BAB) menunjukan banyak hal terkait kesehatan dan seberapa baik fungsi tubuh.
Setiap orang memiliki intensitas BAB yang berbeda-beda. Meski demikian, sudah seharusnya BAB menjadi kebiasaan rutin setiap harinya. Namun jika buang air besar ini terjadi terlalu sering bahkan dialami setiap setelah makan, maka kondisi ini perlu Sahabat Sehat waspadai. Intensitas BAB yang terlalu sering juga bisa menjadi tanda adanya ketidakberesan pada sistem pencernaan.
Apakah Sering BAB Setelah Makan itu Wajar?
Ketika Sahabat Sehat makan, lambung dan usus akan merenggang. Setelah merasa cukup kenyang, saraf pada lambung akan mengirim sinyal ke usus halus untuk mempersiapkan disi mencerna makanan dari lambung. Sinyal inilah yang kemudian memandu kontraksi pada otot-otos usus untuk bergerak dan mencerna makanan. Pergerakan pada usus halus dan usus besar ini yang akhirnya akan memicu rasa ingin buang air besar. Ini artinya, BAB setelah makan seperti ini merupakan bagian dari siklus pencernaan yang cukup normal terjadi.
Biasanya, mereka yang mengalami kondisi ini akan lebih sering menahannya daripada ke kamar mandi. Kebiasaan menahan buang air besar inilah yang sebenarnya tidak baik bagi kesehatan, karena dapat menyebabkan berbagai komplikasi lain pada pencernaan. Namun, apabila keinginan untuk BAB ini selalu muncul setelah makan, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk memastikan kondisi apa yang sedang Anda alami.
Penyebab Sering Buang Air Besar Setelah Makan
Apabila rasa ingin buang air besar setelah makan tidak selalu muncul, atau hanya sesekali saja, maka kondisi tersebut masih tergolong normal. Akan tetapi, apabila keinginan BAB sering terjadi maka dapat disebabkan oleh beberapa faktor misalnya :
- Iritasi Usus
Usus umumnya bekerja sangat aktif saat terjadi peradangan atau iritasi di lapisan dalam usus. Kondisi inilah yang akhirnya menyebabkan usus halus dan usus besar mencerna makanan dalam waktu singkat. Makanan yang telah dicerna oleh lambung akan bergerak dengan cepat di dalam rongga usus halus maupun besar. Gangguan pada usus seperti inilah yang kemudian memicu seseorang untuk buang air besar setelah makan.
- Radang Usus / Inflammatory Bowel Disease (IBD)
Penyakit radang usus atau disebut juga IBD terbagi menjadi dua jenis, yakni Penyakit Crohn dan Kolitis Ulserativa. Kedua penyakit ini mengacu pada peradangan usus. IBD akan menyebabkan seseorang sering buang air besar, sakit lambung, sakit perut setelah makan, hingga adanya darah pada feses.
Kondisi Kolitis ulserativa biasanya hanya mempengaruhi usus besar, sementara pada kondisi Penyakit Crohn mempengaruhi saluran pencernaan secara keseluruhan. Penyakit radang usus umumnya akan membuat penderita kesulitan untuk menahan rasa ingin buang air besar, sehingga harus segera ke kamar mandi bahkan setelah makan sekalipun.
- Intoleransi Laktosa
Seseorang yang menderita intoleransi laktosa, tidak mampu mencerna gula jenis laktosa yang biasanya terkandung dalam produk susu dan produk olahan susu. Apabila penderita intoleransi laktosa mengkonsumsi susu maupun produk olahan susu, maka saluran cerna tidak dapat menyerap zat laktosa dengan baik sehingga mengakibatkan diare.
- Penyakit Celiac
Penyakit Celiac adalah suatu kondisi ketika sistem imun seseorang bereaksi ketika mengkonsumsi gluten, yang banyak ditemukan dalam makanan seperti biji-bijian, seperti gandum, gandum hitam, dan jelai. Penderita Celiac umumnya mengalami diare setelah mengkonsumsi gluten.
- Kanker Usus Besar
Kanker usus besar adalah salah satu penyebab seringnya buang air besar setelah makan. Kondisi ini umumnya terjadi ketika sel-sel di usus besar mulai tumbuh secara tidak normal sehingga mempengaruhi fungsi usus besar. Kanker jenis ini bisa disembuhkan dengan peluang hingga 90% apabila sudah diketahui sejak awal pertumbuhannya.
Umumnya, penderita kanker usus besar akan merasa kesakitan saat buang air besar. Selain itu, intensitas buang air besar yang sering disertai dengan adanya darah pada tinja juga dapat menjadi tanda kanker usus besar yang perlu diwaspadai.
- Kolitis Mikroskopis
Beda halnya dengan kolitis ulserativa, peradangan lapisan dalam usus akibat Kolitis Mikroskopis hanya dapat dilihat dengan jelas melalui mikroskop. Namun sayangnya, penyebab penyakit ini belum dapat dipastikan hingga saat ini. Meski demikian, kondisi ini biasanya akan membuat penderita kesulitan menahan rasa ingin buang air besar.
Baca Juga: 5 Mitos vs Fakta Seputar BAB yang Perlu Sahabat Ketahui
Kapan Harus Ke Dokter?
Sahabat Sehat tak perlu khawatir apabila rasa ingin buang air besar setelah makan hanya muncul sesekali. Namun, jika kondisi ini terjadi secara berulang dan sering maka sebaiknya segera konsultasikan lebih lanjut ke dokter. Selain itu, ada beberapa kondisi yang sebaiknya diwaspadai yakni :
- Mengalami diare yang tidak kunjung membaik dalam tiga minggu.
- Menderita diare dan demam tinggi lebih dari 380Celcius.
- Saat diare terjadi disertai rasa sakit pada rektum atau perut bagian bawah.
- Feses yang keluar berwarna kehitaman, abu-abu, atau berdarah.
- Diare yang disertai tanda dehidrasi, seperti kelelahan, haus, dan pusing.
Baca Juga: Tips Jitu Melancarkan BAB Anak
Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai penyebab sering buang air besar. Jika Sahabat Sehat merasakan keluhan di atas, segera periksakan ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Tapi, ada baiknya bila Sahabat Sehat juga rutin memeriksakan kesehatan umum melalui medical check up. Layanan ini juga tersedia di Prosehat.
Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check up, layanan fisioterapi, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.
Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.
Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
Ditinjau oleh : dr. Monica C
Referensi
- Carolina Digestive. Women vs Men When It Comes To Digestion.
- ASGE. Quick Anatomy Lesson: Human Digestive System [Internet].
- Mayo Clinic. Digestion: How long does it take?
![Mengenal Berbagai Penyebab Sering Buang Air Besar Membicarakan kebiasaan BAB mungkin akan terasa memalukan, padahal frekuensi BAB dan konsistensi feses dapat menjadi petunjuk mengenai kondisi tubuh kita. Pasalnya, kebiasaan buang air besar (BAB) menunjukan banyak hal terkait kesehatan dan seberapa baik fungsi tubuh. Setiap orang memiliki intensitas BAB yang berbeda-beda. Meski demikian, sudah seharusnya BAB menjadi kebiasaan rutin setiap harinya. Namun jika […]](/wp-content/uploads/2022/06/Mengenal-Berbagai-Penyebab-Sering-Buang-Air-Besar.jpg)

![Vaksin HPV Melindungi Ibu dan Janin Selama Kehamilan Kehamilan membawa banyak perubahan dalam tubuh perempuan. Tahukah Sahabat Sehat bahwa perempuan yang hamil di bawah usia 20 tahun dan pernah hamil 3 kali atau lebih memiliki risiko tinggi terkena kanker serviks? Diperkirakan, ini terjadi karena peningkatan paparan infeksi HPV melalui aktivitas seksual. Penelitian juga menunjukkan perubahan hormonal selama kehamilan membuat perempuan lebih rentan terhadap […]](/wp-content/uploads/2022/06/Vaksin-HPV-Melindungi-Ibu-dan-Janin-Selama-Kehamilan.jpg)

![Kanker Serviks Bisa Menyebar ke Paru-Paru, Cegah dengan Vaksin HPV Kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan bagi wanita, setelah kanker payudara. Pasalnya, sel kanker serviks dapat menyebar dan mempengaruhi fungsi organ lain sehingga menambah rasa sakit pada penderitanya. Umumnya, gejala awal kanker serviks sulit untuk diidentifikasi dan sebagian besar baru terdeteksi saat kanker sudah berkembang ke stadium lanjut. Saat berada pada stadium […]](/wp-content/uploads/2022/06/Kanker-Serviks-Bisa-Menyebar-ke-Paru-Paru-Cegah-dengan-Vaksin-HPV.jpg)
![Sering Alami Lemas dan Pucat? Waspadai Gejala Kurang Darah Kurang darah atau anemia memiliki gejala yang hampir mirip dengan gejala penyakit ringan lainnya, seperti pusing, tampak pucat, hingga tubuh yang lemas. Oleh sebab itu, banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya menderita anemia. Padahal, anemia perlu dideteksi sejak dini agar dapat diobati dengan segera untuk mempercepat proses penyembuhan. Sahabat Sehat, apa saja gejala anemia […]](/wp-content/uploads/2022/06/Sering-Alami-Lemas-dan-Pucat-Waspadai-Gejala-Kurang-Darah.jpg)
![Mengapa Calon Pengantin Perlu Vaksin HPV? Ini Penjelasannya Menyambut hari spesial, Sahabat Sehat sebagai calon pengantin perlu berada dalam kondisi kesehatan yang prima. Tidak hanya pada saat hari pernikahan, kesehatan perlu dijaga juga setelah hari besar itu. Salah satu hal yang perlu dimasukkan ke dalam persiapan pernikahan adalah vaksinasi human papillomavirus (HPV). Vaksinasi ini memiliki manfaat besar bagi pasangan yang hendak menikah. Pasalnya, […]](/wp-content/uploads/2022/06/Mengapa-Calon-Pengantin-Perlu-Vaksin-HPV-Ini-Penjelasannya.jpg)
![Inilah 6 Vaksinasi Pra Nikah Yang Sangat Dianjurkan Sahabat Sehat sebagai calon pengantin biasanya sangat disibukkan dengan persiapan pernikahan meskipun dibantu oleh jasa wedding organizer. Tapi, apakah Sahabat Sehat sudah memasukkan vaksinasi pra nikah ke dalam check list persiapan pernikahan? Hmmm… Memang perlu ya? Ya, vaksinasi pra nikah sangat penting dilakukan sebagai salah satu persiapan pranikah untuk mencegah terjadinya penyakit serius setelah menikah. […]](/wp-content/uploads/2022/06/Inilah-6-Vaksinasi-Pra-Nikah-Yang-Sangat-Dianjurkan.jpg)
![Kenali Dampak Diabetes Saat Hamil Bagi Kondisi Janin Ketahui Dampak Diabetes saat Hamil. Diabetes merupakan salah satu jenis penyakit jangka panjang (kronis) yang ditandai dengan peningkatan gula dalam darah. Pada penderita diabetes, kadar gula yang tinggi dalam darah dapat menyebabkan banyak masalah pada organ-organ tubuh. Contohnya dapat menyebabkan komplikasi pada mata, ginjal, jantung, dan lainnya. Namun bagaimana bila yang menderita diabetes adalah ibu […]](/wp-content/uploads/2022/06/Kenali-Dampak-Diabetes-Saat-Hamil-Bagi-Kondisi-Janin.jpg)
![Remaja Perempuan Paling Rentan Terinfeksi Virus HPV Moms, pernahkah Moms bertanya kenapa vaksin HPV mulai diberikan di usia 9 tahun? Padahal anak usia tersebut umumnya belum melakukan hubungan seksual. Mungkin tidak akan juga dalam waktu dekat. Moms benar sekali bahwa infeksi human papillomavirus (HPV) bisa terjadi setelah adanya aktivitas seksual. Dan, tak hanya pada perempuan, virus ini juga dapat menginfeksi laki-laki. Tapi […]](/wp-content/uploads/2022/06/Remaja-Perempuan-Paling-Rentan-Terinfeksi-Virus-HPV.jpg)
![Berbagai Kebiasaan Buruk Pemicu Kolesterol Tinggi Kolesterol adalah zat alami yang diproduksi dalam tubuh dan bisa juga didapat dari asupan. Zat ini memiliki banyak fungsi, salah satunya adalah membuat hormon dan mencerna lemak. Akan tetapi, jika kadar kolesterol dalam darah terlampau tinggi, berbagai penyakit kronis seperti hipertensi (darah tinggi), diabetes, stroke, hingga jantung dapat terjadi. Lantas, kebiasaan buruk seperti apa yang […]](/wp-content/uploads/2022/06/Berbagai-Kebiasaan-Buruk-Pemicu-Kolesterol-Tinggi.jpg)
![Vaksinasi Turunkan Risiko Kanker Serviks Pada Wanita Muda Kanker serviks adalah kanker paling umum keempat pada wanita di seluruh dunia, dengan perkiraan 604.000 kasus baru dan 342.000 kematian pada tahun 2020. Sekitar 90% dari kasus baru dan kematian di seluruh dunia pada tahun 2020 terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah, seperti Indonesia. Sebagian besar kanker serviks (lebih dari 95%) disebabkan oleh human […]](/wp-content/uploads/2022/06/Vaksinasi-Turunkan-Risiko-Kanker-Serviks-Pada-Wanita-Muda.jpg)
