Penyebab Kanker Payudara dan Cara Mencegahnya
Kanker payudara sebagian besar terjadi pada wanita, meski tidak menutup kemungkinan pria juga dapat menderita kanker payudara. Pada tahun 2020, sekitar 2,3 juta wanita terdiagnosis kanker payudara dengan angka kematian di dunia mencapai 685.000 kasus. Pada akhir 2020, terdapat 7,8 juta orang wanita yang masih bertahan hidup selama 5 tahun setelah didiagnosis kanker payudara.
Data dari Global Cancer Observatory 2018 dan World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa kasus kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia adalah kanker payudara, yakni mencapai 58.256 kasus atau 16,7% dari total 348.809 kasus kanker. Disusul dengan kanker serviks (kanker leher rahim) yang merupakan jenis kanker kedua yang paling sering terjadi di Indonesia yaitu mencapai 32.469 kasus atau 9.3% dari total kasus.
Data dari Kementerian Kesehatan mengungkapkan bahwa angka kasus kanker payudara di Indonesia mencapai 42,1 orang per 100 ribu penduduk, dengan rata-rata angka kematian akibat kanker mencapai 17 orang per 100 ribu penduduk.
Apa Penyebab Kanker Payudara?
Sekitar 15% kasus kanker payudara terjadi pada jaringan kelenjar yang menghasilkan susu (lobulus) sementara 85% kasus kanker payudara terjadi di saluran air susu (ductus) yang mengalirkan air susu ke puting payudara. Disamping itu, kanker juga dapat terjadi pada jaringan lemak atau jaringan ikat di payudara.
Hingga kini belum diketahui penyebab pasti kanker payudara. Namun terdapat dugaan bahwa faktor genetik, gaya hidup, lingkungan dan perubahan hormon mempunyai kaitan erat terbentuknya kanker payudara. Sahabat Sehat, berikut adalah beberapa faktor resiko penyebab kanker payudara:
- Usia
Seiring bertambahnya usia, angka kejadian kanker payudara juga semakin meningkat yaitu mencapai 0,06% setiap tahunnya. Setelah usia 70 tahun, angka kejadian kanker payudara mencapai 3,84%.
- Genetik
Kelainan dan mutasi dari gen BRCA1 dan BRCA2 diketahui berkaitan dengan kejadian kanker payudara, kanker ovarium atau keduanya. Mutasi dari gen TP53 juga memiliki kaitan dengan terjadinya resiko kanker payudara. Kemungkinan terjadinya kanker payudara akan meningkat apabila, dalam satu keluarga kandung terdapat riwayat kanker payudara.
- Riwayat kanker payudara sebelumnya
Wanita yang pernah didiagnosa kanker payudara sebelumnya beresiko menderita kanker payudara kembali di kemudian hari.
- Perubahan Hormon
Kadar hormon estrogen yang tinggi, misalnya pada wanita yang mengalami mens pertama kali terlalu cepat dan pada awal masa menopause, memiliki kadar estrogen yang cukup tinggi sehingga resiko kanker payudara juga meningkat. Bagi ibu menyusui terutama yang memberikan ASI lebih dari 1 tahun, diketahui mengurangi resiko terjadinya kanker payudara karena kadar hormon estrogen yang rendah. Begitu juga wanita hamil, diketahui memiliki kadar estrogen yang cukup rendah.
- Berat Badan
Wanita dengan berat badan berlebih atau obesitas beresiko menderita kanker payudara karena berkaitan dengan kadar hormon estrogen yang tinggi.
Baca Juga: Mitos/Fakta: Pakai Bra Saat Tidur Sebabkan Kanker Payudara?
- Konsumsi Alkohol
National Cancer Institute mengungkapkan bahwa wanita yang mengkonsumsi alkohol akan lebih beresiko menderita kanker payudara dibandingkan dengan wanita yang tidak mengkonsumsi alkohol.
- Terpapar Sinar Radiasi
Adanya paparan sinar radiasi dari pengobatan kanker pada tubuh wanita meningkatkan resiko terjadinya kanker pada payudara akibat efek samping dari sinar radiasi dan kemoterapi.
- Pengobatan Hormonal
Beberapa penelitian menyebutkan bahwa wanita yang menerima pengobatan hormon, misal menggunakan pil KB, suntik KB, maupun terapi pengganti hormon, beresiko menderita kanker payudara.
Baca Juga: Hubungan Antara Menyusui dan Kanker Payudara
Bagaimana Cara Mencegah Kanker Payudara?
Untuk mencegah terjadinya kanker payudara, Sahabat Sehat dianjurkan melakukan berbagai tips berikut di rumah:
- Hindari minuman beralkohol
- Menjaga berat badan agar tetap ideal.
- Olahraga teratur antara 75 – 150 menit per minggu untuk menjaga kesehatan tubuh.
- Hindari penggunaan terapi hormon setelah menopause.
- Menyusui.
- Mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, seperti buah dan sayur.
- Menghindari menu makanan daging yang sudah diproses, seperti sosis, ham, bacon yang meningkatkan resiko terjadinya kanker.
Baca Juga: 6 Cara Akurat Deteksi Kanker Payudara pada Wanita
Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai faktor penyebab dan cara mencegah kanker payudara. Untuk mendeteksi dini kanker payudara, Sahabat Sehat dianjurkan melakukan pemeriksaan payudara secara berkala.
Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check up, layanan fisioterapi, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.
Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.
Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia Dewi
Ditinjau oleh: dr. Monica C
Referensi
- World Health Organization. Breast cancer.
- Widiowati H. Kasus Kanker Payudara Paling Banyak Terjadi di Indonesia.
- Ranchod R. Breast cancer: Symptoms, causes, and treatment.
- Breast Cancer Now. Breast cancer causes.Mayo Clinic. Breast cancer: How to reduce your risk.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Enam Langkah SADARI untuk Deteksi Dini Kanker Payudara.
![Penyebab Kanker Payudara dan Cara Mencegahnya Kanker payudara sebagian besar terjadi pada wanita, meski tidak menutup kemungkinan pria juga dapat menderita kanker payudara. Pada tahun 2020, sekitar 2,3 juta wanita terdiagnosis kanker payudara dengan angka kematian di dunia mencapai 685.000 kasus. Pada akhir 2020, terdapat 7,8 juta orang wanita yang masih bertahan hidup selama 5 tahun setelah didiagnosis kanker payudara. Data […]](/wp-content/uploads/2022/06/Penyebab-Kanker-Payudara-dan-Cara-Mencegahnya.jpg)

![Usia Tepat untuk Menjalani Pemeriksaan Mamografi Kanker payudara merupakan penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita di negara berkembang, bahkan di seluruh dunia. Sangat penting bagi wanita untuk mendeteksi kanker payudara sejak dini sebab tingkat kesembuhan kanker payudara semakin tinggi jika ditangani lebih dini. Salah satu upaya mendeteksi kanker payudara adalah dengan melakukan pemeriksaan mamografi. Sahabat Sehat, kapan waktu yang tepat […]](/wp-content/uploads/2022/06/Usia-Tepat-untuk-Menjalani-Pemeriksaan-Mamografi.jpg)
![Cara Perawatan Luka Pasca Operasi Tumor Payudara Operasi tumor payudara bisa menyisakan bekas luka yang kecil hingga besar, tergantung dari ukuran tumornya. Jika tidak dirawat dengan benar, luka pasca operasi tumor akan lebih lama sembuhnya bahkan hingga terjadi infeksi tambahan. Kebersihan area luka adalah kunci dari pemulihan luka. Tapi, Sahabat Sehat tidak boleh sembarang membersihkan. Ada hal-hal yang Anda perlu perhatikan. Mari […]](/wp-content/uploads/2022/06/Cara-Perawatan-Luka-Pasca-Operasi-Tumor-Payudara.jpg)
![Perbedaan Vaksin HPV Bivalent dan Quadrivalent, Pilih yang Mana? Sahabat Sehat mungkin sudah mendengar bahwa pemerintah telah menambahkan vaksin HPV (human papillomavirus) sebagai salah satu imunisasi wajib bagi anak. Sayangnya, program pemerintah ini baru menyasar anak sekolah dasar (SD) berusia antara 10-11 tahun atau SD kelas 5-6 saja, belum untuk kelompok lainnya. Vaksin HPV diindikasikan bagi semua perempuan mulai dari usia 9 tahun dengan tujuan […]](/wp-content/uploads/2022/06/Perbedaan-Vaksin-HPV-Bivalent-dan-Quadrivalent-Pilih-yang-Mana.jpg)

![Vaksin HPV: Efektif dan Melindungi Jangka Panjang Dalam upaya menjaga menjaga kesehatan reproduksi wanita, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menetapkan vaksin Human Papillomavirus (HPV) masuk ke dalam program imunisasi rutin di Indonesia. Sebelumnya, hanya 11 jenis vaksin yang ditetapkan Kemenkes dalam program imunisasi rutin, namun kini bertambah menjadi 14 jenis vaksin, termasuk di dalamnya vaksin HPV. Tak hanya itu, vaksin kanker serviks […]](/wp-content/uploads/2022/06/Vaksin-HPV-Efektif-dan-Melindungi-Jangka-Panjang.jpg)
![Prosedur Pemeriksaan IVA untuk Mendeteksi Kanker Serviks Pemeriksaan IVA adalah salah satu pemeriksaan yang berperan penting dalam pendeteksian kanker serviks. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) kanker leher rahim atau yang dikenal juga sebagai kanker serviks merupakan jenis kanker keempat tertinggi di dunia dengan estimasi sebesar 604.000 kasus baru yang ditemukan pada tahun 2020. Dari perkiraan 342.000 kasus kematian akibat kanker serviks […]](/wp-content/uploads/2022/06/Prosedur-Pemeriksaan-IVA-untuk-Mendeteksi-Kanker-Serviks.jpg)
![Tahapan dan Cara Membaca Hasil Tes Pemeriksaan Pap Smear Pap smear merupakan pemeriksaan yang umum dilakukan wanita, terutama yang sudah menikah. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan pemeriksaan Pap smear dan bagaimana cara memahami makna dari hasilnya? Mari kita bahas satu per satu. Apa itu Pap Smear? Pap smear atau disebut juga dengan Pap test adalah prosedur skrining terhadap potensi kanker serviks (leher rahim). […]](/wp-content/uploads/2022/06/Tahapan-dan-Cara-Membaca-Hasil-Tes-Pemeriksaan-Pap-Smear.jpg)
![Gejala Penyakit Cytomegalovirus (CMV) dan Pencegahannya Infeksi Cytomegalovirus (CMV) merupakan salah satu infeksi virus yang banyak menyerang janin. Virus ini dapat ditemukan di darah, urin, semen, cairan serviks, air liur, dan air susu ibu (ASI). Infeksi CMV bersifat endemis dan tidak bergantung pada musim tertentu. Di Amerika Serikat angka kejadian infeksi CMV sebesar 50% sehingga wanita hamil dengan usia produktif memiliki […]](/wp-content/uploads/2022/06/Gejala-Penyakit-Cytomegalovirus-CMV-dan-Pencegahannya.jpg)
![Kenali Hustle Culture dan Dampak Negatifnya Bagi Kesehatan Apakah Anda familiar dengan istilah “hustle culture”? Istilah ini sedang marak diucapkan dan dibahas oleh kaum milenial sejalan dengan budaya baru yang sedang dihadapinya. Seperti apa itu? Hustle culture adalah dorongan untuk bekerja lebih keras, lebih kuat, dan lebih cepat dengan mengerahkan kapasitas maksimum diri setiap hari demi mencapai tujuan/ target dengan lebih cepat. Budaya […]](/wp-content/uploads/2022/06/Kenali-Hustle-Culture-dan-Dampak-Negatifnya-Bagi-Kesehatan.jpg)
![Mengapa Ibu Hamil Membutuhkan Vaksin Tetanus? Kesehatan ibu hamil merupakan sesuatu yang harus dijaga dengan baik sebagai upaya pencegahan penyakit, terutama selama mengandung. Dengan kondisi kesehatan yang prima, anak yang dikandung juga dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Salah satu penyakit yang dapat menginfeksi ibu hamil adalah tetanus, namun dapat dicegah melalui vaksinasi tetanus. Mengapa vaksin tetanus penting bagi ibu hamil? […]](/wp-content/uploads/2022/06/Mengapa-Ibu-Hamil-Membutuhkan-Vaksin-Tetanus.jpg)

