Makan Mi Instan dengan Nasi? Hati-hati 3 Risiko Masalah Kesehatan
Makan mi instan dengan nasi bukan hal baru tentunya untuk Sobat semua. Selain nikmat dan mengenyangkan, pas banget untuk kantong anak-anak kosan saat akhir bulan. Kedua jenis karbohidrat ini sering jadi favorit, sampai-sampai tidak rela untuk makan salah satunya saja. Tapi, apakah pola makan seperti ini baik untuk kesehatan?
Tidak diragukan lagi jawabannya adalah sangat tidak baik untuk kesehatan! Pernah dengar istilah carb meet carb? Nah, makan mi instan dengan nasi adalah salah satu contoh terbaiknya. Mi instan mengandung kadar karbohidrat tinggi, begitu pula dengan nasi yang merupakan salah satu sumber karbohidrat yang besar. Bila dihitung kalorinya, sekali mengonsumsi mi instan dengan nasi sudah memberikan kalori lebih dari 700 kkal per porsinya. Belum ditambah kalori dari camilan dan minuman yang dikonsumsi setelahnya. Padahal kebutuhan kalori harian rata-rata tubuh kita kurang dari 2000 kkal. Artinya, sekali makan saja sudah memberikan kalori yang sangat besar, bagaimana bila dikonsumsi rutin 3 kali sehari? Ingat, segala sesuatu yang berlebihan tidak baik. Berikut beberapa risiko dan dampak yang bisa terjadi:
- KEGEMUKAN/OBESITAS

Salah satu dampak dari kombinasi maut double karbohidrat ini adalah kegemukan atau obesitas. Kalori yang berlebihan ini akan disimpan dalam bentuk lemak di dalam tubuh kita.Ditambah lagi, mi instan tidak mudah untuk dicerna dan beberapa bukti menunjukkan butuh waktu 3 hari untuk dapat mencerna satu bungkusmi instan dengan sempurna. Itu sebabnya, banyaknya kalori dari karbohidrat yang masuk ini tidak sesuai dengan yang keluar. Tertumpuklah semua kalori ini menjadi lemak di seluruh tubuh kita dan lingkar perut semakin lama semakin membesar. Selain itu, asupan yang tinggi karbohidrat akan membuat rasa lapar lebih cepat pada jam makan berikutnya. Obesitas pada akhirnya menjadi faktor risiko untuk penyakit metabolik lainnya seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung koroner, dan lain-lain.
- DIABETES
Mengapa bisa diabetes padahal saat makanmi instan dengan nasi toh tidak terasamanis?Eits, Jangan salah!mi instan dan nasi adalah karbohidrat, sama seperti gula yang juga termasuk karbohidrat. Oleh karena itu,mi instan dan nasi juga mampu meningkatkan gula darah. Asupan karbohidrat yang tinggi terus-menerus akan membuat sel-sel tubuh kita menjadi kurang peka dengan hormon insulin yang berguna untuk mengantarkan gula darah ke dalam sel dan merusak fungsi pankreas. Akhirnya, gula darah pun menjadi tinggi di dalam darah dan terjadilah diabetes melitus.
Diabetes melitus pun akhirnya menjadi risiko untuk terjadinya berbagai penyakit lain kemudian hari seperti jantung koroner, kerusakan ginjal, gangguan pembuluh darah, gangguan pada mata, dan sebagainya.
- DARAH TINGGI
Hipertensi terkait dengan asupan garam atau natrium. Coba Sobat cek kandungan natrium dalam satu bungkusmi instan, kira-kira setiap mi instan mengandung lebih dari 1000 miligram atau 1 gram natrium loh, sedangkan asupan sehari yang dianjurkan tidak melebihi 3 gram untuk menghindari hipertensi. Belum lagi ditambah dari beberapa jenis makanan lain yang ikut bersama dimakan bersama mi instan. Asupan tinggi natrium terus- menerus dan berlebihan akan menyebabkan hipertensi kelak dan hipertensi menjadi faktor risiko untuk penyakit mematikan lainnya seperti serangan jantung koroner dan stroke.
Jadi, bagaimana Sobat? Masih mau makan mi instan dengan nasi? Begitu banyak risiko yang tidak baik untuk kesehatan, sehingga pilih salah satu saja agar tidak berlebihan mengonsumsi karbohidrat. Selain itu, bagi Anda pecinta mi, kini sudah banyak loh varian mi cepat saji yang lebih sehat. Sobat bisa mendapatkannya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.
DAFTAR PUSTAKA
- Kebiasaan buruk orang indonesia: makan mi instant dengan nasi! Diupdate 1 November 2015. Diakses 17 Oktober 2018. Available at: prosehat.com/artikel/artikelkesehatan/kebiasaan-buruk-orang-indonesia-makan-mi-instant-dengan-nasi
- Benarkah makan mi instan dicampur nasi berbahaya? Diupdate 12 September 2017. Diakses 17 Oktober 2018. Available at: lifestyle.kompas.com/read/2017/09/12/135742820/benarkah-makan-mi-instan-dicampur-nasi-berbahaya
- Never again eating rice together with instant noodles, the consequences can be very dangerous! Diupdate Februari 2018. Diakses 17 Oktober 2018. Available at: steemit.com/health/@ericlongways/never-again-eating-rice-together-with-instant-noodles-the-consequences-can-be-very-dangerous
- Chandler-Laney PC, Morrison SA, Goree LLT, et al. Return of hunger following a relatively high carbohydrate breakfast is associated with earlier recorded glucose peak and nadir. Appetite. 2014;80:236-241.
- Huh IS, Kim H, Jo HK, et al. Instant noodle consumption is associated with cardio metabolic risk factors among college students in Seoul. Nutrition Research and Practice. 2017;11(3):232-239.
![Makan Mi Instan dengan Nasi? Hati-hati 3 Risiko Masalah Kesehatan Makan mi instan dengan nasi bukan hal baru tentunya untuk Sobat semua. Selain nikmat dan mengenyangkan, pas banget untuk kantong anak-anak kosan saat akhir bulan. Kedua jenis karbohidrat ini sering jadi favorit, sampai-sampai tidak rela untuk makan salah satunya saja. Tapi, apakah pola makan seperti ini baik untuk kesehatan? Tidak diragukan lagi jawabannya adalah sangat […]](/wp-content/uploads/2018/11/mie-dan-nasi.jpg)

![Konsumsi Satu Jenis Makanan Ini Setiap Hari untuk Diet, Amankah? Bagi Sahabat yang ingin menurunkan berat badan, pasti sering mencari tahu jenis diet yang cocok untuk program tersebut. Beberapa jenis diet sedang ngetrend saat ini seperti diet keto, OCD, diet mayo, diet golongan darah, dsb. Semua diet tersebut rata-rata memangkas kalori yang dibutuhkan tiap hari. Kemudian, ada juga jenis diet yang mengonsumsi terus satu jenis […]](/wp-content/uploads/2018/11/diet-anggur.jpeg)

![7 Cara Mengatasi Asam Lambung Sobat pernah merasakan masalah asam lambung? Duh, pasti cukup menyiksa ya! Keluhan akibat dari kelebihan asam lambung atau yang disebut sebagai dyspepsia ini dapat berupa rasa nyeri panas dan pedih di ulu hati, mual dan terkadang sampai muntah, perut terasa kembung, cepat merasa kenyang, dan sering bersendawa. Hal ini tentu mengganggu aktivitas Sobat sehari-hari. Kelebihan […]](/wp-content/uploads/2018/09/sakit-lambung-perih.jpg)


![Benarkah Teh Hijau Bantu Turunkan Kolesterol? Apa benar teh hijau dapat membantu menurunkan kolesterol? Sobat mungkin sudah sering mengonsumsi teh hijau dalam bentuk ragam makanan, tapi apakah benar teh hijau dapat menurunkan kolesterol dan membantu Sobat mengurangi risiko penyakit jantung? Mari kita bahas bersama-sama! Kadar kolesterol yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Menurut American Heart Association, total kadar […]](/wp-content/uploads/2018/09/teh-hijau.jpg)

![6 Tips Bisa Makan Enak, Tapi Jantung Tetap Sehat Salah satu nasihat yang sering kita dengaruntukmenjagakesehatanjantungadalahpola makan yang harus sangat terjaga. Telah banyak penelitian yang menunjukkan hubungan yang erat antara kesehatan jantung dengan nutrisi makanan dan pola diet. Namun di balik itu, kita tetap bisa menyajikan makanan enak dalam menu keseharian. Pola makan yang sehat adalah pola makan yang tetap menyertakan banyak jenis makanan […]](/wp-content/uploads/2018/09/jantung-sehat.jpg)


![Benarkah Cokelat Tak Selamanya Berdampak Buruk? Apakah Sobat termasuk penggemar cokelat? Yup, cokelat merupakan salah satu makanan yang disukai berbagai kalangan tanpa memandang umur dan status sosial. Cokelat digemari karena teksturnya, aromanya yang menggugah selera, dan rasanya yang unik yaitu kombinasi antara rasa manis dan pahit. Selama ini, cokelat banyak dikenal karena efek buruknya terhadap kesehatan, seperti meningkatkan berat badan, memicu […]](/wp-content/uploads/2018/09/coklat.jpg)

![7 Asupan untuk Mengusir Mual Sahabat pasti pernah merasakan mual, bukan? Mual adalah suatu kondisi yang tidak nyaman dan terasa menekan di area perut, biasanya disertai dorongan ingin muntah. Namun, mual tidak melulu disertai dengan muntah. Banyak hal yang bisa memicu mual antara lain virus penyakit, kondisi pencernaan yang tidak sehat, kehamilan, efek kemoterapi, mabuk perjalanan, atau bahkan bau yang […]](/wp-content/uploads/2018/05/mual-dan-muntah.jpg)


![6 Kunci Rahasia Menciptakan Otak Sehat Tahukah Sobat kalau apa yang kita makan itu menentukan bagaimana keadaan tubuh kita? Rupanya makanan sehat tak hanya untuk kesehatan badan tapi juga untuk menjaga kesehatan otak. Nutrisi yang terkandung dalam beberapa jenis makanan tertentu diketahui dapat memberikan efek positif pada otak kita, seperti mencegah penurunan fungsi kognitif otak (fungsi mengingat, berpikir, konsenstrasi), mencegah penyakit […]](/wp-content/uploads/2018/11/otak-pintar.jpg)


![5 Trik Kreatif Menghias Makanan yang Bikin Ngiler Bagi Moms yang suka masak, rasanya senang ya, kalau makanan Moms disukai suami dan anak. Rasanya bahagia berkali lipat. Sebaliknya, dunia terasa runtuh kala melihat suami atau anak membuka tudung saji, melihatnya dengan raut wajah bosan lalu menghela napas. Wah, semua energi yang telah ditumpahkan untuk memasak, terasa berkuras berkali lipat. Lelah lahir batin, he…he… […]](/wp-content/uploads/2018/09/makanan-lucu.jpg)

![5 Trik Tetap Makan Pedas, Tanpa Sakit Maag Sobat sangat menyukai makanan pedas, tapi memiliki sakit maag? Apakah benar-benar tidak boleh bagi seorang penderita maag untuk mengonsumsi makanan pedas? Bagaimana caranya supaya bisa makan pedas tanpa sakit maag? Simak ulasan berikut: Baca Juga: Punya Penyakit Asam Lambung, Hindari 8 Makanan Ini Rasa pedas termasuk salah satu rasa yang dapat meningkatkan nafsu makan. Saat […]](/wp-content/uploads/2018/11/pedas.jpg)
