Mitos dan Fakta Vaksin MR, Mana yang Benar?
Belakangan ini banyak sekali beredar isu mengenai fakta dan mitos terkait vaksin MR. Banyak informasi yang tidak benar atau hoax yang beredar sejak pemerintah mulai melaksanakan vaksinasi MR di seluruh Indonesia pada bulan Agustus dan September ini. Tentunya, setiap program pemerintah tidak ada yang ditujukan untuk mencelakakan masyarakat Indonesia. Dari sekian banyak informasi memusingkan yang sudah beredar hingga saat ini, manakah yang benar? Nah, supaya tidak ikut terjebak dalam informasi yang tidak benar, para Ibu perlu betul-betul memahami terlebih dahulu mengenai apa itu vaksin MR dan mengapa vaksin ini penting untuk buah hati Anda serta memahami reaksi yang dapat muncul setelah vaksinasi, sehingga dapat membedakan mana yang termasuk fakta dan mitos mengenai vaksin MR. Yuk, Moms, mari pahami lebih lanjut.
Vaksin MR adalah singkatan dari Measles atau yang disebut campak dan Rubella atau yang disebut campak jerman. Vaksin MR bertujuan untuk melindungi anak agar tidak terkena penyakit campak dan rubella. Sayangnya, penyakit tersebut belum ada obatnya, tapi Moms bisa melakukan pencegahan dengan vaksinasi. Berdasarkan data, jumlah kasus penyakit campak dan rubella di Indonesia masih tergolong tinggi dibandingkan negara lain. Lantas apa itu penyakit campak? Bahayanya apa saja?
Penyakit campak adalah penyakit sangat menular yang disebabkan oleh virus campak. Campak akan memberikan gejala berupa:
- Demam,
- Batuk dan pilek,
- Mata kemerahan,
- Ruam kemerahan pada seluruh tubuh.
Jika dibiarkan dan tidak tertangani dengan baik maka infeksi virus campak akan menyebabkan infeksi telinga, infeksi saluran pencernaan yang menyebabkan diare, infeksi paru (pneumonia), hingga peradangan otak dan kematian. Gejala yang berat ini akan mudah terjadi pada anak yang memiliki status gizi kurang baik serta daya tahan tubuh yang rendah.
Ruam kemerahan akibat campak
Penyakit rubella atau yang sering disebut sebagai campak jerman disebabkan oleh virus rubella dan menyebabkan gejala berupa:
- Demam,
- Nyeri tenggorokan,
- Sakit kepala,
- Mata kemerahan,
- Ruam kemerahan pada tubuh yang menyerupai campak.
Pada orang dewasa, virus ini sering menyebabkan nyeri dan bengkak pada persendian. Virus rubella ini sangat berbahaya jika tertular oleh ibu yang sedang hamil karena ibu biasanya tidak akan mengalami gejala spesifik seperti di atas, namun virus rubella memberikan dampak buruk pada janin yang dapat menyebabkan keguguran atau bayi lahir dengan berbagai cacat bawaan berupa kebutaan, tuli, dan kelainan jantung.
Bahaya penyakit rubella
Kedua penyakit ini sangatlah menular, dapat dengan mudah ditularkan melalui saluran pernapasan saat batuk dan bersin, bahkan anak Anda dapat tertular jika memasuki ruangan yang sebelumnya sudah sempat dimasuki oleh seorang penderita dalam 2 jam terakhir. Oleh karena itu, vaksin MR ada untuk membantu mencegah kedua penyakit yang sangat menular ini. Para Ibu perlu tahu, sejak ditemukannya vaksin campak, kematian anak akibat penyakit campak menurun sebesar 78% secara global, loh. Ini artinya pemberian vaksin sangat penting untuk menjaga dan melindungi anak Anda.
Vaksin MR mengandung virus campak dan rubella yang sudah dilemahkan. Saat vaksin ini disuntikkan, maka tubuh akan membentuk antibodi terhadap virus ini sehingga si kecil akan memiliki daya tahan tubuh terhadap virus campak dan rubella, terlindung dari kecacatan dan kematian akibat infeksi paru, diare, kerusakan otak, ketulian, kebutaan, dan penyakit jantung bawaan. Pemberian vaksin MR dapat ditunda sementara jika anak Anda sedang mengalami demam, batuk, pilek, atau diare. Vaksin MR tidak boleh diberikan pada kondisi berikut ini:
- Sedang mengonsumsi obat kortikosteroid atau obat imunosupresan lainnya dan radioterapi,
- Wanita hamil,
- Penyakit leukemia, anemia berat dan kelainan darah lainnya,
- Gangguan fungsi ginjal dan jantung yang berat,
- Memiliki riwayat alergi dengan vaksin sebelumnya.
Nah, untuk membedakan fakta dan mitos seputar vaksin MR, para ibu perlu bersikap hati-hati dan kritis, tidak boleh serta-merta menerima informasi tanpa menelusuri dan mencari kebenarannya terlebih dahulu. Bila perlu tanyakan lebih lanjut pada petugas kesehatan. Banyak sekali peristiwa muncul yang sebenarnya disebabkan karena kecemasan ataupun sebuah koinsiden (terjadinya dua peristiwa dalam waktu yang sama), dan sebenarnya tidak ada hubungannya dengan vaksin MR, namun dikatakan sebagai efek samping atau reaksi dari vaksin MR. Apakah benar demikian?
Vaksin MR adalah vaksin yang sangat aman dan efektif. Namun Moms perlu ingat, setiap vaksin tidak terhindar dari reaksi simpang atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), termasuk vaksin MR. Reaksi yang dapat muncul setelah pemberian vaksin MR biasanya ringan. Namun, seperti juga pada jenis obat apapun, kemungkinan reaksi berat seperti reaksi alergi berat tetap dapat terjadi pada setiap orang. Reaksi ringan yang biasanya muncul berupa:
- Nyeri dan kemerahan pada bekas suntikan (sekitar 10%),
- Demam ringan dan pembesaran kelenjar getah bening di leher sebagai reaksi tubuh dalam membentuk antibodi (sekitar 10%).
Reaksi yang ringan biasanya terjadi dalam 2 minggu setelah suntikan. Reaksi yang lebih jarang terjadi adalah:
- Demam tinggi >39.4oC ( sekitar 5%),
- Ruam kemerahan pada seluruh tubuh (sekitar 2%),
- Nyeri sendi (0-3%),
- Kejang yang disebabkan karena demam (sekitar 0.033%), dan
- Reaksi alergi terhadap vaksin (sekitar 0.0001%).
Setelah pemberian vaksin, biasanya anak akan dipantau selama beberapa saat untuk melihat ada tidaknya KIPI yang terjadi, terutama reaksi berat berupa reaksi alergi berat yang biasanya dapat langsung terjadi saat itu juga atau beberapa saat setelah penyuntikan. Para Ibu juga perlu memerhatikan si buah hati dan jika terjadi reaksi yang tidak lazim, Moms harus segera membawa si kecil ke fasilitas kesehatan terdekat supaya segera ditangani.
Mitos yang beredar menyatakan bahwa vaksin MR merugikan, berbahaya, berdampak buruk bagi anak dan dapat menyebabkan cacat mental, autisme, hingga kematian. Faktanya, vaksin MR adalah vaksin yang aman untuk diberikan dan tidak menyebabkan gangguan mental hingga autisme. Justru sebaliknya, anak akan berisiko mengalami berbagai bahaya dan kecacatan jika tidak mendapatkan vaksin MR.
Nah, setelah lebih memahami tentang vaksin MR, saatnya kita ikut membantu menyebarkan berita yang benar tentang vaksin MR kepada sanak-saudara dan sahabat agar anak-anak kita sehat dan terhindar dari penyakit campak dan rubella.
Selain itu, Moms juga bisa mendapatkan layanan dokter ke rumah untuk melakukan vaksinasi dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Atau hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 untuk keterangan lebih lanjut.
DAFTAR PUSTAKA
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Petunjuk teknis kampanye imunisasi measles rubella (MR). Indonesia: Kemenkes; 2017. h. 7-14;59-67.
- CDC. MMR (measles, mumps, and rubella) vaccine: what you need to know. Updated 12 Desember 2018. Diakses 28 Agustus 2018. Avaiable at: cdc.gov/vaccines/hcp/vis/vis-statements/mmr.html
- Plotkin SA, Orenstein WA, Offit PA, Edwards KM. Plotkin’s vaccines. 7th ed. Philadelphia: Elsevier; 2018. p. 579;970.
- Betsch C. Measles and rubella elimination: communicating the importance of vaccination. Stockholm: European Centre for Disease Prevention and Control; 2014. p. 5;20.
- IDAI. Apa saja fakta dan mitos tentang vaksinasi?. Updated 29 April 2016. Diakses 28 Agustus 2018. Avaiable at: idai.or.id/ artikel/klinik/imunisasi/apa-saja-fakta-dan-mitos-tentang-vaksinasi
![Mitos dan Fakta Vaksin MR, Mana yang Benar? Belakangan ini banyak sekali beredar isu mengenai fakta dan mitos terkait vaksin MR. Banyak informasi yang tidak benar atau hoax yang beredar sejak pemerintah mulai melaksanakan vaksinasi MR di seluruh Indonesia pada bulan Agustus dan September ini. Tentunya, setiap program pemerintah tidak ada yang ditujukan untuk mencelakakan masyarakat Indonesia. Dari sekian banyak informasi memusingkan yang […]](/wp-content/uploads/2018/08/vaksin-difteri-1.jpg)
![Inilah 7 Tips Mengatasi Kembung pada Bayi Perut kembung merupakan suatu masalah yang berhubungan dengan pencernaan dan membuat kita tidak nyaman. Lalu, siapa yang dapat mengalami permasalahan perut kembung? Masalah ini dapat dialami oleh siapa saja, baik mereka yang masih kanak-kanak hingga lanjut usia –bahkan bayi pun dapat mengalaminya. Baca Juga: 9 Trik Mengusir Perut Kembung Wah, pastinya kita tidak mau kan […]](/wp-content/uploads/2018/10/bayi-bayi-kembung.jpg)

![Trik Kreatif Membuat Menu Sarapan Pagi Anak yang Sehat dan Bergizi Sarapan adalah salah satu hal yang tidak boleh kita lupakan atau lewatkan mengingat pentingnya hal ini sama dengan makan berat di siang ataupun malam hari. Banyak penelitian juga menyatakan jika sarapan memiliki banyak manfaat untuk tubuh seperti meningkatkan daya konsentrasi, menghindari makan tak terkontrol alias mencegah kita mengemil sepanjang hari, menurunkan berat badan tubuh, bahkan […]](/wp-content/uploads/2018/10/anak-makan-sayur.jpg)

![Daftar Makanan Bayi yang Sesuai untuk Bayi 8 Bulan Usia bayi 8 bulan selalu diberi ASI atau susu formula, tetapi juga tidak menutup kemungkinan bayi usia 8 bulan diberi Makanan Pendamping ASI (MPASI). Biasanya, saat bayi memasuki usia 8 bulan sudah bisa mengunyah makanan dan makan seperti roti dengan tangannya sendiri atau biasa disebut dengan finger food. Bukan hanya itu saja, diusia 8 bulan […]](/wp-content/uploads/2018/09/bayi-sehat.jpg)
![6 Tips Pemberian MPASI pada Bayi 6 Bulan Moms yang memiliki buah hati menginjak usia 6 bulan pasti tak sabar untuk “bereksperimen” memberi MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) ya? Makanan padat pertama si kecil haruslah bertekstur lunak dan sedikit cair, seperti bubur susu atau pure buah/sayur. Mana yang lebih dulu diberikan? Nah, berikut 6 tips pemberian MPASI pada bayi usia 6 bulan […]](/wp-content/uploads/2018/10/bayi-makan-6-bulan-umur.jpg)

![4 Trik Membuat Makanan Sehat untuk Balita Moms suka pusing kalau si kecil susah makan? Ya, anak balita dikenal suka pilih-pilih makanan. Tapi, penting untuk diingat bahwa anak-anak tidak terlahir dengan keinginan untuk hanya menyukai piza, ayam goreng, atau kentang goreng saja. Kondisi ini terjadi seiring waktu karena anak-anak terpapar lebih banyak pilihan makanan yang tidak sehat. Baca Juga: 10 Panduan Makanan […]](/wp-content/uploads/2018/09/makanan-balita.jpg)


![Ayo Imunisasi demi Kesehatan Si Kecil Mendapatkan buah hati menjadi kebahagiaan Bunda dan Ayah, apapun akan dilakukan demi masa depan si kecil termasuk kesehatannya. Apakah Bunda sudah membawa si kecil untuk melakukan imunisasi? Pastikan Bunda sudah memenuhi semua imunisasi wajib dan imunisasi tambahannya untuk si kecil. Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi Sebelum lebih jauh, yuk kenali lebih dekat […]](/wp-content/uploads/2018/02/848x337-12.jpg)


