Cacar Air pada Anak, Lakukan 5 Hal Ini Untuk Pengobatan
Cacar air pada anak adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh infeksi virus varicella zoster. Meski bukan penyakit yang berbahaya, penyakit ini sangat mudah menular pada anak kecil, terutama anak-anak usia dibawah 12 tahun. Kondisi ini dapat menyebabkan anak tidak nyaman dan rewel karena rasa gatal dan demam yang menyerangnya.
Virus penyebab cacar air pada anak sangat mudah menular melalui percikan dahak atau ludah, serta kontak langsung dengan penderita. Cacar air memiliki gejala yang sangat khas sehingga mudah untuk dikenali, yakni berupa ruam merah gatal berisi cairan atau seperti lepuhan. Kondisi ini juga dapat menyebabkan anak mengalami nyeri otot dan demam.
Sahabat Sehat, apa yang dapat kita lakukan jika Si Kecil menderita cacar air? Mari simak penjelasan berikut.
Tips Penanganan Cacar Air Pada Anak
Sahabat Sehat, berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi dan mencegah cacar air yang dialami Si Kecil menjadi lebih parah yakni :
- Jangan Menggaruk Ruam
Munculnya ruam atau lepuhan di permukaan kulit merupakan gejala paling khas dari cacar air. Untuk mencegah gejalanya semakin berat, pastikan Si Kecil untuk tidak menggaruk ruam tersebut. Menggaruk ruam atau lepuhan cacar air hanya akan menyebabkan infeksi kulit dan membuat luka jadi berbekas setelah sembuh.
Gunting kuku Si Kecil, oleskan lotion yang mengandung calamine, kenakan pakaian yang nyaman dan longgar, gunakan krim pelembab, gel pendingin, atau obat antihistamin yang dikenal dengan chlorpheniramine yang dapat membantu mengurangi rasa gatal dan menenangkan kulit.
- Berikan Obat Pereda Nyeri dan Demam
Selain menyebabkan ruam di permukaan kulit, umumnya cacar air pada anak juga akan menimbulkan gejala lainnya seperti rasa nyeri diseluruh tubuh hingga demam tinggi. Sebagai penanganan awal, Sahabat Sehat dapat memberikan obat pereda nyeri dan demam yang dijual bebas. Apabila demam berlanjut hingga lebih dari 3 hari, konsultasikan dengan dokter.
- Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang
Gejala ruam atau lepuhan tidak hanya muncul pada permukaan kulit, kondisi ini juga dapat muncul di dalam kulit dan tenggorokan sehingga akan menimbulkan rasa panas dan tidak nyaman saat menelan makanan. Akibatnya, Si Kecil dapat kehilangan nafsu makan dan membuatnya menolak makan dan minum.
Meski demikian, pastikan Si Kecil tetap mendapatkan asupan makanan sehat dan kaya nutrisi, serta cukupi kebutuhan cairannya dengan memberinya lebih banyak air putih agar terhindar dari dehidrasi dan mempercepat penyembuhan.
Baca Juga: Ramsay Hunt Syndrome: Komplikasi dari Virus Penyebab Cacar Air
- Mencegah Penularan Di Rumah
Cacar air mudah menular, maka pastikan Si Kecil agar beristirahat di rumah. Selain itu, batasi pula ruang geraknya di dalam rumah selain agar cepat pulih dan mencegah penularan terhadap orang lain.
Biarkan Si Kecil tetap di rumah dan batasi bertemu orang lain hingga semua lepuhan cacar air di permukaan kulitnya mengering membentuk koreng dan tidak ada lagi lepuhan baru yang muncul.
- Memeriksakan Ke Dokter
Meski dapat sembuh tanpa pengobatan atau pertolongan medis. Namun pada beberapa kasus, Sahabat Sehat harus memeriksakan Si Kecil ke dokter. Berikut beberapa kasus cacar air yang memiliki risiko komplikasi sehingga perlu menghubungi dokter saat gejala pertama cacar air muncul, yakni:
- Cacar air diderita ibu hamil
- Bayi yang baru lahir
- Anak-anak usia diatas 12 tahun
- Memiliki daya tahan tubuh yang lemah
- Penderita gangguan paru kronis
- Penderita penyakit yang sedang menjalani terapi steroid
Baca Juga: Mengenal 3 Jenis Baru Vaksin Wajib Untuk Anak-anak
Mencegah Cacar Air Dengan Vaksinasi
Selain itu, untuk mencegah penularan cacar air sebaiknya berikan imunisasi Varicella untuk memberi perlindungan tubuh terhadap cacar air. Pemberian imunisasi cacar air (setelah dosis kedua) efektif menurunkan risiko Si kecil terinfeksi cacar air hingga 94%. Vaksin cacar air dapat mulai diberikan saat Si Kecil berusia 12 bulan keatas. Diberikan dalam 2 dosis terpisah dengan jarak pemberian 6 minggu hingga 3 bulan.
Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai informasi perihal cacar air serta hal-hal yang dapat Sahabat Sehat lakukan jika Si Kecil menderita cacar air. Waspadai apabila Si Kecil mengalami hal berikut :
- Demam yang berlangsung lebih dari 3 hari
- Nanah yang mengalir dari lepuhan cacar air
- Kesulitan bernapas, berjalan, atau bangun
- Muntah
- Kekakuan di leher
- Sakit perut yang parah
Baca Juga: Cacar Air dan Pencegahan yang Bisa Kamu Coba
Jika Si Kecil mengalami keluhan diatas, segera konsultasikan lebih lanjut dengan dokter. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check up, layanan fisioterapi, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.
Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.
Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
Ditinjau oleh : dr. Monica C
Referensi
- Kidshealth.org. Chickenpox (for Parents) – Nemours KidsHealth.
- American Academy of Dermatology Association. How to care for children with chickenpox.
- Healthy Children. Varicella.
- Healthline. 7 Home Remedies for Chickenpox.
![Cacar Air pada Anak, Lakukan 5 Hal Ini Untuk Pengobatan Cacar air pada anak adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh infeksi virus varicella zoster. Meski bukan penyakit yang berbahaya, penyakit ini sangat mudah menular pada anak kecil, terutama anak-anak usia dibawah 12 tahun. Kondisi ini dapat menyebabkan anak tidak nyaman dan rewel karena rasa gatal dan demam yang menyerangnya. Virus penyebab cacar air pada […]](/wp-content/uploads/2022/06/Cacar-Air-pada-Anak-Lakukan-5-Hal-Ini-Untuk-Pengobatan.jpg)

![Manfaat Imunisasi Hib Bagi Bayi dan Kapan Harus Diberikan Begitu besar manfaat imunisasi Hib bagi bayi terutama bagi kesehatannya. Imunisasi merupakan salah satu cara agar Si Kecil kebal terhadap suatu penyakit. Pemberian imunisasi sangat penting dan bermanfaat karena dapat mencegah infeksi oleh berbagai penyakit yang sebenarnya dapat dihindari. Hingga saat ini tercatat ada lebih dari 20 jenis penyakit yang dapat dihindari dengan imunisasi. Salah satu […]](/wp-content/uploads/2022/06/Manfaat-Imunisasi-Hib-Bagi-Bayi-dan-Kapan-Harus-Diberikan.jpg)
![Orang Tua Wajib Tahu, 9 Tanda Anak Dehidrasi Karena Diare Diare bisa menjadi berbahaya bagi anak. Terutama saat sudah ada tanda anak mengalami dehirasi, Orangtua harus tau jika anak mengalami dehidrasi. Diare merupakan gangguan pencernaan yang umum dialami oleh siapapun, termasuk anak-anak. Gejalanya berupa buang air besar dengan frekuensi yang lebih sering dan konsistensi feses yang lebih encer dari biasanya. Selama diare, tubuh akan lebih cepat kehilangan […]](/wp-content/uploads/2022/06/Orang-Tua-Wajib-Tahu-9-Tanda-Anak-Dehidrasi-Karena-Diare.jpg)
![Kenali Penyebab dan Gejala Paru-Paru Basah pada Anak Seringkali orang tua terlambat menyadari adanya gejala paru-paru basah pada anak. Paru-paru basah atau dalam istilah medis disebut juga pneumonia merupakan suatu penyakit infeksi pada saluran pernapasan akut yang dapat menjangkiti siapapun. Pneumonia dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, termasuk bakteri, virus maupun jamur. Anak-anak terutama bayi baru lahir dapat kesulitan bernafas karena terjadi gangguan pada […]](/wp-content/uploads/2022/06/Kenali-Penyebab-dan-Gejala-Paru-Paru-Basah-pada-Anak.jpg)
![5 Gejala Meningitis pada Anak yang Kerap Tidak Disadari Seringkali penanganan meningitis terlambat dilakukan. Hal ini terjadi karena orang tua kurang pengetahuan tentang gejala-gejala penyakit. Infeksi kuman ataupun mikroorganisme lainnya, dapat terjadi pada siapa saja. Salah satu diantaranya adalah meningitis, yaitu suatu penyakit ketika terjadinya peradangan pada selaput otak (meninges) yang membungkus otak dan sumsum tulang belakang. Peradangan otak Si Kecil dapat menyebabkan berbagai komplikasi […]](/wp-content/uploads/2022/06/5-Gejala-Meningitis-pada-Anak-yang-Kerap-Tidak-Disadari-1.jpg)
![Pilih yang Mana? Ini Beda Imunisasi Polio Tetes dan Suntik Walaupun sama-sama mencegah polio, ternyata ada beda antara imunisasi polio tetes dan suntik. apa saja perbedaan tersebut? simak penjelasan berikut. Sejak tahun 2018, kawasan di Asia Tenggara dikejutkan dengan temuan kasus polio di beberapa negara yaitu Indonesia, Myanmar, Filipina dan Malaysia. Padahal negara tersebut telah lebih dari satu dekade tidak ditemukan kasus polio. Virus Polio […]](/wp-content/uploads/2022/06/Pilih-yang-Mana-Ini-Beda-Imunisasi-Polio-Tetes-dan-Suntik-2.jpg)
![Komplikasi Akibat Campak Pada Anak dan Cara Mencegahnya Campak atau yang disebut dengan measles merupakan salah satu penyakit sangat menular yang biasanya menyerang anak-anak yang ditandai dengan ruam kemerahan namun tidak berisi cairan seperti ruam kemerahan yang terjadi pada cacar air. Si kecil yang belum mendapatkan imunisasi campak lebih beresiko untuk tertular penyakit ini. Orang tua harus mewaspadai komplikasi akibat campak pada anak karena […]](/wp-content/uploads/2022/06/Komplikasi-Akibat-Campak-Pada-Anak-dan-Cara-Mencegahnya.jpg)
![Imunisasi Lengkap: Sehatkan Keluarga, Lewati Masa Pandemi Pandemi Covid-19 menyisakan kisah pilu bagi banyak keluarga Indonesia. Ratusan ribu orang meninggal dunia karena tubuhnya tidak kuasa melawan ganasnya virus corona. Kabar baiknya, sekitar satu tahun yang lalu, vaksin Covid-19 sudah tersedia untuk melindungi warga mulai usia 6 tahun ke atas dan cakupannya pun sudah melebihi target minimal pemerintah. Alhasil, diiringi juga dengan menerapkan […]](/wp-content/uploads/2022/06/Imunisasi-Lengkap-Sehatkan-Keluarga-Lewati-Masa-Pandemi.jpg)
![Usia Berapa Saja Anak Perlu Imunisasi MMR? Imunisasi MMR (measles/ campak, mumps/ gondongan, rubella/ campak Jerman) adalah imunisasi lanjutan dari imunisasi MR (measles and rubella) yang dilakukan saat anak berusia 9 bulan. Imunisasi MR sendiri adalah pengganti imunisasi campak yang sebelumnya digunakan sebagai imunisasi tunggal. Jika Moms sudah familiar dengan jadwal imunisasi campak atau MR, sudah tahukah Moms di usia berapa saja […]](/wp-content/uploads/2022/06/Usia-Berapa-Saja-Anak-Perlu-Imunisasi-MMR.jpg)
![Berapa Lama Bayi Demam Setelah Imunisasi DPT? Begini Cara Mengatasinya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi, atau KIPI, adalah respon tubuh atau gejala yang terjadi setelah melakukan vaksinasi. KIPI dapat beragam gejalanya, seperti demam. Tapi KIPI tidak harus selalu terjadi pada setiap anak yang diimunisasi. Setiap kali imunisasi memiliki kemungkinan terjadinya KIPI, termasuk setelah imunisasi DPT yang merupakan salah satu imunisasi wajib bagi setiap anak. Dosis primer […]](/wp-content/uploads/2022/06/Berapa-Lama-Bayi-Demam-Setelah-Imunisasi-DPT-Begini-Cara-Mengatasinya.jpg)
