Mengenal Lebih Jauh Tentang Jenis – Jenis Vaksin
Kita tentunya tidak asing lagi dengan kata vaksin. Vaksin adalah produk biologi yang berasal dari bakteri atau virus yang telah dilemahkan atau telah mati lalu dimasukkan ke dalam tubuh manusia.
Vaksin berfungsi sebagai pelindung tubuh dari serangan bakteri dan virus. Di Indonesia, vaksin telah lama dikenalkan oleh pemerintah untuk memberikan perlindungan lebih kepada masyarakat, terutama anak-anak. Terdapat beberapa jenis vaksin yang dikenal di Indonesia, di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Vaksin BCG
Vaksin BCG biasanya diberikan ketika bayi baru lahir hingga berusia 2 bulan dan hanya diberikan satu kali saja. Vaksin BCG ini mempunyai manfaat melindungi tubuh dari serangan tuberkulosis.
Vaksin BCG merupakan vaksin yang mengandung Mycobacterium bovis hidup yang dilemahkan (Bacillus Calmette Guerin), strain Paris. Biasanya pemberian vaksin BCG ini akan menimbulkan bekas luka parut pada bagian yang disuntik.
Produk Terkait: Imunisasi BCG ke Rumah
2. Vaksin oral polio
Polio adalah penyakit yang dapat menyebabkan kelumpuhan pada penderitanya. Vaksin oral polio diberikan pada anak usia 0, 2, 3, dan 4 bulan secara oral atau diteteskan langsung ke dalam mulut masing-masing sebanyak 2 tetes. Vaksin polio merupakan cairan berwarna kuning kemerahan dalam botol kaca kecil.
Produk Terkait: Imunisasi Polio ke Rumah
3. Vaksin campak
Anak-anak yang rentan terkena campak wajib mendapatkan perlindungan dari vaksin campak. Campak dapat menyebabkan demam yang tinggi hingga kerusakan pada otak. Dengan memberikan vaksin campak pada usia 9 bulan maka Sobat akan melindungi anak dari serangan penyakit campak.
Baca Juga: Gejala Campak yang Dapat Ibu Kenali dan Cara Mencegahnya
Vaksin campak berisi virus campak strain CAM 70 yang tidak kurang dari CCID 50 (Cell Culture Infective doses 50) yang telah dilemahkan dan dikemas dalam botol kaca steril dan hanya bisa digunakan dengan campuran larutan campak yang terpisah. Vaksin campak diberikan dengan melarutkan 0.05 ml vaksin dengan pelarutnya dan disuntikkan langsung pada anak.
4. Vaksin hepatitis B rekombinan
Hepatitis B merupakan penyakit yang berbahaya yang menyerang hati. Penyakit ini juga bisa menyerang orang dewasa sehingga bagi orang dewasa yang terkena hepatitis B harus diberikan vaksin hepatitis B.
Baca Juga: Fungsi dan Manfaat Vaksin Hepatitis B
Vaksin hepatitis B rekombinan mengandung antigen virus hepatitis B, HBs Ag yang telah melewati beberapa rekayasa DNA. Pemberian vaksin hepatitis B yang dilakukan pada anak-anak di bawah 10 tahun diberikan dengan dosis 0.5 ml, sedangkan yang berusia lebih dari 10 tahun diberikan sebanyak 1 ml. Pemberian vaksin dilakukan pada saat lahir, usia 2,3,4 bulan.
5. Vaksin DTP
Vaksin DTP biasanya diberikan sebanyak 3 kali pada bayi usia 2, 3, dan 4 bulan dengan dosis 0.5 ml. Vaksin DTP terdiri dari Toksoid difteri murni, Toksoid tetanus murni, dan B. pertusis yang dilemahkan. Vaksin DTP berfungsi untuk melindungi anak dari pertusis atau batuk rejan, tetanus, dan difteri.
6. Vaksin jerap DT
Vaksin jerap DT berfungsi untuk melindungi anak-anak dari serangan difteri dan tetanus secara simultan. Vaksin jerap DT memiliki kandungan Toksoid difteri murni 20 Lf pada tiap 0.5 ml. Vaksin ini diberikan pada anak Sekolah Dasar usia 5 hingga kurang 7 tahun, terutama pada anak yang mengalami alergi terhadap komponen pertusis pada vaksin DTP.
7. Vaksin DTP-HB
Vaksin ini berfungsi untuk perlindungan dan pencegahan terhadap penyakit difteri, tetanus, pertusis, dan hepatitis B. Vaksin DTP-HB diberikan sebanyak 3 kali pada anak usia 2, 3, dan 4 bulan. Namun, pemberian ini dilakukan setelah anak mendapatkan vaksin hepatitis B ketika lahir.
8. Vaksin TT
Vaksin TT adalah vaksin yang berisikan kandungan toksoid tetanus murni 10 Lf dalam 0.5 ml. Vaksin TT berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit tetanus dan neonatal tetanus yang menyerang bayi baru lahir, maka dari itu vaksin ini diberikan pada wanita dalam usia subur atau sedang hamil.
Vaksin TT diberikan pada ibu hamil sebanyak 5 kali, dimana tiap dosis terdiri dari 0.5 ml vaksin dengan jeda 4-6 minggu pada pemberian pertama dan kedua, sedangkan pemberian ketiga diberikan pada 6 bulan berikutnya, TT 4 diberikan setahun setelah TT 3 dan begitu juga TT 5 diberikan setahun setelah TT4.
9. Vaksin MMR
Vaksin MMR adalah vaksin yang berisikan virus gondong, campak, dan rubella yang telah dilemahkan. Vaksin ini diberikan sebanyak 2 kali pada saat anak berusia 15-18 bulan dan 6 tahun. Rubella adalah penyakit yang membuat anak mengalami demam tinggi, ruam pada wajah dan leher, hingga munculnya pembengkakan pada kelenjar.
Baca Juga: Seberapa Pentingkah Vaksin MMR Dilakukan?
10. Vaksin HPV

Vaksin HPV diberikan sebanyak tiga kali dan dapat dimulai pada usia 11 atau 12 tahun setelah anak mengalami menstruasi pertama.
Vaksin HPV kedua diberikan dengan rentang waktu 1 hingga 2 bulan setelah pemberian vaksin pertama dan pemberian ketiga diberikan 6 bulan setelah vaksin pertama. Vaksin ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan virus HPV atau Human Papiloma Virus yang menyebabkan kanker serviks.
Produk Terkait: Vaksinasi HPV ke Rumah
11. Vaksin HiB
Vaksin HiB berisi Haemophilus Influenza Tipe B yang telah dilemahkan dan berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit radang selaput otak atau meningitis. Vaksin ini diberikan pada anak mulai usia 2,3, dan 4 bulan dan penguatan diberikan pada usia 15-18 bulan.
Baca Juga: Vaksinasi Hib Haemophilus Influenza Tipe B
12. Vaksin PCV
Vaksin PCV adalah vaksin yang berfungsi untuk melindungi anak dari serangan pneumokokus. Vaksin PCV diberikan pada anak di bawah 1 tahun pada usia 2,4,6 bulan dan penguatan pada usia 12-15 bulan. Tapi jika anak belum mendapatkan vaksin ini diatas usia 2 tahun, maka dapat diberikan 1 kali.
13. Vaksin rotavirus
Vaksin rotavirus diberikan pada anak berusia 6-14 pada penyuntikan pertama dan suntikan kedua 4 minggu setelahnya. Pemberian vaksin rotavirus berguna untuk mencegah anak terkena diare parah akibat rotavirus yang biasanya terjadi pada musim pancaroba.
14. Vaksin varicella
Vaksin varicella adalah vaksin yang berisikan virus varicella zooster yang telah dilemahkan. Vaksin ini diberikan pada anak berusia 1 tahun ke atas dan berfungsi untuk melindungi anak dari cacar air.
Produk Terkait: Vaksinasi Varicella ke Rumah
Itulah beberapa jenis vaksin yang perlu Anda ketahui. Pemerintah telah mewajibkan pemberian beberapa vaksin penting di atas pada masyarakat secara gratis sehingga anak-anak bisa mendapatkan perlindungan penuh dari penyakit yang berbahaya.
Demikianlah artikel tentang vaksin yang singkat ini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda dan semoga pemerintah semakin mendukung untuk pemberian vaksin lainnya secara gratis agar seluruh masyarakat Indonesia terlindungi. Selain itu semua jenis vaksin di atas juga tersedia di Prosehat loh.
Jadi buat kamu yang ingin imunisasi ke rumah, Prosehat bisa jadi pilihan tepatmu. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:
- Produk dijamin asli
- Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
- Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
- Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
- Jadwal vaksinasi yang fleksibel
- Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian
Untuk info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.
Read More
![Mengenal Lebih Jauh Tentang Jenis – Jenis Vaksin Kita tentunya tidak asing lagi dengan kata vaksin. Vaksin adalah produk biologi yang berasal dari bakteri atau virus yang telah dilemahkan atau telah mati lalu dimasukkan ke dalam tubuh manusia. Vaksin berfungsi sebagai pelindung tubuh dari serangan bakteri dan virus. Di Indonesia, vaksin telah lama dikenalkan oleh pemerintah untuk memberikan perlindungan lebih kepada masyarakat, terutama […]](/wp-content/uploads/2018/08/vaksinasi-dan-imunisasi.jpg)

![Yang Perlu Sahabat Sehat Ketahui Tentang Vaksin Hepatitis B Vaksin hepatitis B diberikan untuk mencegah munculnya penyakit hepatitis B. Penyakit ini merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang dapat menyebabkan peradangan hati yang apabila tidak ditangani bisa membahayakan nyawa. Bahkan, virus ini 100 kali lebih ganas daripada HIV/AIDS. Tidak salah jika hepatitis B termasuk penyakit kronis.1 WHO memperkirakan lebih dari 680.000 orang meninggal […]](/wp-content/uploads/2020/08/vaksin-hepatitis-b.jpg)
![Perhatikan Jadwal Imunisasi Bayi yang Tepat Jadwal imunisasi bayi merupakan panduan yang diberikan untuk memberikan imunisasi kepada bayi, baik yang baru lahir maupun yang sudah berumur beberapa bulan. Jadwal imunisasi diperlukan supaya Sobat yang telah menjadi ibu sudah bisa mengetahui kapan waktu yang sangat tepat untuk memberikan imunisasi kepada buah hati. Namun, sebelum kita membahas lebih jauh mengenai jadwal imunisasi untuk […]](/wp-content/uploads/2020/07/vaksinasi-bayi.jpg)
![Pekan Imunisasi Dunia, Mari Ajak Lansia Divaksin Covid-19 Tanggal 24-30 April setiap tahunnya diperingati sebagai pekan imunisasi dunia (world immunization week). Tahun ini, Indonesia memanfaatkan momen pekan imunisasi dunia ini untuk mengajak masyarakat berusia lanjut agar mau divaksin Covid-19 meskipun sedang menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan. Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi Covid-19? Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah […]](/wp-content/uploads/2021/04/pekan-imunisasi-dunia.jpg)
![Efek Samping Vaksin Polio yang Perlu Kamu Ketahui Imunisasi sangat diperlukan untuk bayi dan balita dan banyak sekali macam-macam imunisasi, salah satunya adalah polio. Pemerintah mulai menggalakkan anak wajib imunisasi polio. Kenapa pemerintah mewajibkan anak untuk imunisasi polio? Karena imunisasi polio dapat mencegah penyakit yang akan diderita jika tidak diimunisasi. Baca Juga: Mengenal Penyakit Polio dan Vaksin untuk Mencegahnya Banyak manfaat yang bisa […]](/wp-content/uploads/2018/08/suntik-vaksinasi-bayi-imunisasi.jpg)
![Apakah Orang Dewasa Butuh Vaksinasi Difteri? Difteri merupakan penyakit infeksi saluran napas atas yang disebabkan oleh Corynebacterium diphtheriae. Difteri merupakan penyakit yang sangat menular. Baca Juga: Bagaimana Aturan Pemberian Vaksinasi Difteri pada Anak? Penularan terjadi lewat udara saat penderita bersin atau batuk Penyakit ini bisa berbahaya karena menyerang daerah nasofaring (tenggorokan), membentuk selaput semu (pseudomembran) di tenggorokan, menyebabkan penyumbatan saluran napas […]](/wp-content/uploads/2018/07/suntik-vaksin-dewasa.jpg)
![Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi Tingkat kesehatan anak dan bayi di Indonesia tergolong rendah sebab banyak dari mereka ternyata belum ada yang mendapatkan mendapatkan imunisasi dasar lengkap bahkan semenjak lahir pun belum pernah sama sekali diimunisasi secara lengkap. Hal tersebut berdasarkan data dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan yang menyatakan bahwa pada periode 2014-2016 terdapat 1,7 anak yang […]](/wp-content/uploads/2020/07/imunisasi-bayi-lengkap.jpg)

![Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi COVID-19? Mewabahnya COVID-19 di Indonesia membuat semua aktivitas rutin menjadi terganggu, termasuk imunisasi anak. Imunisasi pada anak dilakukan sebagai upaya membentuk kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit menular, seperti cacar, polio, tuberkulosis, hepatitis B, difteri, campak, dan rubella. Hal ini dikarenakan anak-anak, terutama bayi, masih rentan terserang penyakit. Berbagai penyakit dapat mempengaruhi pertumbuhan anak, seperti menyebabkan kecacatan, […]](/wp-content/uploads/2020/08/imunisasi-anak-di-masa-pandemi.jpg)
![Pentingnya Vaksin Flu Bagi Masyarakat Mayoritas orang tentu belum tahu betul bahwa vaksin flu sangat dibutuhkan. Vaksinasi flu dibutuhkan untuk mencegah penularan akibat terinfeksi influenza dalam jangka panjang. Baca Juga: Pentingnya Vaksinasi Flu Selama Pandemi Corona Sebab jika telah terserang, penyakit ini akan menimbulkan kekambuhan dengan disertai penyakit lain seperti penyakit asma dan penyakit ringan lainnya. Penularan influenza terjadi melalui […]](/wp-content/uploads/2018/08/pn-flu.jpg)
![Masih Kena TB padahal Sudah Imunisasi? TBC adalah salah satu penyakit yang menjadi momok untuk banyak orang karena penyakit ini menjadi faktor kematian terbesar yang dapat menyerang segala usia, alias juga bisa menyerang anak-anak di mana daya imun mereka belum terlalu baik. TBC diperkirakan menyebabkan kematian 14 persen lebih banyak daripada malaria dan AIDS dan 10 hingga 15 persen kasus TB […]](/wp-content/uploads/2018/07/Vaksin-BCG.jpg)

