Apa dan Bagaimana Penyebab Penyakit Polio Itu?
Moms, mungkin kita masih banyak yang belum begitu mengerti tentang apa yang dimaksud vaksin serta vaksin apa saja yang dibutuhkan oleh anak. Salah satu yang sangat penting adalah vaksin polio. Kurangnya pengetahuan serta kurangnya kesadaran masyarakat mengenai vaksin menjadi salah satu penyebab meningkatnya penyakit polio di Indonesia. Sebelum dibahas mengenai vaksin polio, ada baiknya kita mengetahui apa yang dimaksud dengan vaksin, apa itu vaksin polio, kapan waktu yang tepat bagi si anak untuk mendapatkan vaksin polio, serta apa yang dimaksud dengan polio, gejala yang mungkin ditimbulkan apabila sudah terjangkit virus polio serta apa saja yang dapat kita lakukan apabila sudah terjangkit polio.
Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Polio ke Rumah

Kita mulai dari membahas apa yang dimaksud dengan vaksinasi atau imunisasi, Vaksinasi merupakan suatu cara memasukan virus mati atau virus yang telah dilemahkan ke dalam tubuh manusia yang bertujuan dengan pemberian vaksin ini, sistem pertahanan tubuh mampu mengenali virus, sehingga sistem kekebalan tubuh dapat mengatasinya secara otomatis apabila suatu saat kita terinfeksi virus tersebut. Vaksinasi polio terdapat 2 jenis yaitu OPV (Oral Polio Vaccine) atau Imunisasi Polio Oral merupakan vaksinasi dari virus hidup yang sudah dilemahkan dan yang kedua adalah IPV (Injection Polio Vaccine) atau polio suntik yang menggunakan virus yang telah dimatikan atau dinonaktifkan dan diberikan dengan cara suntikan di lengan. Jadwal penyuntikan IPV ketika anak berusia 2 bulan, 4 bulan dan 6-18 bulan, sedangkan dosis penambah atau booster diberikan sejak anak berusia 6-8 tahun. Sedangkan OPV diberikan secara tetes di mulut anak sejak saat lahir, usia 2, 4, 6, 18 bulan.
Baca Juga: Jadwal Imunisasi Anak dan Bayi Terbaru dan Lengkap 2020
Sedangkan vaksinasi pada dewasa diberikan hanya kepada seseorang yang status vaksinasinya masih diragukan atau yang tidak pernah melakukan vaksinasi polio sama sekali sebelumnya dan apabila seseorang hendak mengunjungi negara dengan angka insiden polio tinggi. Vaksinasi polio dewasa diberikan dengan jarak waktu antara dosis pertama dan kedua, 4-8 bulan dan dosis ketiga, 6-12 bulan setelah pemberian dosis kedua.
Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Dewasa ke Rumah
Reaksi yang mungkin timbul akibat penyuntikan vaksinasi polio sangat ringan berupa kemerahan di tempat suntikan, demam ringan, reaksi ini bersifat sementara, apabila anak demam setelah imunisasi, maka lakukan pengompresan pada dahi, lipat paha serta lipat ketiak anak serta diberikan obat penurun panas. Sedangkan reaksi yang dapat terjadi karena penyuntikan OPV mungkin diare tapi hal ini sangat jarang terjadi.
Tidak semua anak dapat diimunisasi polio, misalnya anak sedang dalam kondisi demam atau tidak sehat, anak dengan riwayat alergi yang parah atau alergi terhadap obat tertentu, sebaiknya konsultasikan dahulu ke dokter sebelum melakukan vaksinasi.
Lalu, apakah yang terjadi bila kita menolak dilakukan imunisasi pada si kecil?
Tentunya anak kita tidak terhindar dari risiko infeksi virus polio.Polio merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus polio yang terdapat di tenggorokan dan di dalam saluran pencernaan, polio sangat mudah menular dan menyerang sistem saraf, pada pasien penderita polio dapat menimbulkan gejala kesulitan bernapas, kelumpuhan atau bahkan sampai terjadi kematian.
Indonesia bersama dengan regional Asia Tenggara telah mendapatkan sertifikat negara bebas polio dari WHO (World Health Organization) berkat program pemerintah yang serius untuk membasmi kasus polio. saat ini, negara endemis polio sangat berkurang drastis yaitu dari 125 negara menjadi hanya 3 negara yaitu Nigeria, Pakistan dan Afghanistan (data WHO tahun 2017).
Penyakit polio disebabkan oleh virus polio, yang dapat terinfeksi melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi dengan tinja atau kotoran yang mengandung virus polio, dari tetesan bersin atau batuk. Dalam tubuh manusia, virus ini menginfeksi tenggorokan sampai usus, bahkan sampai masuk ke aliran darah dan menyerang sistem saraf. Orang-orang yang berisiko terjangkit polio adalah anak-anak, wanita hamil, seseorang dengan imunitas rendah, serta seseorang yang tinggal dengan sanitasi yang buruk, misalnya belum ada toilet bersih di daerah tinggal serta sumber air minum yang buruk.
Apabila seseorang sudah positif terjangkit virus polio, awalnya tidak disadari karena tidak menimbulkan gejala yang berat. Masing-masing polio mempunyai gejala yang berbeda, yaitu:
Polio Non-Paralisis
Merupakan tipe polio yang tidak pernah mengalami kelumpuhan. Berikut ini gejala Polio non-paralisis:
- Demam lemah otot atau kaku, biasanya anggota gerak serta leher terasa sakit dan kaku.
- Muntah
- Demam
- Meningitis
- Sakit tenggorokan.
- Sakit kepala.
Gejala umum Polio Non paralisis umumnya dapat berlangsunng antara 1-10 hari.
Polio Paralisis
Polio jenis paralisis merupakan polio yang paling parah, gejalanya hampir sama dengan gejala non paralisis, yaitu pusing, sakit kepala, lemah otot, serta saluran pernapasan terganggu sampai kematian. Kelumpuhan pada polio jenis ini dapat terjadi hanya beberapa jam setelah infeksi virus polio. Polio paralisis dapat dibagi sesuai dengan bagian tubuh yang terjangkit misalnya batang otak, saraf tulang belakang ataupun campuran keduanya. Hal yang paling ditakuti dari polio tipe paralisis adalah kelumpuhan dari sistem pernapasan sehingga pernapasan menjadi terhambat atau bahkan tidak berfungsi sama sekali, hal ini diperlukan penanganan medis secara serius.
Baca Juga: Apa Saja Fakta tentang Polio yang Perlu Diketahui
Sindrom Pasca Polio
Sindrom pasca polio biasanya terjadi pada pasien yang pernah mengalami riwayat polio, 30-40 tahun yang lalu. Gejala yang terjadi dapat ringan sampai berat. Berikut gejala yang mungkin timbul pada sindrom pasca polio:
- Mudah lelah
- Tidak kuat menahan suhu dingin
- Gangguan tidur
- Gangguan mood atau suasana hati, dapat jatuh ke dalam kondisi depresi.
- Kelainan bentuk anggota gerak, lemah pada anggota gerak dan nyeri.
- Gangguan daya ingat
- Kesulitan bernapas atau menelan.
Apabila seseorang mengalami gejala di atas, untuk memastikan apakah benar terjangkit polio atau tidak, tentunya diperlukan berbagai tes untuk menegakkan diagnosis pasti. Mulai dari pemeriksaan fisik oleh dokter, pemeriksaan laboratorium seperti pemeriksaan darah, tinja serta cairan serebrospinal.
Sayangnya, belum ada pengobatan yang pasti untuk vaksin polio ini, hanya obat-obatan untuk menghilangkan gejala serta fisioterapi untuk mengurangi kekakuan anggota gerak. Oleh karena itu, pemerintah sangat menggalakkan untuk mengikuti program vaksinasi polio.
Selain vaksinasi, berikut ini langkah untuk mencegah penyakit polio:
- Selalu biasakan cuci tangan sebelum makan.
- Tutup makanan agar tidak dihinggapi lalat.
- Gunakan air minum dari air bersih yang sudah dimasak.
- Virus polio menyebar dari sanitasi yang buruk, sehingga usahakan di lingkungan tempat tinggal sudah dibangun sarana MCK yang memadai, sehingga warganya tidak buang air besar di sungai.
- Tutup hidung dan mulut dengan menggunakan masker atau sapu tangan apabila sedang batuk, pilek dan bersin.
- Makan makanan yang sehat.
- Istirahat yang cukup agar daya tahan tubuh meningkat sehingga tidak mudah terserang berbagai penyakit.
Nah, setelah membaca ulasan di atas, Moms tentunya sudah lebih mengetahui seputar penyebab polio dan lainnya bukan? Apabila ingin vaksinasi di Prosehat saja karena Prosehat menyediakan layanan vaksinasi anak ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:
- Produk dijamin asli
- Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
- Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
- Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
- Jadwal vaksinasi yang fleksibel
- Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian
Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.
Daftar Pustaka
- Poliomyelitis [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 7 September 2018]. Available from: who.int/news-room/fact-sheets/detail/poliomyelitis
- Ochmann S, Rosser M. Polio [Internet]. Our World in Data. 2017 [cited 7 September 2018]. Available from: ourworldindata.org/polio
- Semi Annual Status Report Polio July to December 2017 [Internet]. 3rd ed. Switzerland: Polio Global Eradication Initiative; 2018 [cited 5 September 2018]. Available from: polioeradication.org/wp-content/uploads/2018/05/who-polio-donor-report-july-december-2017-20180504.pdf
- Mehndiratta M, Mehndiratta P, Pande R. Poliomyelitis. The Neurohospitalist [Internet]. 2014 [cited 5 September 2018];4(4):223-229. Available from: Poliomyelitis Historical Facts, Epidemiology, and Current Challenges in Eradication.
Read More
![Apa dan Bagaimana Penyebab Penyakit Polio Itu? Moms, mungkin kita masih banyak yang belum begitu mengerti tentang apa yang dimaksud vaksin serta vaksin apa saja yang dibutuhkan oleh anak. Salah satu yang sangat penting adalah vaksin polio. Kurangnya pengetahuan serta kurangnya kesadaran masyarakat mengenai vaksin menjadi salah satu penyebab meningkatnya penyakit polio di Indonesia. Sebelum dibahas mengenai vaksin polio, ada baiknya kita […]](/wp-content/uploads/2018/08/hentikan-polio.jpg)

![Simak 9 Trik Memilih Makanan Rendah Kolesterol Kolesterol. Kolesterol adalah suatu penyakit yang membahayakan dan pastinya tidak ada seorang pun yang ingin mengalami hal ini. Memangnya bagaimana sih seseorang dikatakan mengalami penyakit kolesterol? Jawabannya tentu saja ketika kadar kolesterol mereka mencapai batas tinggi alias ketika melebihi batas normal, yaitu berada di atas angka 200 mg/dL. Lalu, apakah ada gejala lain yang menandakan […]](/wp-content/uploads/2015/11/fitosterom-musuh-kolesterol.jpg)




![Yuk, Simpan Resep MPASI 9 Bulan Berikut Ini! MPASI merupakan singkatan dari makanan pendamping ASI dan dapat diberikan sejak bayi menginjak usia 6 bulan. Seperti yang kita tahu, bayi tidaklah disarankan untuk mengonsumsi makanan apapun selain ASI ketika umur mereka belum menginjak usia 6 bulan. Kenapa sih kita perlu memberikan MPASI pada bayi? Jawabannya tentu saja untuk melancarkan pertumbuhan bayi serta kemampuan otot […]](/wp-content/uploads/2018/10/mpasi-9-bulan.jpg)
![Panduan Menyiapkan Makanan Bayi 6 Bulan Bayi Moms sudah berumur 6 bulan? Wah, waktunya ia untuk memulai makanan padat pertamanya, nih. Bagi sebagian Moms, hal ini adalah fase menggairahkan dan menyenangkan. Namun, beberapa juga merasa cemas, karena khawatir si kecil tidak bisa menerima makanan lain selain ASI. Yups, menurut American Academy of Pediatrics (AAP), bayi usia 6 bulan harus menerima kombinasi […]](/wp-content/uploads/2018/09/bayi-makan-sehat.jpg)



![Tujuan Imunisasi Polio yang Perlu Diketahui Penyakit polio adalah salah satu penyakit yang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia dan seringkali mereka yang mengalami penyakit ini terlihat dari bentuk kakinya yang beda daripada orang normal – yaitu cenderung berbentuk O. Polio sendiri merupakan salah satu penyakit yang sangat mudah menular antara satu orang ke orang lainnya, contohnya saja bisa […]](/wp-content/uploads/2018/08/polio-vaksin.jpg)
![Kenali Penyebab Flu di Lingkungan Kerja dan Penanganannya Sebuah survei yang dilakukan terhadap 7.000 karyawan dari berbagai perusahaan mendapatkan bahwa dalam 4 bulan, terdapat 2877 orang yang tidak masuk kerja karena sakit. Dari orang-orang tersebut, hingga 52% di antaranya tidak masuk kerja karena menderita flu. Apa yang sebenarnya menjadi penyebab flu di lingkungan kerja dan bagaimana penanganannya? Baca Juga: Langganan Batuk dan Pilek? […]](/wp-content/uploads/2018/10/karyawan-flu.jpg)
![Mau Olahraga? Eits, Sebelum Mulai, Santap 6 Makanan Berikut! Apakah Sobat gemar mengisi waktu luang dengan berolahraga? Atau bahkan saat hari libur tiba, justru waktunya bermalas-malasan bagi Anda? Yup! Olahraga belum menjadi aktivitas favorit bagi sebagian besar kaum muda masa kini. Sebaliknya, mungkin jalan-jalan ke pusat perbelanjaan atau bahkan wisata kuliner justru kian digemari. Padahal olahraga termasuk aktivitas fisik yang terencana dan terstruktur yang […]](/wp-content/uploads/2018/09/makanan-pembentuk-otot.jpg)



![7 Anjuran Asupan Makanan saat Anak Demam Moms, tahukah bahwa saat anak sakit demam, ternyata asupan makanan si kecil perlu diperhatikan. Demam merupakan kenaikan suhu tubuh, bila diukur dengan termometer diatas 38 derajat celcius. Menurut data IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) menyatakan kasus demam merupakan kasus konsultasi anak terbanyak di poliklinik. Sebenarnya, demam merupakan suatu proses alami tubuh sebagai respons perlawanan tubuh […]](/wp-content/uploads/2015/08/demam.jpg)



![Fungsi dan Manfaat Vaksin Hepatitis B Seperti yang kita tahu, vaksin jenisnya bermacam-macam dan tentu saja memiliki fungsi yang berbeda-beda antara satu vaksin dengan lainnya. Pemberian vaksin sejak dini adalah suatu hal yang disarankan mengingat tujuan utama vaksin adalah untuk melindungi kita dari berbagai penyakit yang dapat timbul dalam rentang waktu dekat ataupun beberapa tahun ke depan. Lalu vaksin apa sajakah […]](/wp-content/uploads/2018/07/hepatitis-B.jpg)