Seberapa Pentingkah Imunisasi MR Dilakukan?
Moms, berita tentang vaksin MR masih simpang siur kita dengar, mungkin Anda pernah mendengar rumor kalau vaksin MR bisa mengakibatkan autis pada anak, atau masalah lainnya. Lantas, sudahkah Moms memahami apa itu vaksinasi MR? Seberapa penting vaksin MR bagi kita?
Jadi, vaksinasi atau imunisasi merupakan suatu cara memasukkan virus/bakteri mati atau yang telah dilemahkan ke dalam tubuh manusia sehingga sistem pertahanan tubuh mampu mengenali virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh dan membentuk antibodi atau pertahanannya. Oleh karena itu, bila suatu saat terinfeksi virus tersebut, tubuh kita mampu melawannya. Vaksinasi MR merupakan kombinasi dari vaksin Campak atau Measles (M) serta vaksin Campak Jerman atau Rubella (R). Fungsi dari pemberian vaksinasi ini bertujuan untuk mencegah terjadinya infeksi yang disebabkan oleh virus Campak dan Rubella.
Sebelum membahas lebih jauh, mari kita bahas mengenai penyakit Campak (Measles) dan Rubella terlebih dahulu.
CAMPAK
Campak merupakan salah satu penyakit menular yang dapat menginfeksi anak, terutama pada seseorang yang tidak terlindungi vaksinasi sebelumnya, seseorang dengan gizi kurang serta sistem imun rendah (HIV, kanker, pasien dengan gangguan sistem imun).
Gejala yang dapat timbulkan jika seseorang terkena campak antara lain demam, gejala tampak seperti gejala flu (batuk, pilek, mata merah dan berair), disertai rash atau bercak kemerahan pada seluruh tubuh. Campak dapat memberikan efek penyakit lainnya seperti diare, tuli atau gangguan pendengaran, infeksi pada otak (ensefalitis) dan infeksi pada selaput otak (meningitis), infeksi paru (pneumonia), peradangan pada ovarium dan testis, dan efek yang paling paling fatal ialah kematian.
RUBELLA
Sedangkan Rubella atau campak jerman (Measles) sering sekali terjadi pada anak, remaja maupun ibu hamil yang dapat berakibat pada keguguran, bayi lahir cacat seperti tuli maupun kebutaan atau sampai terjadi bayi lahir mati. Gejala awal Rubella yaitu demam, radang tenggorokan, nyeri kepala, iritasi pada mata dan rash atau bercak merah pada seluruh tubuh.
Apabila kita tidak melakukan vaksinasi MR, maka ada kemungkinan terkena infeksi Campak dan Rubella, mengingat penularan dari orang ke orang sangat cepat. Saat ini, Vaksinasi MR (Measless Rubella) mulai digalakkan kembali, mengingat dampak yang ditimbulkan dari infeksi Campak dan Rubella yang cukup serius bahkan dapat berujung kematian. Sehingga, pemerintah cukup serius untuk menggalakan program imunisasi MR kembali. Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization), Indonesia menempati urutan ke 10 dengan kasus Campak terbanyak di Asia, saat ini Indonesia terdapat 4.897 kasus campak. sedangkan untuk kasus Rubella, Indonesia menempati urutan pertama di Asia, dengan total 1.853 kasus.
Indonesia masuk 10 besar kasus campak
Kementerian Kesehatan RI serta WHO atau Badan Kesehatan Dunia telah menyatakan bahwa imunisasi ini sangat aman diberikan, bahkan imunisasi MR telah diberikan pada lebih dari 141 negara di dunia serta izin beredarnya sudah disahkan oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), sehingga kita tidak perlu ragu lagi untuk menjalankan program pemerintah dalam mencegah penyebaran virus Campak dan Rubella.
Menurut program pemerintah, jadwal vaksinasi MR yang diberikan pemerintah ditargetkan khususnya untuk anak usia 9 bulan sampai 15 tahun. Dengan jadwal penyuntikan 9 bulan, 18 bulan serta usia 6 tahun (kelas 1 SD atau sederajat). Ibu hamil sebaiknya tidak melakukan vaksinasi MR, sebaiknya vaksinasi MR dilakukan kurang lebih 4 minggu sebelum merencanakan kehamilan.
Reaksi yang mungkin timbul setelah melakukan vaksinasi MR tidaklah serius. Gejala yang mungkin muncul seperti demam ringan, nyeri dan kemerahan di tempat penyuntikan. Namun, tidak semua orang dapat melakukan vaksinasi MR, ada beberapa kondisi dimana seseorang tidak dapat melakukannya, antara lain:
- Seseorang yang sedang mengalami penyakit yang serius atau memiliki hipersensitif atau alergi terhadap bahan vaksinasi.
- Wanita hamil.
- Sedang menderita kelainan sistem imun (HIV/AIDS, kanker, leukimia) atau menjalani pengobatan dengan imunosupressan, pengobatan dengan kortikosteroid, menjalani pengobatan kanker dengan kemoterapi.
- Baru saja donor atau transfusi darah. Apabila baru saja melakukan donor maupun transfusi darah disarankan untuk menunda vaksinasi dengan jarak minimal 3 bulan setelahnya.
- Sedang menderita infeksi paru-paru tuberkulosis (TBC).
- Baru saja mendapatkan vaksinasi selain MR, vaksinasi MR harus dijeda minimal 4 minggu setelah vaksinasi lain diberikan.
- Sedang kurang sehat misalnya demam atau terjangkit flu, diare atau penyakit lainnya, sebaiknya ditunda dulu vaksinasi MR.
- Seseorang yang menderita gangguan fungsi hati.
- Seseorang yang menderita gangguan fungsi ginjal.
- Seseorang yang sedang menderita gangguan fungsi darah, misalnya mempunyai riwayat kelainan pembekuan darah (darah sulit berhenti ketika mengalami luka).
Pada umumnya, pencegahan suatu penyakit tidak hanya dengan vaksinasi saja, namun ada beberapa hal yang tidak kalah pentingnya yang harus kita perhatikan juga, seperti:
- Selalu menjaga kebersihan tubuh, mandi secara rutin, selalu mencuci tangan sebelum memasukkan makanan ke dalam mulut atau bersalaman dengan seseorang yang sedang sakit.
- Lakukan aktivitas fisik setiap hari secara rutin, olah raga minimal 5 kali dalam seminggu, minimal selama 30 menit.
- Makan makanan yang bergizi seperti sayur dan buah-buahan, hindari makanan yang mengandung bahan yang berpengawet.
- Istirahat yang cukup, minimal 6-8 jam per hari.
- Minum air putih, minimal 8 gelas per hari.
Setelah membaca ulasan di atas, kini Moms sudah lebih tahu seputar vaksinasi MR bukan? Yuk, turut serta membantu program pemerintah dalam memberantas penyebaran Campak dan Rubella di Indonesia. Jika Anda masih membutuhkan informasi kesehatan lain, bisa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Bahkan tersedia layanan vaksinasi ke rumah loh. Info lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.
Daftar Pustaka
- Subuh H, Soepardi J, Yosephine P. Petunjuk Tehnis Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) [Internet]. 1st ed. Jakarta: Direktorat Jendral Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Kementrian Kesehatan; 2017 [cited 24 August 2018]. Available from: ibi.or.id/media/files/Kampanye%20dan%20Intro%20MR%20Final.pdf
- Measles Rubella Immunization Campaign in Java Island on Aug –Sep 2017 [Internet]. South-East Asia Regional Office. 2018 [cited 24 August 2018]. Available from: searo.who.int/indonesia/topics/immunization/MR_CAMPAIGN/en/
- Global Measles and Rubella Update 2018 [Internet]. Who.int. 2018 [cited 30 August 2018]. Available from: who.int/immunization/monitoring_surveillance/burden/vpd/surveillance_type/active/Global_MR_Update_August_2018.pdf?ua=1
- Reaching more children to get MR vaccine [Internet]. South-East Asia Regional Office. 2018 [cited 30 August 2018]. Available from: searo.who.int/indonesia/topics/immunization/mr_reaching/en/
- Information Sheet Observed Rate of Vaccine Reactions Measles, Mumps and Rubella Vaccines [Internet]. Who.int. 2018 [cited 30 August 2018]. Available from: who.int/vaccine_safety/initiative/tools/MMR_vaccine_rates_information_sheet.pdf
![Seberapa Pentingkah Imunisasi MR Dilakukan? Moms, berita tentang vaksin MR masih simpang siur kita dengar, mungkin Anda pernah mendengar rumor kalau vaksin MR bisa mengakibatkan autis pada anak, atau masalah lainnya. Lantas, sudahkah Moms memahami apa itu vaksinasi MR? Seberapa penting vaksin MR bagi kita? Jadi, vaksinasi atau imunisasi merupakan suatu cara memasukkan virus/bakteri mati atau yang telah dilemahkan ke […]](/wp-content/uploads/2018/07/Rubella-pada-anak-kecil.jpg)
![7 Cara Mengatasi Asam Lambung Sobat pernah merasakan masalah asam lambung? Duh, pasti cukup menyiksa ya! Keluhan akibat dari kelebihan asam lambung atau yang disebut sebagai dyspepsia ini dapat berupa rasa nyeri panas dan pedih di ulu hati, mual dan terkadang sampai muntah, perut terasa kembung, cepat merasa kenyang, dan sering bersendawa. Hal ini tentu mengganggu aktivitas Sobat sehari-hari. Kelebihan […]](/wp-content/uploads/2018/09/sakit-lambung-perih.jpg)



![Benarkah Teh Hijau Bantu Turunkan Kolesterol? Apa benar teh hijau dapat membantu menurunkan kolesterol? Sobat mungkin sudah sering mengonsumsi teh hijau dalam bentuk ragam makanan, tapi apakah benar teh hijau dapat menurunkan kolesterol dan membantu Sobat mengurangi risiko penyakit jantung? Mari kita bahas bersama-sama! Kadar kolesterol yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Menurut American Heart Association, total kadar […]](/wp-content/uploads/2018/09/teh-hijau.jpg)


![Trik Memberikan Finger Food untuk Bayi 8 Bulan Bayi Moms sudah berusia 8 bulan? Saatnya ia dikenalkan dengan camilan berupa finger food alias makanan yang bisa dipegang sendiri. Kira-kira, camilan atau finger food seperti apa yang cocok dan baik untuknya? Yuk, simak trik memberikan finger food untuk bayi 8 bulan berikut: Sesuai istilahnya, finger food merupakan makanan yang mudah dimakan oleh bayi dan […]](/wp-content/uploads/2018/09/bayi-sehat.jpg)
![6 Tips Bisa Makan Enak, Tapi Jantung Tetap Sehat Salah satu nasihat yang sering kita dengaruntukmenjagakesehatanjantungadalahpola makan yang harus sangat terjaga. Telah banyak penelitian yang menunjukkan hubungan yang erat antara kesehatan jantung dengan nutrisi makanan dan pola diet. Namun di balik itu, kita tetap bisa menyajikan makanan enak dalam menu keseharian. Pola makan yang sehat adalah pola makan yang tetap menyertakan banyak jenis makanan […]](/wp-content/uploads/2018/09/jantung-sehat.jpg)


![Benarkah Cokelat Tak Selamanya Berdampak Buruk? Apakah Sobat termasuk penggemar cokelat? Yup, cokelat merupakan salah satu makanan yang disukai berbagai kalangan tanpa memandang umur dan status sosial. Cokelat digemari karena teksturnya, aromanya yang menggugah selera, dan rasanya yang unik yaitu kombinasi antara rasa manis dan pahit. Selama ini, cokelat banyak dikenal karena efek buruknya terhadap kesehatan, seperti meningkatkan berat badan, memicu […]](/wp-content/uploads/2018/09/coklat.jpg)

![Pastikan MPASI Si Kecil Mengandung Nutrisi Penting Ini! Saat memberikan makanan pendamping ASI pada bayi, pernahkah Moms bertanya-tanya, apakah MPASI si kecil sudah memenuhi asupan gizi seimbang? Ya, pada usia 6 bulan, bayi Moms mulai membutuhkan lebih banyak kalori, dan lebih banyak nutrisi. Sebenarnya, kandungan nutrisi apa saja yang dibutuhkan oleh bayi 6 bulan? Yuk, Moms, simak ulasan berikut! Kebutuhan Kalori Bayi 6-24 […]](/wp-content/uploads/2018/09/bayi-makan-sehat.jpg)
![Apa Beda Vaksin yang Bikin Anak Demam dan Tidak? Ketika buah hati Moms jatuh sakit, tentu kecemasan melanda Sobat ya. Tentu tak akan ada satu pun ibu yang tidak khawatir. Berbagai cara tentu dilakukan seorang ibu agar si kecil kesayangannya tetap sehat dan bugar. Seperti kita ketahui, vaksin merupakan salah satu hal terpenting untuk kesehatan si buah hati. Pemberian vaksin akan membuat anak terlindung […]](/wp-content/uploads/2018/09/anak-kena-suntik.jpg)

![7 Asupan untuk Mengusir Mual Sahabat pasti pernah merasakan mual, bukan? Mual adalah suatu kondisi yang tidak nyaman dan terasa menekan di area perut, biasanya disertai dorongan ingin muntah. Namun, mual tidak melulu disertai dengan muntah. Banyak hal yang bisa memicu mual antara lain virus penyakit, kondisi pencernaan yang tidak sehat, kehamilan, efek kemoterapi, mabuk perjalanan, atau bahkan bau yang […]](/wp-content/uploads/2018/05/mual-dan-muntah.jpg)


![6 Kunci Rahasia Menciptakan Otak Sehat Tahukah Sobat kalau apa yang kita makan itu menentukan bagaimana keadaan tubuh kita? Rupanya makanan sehat tak hanya untuk kesehatan badan tapi juga untuk menjaga kesehatan otak. Nutrisi yang terkandung dalam beberapa jenis makanan tertentu diketahui dapat memberikan efek positif pada otak kita, seperti mencegah penurunan fungsi kognitif otak (fungsi mengingat, berpikir, konsenstrasi), mencegah penyakit […]](/wp-content/uploads/2018/11/otak-pintar.jpg)

