Cara Mengatasi Rasa Kesepian di Tengah Pandemi
Pandemi virus Corona yang masih mewabah hingga saat ini memang membawa dampak yang cukup besar. Tidak hanya pada kesehatan fisik saja, tetapi juga pada kesehatan mental. Banyak orang yang merasakan kesepian di tengah pandemi ini. Perasaan tersebut muncul saat harus membatasi diri melalui isolasi yang diterapkan pemerintah.
Baca Juga: Penyebab Gangguan Mental yang Perlu Dideteksi Sejak Dini
Isolasi yang diterapkan tersebut memang bertujuan untuk mencegah penyebaran virus secara massif dan terkontrol. Rasa kesepian yang muncul karena isolasi bisa disebabkan karena yang diisolasi positif Covid-19, ditinggal anggota keluarga yang menderita virus tersebut serta tidak bebasnya untuk bepergian ke luar.
Psikolog klinis Rosalina Vauli, seperti dilansir dari CNN Indonesia, menyatakan bahwa kesepian yang dialami seseorang di masa pandemi dapat menyebabkan kesehatan mental. Banyak yang mengatakan bahwa efeknya bisa berupa depresi walaupun sebenarnya cukup berbeda antara depresi dan kesepian.
Depresi lebih pada masalah emosional seperti menyalahkan diri sendiri sedangkan kesepian lebih pada pada penghayatan kondisi sepi dan sendirian serta isolasi sosial. Orang yang merasa kesepian tidak harus dalam kondisi sendiri, tetapi di tengah keramaian juga akan merasakan kesepian. Rasa ini banyak yang tidak tahu sama sekali penyebabnya.
Apa yang Terjadi Jika Seseorang Mengalami Kesepian Bahkan Berkepanjangan?
Pandemi Covid-19 yang belum diketahui dengan pasti kapan berakhirnya tentunya akan dapat menyebabkan seseorang mengalami kesepian yang cukup panjang. Hal ini tentu saja akan memberikan dampak negatif pada tubuh seperti berpikiran buruk terus-menerus, dan mengalami masalah tidur serta interaksi dengan orang lain.
Baca Juga: Gangguan Kesehatan Jiwa, dari Penyebab Hingga Cara Mengatasi
Hal-hal tersebut tentu saja tidak bisa dilihat secara langsung oleh orang lain seperti halnya orang yang tengah menderita kesehatan fisik. Pada akhirnya kebanyakan orang akan menilai bahwa yang bersangkutan baik-baik saja, dan tidak ada kepedulian lagi setelahnya untuk memberikan pertolongan. Sebab, jika dibiarkan hal ini dapat memberikan dampak yang cukup negatif bagi diri sendiri dan orang lain.
Lalu Bagaimana Caranya?
Berikut ini adalah beberapa cara untuk membantu mengatasi kesepian di tengah pandemi yang dapat Sahabat coba ke diri sendiri dan orang lain.
Buat Waktu Berkualitas untuk Diri Sendiri
Membuat waktu berkualitas untuk diri sendiri me time quality adalah satu cara untuk dapat mengatasi kesepian di masa pandemi. Cara yang bisa dilakukan adalah melakukan meditasi atau perenungan terhadap diri selama setengah jam atau satu jam. Lakukanlah secara perlahan, mulai dari hitungan menit lalu meningkat jadi belasan menit.
Selain itu, Sahabat s harus dapat mengenali diri sendiri secara perlahan dan utuh sehingga hal ini dapat membuat diri rileks dan nyaman. Caranya adalah luangkan waktu jeda dengan tidak melakukan apa-apa sama sekali. Hal ini akan dapat memunculkan memori-memori di masa silam dan imajinasi masa depan yang menakutkan. Sahabat bisa memberikan analisis cara untuk mencegah dan mengatasinya.
Lakukan Hal-hal yang Membuat Bahagia
Cara melawan kesepian sebenarnya cukup sederhana tapi banyak orang yang tidak menyadarinya, yaitu menciptakan rasa kebahagiaan. Hal tersebut sebenarnya bisa dilakukan saat Sahabat melakukan hal-hal yang menurut Sahabat menyenangkan.
Baca Juga: Manfaat Belanja Online untuk Menghilangkan Stres Karena Pandemi Covid-19
Apabila Sahabat menyukai kegiatan yang bersifat visual seperti menggambar dan melukis, lakukan saja jika hal tersebut benar-benar dapat menciptakan rasa bahagia untuk mengusir rasa kesepian yang timbul. Sebab, ada aspek kegembiraan yang lama hilang di dalamnya. Hal ini setidaknya untuk menghindari juga perasaan ikut-ikutan terhadap hal-hal baru yang belum bisa dikuasai karena jika ikut-ikutan, Sahabat malah akan menjadi stres sehingga Sahabat malah tidak menjadi bahagia.
Berkomunikasi Secara Online dengan Teman
Apabila Sahabat butuh teman bicara karena merasakan kesepian di tengah pandemi, Sahabat juga bisa melakukan komunikasi secara online dengan teman dekat atau keluarga. Ketika Sahabat bisa berkomunikasi meski secara online, Sahabat akan merasakan energi positif bagi tubuh.
Meningkatkan Aktivitas Fisik
Melawan kesepian juga dilakukan dengan melakukan dan meningkatkan aktivitas-aktivitas fisik seperti berolahraga. Ketika Sahabat melakukannya ada efek menyenangkan yang didapat setelah selesai dengan hal tersebut.
Efek menyenangkan itu sangat bagus tak hanya untuk kesehatan fisik tetapi juga untuk kesehatan mental. Untuk hal ini Sahabat bisa melakukannya secara perlahan setiap harinya, dan catat setiap kemajuan yang ada.
Memelihara Hewan
Memelihara hewan juga dapat menjadi terapi untuk melawan kesepian karena hewan yang dipelihara itu bisa menjadi teman interaksi. Meski begitu, Sahabat disarankan untuk selektif dalam memiliki hewan peliharaan.
Untuk masa pandemi ini, hewan yang dianjurkan dipelihara adalah dari kelompok mamalia seperti kucing dan anjing karena hewan-hewan ini juga bisa memberikan feedback secara emosional kepada Sahabat. Sedangkan untuk kelompok reptil tidak disarankan karena reptil tidak mempunyai emosi yang berkembang.
Hindari Media Sosial
Banyak orang yang merasa kesepian, stres, dan depresi justru melarikan dirinya ke media sosial sebagai obat penenang. Alih-alih mendapatkan ketenangan, justru hal-hal negatif yang akan Sahabat dapatkan. Sebab, media sosial malah menjadi ajang pamer dan membanding-bandingkan kondisi. Tentu hal tersebut belum dapat diterima semua orang termasuk Sahabat.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Kesepian yang Sahabat Alami Menjadi Kronis?
Apabila Sahabat benar-benar mengalami hal yang demikian, disarankan untuk segera menghubungi psikolog demi menjalani konsultasi dan terapi yang sesuai dengan kondisi yang dialami Sahabat. Setidaknya, mereka akan membantu Sahabat dalam permasalahan ini.
Baca Juga: 7 Kiat Mengelola Stres Kapan Terbeban Covid-19 Berakhir
Itulah beberapa cara mengatasi kesepian di tengah pandemi yang bisa Sahabat lakukan ketika mengalami kesepian. Sahabat juga konsultasi mengenai perasaan kesepian ini di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.
Referensi:
- Cara Mengatasi Kesepian, Mulai dari Kenali Diri Sendiri [Internet]. gaya hidup. 2021 [cited 1 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210202151125-284-601368/cara-mengatasi-kesepian-mulai-dari-kenali-diri-sendiri
- Kesepian, Pemantik Masalah Kesehatan Mental [Internet]. gaya hidup. 2021 [cited 1 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210205195232-260-602939/kesepian-pemantik-masalah-kesehatan-mental
- Pandemi Bikin Orang Merasa Kesepian, Gangguan Mental? : Okezone Tren [Internet]. https://www.okezone.com/. 2021 [cited 1 March 2021]. Available from: https://www.okezone.com/tren/read/2020/11/02/620/2302789/pandemi-bikin-orang-merasa-kesepian-gangguan-mental
![Cara Mengatasi Rasa Kesepian di Tengah Pandemi Pandemi virus Corona yang masih mewabah hingga saat ini memang membawa dampak yang cukup besar. Tidak hanya pada kesehatan fisik saja, tetapi juga pada kesehatan mental. Banyak orang yang merasakan kesepian di tengah pandemi ini. Perasaan tersebut muncul saat harus membatasi diri melalui isolasi yang diterapkan pemerintah. Baca Juga: Penyebab Gangguan Mental yang Perlu Dideteksi […]](/wp-content/uploads/2021/03/kesepian-di-tengah-pandemi.jpg)

![Cara Mencegah Kecanduan Game Online di Tengah Masa Pandemi Pandemi Covid 19 secara drastis mengubah kehidupan banyak orang, mulai dari penerapan protokol kesehatan hingga aturan sekolah dan bekerja dari rumah. Tidak jarang hal ini menyebabkan munculnya rasa bosan, banyak anak dan remaja akhirnya bermain game online sebagai cara untuk mengusir rasa bosan. Baca Juga: Belajar Bahasa Asing Saat WFH, Inilah Dampaknya bagi Kesehatan Bermain […]](/wp-content/uploads/2021/03/mencegah-kecanduan-game-online.jpg)
![Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Autoimun dalam Tubuh? Penyakit autoimun terjadi akibat kekeliruan sistem kekebalan tubuh dalam mengganggap bagian tubuh seperti sel-sel sehat sebagai virus dan bakteri asing, jika dibiarkan berlarut-larut akan sangat berpengaruh pada kesehatan seseorang. Beberapa penyakit autoimun dapat mepengaruhi lebih dari satu bagian tubuh. Baca Juga: Sering Kesemutan di Tangan dan Kaki Pertanda Penyakit Apa? Beberapa gejala penyakit ini tergantung […]](/wp-content/uploads/2021/03/mencegah-penyakit-autoimun.jpg)

![9 Jenis Penyakit Autoimun yang Sering Terjadi Pada Tubuh Salah satu syarat penerima vaksin Corona adalah tidak menderita penyakit autoimun. Alasannya, untuk menghindari efek samping parah yang tidak diinginkan. Hal ini berdasarkan rekomendasi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). Meski diperbolehkan disuntik vaksin tentunya harus melalui beberapa pertimbangan. Baca Juga: Seperti Apa Syarat Penerima Vaksin Covid-19? Apa itu Penyakit Autoimun? Penyakit autoimun […]](/wp-content/uploads/2021/03/jenis-penyakit-autoimun.jpeg)
![Setahun Covid-19 di Indonesia Ditandai dengan Munculnya Varian Baru Virus dari Inggris Setahun sudah pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Dalam satu tahun tersebut tercatat pasien terinfeksi hingga Selasa, 2 Maret 2020 mencapai 1.347.026 kasus, dengan perincian jumlah kasus sembuh sebanyak 1.160.863 orang, dan meninggal 36.518 orang. Selama setahun terakhir pemerintah telah menetapkan beberapa kebijakan, seperti pemberlakuan protokol kesehatan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dan kebijakan bekerja dari rumah. Baca Juga: Pemerintah Meminta Masyarakat […]](/wp-content/uploads/2021/03/setahun-covid-19-di-Indonesia.jpg)
![Vaksinasi Corona untuk Tenaga Pendidik Demi Mendukung Sekolah Tatap Muka Juli 2021 Vaksinasi Corona untuk tenaga pendidik, seperti guru dan dosen telah dimulai pada Rabu, 24 Februari 2021. Tahap pertama vaksinasi dilaksanakan di Provinsi DKI Jakarta, dan nantinya akan diikuti dengan penyuntikan vaksin kepada tenaga pendidik di provinsi lainnya. Baca Juga: Kebijakan Vaksinasi Gotong Resmi Dikeluarkan Para tenaga pendidik ini adalah prioritas penerima vaksin. Program vaksinasi pada […]](/wp-content/uploads/2021/03/vaksinasi-corona-untuk-tenaga-pendidik.jpg)
![Kalung Tali Masker di Masa Pandemi Corona, Adakah Manfaatnya? Masker sudah menjadi bagian gaya hidup dari banyak orang di seluruh dunia saat pandemi Corona ini. Hal ini karena masker berfungsi untuk mencegah penularan virus dan memakai masker menjadi sebuah keharusan untuk setiap orang saat beraktivitas di luar rumah. Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya Keberadaan masker sebagai salah satu benda wajib […]](/wp-content/uploads/2021/03/kalung-tali-masker.png)
![Mengenal Coronaphobia, Ketakutan Berlebihan Terhadap Virus Corona Virus Corona memang salah satu virus yang dapat mematikan. Keberadaannya hingga saat ini telah menginfeksi dan mematikan jutaan nyawa di dunia, termasuk di Indonesia. Belum ada obat pasti untuk mematikan virus SARS CoV-2 ini. Tindakan terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan upaya pencegahan, seperti pemberlakuan protokol kesehatan dan vaksinasi. Baca Juga: Mengenal Trypanophobia, Fobia Jarum […]](/wp-content/uploads/2021/03/coronaphobia.jpeg)
![Berikut Harga Vaksin Covid-19 yang Perlu Sahabat Ketahui Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor Nomor H.K.01.07/Menkes/9860/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin untuk Pelaksanaan Vaksinasi Corona Virus Disease (Covid-19), Indonesia menetapkan beberapa jenis vaksin yang bisa digunakan di Indonesia. Namun kenyataannya, tidak semua orang bisa mendapatkan vaksin berbayar. Masyarakat juga perlu mengetahui harga vaksin Covid-19. Salah satu faktor dalam keberhasilan vaksinasi global adalah harga vaksin yang […]](/wp-content/uploads/2021/03/Harga-Vaksin-Covid-19.jpg)

![Seperti Apa Syarat Penerima Vaksin Covid-19? Pandemi Covid-19 masih terus terjadi di seluruh dunia. Bahkan makin hari, jumlah orang yang terpapar masih terus meningkat. Begitupun juga dengan kematian akibat Covid-19. Guna mencegah semakin banyaknya orang yang terpapar Covid-19, Indonesia dan negara di seluruh dunia memberikan vaksin kepada warga negaranya. Namun, ternyata tidak semua orang bisa menerima vaksin. Skrining penerima vaksin dilakukan […]](/wp-content/uploads/2021/03/syarat-penerima-vaksin-covid-19.jpeg)
