Yuk, Sahabat, Ketahui dan Waspadai Mitos Vaksin COVID-19 Berikut!
Beberapa negara sudah mengupayakan berbagai pencegahan virus Covid-19, termasuk pemerintah Indonesia berencana akan memulai penyuntikan vaksinasi di bulan Januari 2020. Vaksin COVID-19 yang akan tiba di Indonesia disebut dapat melindungi diri dari virus dengan tahap pertama penyuntikan ditujukan pada petugas kesehatan.
Baca Juga: Sahabat Sehat, Yuk, Jangan Takut Vaksin Covid-19
Sebagian masyarakat sentimen dengan kabar vaksin COVID-19 dan mempertanyakan keefektifan vaksin COVID-19, praktik keamanannya, standar keamanannya dan tujuan dari vaksin tersebut karena sering mendapatkan informasi yang salah dan beredar di media.
Padahal sangat penting untuk mencari tahu secara detail, membaca dan menyaring terlebih dahulu informasi mengenai vaksin Corona. Beredarnya mitos vaksin COVID-19 ini menjadi penghambat rencana pemerintah dalam mengantisipasi virus yang terus merajalela.
Beberapa mitos vaksin COVID-19 yang tidak perlu Sahabat percaya!
1. Isu halal/haramnya vaksin
Isu halal/haramnya vaksin hanya terjadi pro dan kontra di Indonesia, vaksin sama sekali tidak mengandung bagian dari babi. Pemicunya adalah ada kandungan Trypsin yang dipinjam dalam enzim babi untuk hasil akhir yang lebih baik, agar dapat komponen vaksin maksimal.
Padahal enzim akan dimurnikan kembali agar komponen sementara tidak ikut masuk pada vaksin yang telah steril, apabila jika ada komponen sementara yang ikut masuk ke dalam vaksin, maka hasil akhir produksi hanya virus saja yang masuk ke vaksin tersebut.
Faktanya, MUI sudah menyatakan bahwa vaksin COVID-19 halal. Artinya, vaksin COVID-19 steril dan tidak membawa bagian dari babi sekecil apa pun.
2. Menyebabkan autisme
Thimerosal adalah salah satu bahan kandungan yang digunakan untuk vaksin COVID-19. Sebelumnya, thimerosal pernah dihapuskan oleh Amerika Serikat karena takut kandungannya dapat memicu penyebab autisme.
Baca Juga: Apakah Benar Imunisasi MMR Menyebabkan Autisme?
Setelah dihapus dan bahan ini tidak digunakan lagi, faktanya kategori autisme di Amerika Serikat sama sekali tidak menurun. Masyarakat perlu tahu bahwa bahan thimerosal digunakan pada vaksin sebagai bahan pengawet vaksin.
3. Dapat mengubah DNA
Vaksin COVID-19 berbasis Vaksin MRNA berfungsi untuk menginstruksi pembuatan protein dalam tubuh dan kemudian sistem kekebalan alami akan meresponsnya.
Kebanyakan vaksin dikembangkan memang untuk membuat dan memberikan protein dalam tubuh atau memberikan komponen kecil dari virus yang kita coba untuk vaksin. Jadi MRNA tidak mengubah DNA sel manusia ya.
4. Mempengaruhi fertilitas
Banyak kabar yang memberikan informasi salah tentang vaksin COVID-19 ini mengganggu fertilitas atau kesuburan untuk memiliki keturunan, padahal vaksin yang diberikan sama sekali tidak menyebabkan infertilitas.
Baca Juga: Benarkah Vaksin Covid-19 Menyebabkan Kemandulan?
5. Memiliki zat yang berbahaya
Vaksin yang telah diedarkan ke masyarakat secara massal harus sudah memenuhi syarat keamanan bahan produksinya, efektif, efisien dalam biaya dan stabil.
Berarti jika vaksin sudah beredar massal dan pemerintah sudah mulai menyuntikkan vaksin COVID-19 ke beberapa masyarakat, terutama masyarakat yang diprioritaskan di Indonesia, vaksin tersebut sudah di bawah montoring atau sudah BPOM.
Apabila ada bahan yang memiliki efek samping yang tidak diinginkan sewaktu-waktu vaksin tersebut akan ditarik massal secara paksa.
6. Vaksin tidak dipercaya, karena memproduksinya dalam waktu cepat
Para ahli dalam dan 1.000 relawan membuat vaksin covid melalui uji klinis beberapa kali. Dalam tahap uji klinis terakhir vaksin Pfizer-BioNtech dan Moderna ditemukan 95% dan 94,1% efektif masing-masing vaksin dalam mencegah infeksi virus COVID-19 yang sangat parah.
Baca Juga: BPOM Resmi Keluarkan Penggunaan Izin Darurat untuk Vaksin AstraZeneca
Vaksin yang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan AstraZeneca juga memiliki kemanjuran dalam mencegah virus COVID-19 sebanyak 70%. Jadi, pembuatan vaksin ini, melalu beberapa tahap produksi dan uji klinis yang sangat intensif, ketat dan tidak asal-asalan.
7. Menularkan virus COVID-19
Pengetahuan vaksin Universitas Oxford sudah menjelaskan bahwa vaksin Oxford dan AstraZeneca memproduksi vaksin dengan bahan aktif dari adenovirus yang sudah dimodifikasi.
Virus ini berguna untuk mengirimkan kode genetik untuk protein lonjakan COVID-19. Jadi virus yang ada di dalam vaksin itu tidak mengandung virus hidup dan diproduksi, baik dari Pfizer-BioNtech maupun Moderna.
8. Setelah divaksin, bebas dari protokol kesehatan
Kemungkinan besar setelah divaksin akan tetap bisa terinfeksi virus COVID-19. Karena itu, tetap waspada dan jangan menyepelekan protokol kesehatan.
Vaksin COVID-19 berpengaruh manjur sebanyak 70%. Artinya, Sahabat akan tetap bisa terinfeksi virus COVID-19 dan bukan berarti virus COVID-19 tidak bisa masuk dalam tubuh atau mati, semua tergantung kondisi tubuh atau imunitas masing-masing.
Baca Juga: Mengapa Tubuh Masih Terpapar Virus Meski Sudah Divaksin?
Para ahli harus memberikan klarifikasi langsung dan pemahaman awam kepada masyarakat berupaya untuk menghindari informasi mitos seputar vaksin yang salah dan tidak masuk akal, karena masih ada sedikit dari masyarakat yang meragukan keamanan dalam vaksin COVID-19 tersebut yang masih dalam tahap percobaan.
Mitos seputar vaksin masih banyak sekali beredar di kalangan masyarakat, dan masyarakat harus pandai-pandai memilah informasi secara detail dan masuk akal, tinggalkan informasi yang tidak masuk akal dan harap berhati-hati untuk menyebarkan informasi yang tidak pasti.
Produk Terkait: Chat Dokter 24 Jam
Untuk informasi mengenai vaksin ini Sahabat bisa konsultasi langsung dengan para dokter di Prosehat selama 24 jam. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.
Referensi
- COVID-19 W. Mitos Vaksin Salah, Faktanya Vaksin Aman – Berita Terkini | Covid19.go.id [Internet]. covid19.go.id. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://covid19.go.id/p/berita/mitos-vaksin-salah-faktanya-vaksin-aman
- 5 Mitos vs Fakta Seputar Vaksin Covid-19 | Lifestyle – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://lifestyle.bisnis.com/read/20210108/106/1340298/5-mitos-vs-fakta-seputar-vaksin-covid-19
- Azizah K. Vaksinasi COVID-19 Sebentar Lagi, Mitos Soal Vaksin Ini Tak Perlu Dipercaya [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5214208/vaksinasi-covid-19-sebentar-lagi-mitos-soal-vaksin-ini-tak-perlu-dipercaya
- Mitos Vaksin Covid-19: Ubah DNA Manusia hingga Menularkan Virus [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4465139/mitos-vaksin-covid-19-ubah-dna-manusia-hingga-menularkan-virus
- Media K. Perlu Tahu, Ini Penjelasan WHO soal Mitos dan Fakta Vaksin Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2021/02/08/190300365/perlu-tahu-ini-penjelasan-who-soal-mitos-dan-fakta-vaksin-covid-19?page=all
Read More
![Yuk, Sahabat, Ketahui dan Waspadai Mitos Vaksin COVID-19 Berikut! Beberapa negara sudah mengupayakan berbagai pencegahan virus Covid-19, termasuk pemerintah Indonesia berencana akan memulai penyuntikan vaksinasi di bulan Januari 2020. Vaksin COVID-19 yang akan tiba di Indonesia disebut dapat melindungi diri dari virus dengan tahap pertama penyuntikan ditujukan pada petugas kesehatan. Baca Juga: Sahabat Sehat, Yuk, Jangan Takut Vaksin Covid-19 Sebagian masyarakat sentimen dengan kabar […]](/wp-content/uploads/2021/03/mitos-vaksin-covid-19.jpg)


![Cara Penderita Penyakit Ginjal Menghadapi Covid-19 Bagaimanakah cara penderita penyakit ginjal menghadapi Covid-19? Hal ini tentu menjadi pertanyaan yang cukup menyita perhatian karena ternyata orang yang menderita penyakit tersebut rentan terhadap Covid-19. Penderita Covid-19 banyak yang mempunyai penyakit komorbid atau penyerta. Penderita penyakit ginjal menduduki posisi pertama dengan risiko kematian sebesar 13,7 kali lipat. Di tempat kedua ada penyakit jantung dan […]](/wp-content/uploads/2020/12/cara-penderita-penyakit-ginjal-menghadapi-covid-19.jpg)

![BPOM Resmi Mengeluarkan Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin AstraZeneca Setelah Sinovac, kini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyetujui penggunaan darurat untuk vaksin produksi AstraZeneca dari Inggris. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BPOM, Penny Lukito, dalam jumpa pers virtual pada Selasa, 9 Maret 2021. Baca Juga: BPOM Keluarkan Izin Darurat untuk Vaksin Sinovac Pemberian izin penggunaan darurat ini berdasarkan efikasi vaksin sebesar 62,1% dari […]](/wp-content/uploads/2021/03/izin-penggunaan-darurat-untuk-vaksin-AstraZeneca.jpg)
![Sakit Kepala Setelah Vaksinasi Covid-19? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya Vaksinasi Covid-19 sudah dilakukan beberapa negara termasuk Indonesia pada awal tahun 2021. Beberapa melaporkan adanya efek samping yang dialami setelah divaksin, seperti demam dan sakit kepala. Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19 Satuan Tugas Covid-19 menjelaskan bahwa efek samping yang dapat dialami beragam dan umumnya bersifat ringan seperti demam, nyeri otot, dan ruam. […]](/wp-content/uploads/2021/03/sakit-kepala-setelah-vaksinasi-Covid-19.jpg)
![Covid-19 Akan Menjadi Endemik, Apa Perbedaannya dengan Pandemi? Covid-19 yang sekarang menjadi pandemi akan menjadi endemik. Itulah yang diungkapkan oleh epidemiolog Dicky Budiman dari Griffith University, Australia. Hal itu berdasarkan pengamatannya jika melihat pada perkembangan dan mutasi virus selama ini. Prediksi ini ia sudah ungkapkan pada Mei 2020 lalu. Baca Juga: Covid-19 Disebut Sebagai Sindemi, Apa Itu? Hal serupa diungkapkan pula oleh para […]](/wp-content/uploads/2021/03/covid-19-akan-menjadi-endemik.png)

![Mengapa Makanan Pedas Menyebabkan Diare? Berikut Penjelasannya! Ragam kuliner Indonesia diketahui bercita rasa pedas, dan kebanyakan orang Indonesia memang menyukai rasa pedas dalam makanan sebab memberikan sensasi saat menyantap makanan. Baca Juga: Perhatikan Makanan Ini Saat Bumil Diare? Cita rasa pedas dalam masakan Indonesia saat ini menjadi daya tarik. Tak hanya karena tampilan yang menarik, tetapi juga tingkat kepedasan dalam makanan tersebut. […]](/wp-content/uploads/2021/03/makanan-pedas-menyebabkan-diare.jpg)
![Waspadai! 4 Gangguan Kesehatan Saat WFH dan Tips Pencegahannya Demi menekan penularan Covid-19, saat ini banyak perusahaan yang memberi kebijakan karyawannya agar bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Kebijakan ini dirasa mampu mengatasi berbagai macam kekhawatiran dari banyak pihak, terutama bagi karyawan. Baca Juga: Inilah Akibat Bekerja Sembari Rebahan Saat WFH bagi Kesehatan Gangguan Kesehatan yang Harus Diwaspadai Saat WFH Meskipun terdengar […]](/wp-content/uploads/2021/03/gangguan-kesehatan-saat-WFH.png)

![Berikut 5 Alat Pemantau Kesehatan yang Wajib Sahabat Punya di Masa Pandemi! Pada masa pandemi seperti ini, kesehatan menjadi prioritas utama dalam mencegah tertularnya virus penyebab Covid-19. Memantau kesehatan pun kini menjadi wajib hukumnya, terutama bagi penderita penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi, diabetes, masalah pernapasan, dan penyakit jantung. Baca Juga: Cara Penderita Hipertensi Menghadapi Covid-19 Untuk itu pemerintah mengimbau masyarakat agar memiliki beberapa alat kesehatan di […]](/wp-content/uploads/2021/03/alat-pemantau-kesehatan.jpg)
![Yuk, Sahabat Sehat, Ketahui Dampak Kecanduan Game Online di Tengah Pandemi Bagi Kesehatan Mental Bermain game online di waktu luang atau saat merasa jenuh memang sangat menyenangkan. Apalagi di masa pandemi Covid-19, banyak waktu luang yang dimiliki banyak orang karena berdiam diri di rumah. Game online bisa berdampak positif apabila memang dimanfaatkan sebagai hiburan. Namun, game online juga mempunyai dampak yang buruk bagi kesehatan. Baca Juga: Cara Mencegah Kecanduan […]](/wp-content/uploads/2021/03/dampak-kecanduan-game-online-di-tengah-pandemi.jpg)
![Dampak Perselingkuhan di Tengah Pandemi Bagi Kesehatan Mental Apa Saja? Pandemi Covid-19 mengharuskan banyak orang untuk melakukan aktivitas di rumah. Salah satunya bekerja, atau yang biasa disebut Work From Home (WFH). Dengan adanya WFH, banyak yang merasa jenuh dengan kegiatan yang hanya itu-itu saja. Dampak hal tersebut salah satunya bisa berakibat ke perselingkuhan. Baca Juga: Rangkuman Webinar Tips Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi Sebenarnya, konsekuensi […]](/wp-content/uploads/2021/03/perselingkuhan-di-tengah-pandemi.jpg)
