Amankah Vaksinasi HPV Selama Pandemi Corona?
Vaksinasi HPV adalah pemberian vaksin HPV atau Human Papillomavirus untuk terhindar dari kanker serviks. Vaksin ini sering dikenal dengan vaksin kanker serviks.
Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh virus HPV yang menular pada wanita saat berhubungan seksual terutama kontak langsung pada area genital. Dari situlah kemudian muncul sel yang tumbuh secara tidak normal pada mulut rahim atau serviks, yang lama-kelamaan berkembang menjadi kanker serviks yang termasuk salah satu kanker paling mematikan di dunia.1
Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?
Menurut data yang dilansir oleh Kementerian Kesehatan, jumlah penderita kanker serviks di Indonesia adalah 90-100 kasus per 100.000 penduduk, dan setiap tahunnya adalah 15.000 kasus.
Indonesia bahkan termasuk negara kedua dengan angka kejadian kanker serviks tertinggi di dunia. Angka global kematian akibat virus ini adalah 99,7%, dan hampir semuanya wanita. Oleh karena itu, pemberian vaksin sangat penting dan perlu dilakukan.
Namun, Bagaimanakah dengan Pemberian Vaksin di Masa Pandemi Corona ini? Apakah Pemberian Vaksin Aman dan Tetap Harus Dilakukan?
Semenjak ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO pada Maret 2020, Corona Virus Disease 2019 atau COVID-19 telah mempengaruhi banyak gaya hidup orang-orang di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia.
Angka penderita dan kematian yang terus meningkat setiap harinya dan belum ditemukannya vaksin untuk pencegahan membuat WHO menerbitkan protokol-protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.
WHO juga meminta kepada para pemerintah negara di seluruh dunia untuk tidak berkerumun karena hal tersebut akan mempermudah penyebaran virus. Hal inilah yang kemudian membuat semua orang menjadi khawatir untuk beraktivitas di luar rumah dan memilih tetap berada di dalam rumah sebagai salah satu cara paling aman.2
Karena itulah, banyak orang yang mengurungkan niat ke fasilitas-fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas untuk vaksinasi sehingga angka vaksinasi kian menurun. Program vaksinasi yang telah dicanangkan terganggu.
Menurut WHO dan UNICEF, ada 82 negara dengan program vaksinasi yang terganggu, di antaranya termasuk Indonesia.
Salah satu program vaksinasi yang terganggu itu adalah vaksinasi HPV. Indonesia sendiri mempunyai program penapisan atau skrining vaksinasi, dengan target perempuan di usia 30-50 tahun.
Target tersebut kenyataannya belum dapat terpenuhi karena yang ditapis masih kurang dari 8%, jauh di bawah target sebesar 50%, itu pun berdasarkan data dari 2014 hingga 2018.
Baca Juga: Cara Imunisasi Tetap Aman Selama Covid-19
Target yang hendak dicapai itu menjadi berantakan karena datangnya COVID-19. Sebelum wabah, setiap hari, 50 perempuan Indonesia meninggal karena kanker serviks, sehingga upaya penapisan terus dilakukan.
Namun, ketika wabah datang, aktivitas menurun tajam sehingga upaya pemerintah untuk mencegah kanker serviks semakin terhambat.
Alasan penurunan itu adalah sangat ketakutannya orang-orang untuk keluar rumah, apalagi ke fasilitas-fasilitas kesehatan yang sudah pasti banyak orang.4
Padahal, WHO sendiri sudah mengatakan bahwa vaksinasi, baik untuk anak-anak maupun dewasa, tetap harus dilakukan mengingat penyakit-penyakit memerlukan vaksinasi tersebut bisa datang kapan saja.2
Keterlambatan pemberian vaksin akan menghambat tumbuh-kembang anak dan tingkat kekebalan orang dalam menghadapi virus, termasuk virus HPV, yang pemberiannnya mulai harus dilakukan pada perempuan usia 9 tahun sebagai langkah pencegahan dini.
Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah
Supaya vaksinasi HPV tetap berjalan dan dirasa aman tanpa perlu khawatir terhadap ancaman virus Corona, berdasarkan anjuran WHO, pemerintah telah melaksanakan hal-hal berikut agar orang tetap mau vaksinasi, yaitu:2
- Membatasi jumlah kunjungan ke fasilitas-fasilitas layanan kesehatan
- Menerapkan jaga jarak saat berada di dalam fasyankes
- Mengatur jadwal dengan mengadakan janji temu imunisasi
- Menggabungkan kegiatan imunisasi dengan kegiatan preventif
- Menggunakan area terbuka apabila memungkinkan jika area dalam sudah dirasa penuh karena jaga jarak, sementara pengunjung yang datang banyak
- Membuat sesi layanan imunisasi khusus bagi lansia dan orang-orang dengan gangguan kesehatan yang sudah ada seperti darah tinggi, penyakit jantung, gangguan pernapasan, dan diabetes.
Baca Juga: Pilih Mana? Imunisasi di Rumah atau Faskes Selama Pandemi?
Namun, apabila hal-hal di atas masih dirasa kurang meyakinkan karena faktor berkerumun yang menjadi medium menyebarnya virus dengan cepat, terdapat solusi-solusi yang bisa membuat orang yang ingin divaksinasi tidak perlu ke rumah sakit, puskesmas, atau klinik, alias cukup di rumah saja.
Fasilitas ini memanfaatkan teknologi berupa telemedisin yang memungkinkan pasien bisa konsultasi secara daring atau online melalui perangkat-perangkat teknologi yang ada.
Tentu saja layanan ini ada di Prosehat yang juga mempunyai layanan vaksinasi HPV ke rumah sehingga Sobat Sehat tetap bisa vaksinasi dengan aman tanpa perlu khawatir tertular COVID-19, dan tentunya Sobat dapat mendukung program pemerintah untuk mencegah virus HPV.
Layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:
- Produk dijamin asli
- Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
- Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
- Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
- Jadwal vaksinasi yang fleksibel
- Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian
Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai vaksinasi HPV selama pandemi, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.
Referensi
- Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya? • ProSehat [Internet]. ProSehat. 2020 [cited 6 October 2020].
- Tanya Jawab (FAQ) Imunisasi dalam konteks pandemi COVID-19 [Internet]. 2020 [cited 6 October 2020].
- developer m. WHO dan UNICEF Peringatkan Penurunan Vaksinasi Selama Covid-19 [Internet]. Mediaindonesia.com. 2020 [cited 6 October 2020].
- Media K. Screening Terhenti karena Covid-19, Kematian Kanker Serviks Diduga Naik Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 6 October 2020].


![9 Ciri Wanita Sehat yang Sahabat Perlu Tahu! Setiap orang atau khususnya wanita biasanya disarankan agar melakukan pemeriksaan kesehatan (medical check up) agar mengetahui apakah ada masalah kesehatan di dalam tubuhnya. Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita Meski begitu, sebenarnya terdapat beberapa tanda umum yang bisa menjadi petunjuk sehat atau tidaknya tubuh dari seorang wanita. Berikut adalah beberapa ciri atau tanda-tanda tubuh wanita yang […]](/wp-content/uploads/2021/04/ciri-wanita-sehat.jpg)
![Sahabat Sehat, Mari Kenali Kencing Nanah atau Gonore Baru-baru ini ramai diberitakan seorang penderita kencing nanah meminta dokter untuk tidak memberi tahu Istri nya bahwa ia menderita kencing nanah. Nah, Sahabat Sehat apakah tahu mengenai penyakit kencing nanah ? Mari simak penjelasan berikut ini: Baca Juga: Apa Itu Perilaku Seksual Berisiko Tinggi? Apa Itu Kencing Nanah? Kencing nanah atau Gonore, merupakan salah satu […]](/wp-content/uploads/2021/04/kencing-nanah-atau-gonore.jpg)
![Pentingnya Vaksinasi Kanker Serviks untuk Anak SD Sebagai Pencegahan dan Proteksi Dini Tidak hanya pada wanita dewasa, vaksinasi kanker serviks untuk anak SD juga dapat diberikan. Hal ini penting karena virus HPV yang menyebabkan kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan salah satu kanker ganas organ kewanitaan dengan jumlah kasus terbanyak. Meskipun begitu, kanker serviks merupakan satu-satunya kanker yang dapat dicegah dengan vaksin, tidak seperti kanker ovarium, endometrium, payudara […]](/wp-content/uploads/2021/02/vaksinasi-kanker-serviks-untuk-anak-SD.jpg)
![Apa Bedanya HPV Bivalen dan Tetravalen? Sahabat Sehat, sudah tahukah Anda mengenai vaksin HPV? Apa kegunaannya, apa saja jenisnya, dan bagaimana pemberian yang tepat? Simaklah artikel di bawah ini yang akan membahas seputar vaksin tersebut. Baca Juga: Amankah Vaksinasi HPV Selama Pandemi Corona? Vaksin HPV adalah vaksin yang bertujuan untuk mencegah penyakit menular seksual akibat human papillomavirus. Vaksin ini terbukti efektif […]](/wp-content/uploads/2021/01/HPV-bivalen-dan-tetravalen.jpg)
![Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV Pada tahun 2018 di Indonesia, berdasarkan data dari Globocan, terdapat 32.469 atau 17,2% wanita terdiagnosis kanker serviks. Angka kematian adalah 18.279 per tahun. Indonesia sendiri menempati peringkat kedua. Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya? Untuk kasus di Indonesia, masih banyak yang belum begitu paham dengan pentingnya vaksinasi HPV, padahal vaksin ini dapat […]](/wp-content/uploads/2016/02/04.02.2016_-_Cancer_01.jpg)
![Tak Hanya Wanita, Pria Juga Perlu Ini Persiapan pernikahan semakin dekat, cek dulu apakah si pria sudah melakukan vaksinasi HPV? Ya, vaksinasi HPV yang juga diperlukan untuk para pria. Mengapa? Lebih dari 40 jenis virus HPV yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual hingga dapat menyebabkan beberapa penyakit sekitar kemaluan dan anus. Di samping itu, virus HPV juga dapat menginfeksi daerah tenggorokan dan […]](/wp-content/uploads/2018/07/suntik-pria.jpg)
![Ngobrol Sehat Part 5 Kanker Serviks Bersama dr. Bram Pradipta, SpOG Halo Sobat Sehat! Bagaimana kabar Anda? Pada tanggal 13 Februari yang lalu, Ngobrol Sehat part 5 telah berhasil menyita banyak perhatian Rekan Sehat di Twitter. Mungkin karena tema ngobrol sehat saat itu adalah tentang penyakit ganas yang menjadi momok wanita di dunia selain kanker payudara. Yup, tema ngobrol sehat kemarin adalah kanker serviks yang ditemani […]](/wp-content/uploads/2016/02/Woro2_Ngobat_5_FB_rev.jpg)
