Trending Health Talk (THT) Bersama dr. Irzan – Obesitas & Diabetes
Rekan Sehat yang penasaran bagaimana obesitas dan diabetes memiliki kaitan kerat benar-benar suatu kemalangan jika tidak dapat mengikuti Trending Health Talk (THT) bersama dr. Irzan, MSc yang diadakan di twitter ProSehat, 22 April kemarin. Beliau merupakan seorang Medical Life Coach yang juga aktif sbagai praktisi dan trainer di dunia akupunktur. Selain aktif sebagai coach dan dokter klinis akupunktur, dr. Irzan juga menjadi pendiri Fit Skin Clinic, yang merupakan sebuah lembaga riset dalam bidang estetika.

Pada 22 April kemarin ProSehat berkesempatan untuk mengadakan THT yang membahas mengenai Obesitas dan Diabetes. Rekan Sehat tidak sempat mengikuti THT kemarin? Simak yang berikut ini:
1. Sebenarnya apa itu obesitas? Dan kapan seseorang dikatakan obesitas?
Jawab: Obesitas adalah kondisi kelebihan berat badan akibat penimbunan lemak tubuh berlebih. Menurut WHO (2000) obese: kondisi abnormal atas akumulasi lemak berlebih pada jaringan lemak. Kita perlu bedakan dengan overweight. Overweight adalah kelebihan berat badan dibanding BB ideal yang didapat akibat penimbunan lemak dan jaringan non lemak, contohnya adalah massa otot. Sementara obesitas sentral adalah penimbunan lemak tubuh yang lokasinya lebih banyak di perut dibanding pinggul, paha, lengan. Kapan dikatakan obesitas? Paling sederhana bisa menggunakan rumus Broca, di mana berat badan ideal: (Tinggi badan – 100) – 10 %. Jika hasilnya > 12% maka berat badannya termasuk ideal. Pendekatan lebih baik, gunakan perhitungan Indeks Massa Tubuh / IMT. Rumusnya berat (kg) dibagi tinggi (m) kuadrat. IMT >25 sudah mulai masuk obesitas. Lingkar perut >90 cm untuk laki-laki dan >80 cm untuk wanita. dh mulai msuk obese.
2. Bagaimana obesitas atau berat badan seseorang bisa dikaitkan dengan diabetes?
Jawab: Obesitas adalah salah satu faktor risiko diabetes. Makin besar IMT risiko diabetes naik. Tingginya kadar lemak viseral di perut yang membungkus organ-organ dalam berhubungan dengan resistensi insulin yang ujungnya adalah penyakit diabetes itu sendiri. Orang yang obesitas kadar asam lemak bebasnya naik sehingga memicu gangguan metabolisme gula darah dan terjadi peradangan sel-sel.
3. Bagaimana dengan orang yang obesitas namun gula darah puasa dan sewaktunya normal? Apakah tetap perlu waspada diabetes?
Jawab: 20% dari yang obesitas ada yang masih sehat, belum ada gangguan karena belum terjadi gangguan fungsi sel-sel lemak. Pada non-morbid obesity ini, yang terjadi baru perubahan jumlah dan massa sel lemak tapi tidak terjadi adiposopathy. Adiposopathy adalah gangguan fungsi sel-sel lemak yang berujung pada gangguan metabolisme, termasuk resistensi insulin. Apakah perlu waspada? Jelas harus waspada, karena risiko penimbunan jumlah menjadi gangguan fungsi tetap besar. Apalagi selain obesitas, walau masih sehat namun masih mempunyai faktor-faktor risiko diabetes lainnya, jadi harus lebih berhati-hati.
4. Apa gejala dari seseorang yang obesitas kemudian positif terdiagnosa diabetes?
Jawab: Yang klasik diwaspadai adalah cepat lapar, cepat haus, banyak buang air kecil, berat badan turun drastis tanpa sebab yang jelas. Keluhan lain bisa saja jadi sering lemas, mudah lelah, sering kesemutan, pandangan kabur, luka yang sulit sembuh, gatal-gatal dan disfungsi ereksi. Selain gejala klasik dan pemeriksaan gula darah puasa >126 mg/dl atau sewaktu >200 mg/dL, kadar HbA1C >6.5%.
5. Apa yang bisa dilakukan oleh orang dengan obesitas agar tidak terkena diabetes (jika setelah dicek orang ybs belum positif diabetes)?
Jawab: Menurunkan BB menuju ideal, dengan modifikasi pola makan, aktivitas fisik, manajemen stress. Menurunkan berat badan dengan bertahap dan aman. Penggunaan obat untuk turunkan berat badan menurut WHO hanya diperbolehkan jika IMT >30 atau >27 dengan sindrom metabolik. Pilar utama bukanlah obat atau suntik-suntik lipolisis. Pola makan dan meningkatkan aktivitas fisik adalah yang utama. Pola makan rendah gula, garam, tinggi serat sangat dianjurkan. Pola makan tinggi protein bantu kurangi lapar berlebih. Dan yang penting juga jangan sampai dehidrasi. Minum air putih 2-2.5 Liter sehari sangat membantu metabolisme tubuh. Aktivitas fisik yang rutin seperti jalan kaki, kalau bisa dengan target 10.000 langkah/hari lebih baik. Atau bisa juga dengan rutin olahraga lain. Bagi yang obesitas dan merasa berat karena lutut, disarankan untuk olahraga dengan low-impact seperti berenang. Manage stress penting dalam penurunan BB serta istirahat yang cukup sangat berperan dalam pembakaran lemak optimal.
6. Apakah diabetes hanya dapat dilihat dari faktor berat badan berlebih/obesitas saja?
Jawab: Tidak, masih ada faktor risiko lain, seperti ras, riwayat keluarga, dan usia >45 tahun. Faktor risiko lainnya yaitu pernah melahirkan bayi >4 kg, diabetes saat hamil, aktivitas yang kurang, merokok, hipertensi, dislipidemia HDL <35 mg/dL trigliserida >250 mg/dL, diet tinggi gula rendah serat.
7. Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit diabetes?
Jawab: Diabetes dapat dicegah dengan gaya hidup yang sehat. Pola makan sehat, sesuai kebutuhan tubuh. Jumlah yang tidak berlebih, pilih karbo sederhana dengan indeks glikemik rendah, bervariasi, tinggi serat. Jangan biasakan berlapar-lapar, namun tetap berhenti sebelum kenyang, serta makan pada waktu yang lebih teratur. Kurangi minuman berkemasan yang tinggi gula. Biasakan banyak bergerak dan beraktivitas fisik. Olahraga rutin jadikan kebiasaan. Merokok tinggalkan. Dan jika memang punya risiko, periksa gula secara teratur dan kontrol penyakit yang mendasari, seperti hipertensi atau gangguan kolesterol.
Read More
![10 Cara Mudah Bakar 500 Kalori Setiap Hari Siapa yang tidak ingin terbebas dari diabetes? Bagi beberapa orang yang telah menjalani gaya hidup sehat dengan diet seimbang, rajin aktifitas fisik dan mengenyahkan asap rokok mungkin tidak perlu takut dengan faktor risiko penyakit tidak menular ini. Baca Juga: Susu untuk Pengidap Diabetes yang Tepat Seperti Apa? Namun bagaimana dengan Anda yang tidak ‘cerdik’ mencegah […]](/wp-content/uploads/2016/04/10-cara-bakar-500-kalori-agar-terbebas-dari-diabetes.jpg)

![FAQ: Diabetesi dan Caregivers Frequently Asked Questions tentang Diabetesi dan Caregivers Seperti yang telah kita ketahui, pada tahun 2014, hampir 9% dari penduduk dunia yang berusia di atas 18 tahun positif menderita diabetes. Bahkan 2 tahun sebelumnya 1,5 juta orang meninggal per tahun akibat penyakit tidk menular ini. Oleh karena itu bentuk pencegahan dalam melawan diabetes penting untuk dilakukan. […]](/wp-content/uploads/2016/04/faq-diabetesi-dan-caregivers.jpg)
![Trending Health Talk #THT Bersama BlogDokter: Apakah Saya Dapat Menderita Diabetes? Apakah saya dapat terkena penyakit diabetes? Apakah gaya hidup saya dapat menjadi faktor risiko penyakit diabetes? Ada banyak pertanyaan yang selama ini Anda sembunyikan mengenai diabetes pastinya. Ya, diabetes bukan lagi penyakit orang kaya. Faktanya penyakit ini menyerang siapa saja, tidak mengenal usia dan jenis kelamin, apalagi kelas sosial. Lalu apa yang bisa saya lakukan […]](/wp-content/uploads/2016/04/Woro2_Ngobat_BlogDokter-03.jpg)

![Deteksi Dini Pemeriksaan Gula Darah yang Terintegrasi dengan POSBINDU PTM Implementasi CERDIK menjadi agenda event lanjutan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; Deteksi Dini Pemeriksaan Gula Darah yang Terintegrasi dengan POSBINDU PTM. Kemeriahan acara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam melawan diabetes berlanjut ke hari Minggu, 10 April 2016. Acara Deteksi Dini Pemeriksaan Gula Darah yang Terintegrasi dengan POSBINDU PTM ini diselenggarakan di area Pasar Modern BSD City […]](/wp-content/uploads/2016/04/IMG_20160410_064128_HDR.jpg)









![Hari Kesehatan Sedunia 2016 Bersama Kemenkes Lawan Diabetes 7/4/16 Bersama Kemenkes Lawan Diabetes; Cegah, Obati dan Lawan! “1 dari 11 orang dewasa di Indonesia mengidap diabetes dan 70% penduduk di Indonesia tidak terdiagnosa.” Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Sedunia yang jatuh pada tanggal 7 April 2016, hari Kamis kemarin, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama WHO Indonesia mengadakan acara “Seminar Nasional: Dialog Interaktif (Talkshow) Hari […]](/wp-content/uploads/2016/04/12917957_1203815312962366_192522359_n.jpg)


![Cek Gula Darah Gratis & Senam Bersama untuk #LawanDiabetes 10 April 2016 Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular mengajak masyarakat Indonesia untuk cegah, obati dan #LawanDiabetes dengan menyelenggarakan “Aksi Deteksi Dini Pemeriksaan Gula Darah Terintegrasi dengan Posbindu PTM” yang akan diadakan di hari Minggu, 10 April 2016, pukul 6 pagi hingga selesai di Pasar Modern, BSD City. ProSehat yang mendukung kegiatan Kemenkes […]](/wp-content/uploads/2016/04/Cek_Darah_Mandiri-02.jpg)
![6 Resep Rendah Kalori < 500 kkal untuk Cegah Diabetes Sedang dalam program diet atau ingin menjaga kadar gula darah Anda? Cek 6 resep rendah kalori ini! Ingin punya bentuk tubuh yang ideal memang tidak mudah. Banyak hal yang harus dikorbankan, termasuk jumlah asupan kalori Anda setiap harinya. Dengan melakukan banyak kegiatan setiap harinya, maka seseorang diperlukan energi yang cukup untuk menopang kesibukan tersebut. Dan […]](/wp-content/uploads/2016/04/1.jpg)





![Photo Challenge #21HariLawanDiabetes Cara menarik Lawan Diabetes adalah dengan membangun kesadaran akan gaya hidup yang lebih sehat bersama-sama! Bagaimana caranya? Dengan ikutan kontes foto ini! Sudah bulan April dan Hari Kesehatan Sedunia sudah dekat! Di Hari Kesehatan Sedunia 2016 dengan tema Lawan Diabetes ini, ProSehat mengajak Rekan Sehat semua untuk hidup makin sehat #LawanDiabetes plus bonus kesempatan memenangkan […]](/wp-content/uploads/2016/04/12719176_1728954824005522_1395361832488448364_o.jpg)
![10 Kegiatan Cegah Diabetes — Semuanya Mudah Dilakukan di Rumah Sebelum Daftar ke Gym, Lakukan 10 Kegiatan Cegah Diabetes Ini! Jika Anda belum menderita diabetes dan ingin cegah diabetes, salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan olahraga fisik secara teratur. Karena ketika seseorang menderita diabetes, terjadi penurunan produksi hormon insulin oleh pankreas. Padahal, insulin berfungsi untuk memasukkan gula dari peredaran darah ke dalam […]](/wp-content/uploads/2016/03/Kegiatan_Cegah_DIabetes.jpg)













