4 Hal Penting Terkait Melahirkan Saat Pandemi Menurut IDAI
Virus Corona atau Covid-19 yang masuk ke Indonesia sejak awal Maret 2020 telah mengubah tata cara atau kebiasaan semua bidang kehidupan supaya bisa menghindari dan memutus rantai penyebaran virus yang lebih ganas daripada SARS atau MERS tersebut.

Salah satu bidang yang berubah untuk menyesuaikan dengan virus tersebut adalah kesehatan yang merupakan bidang paling utama dan terdepan dalam menghadapi Covid-19. Tak ketinggalan protokol kesehatan untuk ibu hamil.
Baca Juga: 6 Panduan Nutrisi Ibu Hamil untuk Menjaga Kesehatan Calon Buah Hati
Protokol diperlukan mengingat Corona adalah virus yang mudah menyebar dan cepat masuk ke dalam sistem pernafasan utama seperti paru-paru. Apalagi ibu hamil merupakan orang yang mudah terpapar virus tersebut karena daya tahan tubuh yang menurun.
Tidak hanya ibu hamil, bayi yang dikandung juga terpapar virus sehingga setelah dilahirkan harus segera dijauhkan dari sang ibu.
Meskipun penelitian belum bisa dengan pasti mengungkapkan tingkat penularan tersebut. Adanya Corona yang mempunyai efek sangat mematikan juga membuat ibu hamil menjadi enggan memeriksakan diri ke puskesmas atau mengikuti kelas khusus ibu hamil. Ketakutan juga ditambah dengan belum adanya standarisasi yang lengkap untuk APD tenaga medis.
Lalu seperti apakah protokol atau pedoman kesehatan untuk ibu hamil pada masa pandemi atau new normal? Simak poin-poin di bawah ini seperti yang dipaparkan oleh dr. Toto Wisnu Hendarto dari PP IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia).
1. Memulai Pencegahan dengan Membaca KIA
Seperti yang sudah diumumkan oleh WHO pada akhir 2019 bahwa untuk mencegah dan memutus penyebaran virus Corona adalah mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir selama 20 detik.
Perihal mencuci tangan yang baik dan benar ini juga ada dalam buku KIA atau Kesehatan Ibu dan Anak 2020 yang telah direvisi.
Di dalam buku pegangan utama tersebut juga dijabarkan bahwa mencuci tangan untuk ibu hamil harus memakai juga hand sanitizer dengan kandungan alkohol sebanyak 70% apabila sabun cuci tangan tidak tersedia.
KIA untuk Corona ini juga memuat beberapa poin penting seperti penggunaan masker untuk mencegah cipratan air liur, baik langsung maupun tidak langsung.
Kemudian menghindari kontak dengan tidak bepergian ke daerah-daerah rawan Corona serta tidak berinteraksi dengan hewan-hewan penyebab virus tersebut seperti kelelawar, tikus, dan musang.
2. Lakukan Pemeriksaan Kehamilan Sesuai Protokol Covid-19
Pemeriksaan kehamilan merupakan hal yang harus dilakukan untuk ibu hamil supaya bisa mengetahui kesehatan bayi yang dikandungnya. Pemeriksaan kesehatan bisa dilakukan di fasilitas-fasilitas kesehatan terpercaya milik pemerintah atau swasta.
Namun dalam masa pandemi atau new normal ini, diusahakan agar bumil tidak terlalu menunggu lama dalam memeriksakan kehamilan. Karena itu, perlu dibuat perjanjian antara ibu hamil dan pihak pemeriksa.
Untuk panduan pemeriksaan kesehatan, bumil dapat membaca panduannya melalui KIA 2020 yang telah direvisi. KIA juga memuat beberapa risiko tanda bahaya yang mesti diketahui oleh si ibu hamil untuk bayi yang dikandungnya.
Apabila si ibu hamil merasa ada tanda bahaya seperti yang termuat dalam KIA, disarankan segera ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Baca Juga: 9 Tips ASI setelah melahirkan
Untuk masa pandemi ini, petugas kesehatan bisa mendatangi rumah supaya ibu hamil bisa menghindari virus Corona, dan ibu hamil dapat mengikuti kelas pelatihan kehamilan secara online. Apabila bumil terindikasi terkena Covid-19, pemeriksaan USG bisa ditunda sampai masa isolasi berakhir.
Untuk ibu hamil yang terindikasi terkena Covid-19 juga memerlukan beberapa penanganan khusus seperti tidak memberikan tablet tambah darah, petugas kesehatan melakukan antenatal care selama 14 hari setelah isolasi, dan pembentukan tim multi-disiplin yang terdiri dari beberapa dokter spesialis, serta pemberian konseling.
3. Ketahui Beberapa Tingkatan Pelayanan
Toto Wisnu Hendarto juga memaparkan tingkatan pelayanan kelahiran pada masa pandemi dan new normal. Terdapat tiga level seperti yang tercantum di KIA 2020 hasil revisi yaitu,
- Level I untuk kemampuan penanganan dasar
- Level II A dan B untuk kemampuan penanganan khusus
- Level III A dan B untuk penanganan dasar namun subspesial
- Level III C dan D untuk penanganan lanjutan
Level-level ini diberikan kepada fasilitas kesehatan sesuai dengan standar dan APD yang dimiliki untuk pengananan ibu hamil saat pandemi. Juga sesuai dengan status yang disandang si ibu hamil apakah penderita atau bukan. Jika ia penderita, tentu harus diketahui status penderitanya.
Untuk level 1 di Indonesia berlaku ketentuan pelayanan umum seperti pasca kelahiran bayi, yaitu 37-42 minggu, dengan berat berkisar di 2.500-4.000 gram. Sedangkan pelayanan luar biasa ada pada level III plus.
Karena level atau tingkatan yang berbeda, tentu saja APD yang digunakan juga berbeda seperti level III harus menggunakan delivery chamber.
4. Pemberian Pelayanan untuk Bayi Baru Lahir
Bayi yang baru lahir rentan terkena Corona dikarenakan belum mempunyai daya imunitas yang bagus. Untuk hal ini dalam pemaparannya IDAI memberikan 4 tahapan periode waktu dalam penanganan pasca-kelahiran.
- Tahapan pertama adalah berdasarkan detik (30 detik)
- Tahapan kedua berdasarkan jam (6-12 jam)
- Tahapan ketiga berdasarkan hari (47-72 jam)
- Tahapan keempat berdasarkan minggu
Pada tahapan pertama penanganan yang perlu dilakukan adalah resusitasi neonatal kurang lebih 30 detik yang meliputi pemberian kehangatan, pemberian posisi kepala untuk bernafas, pengeringan, dan perangsangan taktil.
Apabila dalam tahapan ini bayi terindikasi Corona, langkah yang perlu dilakukan adalah melakukan prosedur aerosol generated secara isolatif.
Pada tahapan kedua prosedur yang perlu dilakukan adalah neonatal esensial, pemberian vitamin K1, antibiotik, dan vaksin hepatitis B.
Baca Juga: Bolehkah Ibu Hamil Terbang?
Apabila bayi terkena Corona, neonatal esensial tetap dilakukan namun dengan melakukan isolasi selama 14 hari. Pada kategori ketiga perawatan yang perlu dilakukan adalah rooming in, pemeriksaan detak jantung, dan pemeriksaan hipotiroidisme.
Apabila bayi terkena Covid-19 langkah yang perlu dilakukan adalah isolasi khusus berdasarkan protokol Covid-19, dan boleh meninggalkan rumah sakit.
Tahapan terakhir adalah berdasarkan minggu yaitu dimulainya pemberian ASI secara terkontrol, monitor berat badan, dan monitor metabolisme bilirubin.
Jika bayi pada tahapan ini terkena Corona, prosedur yang dilakukan adalah identifikasi final berdasarkan protokol Covid-19.
Nah, itulah 4 poin penting dari IDAI mengenai prosedur melahirkan pada masa pandemi. Semoga bermanfaat bagi para ibu hamil yang ingin tetap melahirkan dalam keadaan sehat dan aman.
Selain itu, bagi Sahabat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa
Read More

![Tips Berpuasa Bagi Ibu Hamil Seperti Apa? Berpuasa di bulan Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap umat muslim. Namun, terdapat beberapa kriteria orang yang boleh atau diizinkan untuk tidak berpuasa, salah satunya adalah ibu hamil. Baca Juga: 7 Tips Aman Hamil di Masa Pandemi Ibu hamil boleh atau diizinkan tidak berpuasa karena dinilai ketika dalam kondisi tersebut, janin di dalam kandungannya membutuhkan banyak […]](/wp-content/uploads/2021/05/tips-berpuasa-bagi-ibu-hamil.jpg)

![Rangkuman Webinar Prosehat X Alumni Atma Jaya Hamil (Lagi) Pandemi? Jaga Gizi dan Busui Balik Sexy 20 Oktober 2020 Seribu hari pertama kehidupan merupakan hal yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Sebab, fase yang terdiri dari 270 hari selama kehamilan dan 730 hari pada dua tahun pertama kehidupan si anak itu merupakan periode menentukan bagi perkembangan anak ke depannya. Demikian yang diungkapkan oleh dr. dr. Gahrani Chen SpOG dalam webinar yang diselenggarakan oleh […]](/wp-content/uploads/2020/10/Screenshot-36.png)
![6 Panduan Nutrisi Ibu Hamil untuk Menjaga Kesehatan Calon Buah Hati Sebuah penelitian mengatakan bahwa 1000 hari pertama kehidupan (mulai dari pembuahan sampai usia 2 tahun) merupakan masa yang krusial untuk mencegah penyakit di usia dewasa. Salah satu komponen pentingnya adalah dengan mendapatkan nutrisi yang baik dari sejak buah hati masih di dalam kandungan. Makanan yang dikonsumsi oleh Moms memiliki pengaruh yang sangat besar untuk pertumbuhan, […]](/wp-content/uploads/2018/09/makanan-ibu-hamil.jpg)



![Inilah 9 Tips ASI Lancar Setelah Melahirkan Merupakan anugerah tersendiri ketika setelah melahirkan ASI lancar dan si kecil dapat segera mendapatkan makanan paling bergizi tinggi di hari lahirnya ke dunia. Namun, banyak para ibu yang merasa ASI-nya kurang lancar atau bahkan beberapa tidak keluar sama sekali. Jangan takut, berikut ini 9 tips ASI lancar setelah melahirkan! Baca Juga: 6 Makanan untuk Ibu […]](/wp-content/uploads/2016/05/tips-asi-lancar.jpg)
![Bolehkah Ibu Hamil Terbang? Pertanyaan ini mungkin sudah sering digaungkan oleh beberapa orang. Tapi sebenarnya ibu hamil dibolehkan terbang atau bepergian menggunakan pesawat terbang jika usia kandungannya sudah lebih dari 12 minggu. Usia ini disarankan karena pada usia tersebut kandungan ibu hamil sudah lebih sehat dan stabil, tanpa merasakan morning sick di setiap harinya. Dan jika terbang pada usia […]](/wp-content/uploads/2015/12/prosehat-liburan-dengan-ibu-hamil.jpg)
![Ini Dia Penambahan Berat Badan Normal Ibu Hamil Berapa berat badan normal ibu hamil? Apakah penambahan berat yang melonjak tinggi itu baik? Kehamilan menjadi saat yang paling ditunggu oleh sebagian besar pasangan yang baru menikah. Tentunya anak merupakan suatu anugerah bagi orang tua manapun di dunia. Selama kurang lebih 9 bulan, embrio akan berkembang menjadi janin dan dilahirkan sebagai manusia. Selama itulah janin […]](/wp-content/uploads/2017/03/Penyebab-Berat-Badan-Tidak-Bertambah-Saat-Hamil.png)

![5 Cara Cepat Kurus Setelah Melahirkan Bagaimana cara cepat kurus setelah melahirkan? Apakah akan berpengaruh dengan kualitas ASI saya? Pertanyaan bagus. Sebelumnya sangat penting untuk diketahui bahwa saat kehamilan, seorang wanita akan mengalami peningkatan berat badan sekitar 12,5 kg – 20 kg. Kenaikan berat badan tertinggi akan terjadi setelah 20 minggu kehamilan. Pada saat kehamilan ini, ibu hamil akan menambah konsumsi […]](/wp-content/uploads/2016/05/cara-cepat-kurus.jpg)
![Serba Serbi Gentle Birth Back to nature merupakan konsep dari gentle birth. Hal ini terinspirasi dari proses persalinan yang dilakukan oleh para wanita dari suku pedalaman di Indonesia. Mereka sudah dan masih melakukan gentle birth ini, di pinggir sungai dan hanya ditemani oleh suami. (sumber: National Geographic) Apa Itu Gentle Birth? Gentle birth adalah metode melahirkan yang tenang dan […]](/wp-content/uploads/2016/05/gentle-birth.jpg)



![Kontes Foto USG #IbuPintar Berhadiah Rp 10 JUTA Yuk, ikutan kontes foto USG bersama ProSehat! Mau tahu caranya? Tunjukkan bahwa Anda#IbuPintar dan dapatkan kesempatan memenangkan voucher tanpa minimum pembelian total Rp 10 JUTA. Simak penjelasan berikut ya: Follow instagram dan twitter @prosehat Install atau update aplikasi ProSehat Anda ke versi terbaru di sini app.prosehat.com Klik IKUT KONTES dan Anda akan masuk ke dalam fitur kamera HP […]](/wp-content/uploads/2016/05/KontesFotoUSG_IbuPintar_PeKan_IG.jpg)
