SEPUTAR CAMPAK PADA ANAK YANG HARUS DIKETAHUI ORANGTUA
Campak merupakan infeksi menular yang disebabkan oleh virus RNA dari genus Morbilivirus dan family Paramyxoviridae. Virus ini dapat bertahan selama dua jam di udara maupun permukaan. Di Indonesia dan negara berkembang lainnya, penyakit ini merupakan salah satu penyebab kematian pada anak-anak. Insiden tertinggi usia terkena campak adalah pada anak usia 1-2 tahun. Data yang dilansir dari Kemenkes menunjukkan setiap tahun dilaporkan lebih dari 11.000 kasus suspek campak, 12–39% di antaranya terkonfirmasi laboratorium. Selama kurun waktu lima tahun (2010-2015), diperkirakan terdapat 23.164 kasus campak.
Penderita akan mendapati gejala berupa demam tinggi, mata merah, hidung beringus, nyeri, lemas, hilang nafsu makan, dan diare. Lalu, dua hingga empat hari kemudian muncul ruam diseluruh tubuhnya dan pembengkakan pada kelenjar getah bening. Campak menular lewat droplet saat penderita bersin atau batuk. Pada dasarnya campak dapat menginfeksi semua orang terlebih pada balita yang belum mendapat vaksinasi campak. Komplikasi campak antara lain diare, infeksi telinga, bronkitis, infeksi paru (pneumonia), infeksi otak (ensefalitis), dan kebutaan.
Kesembuhan campak bergantung dari daya tahan tubuh penderita. Pengobatan campak umumnya bersifat mengurangi gejala. Hal yang dapat anda lakukan adalah memberikan penurun panas, mencukupi kebutuhan cairan, dan memberikan vitamin A. Untuk menjaga kebersihan anak yang terkena campak masih boleh dimandikan dengan air hangat.

Campak dapat dicegah dengan vaksinasi. Lakukan pencegahan campak dengan vaksinasi campak atau MR yang merupakan vaksin gabungan campak dan campak jerman. Dosis pertama imunisasi campak diberikan pada usia 9 bulan lalu booster usia 12-15 bulan, dan dosis selanjutnya usia 4-6 tahun.
Hampir 95% anak yang diimunisasi campak tidak akan terkena campak. Namun, ada hal yang perlu diperhatikan bahwa dengan bertambahnya usia daya tahan tubuh dapat menurun. Oleh sebab itu, sangat penting untuk melengkapi status imunisasi dengan melakukan imunisasi ulangan. Apabila status imunisasi tidak lengkap dikhawatirkan akan berpeluang terinfeksi campak.
Nah, sekarang ada cara praktis untuk melakukan imunisasi. Coba akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh! Info lebih lanjut mengenai vaksinasi, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!
Referensi:
- Cdc.gov. (2017). Measles | Vaccination | CDC. [online] Available at: https://www.cdc.gov/measles/vaccination.html [Accessed 25 Jan. 2018].
- Lestari, C. TanyaDok.com | Campak | Page 8 of 8. [online] TanyaDok.com. Available at: https://www.tanyadok.com/artikel-kesehatan/campak/8 [Accessed 25 Jan. 2018]
- Suci H. TanyaDok.com | Dari A-Z tentang Sakit Campak [Internet]. TanyaDok.com. [cited 5 February 2018]. Available from: https://www.tanyadok.com/anak/dari-a-z-tentang-sakit-campak
- STATUS CAMPAK DAN RUBELLA SAAT INI DI INDONESIA [Internet]. Searo.who.int. 2017 [cited 5 February 2018]. Available from: http://www.searo.who.int/indonesia/topics/immunization/mr_measles_status.pdf?ua=1
![Imunisasi Polio Tetes VS Suntik, Yuk Disimak Penjelasannya Penyakit polio atau lumpuh layu merupakan penyakit yang banyak ditakutkan oleh sebagian orang karena akan menimbulkan kecacatan seumur hidupnya. Penyakit ini tidak bisa diobati dan hanya dapat dicegah dengan pemberian vaksin polio. Vaksin ini diberikan 4 dosis ditambah dengan satu dosis penguatan, yaitu pada waktu bayi lahir-1 bulan, bulan ke-2,3,4 dan dosis penguatan saat usia […]](/wp-content/uploads/2018/07/imunisasi-polio.jpg)

![RUBELA PADA ANAK Rubela merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Rubela. Pada anak-anak gejala yang sering terjadi adalah timbulnya ruam merah di muka yang menyebar ke leher, dada, tangan dan kaki. Namun, sebagian besar lainnya tidak merasakan gejala yang khas saat terkena rubela. Penyakit ini menular melalui percikan cairan yang dikeluarkan penderita melalui batuk, atau saat bersin. Gejala […]](/wp-content/uploads/2018/07/Rubella-pada-anak-kecil.jpg)
![Reaksi KIPI Berat, Kapan Perlu Bawa Anak ke Dokter? Imunisasi diberikan untuk mencegah agar tidak tertular oleh penyakit. Imunisasi, terkadang mengandung beberapa bahan yang dapat menimbulkan reaksi terhadap orang yang disuntik. Kejadian sakit yang terjadi setelah menerima imunisasi yang diduga disebabkan oleh imunisasi kita sebut dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Namun, tidak semua kejadian KIPI yang diduga itu adalah benar. Baca Juga: Cara […]](/wp-content/uploads/2018/07/kipi-berat.jpg)

![TUBERKULOSIS (TBC) PADA ANAK Tuberkulosis (TBC) pada anak disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis yang sering menyerang paru-paru, tetapi dapat menyerang organ lain seperti tulang, mata, ginjal, selaput otak, kelenjar getah bening, jantung, hati, kulit, dan usus. Indonesia merupakan negara dengan peringkat kelima prevalensi TBC paru terbanyak. Setiap tahun didapatkan 250.000 kasus baru dan 100.000 kematian karena TBC. Di negara […]](/wp-content/uploads/2018/07/flu.jpg)
![POSISI ANAK SAAT IMUNISASI Anak-anak seringkali menolak untuk dilakukan imunisasi. Hal ini disebabkan karena perasaan takut mereka terhadap jarum suntik yang dianggap sakit bila mengenai lokasi tempat suntikan. Hal ini menyebabkan orang tua harus membantu anak pada saat imunisasi diberikan. Beberapa anak ada yang mengalami tantrum atau bergerak aktif saat dilakukannya imunisasi, sehingga orang tua harus ekstra tenaga untuk […]](/wp-content/uploads/2018/07/penyuntikan-imunisasi-anak.jpg)

![6 Mitos Dan Fakta Seputar Imunisasi, Cek Sekarang! Mitos Fakta Seputar Vaksin – Masih banyak orang-orang yang ragu dengan manfaat yang dimiliki imunisasi akibat dari pemberitaan yang tidak bersumber jelas. Pada akhirnya mereka memilih tidak melakukan imunisasi untuk buah hatinya. Hal ini sangat merugikan dan dapat menyebabkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Sebagai contoh, KLB difteri di Indonesia yang terjadi merupakan kejadian yang paling […]](/wp-content/uploads/2018/04/imunisasi-keluarga.jpg)



![Jadwal Imunisasi Anak dan Bayi Terbaru dan Lengkap 2020 Virus Corona yang melanda Indonesia sejak awal Maret 2020 membuat banyak orang tua bertanya-tanya apakah masih perlu anak untuk diimunisasi? Untuk hal ini, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tetap menyarankan imunisasi supaya kekebalan tubuh anak tidak terganggu. Di bawah ini adalah jadwal imunisasi anak 2020 yang masih berpatokan pada rekomendasi Imunisasi IDAI tahun 2017. Jadwal […]](/wp-content/uploads/2018/07/jadwal-imunisasi.png)
![BAHAYA POLIO PADA ANAK Polio atau polimielitis atau yang dikenal dengan sebutan lumpuh layu merupakan penyakit yang disebabkan oleh Poliovirus. Penyakit ini menyerang saluran pencernaan dan menyebar ke kelenjar getah bening, dan bagian tubuh lain seperti sistem saraf pusat. Penyakit ini sering disalahartikan dengan penyakit saraf lain yaitu Guillain-Bare Syndrome (GBS). Penyakit polio ditAndai dengan kelumpuhan yang layu pada […]](/wp-content/uploads/2018/07/polio-tetes.jpg)