Bolehkah Memandikan Bayi Setelah Imunisasi? Cek Faktanya!
Banyak yang percaya memandikan bayi setelah imunisasi dapat membuat si kecil jatuh sakit. Mitos ini berkembang pesat di masyarakat.
Imunisasi telah menjadi program pemerintah dalam mencegah penyakit di seluruh dunia. Badan Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization) memiliki program imunisasi masing-masing untuk mengurangi resiko penularan penyakit tertentu dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Sedangkan di Indonesia, kementerian Kesehatan RI menerapkan imunisasi bagi anak sejak usia 0 hingga 18 tahun.
Imunisasi Pada Anak
Imunisasi anak adalah pemberian vaksin kepada anak-anak untuk mencegah tertularnya penyakit tertentu. Vaksin adalah zat yang membantu membentuk kekebalan tubuh atau imunitas terhadap infeksi terhadap sejumlah penyakit menular. Vaksin berasal dari kuman yang dilemahkan atau dimatikan. Imunisasi yang diberikan kepada anak di Indonesia mengenal dua konsep, yaitu imunisasi dasar dan imunisasi lanjutan. Pelaksanaan jenis imunisasi pada anak tergantung pada usia anak.
Manfaat Imunisasi Bagi Anak
Imunisasi berguna untuk mencegah penularan dari infeksi penyakit menular yang serius ketika seorang anak sudah diimunisasi maka, tubuh akan lebih mampu menghadapi infeksi kuman yang masuk. Ketika anak mendapatkan imunisasi, anak sudah membantu melindungi kesehatan masyarakat umum secara keseluruhan.
Sebab saat sudah cukup jumlah orang dalam suatu komunitas yang kebal terhadap suatu infeksi, maka makin sulit penyakit menyebar dan menulari orang lain yang belum diimunisasi. Kondisi ini disebut juga dengan herd immunity atau kekebalan komunitas. Sehingga, secara tidak langsung seorang anak telah berkontribusi terhadap komunitasnya dalam hal kesehatan.
Efek Samping Imunisasi
Ada beberapa efek samping dari imunisasi yang dapat terjadi pada anak yang dialami, seperti:
- Pada Bayi dan Bayi baru lahir
- Bayi akan lebih rewel dan menangis lebih sering dari biasanya
- Bayi akan tampak kelelahan selama 1-2 hari
- Diare atau mencret ringan dan sedikit muntah (terutama bila mendapatkan vaksin rotavirus)
- Kemerahan pada lengan atau bagian tubuh yang disuntikkan imunisasi
- Bengkak pada area yang disuntik selama 1-2 hari
- Demam sampai lebih dari 380C
- Kemerahan pada kulit namun tidak menular terutama setelah dilakukan penyuntikan Imunisasi MMR.2. Pada anak yang lebih besar
- Anak akan mengeluh sakit kepala
- Kemerahan, bengkak dan nyeri pada bagian tubuh yang disuntikkan
- Demam.
Baca Juga: Anak Terkena Cacar Air Bolehkah Mandi? Ini Penjelasannya
Apa Yang Harus Dilakukan Bila Anak Mengalami Efek Samping Imunisasi?
Banyak hal yang dapat orang tua lakukan saat si kecil mengalami efek samping setelah dilakukan imunisasi, diantaranya:
- Lakukan pelukan hangat sesering mungkin agar si kecil merasa nyaman.
- Berikan ASI (Air Susu Ibu) lebih sering
- Apabila pada bekas suntikan terlihat kemerahan, hangat dan bengkak,orang tua dapat melakukan kompres dengan handuk dingin untuk mengurangi pembengkakan
- Apabila anak demam, maka orang tua dapat melakukan kompres air hangat, jangan membungkus anak terlalu rapat dengan pakaian tebal atau selimut tebal.
- Apabila si kecil mengalami demam setelah dilakukan vaksinasi, maka orang tua dapat memberikan obat penurun demam yang dijual bebas.
- Pada anak yang lebih besar, dapat diberikan air putih lebih banyak dari pada biasanya.
Baca Juga: Timbul Bisul Setelah Imunisasi BCG? Begini Penjelasannya
Bolehkah Anak Mandi Setelah Diimunisasi?
Saat Si Kecil imunisasi, wajar apabila Si Kecil mengalami demam. Hal ini wajar karena tubuh si kecil tengah bereaksi untuk membentuk antibodi sesuai dengan jenis vaksin yang diberikan sehingga tubuh kuat dari berbagai infeksi kuman kelak.
Setelah imunisasi, Si Kecil masih dapat dimandikan, namun ada baiknya menunggu setelah 24 jam pertama karena setelah vaksinasi biasanya Si Kecil mulai merasakan nyeri dan tidak nyaman pada area tubuh yang disuntik.
Apabila si kecil mengalami demam setelah diimunisasi, maka mama dapat memandikan si kecil dengan air hangat, hindari mandi dengan air dingin karena dapat membuatnya menggigil dan suhu tubuh semakin meningkat.
Baca Juga: Berapa Lama Bayi Demam Setelah Imunisasi DPT? Begini Cara Mengatasinya
Sahabat Sehat, itulah berbagai hal mengenai pentingnya imunisasi bagi Si Kecil dan penanganan pasca imunisasi. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check up, layanan fisioterapi, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.
Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.
Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia Dewi
Ditinjau oleh: dr. Monica C
Referensi
- Primaya Hospital. Imunisasi Anak : Manfaat dan Jadwal Imunisasi Terbaru – Primaya Hospital.
- Soedjatmiko, S., Sitaresmi, M., Hadinegoro, S., et al. Jadwal Imunisasi Anak Umur 0 – 18 tahun Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia Tahun 2020. Sari Pediatri, 22(4), p.252.
- Seattle Children’s Hospital. Immunization Reactions.
- National Centre for Immunisation Research and Surveillance. After vaccination.
- Kara A. Questions on Immunization and Vaccination and Short Answers. Journal of Pediatric Infection.J Pediatr Inf 2021;15(1):e49-e51Kara A
![Bolehkah Memandikan Bayi Setelah Imunisasi? Cek Faktanya! Banyak yang percaya memandikan bayi setelah imunisasi dapat membuat si kecil jatuh sakit. Mitos ini berkembang pesat di masyarakat. Imunisasi telah menjadi program pemerintah dalam mencegah penyakit di seluruh dunia. Badan Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization) memiliki program imunisasi masing-masing untuk mengurangi resiko penularan penyakit tertentu dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Sedangkan di Indonesia, […]](/wp-content/uploads/2022/06/Bolehkah-Memandikan-Bayi-Setelah-Imunisasi-Cek-Faktanya.jpg)

![Ada Benjolan di Leher Anak? Awas, Mungkin Itu Gondongan Merasakan adanya benjolan di leher anak mungkin akan membuat panik. Selain masalah kelenjar getah bening, bisa jadi itu tanda gondongan. Ketika meraba leher anak, seringkali orang tua menemukan benjolan, kemudian menjadi panik seketika. Banyak sekali faktor penyebab terjadinya benjolan yang terjadi pada leher anak. mulai dari hal yang wajar karena faktor daya tahan tubuh (pembengkakan […]](/wp-content/uploads/2022/06/Ada-Benjolan-di-Leher-Anak-Awas-Mungkin-Itu-Gondongan.jpg)
![Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Si Kecil Di Vaksin DPT Imunisasi DPT (Difteri, Pertusis dan Tetanus) merupakan salah satu imunisasi wajib yang harus diberikan kepada anak, yang dapat mencegah infeksi difteri, pertussis (batuk rejan) dan tetanus. Jika riwayat imunisasi tidak lengkap, Si Kecil beresiko menderita penyakit tersebut dikemudian hari. Sahabat Sehat, apa saja hal yang perlu diperhatikan saat Si Kecil akan diberi vaksin DPT ? […]](/wp-content/uploads/2022/06/Hal-yang-Harus-Dilakukan-Sebelum-Si-Kecil-Di-Vaksin-DPT.jpg)
![Penyebab Pneumonia Pada Bayi Baru Lahir Pneumonia merupakan infeksi pada saluran pernapasan dan paru yang dapat menjangkiti siapapun. Pneumonia dapat disebabkan oleh berbagai penyebab, misalnya bakteri, virus maupun jamur. Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi penyebab kematian anak terbesar di dunia bila dibandingkan dengan penyakit infeksi lainnya. Di Indonesia, lebih dari 19.000 orang balita meninggal dunia pada tahun 2018 silam atau dapat […]](/wp-content/uploads/2022/06/Penyebab-Pneumonia-Pada-Bayi-Baru-Lahir.jpg)
![Kenali Tanda dan Cara Penularan Hepatitis A Pada Anak Penyakit peradangan hati atau disebut juga hepatitis disebabkan oleh infeksi virus hepatitis. Terdapat berbagai jenis virus hepatitis, yakni Hepatitis A, Hepatitis B dan Hepatitis C, D dan E. Kali ini akan dibahas mengenai penyakit Hepatitis A, mari simak penjelasan berikut. Apa Itu Hepatitis A? Penyakit Hepatitis A disebabkan oleh virus Hepatitis A (Hepatitis Virus A- […]](/wp-content/uploads/2022/06/Kenali-Tanda-dan-Cara-Penularan-Hepatitis-A-Pada-Anak.jpg)
![Yuk Vaksinasi Mumpung Liburan Sekolah Pertengahan tahun identik dengan libur panjang dan pastinya sangat dinantikan oleh anak-anak. Rencana liburan biasanya juga sudah disiapkan oleh orang tua dari jauh-jauh hari. Selain membuat rencana perjalanan, orang tua sebaiknya juga mempersiapkan kesehatan diri dan anak. Kesehatan diri tidak hanya seputar mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga, dan istirahat yang cukup. Ada satu hal lainnya […]](/wp-content/uploads/2022/07/Yuk-Vaksinasi-Mumpung-Liburan-Sekolah.jpg)
![Waspadai Komplikasi Akibat Batuk Rejan (Pertusis) Pada Anak Batuk merupakan salah satu keluhan yang paling sering dijumpai pada anak-anak. Terdapat banyak sekali penyebab keluhan batuk, salah satunya adalah batuk 100 hari atau disebut juga Pertusis. Pertussis adalah sebuah penyakit yang mengakibatkan batuk yang tiada henti. Pertusis yang tidak ditangani dengan benar dapat menyebabkan berbagai komplikasi dan berdampak buruk bagi kondisi Si Kecil. Sahabat […]](/wp-content/uploads/2022/06/Waspadai-Komplikasi-Akibat-Batuk-Rejan-Pertusis-Pada-Anak.jpg)
![Berbagai Jenis Imunisasi Anak Sebelum Bepergian Apabila orangtua berencana untuk melakukan perjalanan bersama dengan anak-anak ke suatu daerah tertentu, tentunya orangtua memerlukan vaksinasi untuk anak minimal 1 bulan sebelum melakukan perjalanan, tergantung dari daerah mana yang akan dituju. Masa pandemi seperti saat ini, wajib sekali agar anak-anak yang berusia 6-11 tahun untuk melakukan vaksinasi Covid-19 agar melindungi tubuh dari Covid-19. Namun […]](/wp-content/uploads/2022/06/Berbagai-Jenis-Imunisasi-Anak-Sebelum-Bepergian.jpg)
![Obesitas Pada Anak, Begini Cara Mengatasinya Obesitas atau kelebihan berat badan pada anak merupakan kondisi medis serius yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak-anak dan remaja. Meski terlihat menggemaskan, namun kondisi sangat meresahkan karena obesitas kerap membuat anak-anak mengalami gangguan kesehatan yang wajarnya adalah masalah orang dewasa, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi. Saat ini, kasus obesitas pada anak telah […]](/wp-content/uploads/2022/06/Obesitas-Pada-Anak-Begini-Cara-Mengatasinya.jpg)

![5 Cara Mengatasi Gondongan Pada Anak Gondongan atau disebut juga mumps merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi paramyxovirus yang umumnya menyerang anak dan balita usia 5 hingga 9 tahun. Infeksi paramyxovirus menyerang kelenjar penghasil air liur yang terletak di sekitar telinga. Virus ini dapat ditularkan melalui percikan ludah dan lendir saat penderita gondongan bersin atau batuk. Meski demikian, […]](/wp-content/uploads/2022/06/5-Cara-Mengatasi-Gondongan-Pada-Anak.jpg)
