5 Manfaat Mendengarkan Musik pada Janin dan Ibu Hamil
Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

Musik dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Karenanya, banyak sekali manfaat mendengarkan musik pada janin dan bagi kesehatan ibu hamil. Alunan irama musik dipercaya dapat mempengaruhi suasana hati yang tidak stabil pada ibu hamil akibat perubahan hormon di masa kehamilan.
Selain itu para ahli menganggap bahwa dengan mendengarkan jenis musik tertentu saat hamil dapat menunjang perkembangan otak janin. Sahabat Sehat, apa saja manfaat mendengarkan musik bagi janin dan ibu hamil? Mari simak penjelasan berikut.
Bisakah Janin Mendengarkan Musik?
Meski masih didalam kandungan, pendengaran Si Kecil sudah mulai terbentuk seiring mendekati waktu kelahirannya. Janin sudah mulai dapat mendengar saat usia kehamilan mencapai 23 minggu. Memasuki usia kehamilan 29 hingga 33 minggu, janin sudah mampu membuat tangisan atau suara keras lainnya.
Oleh sebab itu bagi Sahabat Sehat yang tengah mengandung dianjurkan memberi rangsangan seperti mengajak Si Kecil berbicara sambil mengelus perut, atau mendengarkan musik yang menenangkan. Biasanya janin akan memberikan respon dari dalam kandungan dengan membuat gerakan tertentu.
Manfaat Mendengarkan Musik pada Janin
Sebuah penelitian mengungkapkan jika ibu hamil mendengarkan musik di masa kehamilannya, bayi menjadi lebih aktif dan peka dengan lingkungan sekitarnya setelah dilahirkan. Selain itu, beberapa manfaat musik bagi janin antara lain adalah:
- Meningkatkan kecerdasan dan kemampuan berpikir anak
- Daya tahan si kecil meningkat dan lebih sehat
- Si kecil jadi memiliki potensi yang tinggi di bidang seni
Selain memberikan manfaat bagi si kecil dalam kandungan, mendengarkan musik juga akan bermanfaat bagi ibu hamil.
Manfaat Mendengarkan Musik Bagi Ibu Hamil
Sahabat Sehat, berikut adalah berbagai manfaat yang dapat Sahabat Sehat peroleh dengan mendengarkan musik selama hamil:
Meredakan cemas dan stress
Perubahan hormon yang dialami ibu hamil kerap menimbulkan cemas dan stress. Ibu hamil yang mengalami stress dan depresi selama masa kehamilan dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur, berat bayi lahir rendah, dan gangguan perkembangan kognitif Si Kecil. Mendengarkan musik dengan alunan lembut dan menenangkan adalah salah satu solusi untuk mengatasi stress di masa kehamilan.
Mengatasi sulit tidur
Irama lagu yang lembut dapat membantu tubuh dan pikiran ibu hamil lebih rileks. Sebuah studi membuktikan bahwa ibu hamil yang rutin mendengarkan musik selama 4 minggu berturut-turut memiliki kualitas tidur yang jauh lebih baik dibanding dengan mereka yang tidak mendengarkan musik sama sekali.
Menjaga tekanan darah stabil
Salah satu komplikasi yang sering terjadi selama hamil adalah preeklampsia atau disebut juga keracunan kehamilan. Kondisi ini diakibatkan oleh tekanan darah ibu hamil yang tinggi sehingga menyebabkan plasenta kekurangan asupan darah dan oksigen. Berdasarkan penelitian, dengan mendengarkan musik yang lembut dapat membantu Sahabat Sehat menjadi lebih rileks dan tekananan darah menjadi stabil. Tentunya perlu diimbangi dengan istirahat yang cukup dan menjaga asupan makanan yang dikonsumsi.
Meredakan nyeri saat hamil
Efek relaksasi dari mendengarkan musik juga mampu membantu meredakan rasa nyeri yang sering muncul di masa kehamilan, seperti nyeri perut, nyeri punggung, hingga sakit kepala. Saat Sahabat Sehat mendengarkan musik yang disukai atau musik beralunan lembut, tubuh akan menghasilkan hormon endorfin yang berfungsi sebagai pereda nyeri alami.
Hal Penting Saat Mendengarkan Musik
Jika Sahabat Sehat mendengarkan musik selama hamil, sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut agar tidak berdampak buruk bagi kondisi ibu dan janin :
- Hindari memutar musik dengan suara keras (> 80 db) yang diputar berulang sebab dapat berdampak pada pendengaran dan otak janin.
- Volume musik yang dianjurkan untuk janin yakni sekitar 50-60 desibel atau sebesar suara normal saat berbicara.
- Tidak diperkenankan untuk meletakan barang elektronik seperti handphone, perangkat musik atau loudspeaker secara langsung di perut selama masa kehamilan.
- Musik dengan irama lambat, lembut, dan teratur seperti musik pengantar tidur ataupun musik klasik dianggap paling cocok untuk kesehatan ibu dan janin.
Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa hal mengenai manfaat mendengarkan musik pada janin yang dapat Sahabat Sehat jadikan panduan selama kehamilan. Jika Sahabat Sehat memiliki pertanyaan lain seputar kehamilan, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.
Referensi:
- Baby Centre UK. Will my baby learn anything in the womb? [Internet]. UK : Baby Center UK; [cited 2021 Aug 26]. Available from : https://www.babycentre.co.uk/a1049781/will-my-baby-learn-anything-in-the-womb
- Gordon S. Loud and Clear: What Your Baby Can Hear in Utero [Internet]. USA : Very Well Family. 2021 [updated 2021 June 14; cited 2021 Aug 26].
- International Forum for Wellbeing in Pregnancy. Listening to music during pregnancy: Myths and Facts – International Forum for Wellbeing in Pregnancy [Internet]. USA : International Forum for Wellbeing in Pregnancy; [cited 2021 Aug 26].
- The Asian Parent. 7 manfaat mendengarkan musik saat hamil, nomor 5 paling diharapkan semua orangtua [Internet]. Indonesia : The Asian Parent; [cited 2021 Aug 26].
![Cara Terbaik Agar Si Kecil Tidak Rewel dan Mudah Ngambek Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Bagi yang pertama kali memiliki anak, tentu cukup bingung bagaimana cara agar si kecil tidak rewel dan nangis. Terutama di malam hari. Sebagian besar Sahabat Sehat mungkin pernah mengalami hal ini. Banyak sekali hal yang dapat menyebabkan Si Kecil menjadi rewel dan sensitif […]](/wp-content/uploads/2021/09/Panduan-Mengatasi-Anak-Tantrum-Agar-Si-Kecil-Tidak-Rewel-dan-Mudah-Marah.jpg)
![Cara Mengajari Anak Supaya Mau Pakai Masker dengan Benar Ditulis oleh: dr. Monica Cynthia Dewi Ada cara mengajari anak pakai masker tanpa perlu memarahinya. Cara yang akan membuatnya senang hati pakai masker saat keluar rumah. Si kecil juga akan merasa harus pakai masker ketika berjumpa dengan mereka yang bukan orang tuanya. Penasaran bagaimana caranya? Yuk simak penjelasan berikut ini dan silahkan gunakan untuk mendidik […]](/wp-content/uploads/2021/09/Pendekatan-Persuasif-adalah-Kunci-Keberhasilan-Cara-Mengajari-Anak-Pakai-Masker.jpg)
![5 Tanda Anak Alergi Susu Sapi dan Cara untuk Mengobatinya Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Banyak tanda anak alergi susu sapi yang dia minum. Namun sayang, banyak orang tua tidak sadar anaknya memiliki alergi pada susu sapi. Akibatnya, si kecil tetap dipaksa minum hingga akhirnya kesehatan anak menjadi bermasalah. Bagi Sahabat Sehat yang memiliki anak, mungkin […]](/wp-content/uploads/2021/09/Menangis-Saat-Hendak-Diberi-Susu-Kemungkinan-Menjadi-Tanda-Anak-Alergi-Susu-Sapi.jpg)
![Jangan Panik! Begini Cara Mengobati Luka Jatuh Pada Anak Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Tahu cara mengobati luka jatuh pada anak merupakan hal wajib bagi para orang tua. Selain itu, penting menyiapkan perlengkapan P3K. Dengan demikian jika sewaktu-waktu terjadi luka saat si kecil bermain, Sahabat Sehat bisa membantu mengobatinya. Ya, si kecil memang senang mengeksplorasi […]](/wp-content/uploads/2021/09/Menenangkan-Si-Kecil-Merupakan-Langkah-Pertama-Cara-Mengobati-Luka-Jatuh-Pada-Anak-yang-Paling-Baik.jpg)
![Manfaat Vaksin Influenza untuk Anak dan Efek Sampingnya Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Pemberian vaksin influenza untuk anak mencegahnya mudah kena pilek dan demam. Oleh sebab itu, anak perlu divaksin influenza sejak dini. Sayangnya banyak orang tua yang menganggap remeh gejala flu seperti pilek, demam, dan radang tenggorokan. Faktanya, sangat banyak anak yang cenderung sering sakit tidak masuk sekolah karena terkena […]](/wp-content/uploads/2021/08/Pentingnya-Vaksin-Influenza-untuk-Anak-Demi-Mencegah-Gejala-Flu-Seperti-Pilek-dan-Demam.jpg)
![Penyebab Kulit Kemerahan pada Bayi dan Cara Mengatasinya Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Biasanya kulit kemerahan pada bayi disebabkan oleh ruam. Tetapi mungkin ada sebab lain. Misalnya kulit terlalu sensitif ataupun alergi. Untuk itu, sangat penting untuk mencari apa yang menyebabkan kulit si kecil ini mengalami kemerahan. Dengan demikian, Sahabat Sehat bisa menentukan apa […]](/wp-content/uploads/2021/08/Gejala-Kulit-Kemerahan-pada-Bayi-Membuat-Si-Kecil-Merasa-Gatal-dan-Kurang-Nyaman.jpg)
![5 Manfaat Vaksin HPV untuk Anak di Tingkat Sekolah Dasar Pemberian vaksin HPV untuk anak memiliki banyak sekali manfaat. Terutama sebagai pencegahan dini kanker serviks pada anak perempuan. Selain mencegah kanker serviks, masih banyak manfaat lain yang bisa didapatkan dari vaksin yang identik dengan pencegahan penyakit seksual menular ini. Saat ini masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa vaksinasi HPV (Human Papillomavirus) belum diperlukan pada anak-anak. […]](/wp-content/uploads/2021/08/Vaksinasi-HPV-untuk-Anak-Perempuan-adalah-Hal-yang-Sangat-Penting.jpg)

![5 Cara Memilih Popok Bayi Anti Ruam untuk Kulit Sensitif Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sahabat Sehat, menggunakan popok bayi anti ruam menjadi keharusan. Terutama jika si kecil memiliki tipe kulit yang sangat sensitif. Namun apakah Sahabat Sehat sudah tahu bagaimana cara memilih popok agar si kecil tidak lagi mengalami ruam-ruam di kulitnya? Popok merupakan salah satu barang […]](/wp-content/uploads/2021/08/Popok-Bayi-Anti-Ruam-Harus-Dipasang-dengan-Benar-pada-Bayi-Berkulit-Sensitif.jpg)
![Cara Mengenalkan Pendidikan Seksual Sejak Dini Pada Anak Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Mengajarkan pendidikan seksual sejak dini merupakan hal yang baik pada anak. Walaupun tampak tabu, namun sebenarnya sangat bermanfaat. Selain membuat Si Kecil mengetahui bahayanya pergaulan dan seks bebas, Si Kecil juga akan lebih terhindar dari risiko kejahatan seksual yang kerap mengintai anak-anak. Namun […]](/wp-content/uploads/2021/08/Panduan-Cara-Mengenalkan-Pendidikan-Seksual-Sejak-Dini-Kepada-Anak-Sesuai-Tahapan-Usia.jpg)
