Aktivitas Pemicu Kanker #KamiSehat
Menurut World Health Organization (WHO) , Kanker merupakan pertumbuhan sel-sel baru secara abnormal yang tumbuh melampaui batas normal dan yang kemudian menyerang bagian sebelah tubuh dan menyebar ke organ lain. Presentasi kasus kanker di seluruh Dunia berdasarkan data Globocan 2018 dari International Agency for Research on Cancer disebutkan bahwa terdapat 18,1 juta kasus baru dan 9,6 juta kematian akibat kanker di seluruh dunia pada tahun 2018. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2012, karena terdapat 14 juta kasus baru kanker dan 8,2 kasus kematian akibat kanker di seluruh dunia.

Kanker yang terbanyak pada wanita secara global adalah kanker payudara (2,4%), kanker kolorektal (9,4%), kanker paru (8,4%), kanker serviks (6,6%) dan kanker tiroid (5,5%). Sedangkan kanker yang terbanyak pada pria antara lain kanker paru (14,5%), kanker prostat (13,5%), kanker kolorektal (10,9%), kanker lambung (7,2%) dan kanker hati (6,3%).
Baca Juga: 5 Perbedaan Kanker dan Tumor
Bagaimana presentase kanker di Indonesia? Kanker payudara, kanker serviks, kanker ovarium, kanker tiroid dan kanker paru merupakan 5 besar jenis kanker terbanyak pada wanita. Kanker payudara masih menempati posisi 1 kemudian diikuti oleh kanker serviks di urutan ke 2.Terjadi perbedaan pada presentase kanker serviks pada wanita dimana berdasarkan presentase di seluruh dunia menempati urutan ke 4 sedangkan di Indonesia masih di posisi ke 2 penyebab kanker pada wanita di Indonesia.
Nah, sebenarnya apakah aktivitas yang dapat memicu terjadinya kanker itu?
- Indeks massa tubuh yang tinggi. Yang berarti berat badan berlebih/obesitas meningkatkan risiko terjadinya kanker .
- Kurang aktivitas fisik. Penelitian telah menunjukkan bahwa diet yang buruk dan gaya hidup yang tidak aktif adalah 2 faktor utama yang yang dapat meningkatkan risiko kanker seseorang. Berdasarkan data dari (Kemenkes tahun 2014) Kelebihan berat badan, obesitas dan kurangnya aktivitas fisik, yang menyebabkan 274.000 kematian akibat kanker setiap tahunnya)
- Kurang konsumsi buah dan sayur
- Banyak konsumsi makanan olahan dan daging merah
Menurut perkiraan terbaru oleh Global Burden of Disease Project, sekitar 34.000 kematian akibat kanker per tahun di seluruh dunia disebabkan oleh diet tinggi daging olahan. Memasak pada suhu tinggi atau dengan makanan yang bersentuhan langsung dengan nyala api atau permukaan yang panas, seperti pada memanggang atau menggoreng, menghasilkan lebih banyak jenis bahan kimia karsinogenik tertentu (seperti hidrokarbon aromatik polisiklik aromatik dan amina aromatik heterosiklik). - Merokok dan konsumsi alkohol berlebihan
Asap rokok terdiri dari lebih dari 7.000 bahan kimia, dan lebih dari 70 diketahui dapat menyebabkan kanker (karsinogen). Beberapa bahan kimia yang ditemukan dalam asap rokok meliputi: Nikotin,Sianida, Benzene, Formaldehida, Metanol (alkohol kayu), Acetylene (bahan bakar yang digunakan dalam obor las), Amonia, Gas racun karbon monoksida dan nitrogen oksida, Vinil klorida, Etilen oksida, Arsenikum, Chromium, Kadmium, Nitrosamin, Hidrokarbon aromatik polynuclear. Paparan berulang dari zat kimia tersebut menyebabkan iritasi dan inflamasi kronis, yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan kanker. Contohnya adalah kanker paru dan esofagus akibat bahan kimia pada rokok, dan berbagai macam kanker lainnya.
Konsumsi alkohol berlebihan, yang menyebabkan sekitar 351.000 kematian akibat kanker setiap tahunnya . Penggunaan alkohol jangka panjang telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker hati. Biasanya, penggunaan alkohol dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan hati. Hal ini, pada akhirnya, dapat meningkatkan risiko kanker hati. Penggunaan alkohol telah dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi dari kanker usus besar dan rektum. Hal tersebut umumnya lebih sering pada pria dibandingkan pada wanita. Ancaman terakhir dari konsumsi alkohol jangka panjang adalah kanker payudara - Terpapar zat karsinogenik
Karsinogen sendiri adalah zat yang menyebabkan penyakit kanker. Sedangkan karsinogenik merupakan substansi yang menyebabkan kanker atau meningkatkan risiko timbulnya kanker. Jenis paparannya dapat berupa:
– Fisik: sinar UV dan radiasi sinar X
– Kimiawi: Polusi udara (di luar maupun di dalam ruangan), yang menyebabkan sekitar 71.000 kematian akibat kanker setiap tahunnya.
Karsinogen di lingkungan kerja, yang menyebabkan setidaknya 152.000 kematian akibat kanker setiap tahunnya.
Paparan berulang dari zat kimia tersebut menyebabkan iritasi dan inflamasi kronis, yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan kanker. - Biologis: Infeksi virus, bakteri (Hepatitis Virus, virus Epstein Barr dapat menyebabkan kanker esofagus, kanker perut, dan limfoma. dan HPV yang menyebabkan kanker serviks)
Di seluruh dunia, infeksi terkait dengan kanker sekitar 15% sampai 20%. Persentase ini bahkan lebih tinggi di negara-negara berkembang, tetapi lebih rendah di Amerika Serikat dan negara-negara maju lainnya.
Wanita yang memiliki kebiasaan dalam pola konsumsi makanan berlemak dapat menyebabkan tubuh menghasilkan lebih banyak estrogen dan akan memicu proses pembelahan sel yang tidak normal. Senyawa lemak juga menghasilkan radikal bebas sehingga dapat memicu pertumbuhan sel kanker. Lemak yang menumpuk dalam tubuh akan memengaruhi hormon yang pada akhirnya membuat sel-sel tumbuh menjadi tidak normal dan menjadi kanker.
Sebagai tambahan juga mengenai penjelasan sebelumnya mengenai perbedaan persentase kanker serviks. Secara global kanker serviks menjadi penyebab nomor 4 kanker pada wanita. Namun data di Indonesia masih menunjukkan posisi nomor 2. Hal tersebut disebabkan secara global sudah meningkat kesadaran untuk melakukan deteksi dini kanker serviks dan pencegahannya. Namun di Indonesia tingkat kesadaran tersebut masih rendah sehingga kanker serviks masih menjadi nomor 2 penyebab kanker pada wanita di Indonesia.
Baca Juga: 10 Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Kemoterapi
Apakah semua virus HPV akan menyebabkan kanker serviks atau hanya jenis tertentu? Bagaimana ciri” atau tanda awal kanker serviks? Penyebab utama dari kanker serviks adalah virus HPV dengan tipe 16 dan 18. Gejala kanker serviks yang muncul umumnya adalah rasa sakit saat berhubungan, keluarnya cairan yang tidak normal dari vagina, dan perdarahan. Selain itu, perdarahan setelah berhubungan, di luar masa menstruasi, atau setelah menopause merupakan gejalanya juga.
Pap smear pada wanita yang sudah aktif berhubungan seksual sebaiknya dilakukan setiap 3 tahun sekali kemudian jika hasilnya negatif dilanjutkan dengan pemberian vaksinasi HPV untuk mencegah kejadian kanker serviks.
Apakah aktivitas yang dapat menjadi pemicu kanker serviks?
Beberapa aktivitas pemicu kanker serviks:
- Hubungan seksual di usia muda
- Berganti-ganti pasangan seksual
- Terdapat penyakit menukar seksual
- Merokok
- Melahirkan lebih dari 3 kali
- Pemakaian pil KB
Apakah aktivitas kantor yang dapat memicu kanker?
Beberapa aktivitas di kantor yang dapat memicu kanker adalah:
- Aktivitas fisik yang kurang seperti terlalu banyak duduk.
- Keadaan stres karena pekerjaan kantor yang terlalu banyak dapat menurunkan imunitas tubuh dan lebih meningkatkan risiko terjadinya kanker.
- Konsumsi makanan fast-food (makanan cepat saji yang pastinya mengandung tinggi kalori dan lemak tapi rendah nutrisi yang lain) berlebihan saat makan siang.
- Tidak menggunakan tabir surya sehingga kulit terpapar sinar UV.
- Adanya shift malam yang membuat ritme sirkadian tubuh terganggu, sehingga tubuh lebih rentan terjangkit kanker.
- Jenis pekerjaan seseorang yang bekerja di tempat yang mengandung banyak debu, zat kimia seperti asbes, gas, dan zat radioaktif.
Baca Juga: Kanker Serviks Si Pembunuh Banyak Wanita
Apakah jenis pekerjaan yang rentan terpapar zat pemicu kanker?
Contoh pekerjaannya seperti yang bekerja di bidang industri pertanian, pabrik, konstruksi. Pekerjaan tersebut membuat seseorang banyak terpapar bahan seperti asbes, gas kimia, benzena, silika, debu dan zat kimia lainnya. Pekerja yang banyak bekerja di luar ruangan yang membuat lebih lama terkena paparan sinar matahari (UV) juga memiliki risiko kanker lebih tinggi dibandingkan dengan yang bekerja di ruangan.
Apakah meletakkan ponsel dekat kepala dapat memicu kanker otak?
Kemungkinan bahwa ponsel dapat menyebabkan kanker saat ini masih kontroversial. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ponsel tidak berpengaruh pada risiko kanker. Namun, ini adalah penelitian jangka pendek yang tidak dapat secara jelas menunjukkan dampak radiasi ponsel dalam jangka panjang. Hingga saat ini, sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa tidak ada kaitan antara ponsel dan kanker. Berdasarkan penelitian National Institute of Environmental Health Sciences (NIEHS) menunjukkan bahwa energi radiofrekuensi dari ponsel tidak menyebabkan kerusakan DNA yang bisa berakibat pada kanker.
Bagaimana korelasi penggunaan pil KB dapat memicu kanker serviks?
Mengenai PIL KB yang meningkatkan risiko terjadinya kanker adalah karena faktor hormonal yang terdapat dalam PIL KB itu sendiri. Berdasarkan penelitian wanita yang menggunakan pil KB selama 5 tahun memiliki risiko 10 % lebih tinggi dibandingkan yang tidak menggunakan pil KB sama sekali. Kemudian, wanita yang menggunakan pil kb 5-9 tahun risiko meningkat hingga 60%.Selain kanker serviks, pil KB juga meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara dan kanker endometrium. Namun, jangan takut untuk menggunakan pil KB, ya Sobat. Selama dalam pengawasan dokter tetap aman dikonsumsi.
Apakah bra berkawat dapat menjadi salah satu pemicu kanker payudara?
Sampai saat ini belum ada penelitian atau data medis yang cukup kuat untuk membuktikan isu bahwa bra kawat jadi salah satu penyebab kanker payudara. Penelitian yang paling akurat di tahun 2014 dalam jurnal Cancer Epidemiology Biomarkers & Prevention berhasil mencatat bahwa tidak ada kaitan antara bra kawat dan kanker payudara.
Aktivitas apa yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara?
Aktivitas yang dapat memicu kanker payudara yaitu tingginya konsumsi lemak, obesitas, merokok, stres, dan kurangnya tidur.
Itulah, Sahabat Sehat, mengenai aktivitas kanker. Yuk, segera periksakan diri jika Sahabat terindikasi mengarah ke kanker HPV di Prosehat yang mempunyai layanan ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:
- Produk dijamin asli
- Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
- Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
- Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
- Jadwal vaksinasi yang fleksibel
- Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian
Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.
Read More

![(Untuk Tenaga Kesehatan)-Cara Edukasi Pasien untuk Vaksinasi HPV Cakupan vaksinasi HPV: Data WHO 2014 diperkirakan 59 juta wanita mendapatkan 1 dosis dari vaksinasi HPV yang merupakan 2% dari populasi wanita tahun 2014 Burni, et al pada tahun 2016 diperkirakan 47 juta wanita mendapat 3 dosis lengkap dari vaksinasi HPV, 1,6% dari populasi global wanita tahun 2016. Data di Amerika 2017 menunjukkan sekitar 49% […]](/wp-content/uploads/2018/07/suntik-vaksin-dewasa.jpg)
![Pria, Seks, dan HPV Berikut Pembahasannya Human Papilloma Virus (HPV) menjadi salah satu penyebab terbesar terjadinya kanker mulut rahim pada wanita. Di Indonesia, kanker serviks menduduki urutan kedua dari 10 kanker berdasarkan data dari Patologi Anatomi 2010 dengan insiden sebesar 12,7%. Ini berarti jumlah penderita baru kanker serviks berkisar 90-100 kasus per 10.000 penduduk dan terjadi 40 ribu kasus kanker serviks […]](/wp-content/uploads/2019/02/vaksin-HPV-pria.jpg)
![Kenali dan Cegah Hepatitis Hepatitis A sempat menjadi perbincangan hangat setelah penyakit yang menular ini mewabah di Pacitan, Jawa Timur. Mewabahnya penyakit hepatitis A ini membuat banyak orang panik. Hepatitis A yang mewabah di Pacitan sudah dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Berdasarkan data tanggal 26 Juni 2019 hingga 27 Juni 2019, mencatatkan ada 1525 orang yang terjangkit hepatitis […]](/wp-content/uploads/2018/08/hepatitis.jpg)


![Diet Sehat dan Seimbang untuk Menurunkan Berat Badan Berbagai macam diet bisa menjadi pilihan untuk penurunan berat badan. Namun, tidak semua diet memberikan dampak penurunan berat badan yang konstan dan berdampak baik bagi kesehatan. Beberapa jenis diet mungkin dapat mempengaruhi perubahan berat badan, tapi berdampak pada menurunnya kondisi kesehatan akibat penurunan berat badan drastis. Diet menjadi solusi bagi mereka yang ingin menurunkan berat […]](/wp-content/uploads/2018/09/diet-aman.jpg)

![Kehidupan Seks tetap Membara setelah Menikah dan Punya Anak Peran seorang ibu dalam keluarga sangat penting karena mengurus keluarga dan rumah. Selain itu, Ibu juga berperan penting dalam menciptakan dan menjaga keharmonisan di dalam keluarga. Keluarga yang harmonis dan bahagia adalah impian setiap orang dan bukan hal yang mustahil untuk mewujudkannya. Namun, terkadang sesudah menikah dan punya anak, konsentrasi Ibu lebih terfokus pada kebutuhan […]](/wp-content/uploads/2016/09/seks-dan-jantung.jpg)


![Kejar Vaksinasi #KamiSehat Setiap manusia pada dasarnya sudah memiliki sistem kekebalan sejak masih dalam kandungan untuk melindungi diri dari penyakit. Meskipun begitu, sistem imun bayi belum bekerja seoptimal dan sekuat sistem imun orang dewasa sehingga mereka akan lebih gampang sakit. Di sinilah peran imunisasi untuk menjaga kesehatan bayi segera sejak baru lahir. Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap […]](/wp-content/uploads/2018/07/pria-suntik-vaksin.jpg)



![Let’s Talk About Our Intimacy #Kamisehat Bagian kewanitaan merupakan bagian penting untuk selalu dijaga kesehatannya. Permasalahan seputar area intim wanita yang banyak dikeluhkan hendaknya langsung dikonsultasikan kepada dokter. Yuk, kita cari tahu mengenai gangguan yang dapat terjadi. Gangguan Menstruasi Menstruasi merupakan siklus bulanan yang dialami wanita. Siklus menstruasi wanita ada yang pendek dan ada yang panjang. Normalnya siklus menstruasi wanita sekitar […]](/wp-content/uploads/2019/07/organ-intim-wanita.jpg)
![Apa Itu Active Aging: Penyakit Degeneratif? Seiring bertambahnya umur, pria dan wanita pasti menyadari munculnya tanda-tanda penuaan pada tubuh mereka, salah satunya menurunnya fungsi dari organ tubuh, yang pada akhirnya dapat menimbulkan penyakit degeneratif. Proses penuaan merupakan penyebab penyakit degeneratif yang paling umum. Baca Juga: Selain Oplas, Berikut 8 Cara Mencegah Penuaan Dini Penyakit degeneratif adalah kondisi kesehatan di mana organ […]](/wp-content/uploads/2019/06/penuaan.jpg)
![Solusi Cerdas Atasi Anak Sulit Makan Masa anak-anak merupakan fase dimana orang tua terkadang mulai khawatir bila tiba-tiba mereka sulit makan. Masalah yang sering terjadi antara lain mengemut makanan, menolak makanan baru (Neophobia), pilih-pilih makanan (picky eater), gangguan pencernaan, dan alergi makanan. Makanan yang diemut Penyebab makanan paling sering karena orang tua terlalu cemas anak tidak menghabiskan makanannya, sehingga waktu yang […]](/wp-content/uploads/2018/09/anak-males-makan.jpg)

