Telp / SMS / WhatsApp : 0857-75-500-800

Showing 21–30 of 119 results

  • Hallo Rekan Sehat! Bagaimana kabar Anda hari ini? Pada tanggal 24 Januari 2016 yang lalu telah diadakan Ngobrol Sehat part 2 tentang Tumbuh Kembang Anak bersama dr. Eva Devita, SpA. di fanpage FB ProSehat. Acaranya berlangsung dengan sangat meriah, karena banyak sekali partisipan yang mengikuti acara ngobrol sehat part 2 kemarin, membanjiri linimasa kami dan […]

    Ngobrol Sehat Part 2 Tentang Tumbuh Kembang Anak dengan dr. Eva Devita, SpA

    Hallo Rekan Sehat! Bagaimana kabar Anda hari ini?

    Pada tanggal 24 Januari 2016 yang lalu telah diadakan Ngobrol Sehat part 2 tentang Tumbuh Kembang Anak bersama dr. Eva Devita, SpA. di fanpage FB ProSehat. Acaranya berlangsung dengan sangat meriah, karena banyak sekali partisipan yang mengikuti acara ngobrol sehat part 2 kemarin, membanjiri linimasa kami dan memborbardir dr. Eva dengan pertanyaan terkait dengan tumbuh kembang anak.  Apakah Rekan Sehat juga berpartisipasi dalam ngobrol sehat part 2? Jika tidak, berikut rangkuman beserta pertanyaan yang diutarakan oleh kami dan Rekan Sehat yang kemudian dijawab oleh dr. Eva secara langsung.

    12622270_1699974646903540_8329714281763058207_o

    Pertanyaan 1:

    Apa yang mempengaruhi tumbuh kembang pada anak, ya dok?

    Jawaban:

    Pertama kita harus membedakan pertumbuhan dan perkembangan terlebih dahulu. Pertumbuhan adalah pertambahan dalam ukuran fisik seorang anak (berat badan, tinggi badan, lingkar kepala) sedangkan perkembangan adalah bertambahnya keterampilan seorang anak dari aspek motorik kasar dan halus, bahasa, dan personal sosial. Tumbuh kembang dipengaruhi faktor biopsikososial: genetik, status gizi, status kesehatan secara umum, pola asuh, stimulasi, dan lingkungan.

    Pertanyaan 2:

    Seberapa besar pengaruh pemberian nutrisi dan gizi seimbang terhadap tumbuh kembang anak, dok? Adakah cara tertentu yang dapat digunakan untuk memantau keterkaitan hal tersebut?

    Jawaban:

    Nutrisi sangat penting perannya dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Nutrisi diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak, otot, tulang yang semuanya berperan dalam tumbuh dan kembang anak. Nutrisi seimbang yang dibutuhkan anak artinya makanan anak harus mengandung karbohidrat dan protein sebagai zat pembangun, lemak dan mineral untuk pembentuk sel dan metabolisme tubuh, vitamin untuk menjaga sel-sel dari kerusakan dan juga berperan dalam metabolisme tubuh. Apabila nutrisi tidak seimbang, pasti berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan. Contohnya, anak yg berlebih karbohidrat dan lemaknya akan meningkatkan risiko obesitas dan tentunya akan menghambat ia untuk bergerak sehingga perkembangannya menjadi terlambat.

    Pertanyaan 3:

    Bagaimana cara mengetahui pertumbuhan dan perkembangan seorang anak itu normal? Apakah diperlukan stimulasi khusus jika tumbuh kembang anak tidak normal, dok?

    Jawaban:

    Pemantauan tumbuh kembang anak dilakukan oleh orangtua dan dokter anak. Pertumbuhan dipantau melalui penambahan berat/tinggi badan per bulan yang diplot pada grafik pertumbuhan. Sementara perkembangan dipantau melalui skrining dan evaluasi perkembangan oleh dokter anak.

    Pertanyaan 4:

    Bagaimana sebenarnya proses tumbuh kembang anak yang baik? Karena mungkin banyak orang tua yang khawatir ketika anaknya malas makan kemudian tumbuh kembangnya akan terganggu.

    Jawaban:

    Untuk anak usia di bawah 1 tahun ada patokan-patokan kenaikan berat badan rata-rata yang harus dicapai. Dan untuk 3 bulan pertama, kenaikan berat badan haru 800-1.000 gram/bulan. 3 bulan kedua, kenaikan berat badan harus berkisar antara 500-750 gram/bulan. Dan pada 3 bulan ketiga, kenaikannya harus sekitar 300-500 gram/bulan. Terakhir, pada 3 bulan keempat, kenaikannya harus sekitar 100-300 gram/bulan. Untuk usia 1-3 tahun, kenaikan akan berkurang hingga 1-2 kilogram karena anak sudah semakin aktif. Namun patokan kasarnya usia 6 bulan beratnya akan 2x berat lahir, sementara saat usia 1 tahun beratnya akan 3x berat lahir.

    Pertanyaan 5: 

    Pada usia berapa seorang anak dikategorikan sebagai masa golden ages mereka, ya dok?

    Jawaban:

    Masa emas perkembangan anak adalah 1000 hari pertama kehiupan atau 2 tahun pertama. Untuk perkembangan otak ada masa plastisitas otak yg bisa sampai 3-5 tahun.

    Pertanyaan 6:

    Apa saja yang biasanya menonjol pada masa golden ages mereka, ya dok?

    Jawaban:

    Di 2 tahun pertama, selain pertambahan berat dan tinggi badan yang pesat, kepintaran anak juga bertambah dengan cepat. Pada usia 3 bulan, bayi sudah bisa tengkurap, mengangkat kepala, membalas senyum, sampai mengikuti pergerakan benda yang ditunjukan dengan gerakan bola matanya. Sedangkan pada usia 6 bulan, bayi sudah bisa berguling, duduk dengan tegap, dan memegang benda dengan pegangan yang kuat. Pada usia 9 bulan ia sudah bisa merangkak, berdiri sambil pegangan, babbling dan duduk sendiri. Pada usia 12 bulan ia sudah bisa berjalan, memegang benda kecil dengan 2 jari dan mengucapkan banyak kata seperti ‘mama’ atau ‘papa’. Sedangkan pada usia 15 bulan, kosakatanya sudah bertambah hingga 10 kata. Ia juga sudah mengerti peringah sederhana, mengerti fungsi objek sederhana seperti sisir yang digunakan untuk menyisir rambut dan sudah berjalan dengan lancar. Pada usia 18 bulan kosakatanya bertambah hingga 20 kata. Ia sudah dapat menggunakan anggota tubuhnya dengan benar sesuai fungsinya walau belum banyak. Dan pada usia 20 sampai 24 bulan ia akan mulai merangkai kata untuk melakukan percakapan dengan orang di sekitarnya, berbicara untuk memberitahu keadaan dirinya, sudah mengetahui banyak fungsi benda dengan lebih baik.

    Pertanyaan 7:

    Kebutuhan bayi yang seperti apa yang akan membantu tumbuh kembang si kecil?

    Jawaban:

    Kebutuhan bayi di usia ini selain nutrisi tentu stimulasi, baik dari orang tua atau dari pengasuhnya. Stimulasi bisa dengan menggunakan mainan edukatif sesuai usia anak. Dan anak butuh istirahat yang cukup dan tidak terganggu karena saat tidur juga merupakan saat yang penting untuk tumbuh kembang anak. Jadi sebaiknya anak tidak terganggu tidurnya karena mengompol misalnya.

    Nah itu tadi beberapa pertanyaan dengan jawaban hasil Ngobrol Sehat part 2 dengan dokter spesialis anak, dr. Eva Devita, SpA. Temukan pertanyaan beserta penjelasan lainnya di sini.

    Read More
  • Memiliki anak yang gemuk memang menggemaskan. Tapi jangan sampai gemuknya berlanjut hingga si kecil memasuki usia 5 tahun. Dikhawatirkan ia malah akan obesitas pada saat sudah besar! Obesitas pada anak belum lama menjadi sorotan permasalahan gizi pada anak. Hal ini disebabkan karena komplikasi obesitas pada anak yang dapat ditimbulkan lebih kompleks dibandingkan dengan obesitas pada […]

    Hati-hati Obesitas Pada Anak!

    Memiliki anak yang gemuk memang menggemaskan. Tapi jangan sampai gemuknya berlanjut hingga si kecil memasuki usia 5 tahun. Dikhawatirkan ia malah akan obesitas pada saat sudah besar!

    obese-child

    Obesitas pada anak belum lama menjadi sorotan permasalahan gizi pada anak. Hal ini disebabkan karena komplikasi obesitas pada anak yang dapat ditimbulkan lebih kompleks dibandingkan dengan obesitas pada orang dewasa. Hal ini atas pertimbangan anak yang masih akan terus tumbuh dan berkembang, serta karena anak merupakan generasi penerus bangsa. Dan jika mereka obesitas, aktifitas mereka dalam membangun bangsa ini akan terganggu.

    Tapi sebenarnya, apa itu obesitas pada anak?

    Obesitas adalah akumulasi jaringan lemak di bawah kulit yang berlebihan dan menyebar di seluruh tubuh. Obesitas pada umumnya memiliki tanda dan gejala yang khas, yaitu wajah membulat, dagu rangkap (double chin), leher pendek, pipi membulat, dada mengembung dan payudara yang membesar dengan jaringan lemak. Pada anak laki-laki penis akan tampak kecil karena terkubur dalam jaringan lemak supra-pubik sementara pada anak perempuan indikasinya adalah menstruasi dini.

    Hati-hati obesitas pada anak karena akan menyebabkan masalah kesehatan yang timbul ketika mereka dewasa, seperti berikut ini:

    • Penyakit jantung
    • Resistensi terhadap insulin sehingga rentan terhadap penyakit diabetes
    • Penyakit muskuloskeletal (penyakit otot dan tulang) seperti osteoarhtritis
    • Penyakit kanker
    • Disabilitas

    Berikut fakta-fakta yang terkait dengan resiko obesitas pada anak:

    1. Fakta Genetik: Sebuah penelitian mengatakan bahwa jika ibu biologis mengalami obesitas, maka keturunannya memiliki peluang 75% mengalami obesitas.

    2. Fakta Diet: Dalam hal ini ada 2 poin penting yang diperhatikan yaitu:

    • Perubahan trend makanan cepat saji atau junkfood: Salah satu penyebab obesitas pada anak disebabkan oleh terlalu banyak makan makanan junkfood. Peran orang tua yang memiliki lebih sedikit waktu dan energi untuk menyiapkan makanan sehat juga turut menjadi andil dalam pengalihan makanan ke junkfood. Makanan junkfood biasanya tinggi kadar gula dan lemaknya. Makanan ini juga biasa ditawarkan dalam ukuran besar yang menggiurkan.
    • Konsumsi minuman ringan tanpa diimbangi dengan aktivitas fisik: Selain itu, minuman ringan sudah lebih populer ketimbang susu dan air. Misalnya, setiap tahun, orang Meksiko membelanjakan lebih banyak uang untuk minuman ringan, daripada untuk gabungan sepuluh makanan pokok. Menurut buku Overcoming Childhood Obesity, menenggak minuman ringan 600 mililiter saja setiap hari dapat menaikkan berat badan sebanyak 11 kilogram dalam waktu setahun.

    3. Fakta Kurangnya Olahraga: Asupan makanan tidak berbanding lurus dengan kegiatan fisik atau kegiatan olahraga si kecil. Menonton TV sambil makan, bermain games sambil disuapin makan, tentunya akan menyebabkan obesitas pada anak dengan mudah.

    4. Fakta Faktor Psikologi: Beberapa anak memakan lebih banyak karena adanya gangguan emosi seperti stress atau sekedar bosan.

    5. Fakta Faktor Sosio-ekonomi: Makanan yang tersedia dengan harga  tidak terlalu mahal biasanya cepat saji seperti frozen meals, crackers dan cookies. Makanan tersebut biasanya tinggi lemak dan garam yang berperan dalam penambahan berat badan.

    Bertindak sekarang!

    Badan Kesehatan Dunia atau WHO, menghimbau agar keluarga terutama orang tua lebih pintar dan cermat dalam memilih makanan yang sehat bagi anak-anaknya. Hal ini disebabkan karena preferensi atau kecenderungan untuk menyukai makanan tertentu dibentuk sejak awal masa kanak-kanak dan saat tersebut orang tua memiliki peran yang penting. Memberikan anak-anak balita makanan yang tinggi kalori, tinggi lemak, tinggi gula dan tinggi kadar garam/natrium merupakan kontribusi utama obesitas di masa kanak-kanak. Para orang tua, terutama ibu harus paham mengenai nutrisi pada anak-anak dan harus membongkar kebiasaan lama yang mengatakan anak yang sehat adalah anak yang gemuk. Adanya mitos inilah yang juga menyebabkan orang tua cenderung memberikan asupan makanan berlebihan kepada anak-anaknya.

    Sumber: TanyaDok.com

    Daftar Pustaka

    • Budiwarti, Y. Endang, SKM,MPH. Gizi pada Anak Obesitas. [internet] 2012. [cited May 29 2014]. Available from  http://www.rscm.co.id/index.php?bhs=in&id=GIZ0000001
    • Anonymous. Fakta Penyakit Jantung pada Anak. [internet] 2014. [cited May 29 2014]. Available from http://www.parenting.co.id/article/mode/fakta.penyakit.jantung.pada.anak/001/003/640
    • Gabriella, J. Hartono, dr. Laporan  Gizi di Awal Tahun 2014 : Kurus vs Obesitas. [internet] 2012. [cited May 29 2014]. Available from http://www.tanyadok.com/anak/laporan-gizi-di-awal-tahun-2014-kurus-vs-obesitas
    • Agtadwimawanti, Nur Resti. Fakta Tentang Obesitas dan Kegemukan. [internet] 2012. [cited May 29 2014]. Available from  http://intisari-online.com/read/fakta-tentang-obesitas-dan-kegemukan
    • Mahadikawati, Ika. Obesitas  pada Anak. [internet] 2012. [cited May 28 2014]. Available from http://mediasehat.com/konten7no107
    • Anonymous, Mayo Clinic Staff. Childhood Obesity. [internet] 2014 [cited May 28 2014]. Available from http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/childhood-obesity/basics/causes/con-20027428
    • Anonymous. Obesitas – Fakta, Penyebab dan Resikonya.  [internet] 2014 [cited May 28 2014]. Available from Obesitas – Fakta, Penyebab dan Resikonya
    • Facts and figures on childhood obesity. [homepage on the Internet]. 2014 [cited 2014 Jun 11]. Available from: WHO, Web site: Facts and figures on childhood obesity
    Read More
  • Bagi Rekan Sehat yang memiliki bayi tentu sudah tidak asing lagi dengan adanya iritasi merah di kulit daerah yang terpasang popok pada tubuh si kecil. Tapi sebenarnya apa itu diaper rash? Apakah berbahaya? Apa penyebabnya? Diaper Rash adalah bercak-bercak merah di kulit daerah yang terpasang popok. Bercak ini timbul karena kulit bayi yang terlalu lama […]

    Apa Itu Diaper Rash?

    Bagi Rekan Sehat yang memiliki bayi tentu sudah tidak asing lagi dengan adanya iritasi merah di kulit daerah yang terpasang popok pada tubuh si kecil. Tapi sebenarnya apa itu diaper rash? Apakah berbahaya? Apa penyebabnya?

    prosehat - diaper rash

    Diaper Rash adalah bercak-bercak merah di kulit daerah yang terpasang popok. Bercak ini timbul karena kulit bayi yang terlalu lama dalam keadaan lembab akibat terlalu lama menggunakan popok yang sudah melebihi kapasitas daya tampung cairannya dan tidak segera diganti. Bercak ini juga dikenal sebagai diaper rash atau dermatitis popok. Penyakit ini hanya terjadi pada penggunaan popok yang terlalu lama. Walaupun begitu ternyata penyakit ini tidak hanya terjadi pada bayi yang menggunakan popok, tapi juga pada semua kelompok usia yang menggunakan popok, seperti pasien dengan inkontinensia atau para lansia.

    Penyebab Diaper Rash

    Penyebab dari dermatitis popok ini adalah karena gesekan antara kulit bayi yang sensitif dengan popok yang basah. Namun hal ini juga dapat menjadi penyebab diaper rash dengan mudah, yaitu:

    • Iritasi dari feses, urin, atau deterjen pakaian.
    • Infeksi oleh jamur.
    • Reaksi alergi terhadap popok, deterjen, sabun, losion atau karet popok.

    Gejala Diaper Rash

    Gejala klinis dari kelainan pada kulit ini sangat mudah dikenali. Selain bercak merah pada daerah genital bayi, lokasinya biasa muncul pada bokong bayi atau daerah genital tetapi jarang mengenai daerah lipatan kulit. Pada kecurigaan reaksi alergi diperlukan pemeriksaan kulit untuk menentukan agen penyebab alergi.

    Pengobatan yang paling efektif dari diaper rash ini adalah dengan menghentikan penggunaan popok untuk sementara dan membiarkan daerah yang biasa tertutup oleh popok terpapar ke udara. Selain itu kulit bagian tersebut harus dikeringkan sebelum pemakaian popok dengan menggunakan bedak sebagai tindakan pencegahan. Jika diaper rash disebabkan oleh jamur, dapat digunakan krim anti jamur. Namun pengobatan yang terpenting dari diaper rash ini adalah dengan menjaga daerah genital bayi Anda tetap kering.

    Untuk mencegah timbulnya diaper rash ini cukup mudah, beberapa di antaranya adalah dengan menggunakan popok yang berdaya serap tinggi, material permukaan bagian dalam popok yang terbuat dari kain lembut serta cepat kering dan dengan memilih popok yang memiliki fitur indikator daya tampung air pipis bayi. Namun yang terpenting adalah dengan mengurangi gesekan kulit dengan permukaan popok, menyerap kelembaban agar kulit di daerah pemakaian popok tetap kering, serta melindungi kulit dari urin dan tinja.

    Tips Melindungi Bayi dari Diaper Rash

    Berikut ini adalah tips bagaimana melindungi si kecil dari dermatitis popok yang mengganggu:

    • Pakailah popok superserap (super absorbent) atau sekali pakai karena popok jenis ini dapat menjaga keringnya kulit dan menjauhkannya dari kelembaban.
    • Daerah popok perlu dikeringkan dengan lembut setelah popok dilepas dan setelahnya biarkan kulit terpaparkan udara dulu.
    • Popok perlu segera diganti setelah bayi buang air kecil atau besar. Kadang daerah popok dianjurkan terbuka untuk jangka waktu lama; namun hal ini kurang praktis bagi kebanyakan orang tua.
    • Celana karet dan plastik harus dihindari.

    Nah, itu tadi hal-hal yang penting untuk diketahui terkait dengan diaper rash. Jadi tidak perlu takut lagi untuk menggunakan popok si kecil ya. Asal Anda tahu penyebab dan cara mencegah diaper rash ini, penggunaan popok akan membantu tumbuh kembang si kecil lho. Bayangkan jika si kecil yang belum dapat menggunakan  toilet kemudian harus terganggu dengan hal seperti mengompol atau bab di celana? Pasti tumbuh kembangnya akan terganggu ya. Untuk itu jangan ragu untuk menggunakan popok ya.

    beli popok di prosehat hemat hingga 40%

    Sumber: TanyaDok.com

    Referensi:

    • eMedicine Medscape [Internet]. Agrawal, R. (MD), Vijay Sammeta, Isabelle Thomas: Diaper Dermatitis; 2013, June 03. [cited: 2013, August 19]. Available from: http://emedicine.medscape.com/article/911985-overview.  
    • Adam, R. “Skin Care of the Diaper Area.” Pediatric Dermatology 25.4 July-Aug. 2008: 427-433.
    • eMedicineHealth [Internet]. Perlstein, D (MD): Diaper Rash. 2012; April 06. [cited: 2013, August 19]. Available from: http://www.emedicinehealth.com/diaper_rash/article_em.htm#diaper_rash_overview
    • MedicineNet [Internet]. Mersch, J (MD): Diaper Rash. 2008; October 04. [cited: 2013, August 19]. Available from: http://www.medicinenet.com/diaper_rash/article.htm.
    • Mayo Clinic [Internet]. Diaper Rash; 2012, May 22 [cited 2013 August 19]. Available from: http://www.mayoclinic.com/health/diaper-rash/DS00069.
    Read More
  • Apa kabar, Rekan Sehat? Pada tanggal 15 Januari kemarin telah diadakan Ngobrol Sehat tentang vaksin anak bersama pakar vaksinasi anak dan dewasa, yaitu dr. Kristoforus Hendra Djaya, SpPd di Twitter @ProSehat. Banyak sekali partisipan yang mengikuti acara ngobrol sehat part I kemarin, membanjiri linimasa kami dan memborbardir dr. Kristo dengan pertanyaan terkait dengan vaksinasi anak. […]

    Ngobrol Sehat Part 1 Tentang Vaksin Anak dengan dr. Kristo

    Apa kabar, Rekan Sehat?

    Pada tanggal 15 Januari kemarin telah diadakan Ngobrol Sehat tentang vaksin anak bersama pakar vaksinasi anak dan dewasa, yaitu dr. Kristoforus Hendra Djaya, SpPd di Twitter @ProSehat. Banyak sekali partisipan yang mengikuti acara ngobrol sehat part I kemarin, membanjiri linimasa kami dan memborbardir dr. Kristo dengan pertanyaan terkait dengan vaksinasi anak.  Apakah Rekan Sehat juga berpartisipasi dalam acara tersebut? Jika tidak, berikut rangkuman beserta pertanyaan yang diutarakan oleh kami yang kemudian dijawab oleh dr. Kristoforus langsung.

    12417960_1697714697129535_44388730617041912_n

    Rangkuman Tanya Jawab Ngobrol Sehat bersama dr. Kristoforus Hendra Djaya:

    Pertanyaan 1:

    Dok, sebelum masuk ke tema kita hari ini, boleh kan dokter kenalin dulu apakah vaksinasi itu?

    Jawaban:

    Yup! Selamat malam semua! Kalau kita bicara vaksinasi, berarti kita bicara kekebalan. @Vaksinasi adalah proses menimbulkan kekebalan buatan dengan memaparkan tubuh kita pada kuman/virus yang sudah tak dapat menyerang tubuh kita lagi (sudah mati atau dilemahkan). Akibatnya tubuh kita akan membangun pasukan kekebalan.

    Pertanyaan 2:

    Jadi, vaksinasi itu perlu dilakukan sejak anak-anak ya dok, kenapa ya dok?

    Jawaban:

    Karena usia anak2 adalah usia yang paling rentan penyakit, pertahanan tubuh belum matang, dan belum bisa melindungi dirinya sendiri. Sedangkan kuman/virus cenderung akan mencari mereka yang berdaya tahan lemah, yang paling mudah diserang. Kita tidak selalu bisa memaksa anak-anak cuci tangan, pakai masker, atau makan makanan yang bersih. Tapi kita selalu bisa memberikan @vaksinasi pada mereka.

    Pertanyaan 3:

    Untuk jenis vaksinnya sendiri, ada berapa banyak vaksin yang harus dan penting diberikan kepada anak dok?

    Jawaban:

    Tidak ada lagi @vaksinasi yang harus atau yang penting untuk diberikan. Semua vaksin penting untuk diberikan, tergantung risiko apa saja yang kita hadapi. Ada 18 penyakit pada anak-anak yang sudah bisa diberikan vaksinasinya dan 17 diantaranya telah direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia.

    Pertanyaan 4:

    Wah banyak sekali ya dok, untuk pemberiannya harus diselang-seling atau bisa sekaligus saat anak lahir dok?

    Jawaban:

    Pemberian @vaksinasi sebaiknya mengikuti jadwal yang direkomendasikan untuk mendapatkan proteksi maksimal. Ada yang bisa diberikan sekaligus, ada yang harus bertahap. Yang jelas, dalam 1x kunjungan ke dokter bisa diberikan beberapa vaksinasi sekaligus.

    Pertanyaan 5:

    Mohon share sekalian dok, jadwal vaksin anak yang terbaru dan direkomendasikan dokter.

    Jawaban:

    Karena banyaknya jadwal @vaksinasi anak yang direkomendasikan oleh IDAI, saya berikan linknya saja agar bisa didownload dan dipelajari ya: klinikvaksinasi.com/jadwal-vaksinasi

    Pertanyaan 6:

    Nah dok, kenapa ya vaksin itu harus dilakukan sesuai jadwalnya?

    Jawaban:

    Yaa, setiap @vaksinasi itu sebelum diluncurkan kan sudah dilakukan uji coba ya. Bagaimana cara pemberiannya agar mencapai 1) proteksi maksimal 2) jangka proteksi panjang dan 3) efek samping minimal. Nah dari penelitian itulah dibuat rekomendasi. Karena itu jadwal itu sebaiknya diikuti semaksimal mungkin agar hasil perlindungannya maksimal.

    Pertanyaan 7:

    Bila terlewat dari jadwalnya sebaiknya apa yang dilakukan? Apa harus mengulang?

    Jawaban:

    Tidak, tidak perlu pengulangan dari awal. @Vaksinasi itu tidak hangus, hanya kekebalannya menurun perlahan-lahan. Makanya sebelum turun harusnya diberikan booster/suntikan berikutnya untuk melonjakkan kadar kekebalan kita. Kalau terlambat ya segera disusulkan saja sebelum kadar antibody kita turun. Makin cepat, makin vaik.

    Pertanyaan 8:

    Apakah mereka yang sudah di vaksin ada kemungkinan terkena penyakit tersebut?

    Jawaban:

    Ada. Kekebalan dari @vaksinasi tidak 100%. Ibarat kita perang pakai baju besi, kalau ditembak mungkin masih selamat. Kalau dibom nuklir tetap tidak selamat. Kira-kira begitulah analoginya. Kekebalan vaksin ibarat benteng yang kekuatannya hingga 90-an persen. Bila kuman/virusnya sangat banyak, bisa jadi pertahanan kita juga kalah dan akhirnya terserang juga. Tapi orang yang sudah divaksinasi biasanya lebih kebal dan kalau sakit pun lebih ringan.

    Pertanyaan 9:

    Apakah vaksin perlu juga dilakukan saat dewasa? Vaksin apa saja itu dok?

    Jawaban:

    Tentu! Analoginya seperti musim hujan. Anak-anak perlu bawa payung. Orang dewasa juga perlu payung kan? Tentu semua penyakit yang bisa menyerang anak-anak, tentu juga bisa menyerang dewasa, walaupun gejalanya lebih ringan. Tapi orang dewasa juga bisa jadi vektor penularannya. Makanya baik anak maupun dewasa semuanya perlu @vaksinasi!

    Nah, itu tadi acara Ngobrol Sehat part I kemarin. Jangan lupa untuk mengikuti ngobrol sehat part ke-2 pada tanggal 22 Januari ini dengan tema Tumbuh Kembang Anak.

    Psst… Ada hadiah menarik berupa voucher senilai 1 juta untuk setiap pertanyaan terbaik yang akan dipilih di setiap part acara Ngobrol Sehat. Follow sosial media kami @prosehat dan fb page ProSehat untuk update berita Ngobrol Sehat terbaru. Stay tuned!

    Read More
  • Jika melihat maraknya iklan di TV terkait suplemen anak dengan bentuk dan rasa bermacam-macam yang disukai anak-anak, apakah sempat terbesit di pikiran Anda tentang kebenaran yang digaungkan bahwa setiap anak perlu suplemen dan vitamin tambahan? Ternyata menurut dokter gizi dan anak hal tersebut tidak diwajibkan. Idealnya menurut mereka setiap anak wajib mendapatkan suplemen dan vitamin […]

    7 Alasan Si Kecil Perlu Suplemen Anak

    Jika melihat maraknya iklan di TV terkait suplemen anak dengan bentuk dan rasa bermacam-macam yang disukai anak-anak, apakah sempat terbesit di pikiran Anda tentang kebenaran yang digaungkan bahwa setiap anak perlu suplemen dan vitamin tambahan?

    Ternyata menurut dokter gizi dan anak hal tersebut tidak diwajibkan. Idealnya menurut mereka setiap anak wajib mendapatkan suplemen dan vitamin tambahan dari menu makannya setiap hari yang meliputi:
    – Susu dan semua produk olahan susu seperti keju dan yogurt.
    – Buah dan sayuran segar yang diolah dengan baik saat proses masak.
    – Protein seperti ayam, ikan, daging merah dan telur.
    – Gandum utuh seperti oatmeal atau nasi merah.

    beli suplemen anak di prosehat

    Kemudian kapan si kecil harus konsumsi suplemen anak?

    Bukan salah Anda sebagai orang tua yang sibuk dengan pekerjaan setiap harinya, sehingga kesulitan memberikan gizi seimbang untuk makanan anak. Banyaknya sandwich parents yang juga harus bekerja, mengurus rumah tangga serta mengurus orang tua mereka yang sudah tua akhirnya menggunakan suplemen anak sebagai solusi dari asupan nutrisi tambahan untuk keluarga, termasuk si kecil. Oleh karena itu banyak dokter juga menyarankan asupan suplemen vitamin dan mineral tambahan anak setiap harinya untuk 7 alasan ini:

    1. Si Kecil Jarang Menemukan Makanan dengan Gizi Seimbang
    Seperti yang sudah dijelaskan, banyak anak dengan aktifitas yang juga tidak kalah sibuk dari orang tua membuat mereka hampir makan makanan yang tidak berimbang bahkan 0 asupan nutrisinya. Pada saat seperti ini suplemen anak melengkapi kebutuhan kurangnya asupan vitamin dan mineral yang sebenarnya sangat penting bagi tumbuh kembang si kecil.

    2. Si Kecil dalam Kondisi Kesehatan Buruk
    Anak-anak dengan kondisi kesehatan buruk seperti asma, lupus, leukemia atau masalah pada pencernaannya memerlukan suplemen tambahan karena keterbatasan mereka dalam mengncerna beberapa jenis makanan.

    3. Si Kecil Sangat Aktif
    Anak Anda senang olahraga renang atau bahkan menari balet? Sudah pasti mereka memerlukan suplemen anak dengan kandungan vitamin dan mineral tinggi yang dapat mendukung aktivitasnya. Dalam hal ini mereka benar-benar aktif dan setiap harinya waktu mereka dihabiskan oleh berbagai kegiatan tersebut.

    4. Si Kecil Senang Junk Food
    SI kecil senang makanan junk food atau makanan instant lain seperti mie instant dan makanan lain yang diolah dengan cepat sehingga kandungan nutrisinya tidak diketahui serta banyaknya kandungan pengawet bisa jadi memerlukan suplemen anak tambahan, selain usaha orang tua untuk menghentikan konsumsi junk food.

    5. Si Kecil Vegetarian
    Anak-anak yang vegetarian memerlukan asupan zat besi dan kalsium tambahan dari diet vegan yang setiap hari mereka jalani. Untuk itu suplemen anak sangat diperlukan untuk melengkapi dietnya.

    6. Si Kecil = Picky Eater
    Sudah sangat jelas, anak yang kesulitan dan cenderung memilih makanan yang ingin dimakannya sesuka hati memerlukan suplemen dan multivitamin tambahan. Hal ini karena ujung-ujungnya mereka hanya makan sedikit dari asupan kalori yang setiap hari harus dipenuhi.

    7. Si Kecil Senang Minuman Sangat Manis atau Berkarbonasi
    Anak Anda senang minum minuman ringan yang terlalu manis atau mungkin bersoda? Anda tentunya perlu mengurangi kebiasaan jelek tersebut karena jenis minuman tersebut membuat konsumsi gula terlalu tinggi dan dapat menghilangkan keinginan anak untuk makan. Sehingga sulit mendapatkan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh mereka.

    7 alasan tersebut diharapkan dapat membuka lebih lebar lagi pemahaman terkait suplemen tambahan yang diperlukan bagi anak kita.

    Yang terpenting adalah pola makanan berimbang bagi anak Anda.

    Referensi:

    Read More
  • Kita bisa memberikan yang terbaik bagi anak-anak dengan melindunginya dari ancaman penyebaran penyakit yang berpotensi berat akan mengancam jiwanya. Apa yang bisa Anda lakukan? Tentu saja dengan tidak terlambat memberikan vaksinasi atau imunisasi anak. Dengan rajin mengecek jadwal imunisasi anak, tumbuh kembang si kecil akan lebih aman tanpa adanya ancaman penyakit infeksi ganas seiring pertumbuhannya. […]

    Jadwal Imunisasi/Vaksinasi Anak & Bayi Terkini

    Kita bisa memberikan yang terbaik bagi anak-anak dengan melindunginya dari ancaman penyebaran penyakit yang berpotensi berat akan mengancam jiwanya. Apa yang bisa Anda lakukan? Tentu saja dengan tidak terlambat memberikan vaksinasi atau imunisasi anak. Dengan rajin mengecek jadwal imunisasi anak, tumbuh kembang si kecil akan lebih aman tanpa adanya ancaman penyakit infeksi ganas seiring pertumbuhannya.

    prosehat bantu vaksinasi anak di sini

    Mengapa imunisasi penting? Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), seorang anak yang mendapat imunisasi, akan terhindar dari penyakit ganas dengan persentase 80 hingga 95%. Dengan banyaknya anak yang dilengkapi dan diberikan imunisasi, penyebaran penyakit pun akan berkurang dan mata rantai penularannya dapat terputus dari anak ke anak lain atau ke orang dewasa yang berada di dalam satu atap. Yup, keuntungan sosial dengan lengkapnya imunisasi anak dapat dirasakan karena 5-20% anak yang bahkan tidak diimunisasi juga akan terlindungi (yang biasa disebut sebagai herd immunity atau kekebalan komunitas). Jadi, bentuk perlindungan sejak si kecil dilahirkan ke dunia selain ASI eksklusif adalah dengan melakukan imunisasi yang akan menurunkan tingkat penyakit berat. Nah, sekarang kita bisa cek jadwal imunisasi anak tahun ini.

    Jadwal Imunisasi Anak (Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia)

    Jadwal Vaksin 2016

    Keterangan Tabel:

    1. BCG: Diberikan sejak lahir. Apabila umur > 3 bulan harus dilakukan uji tuberkulin terlebih dulu, BCG diberikan apabila uji tuberkulin negatif.
    2. Hepatitis B: Diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir, dilanjutkan pada umur 1 dan 3 – 6 bulan. Interval dosis minimal 4 minggu.
    3. Polio: Polio-0 diberikan pada saat kunjungan pertama. Untuk bayi yang lahir di RB/RS OPV diberikan pada saat bayi dipulangkan (untuk menghindari transmisi virus vaksin kepada bayi lain).
    4. DTP: Diberikan pada umur >6 minggu, DTwP atau secara kombinasi dengan Hep B atau Hib. Ulangan DTP umur 18 bulan dan 5 tahun. Umur 12 tahun mendapat TT pada program BIAS SD kelas VI.
    5. Campak: Campak-1 umur 9 bulan, campak-2 diberikan pada program BIAS pada SD kelas 1, umur 6 tahun.
    6. Hib: Diberikan mulai umur 2 bulan dengan interval 2 bulan. Diberikan terpisah atau kombinasi.
    7. Pneumokokus (PVC): Pada anak yang belum mendapatkan PCV pada umur ³ 1 tahun PCV diberikan dua kali dengan interval 2 bulan. Pada umur 2 -5 tahun diberikan satu kali.
    8. Influenza: Umur < 8 tahun yang mendapat vaksin influenza trivalen (TIV) pertama kalinya harus mendapat 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu.
    9. Varisela: Vaksin ini dapat diberikan setelah umur 12 bulan, terbaik pada umur sebelum masuk sekolah dasar. Apabila diberikan pada umur lebih dari 12 tahun, perlu 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu.
    10. MMR: Diberikan pada umur 12 bulan, apabila belum mendapatkan vaksin campak umur 9 bulan. Selanjutnya MMR ulangan diberikan pada umur 5-7 tahun.
    11. Tifoid: Tifoid polisakarida injeksi diberikan pada umur > 2 tahun, diulang setiap 3 tahun.
    12. Hepatitis A: Hepatitis A diberikan pada umur > 2 tahun, dua kali dengan interval 6 – 12 bulan.
    13. HPV: Jadwal vaksin HPV bivalen 0, 1, 6 bulan. Vaksin HPV tetravalem 0, 2, 6 bulan. Dapat diberikan mulai umur 10 tahun.

    prosehat bantu vaksinasi anak di sini

    Nah, dengan jadwal imunisasi / vaksinasi anak di atas, jangan sampai terlambat memberikan perlindungan demi tabungan kesehatannya di masa depan ya. Tapi ketahui pula bahwa tujuan imunisasi / vaksinasi adalah untuk menimbulkan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit. Kekebalan tubuh ternyata paling baik diperoleh dari infeksi alami (sakit), dan imunisasi memungkinkan membentuk kekebalan yang mirip dengan infeksi sesungguhnya tanpa harus melewati penderitaan dan bahaya komplikasi akibat sakit tersebut.

    Sepakat ya imunisasi /vaksinasi itu penting, terutama bagi bayi dan anak kecil. Mengapa? Karena sistem imun mereka belum sepenuhnya matang. Akibatnya, bayi dan anak kecil sangat rentan terkena penyakit. Jadi, jangan lupa imunisasi anak Anda segera.

    Referensi:

    Read More
  • Mungkin belum banyak yang mengetahui bahwa cacar air (varicella) yang sering dialami anak hingga beberapa kali dapat dicegah dengan vaksin Cacar. Dan ternyata cacar air dapat sembuh dengan sendirinya, namun yang menjadi kekhawatiran banyak orang tua di dunia adalah serangan berulang terutama ketika anak Anda sedang menurun daya tahan tubuhnya. Jangan menganggap enteng penyakit cacar […]

    Vaksin Cacar Bebaskan Anak dari Cacar Air

    Mungkin belum banyak yang mengetahui bahwa cacar air (varicella) yang sering dialami anak hingga beberapa kali dapat dicegah dengan vaksin Cacar. Dan ternyata cacar air dapat sembuh dengan sendirinya, namun yang menjadi kekhawatiran banyak orang tua di dunia adalah serangan berulang terutama ketika anak Anda sedang menurun daya tahan tubuhnya. Jangan menganggap enteng penyakit cacar air karena akibat dari kambuhnya penyakit tersebut adalah terjadinya penyakit herpes atau cacar ular.

    prosehat vaksin cacar air

    Terutama untuk anak-anak yang daya tahan tubuhnya belum terbentuk secara sempurna, suntik vaksin Cacar ini penting untuk dilakukan. Pemberian vaksin ini dilakukan hanya 1 kali pada bayi berusia 12-18 bulan. Namun penting untuk diingat bahwa seseorang yang berusia lebih dari 12 tahun dan belum pernah terkena cacar juga masih harus diberikan vaksin Cacar ini. Jangan takut dengan efek samping yang akan timbul karena reaksi yang timbul akibat vaksin Cacar ini jauh lebih ringan dibanding rasa sakit yang muncul bila anak Anda terkena penyakit cacar. Secara lebih lengkapnya efek samping cacar air, yaitu:

    • Nyeri atau Bengkak: Bengkak ini disebabkan oleh suntikan, dan hanya terjadi pada 1 dari 5 orang anak dan 1 dari 3 orang dewasa.
    • Demam: Kemungkinan terjadinya efek samping ini sangatlah kecil. Hanya 1 dari 10 orang dewasa saja yang tercatat pernah mengalaminya.
    • Ruam Ringan: Untuk efek samping ini jarang terjadi pada anak kecil. Hanya 1 dari 25 orang dewasa.
    • Kejang: Efek samping ini sangat jarang terjadi.

    Anda tidak perlu khawatir dengan efek samping yang timbul. Karena vaksinasi adalah hal yang mutlak dan perlu agar hidup Anda maupun anak Anda lebih sehat dan terhindar dari penyakit-penyakit yang mengganggu seiring dengan pertumbuhan anak Anda.

    Sementara untuk jadwal pemberian vaksin Varicella ini bisa dilakukan pada anak berusia lebih dari 12 bulan dengan 1x suntikan. Setelah anak Anda berusia lebih dari 12 tahun vaksin cacar ini bisa diberikan sebanyak 2x dengan selang penyuntikan 1 hingga 2 bulan.

    beli vaksin untuk anak di prosehat

    Karena banyaknya kasus serangan berulang dari cacar air, masyarakat Indonesia yang sudah terlanjur mempercayai bahwa vaksin cukup dilakukan 1 x saja, pun kebingungan untuk mendapatkan vaksin ini. Apakah diperjual belikan? Apakah aman? Pertanyaan tersebut pasti sempat terbesit di pikiran Anda. Penting untuk diingat, penyakit cacar air yang menyerang seseorang dengan daya tahan tubuh yang sangat rendah dapat berakibat fatal. Untuk itu lebih baik mencegah daripada mengobati. Dan vaksin Cacar untuk mengatasi penyakit cacar air anak Anda bisa didapatkan dengan mudah di sini.

    Ayo, vaksinasi sebelum terlambat!

    Baca juga: Jadwal Imunisasi Anak 2016

    Referensi:

    Read More
  • Stress memang bukan hal asing lagi. Banyak orang rawan terhadap serangan stress. Serangannya tidak kenal usia dan jenis kelamin. Termasuk anak Anda. Stress yang sering dialaminya akan menghambat tumbuh kembang otaknya. Banyaknya materi pelajaran dari sekolah dan tingginya standar kurikulum sekolah pastinya membuat anak cenderung mudah stress. Dalam kondisi seperti ini, peran keluarga sangat penting […]

    7 Cara Atasi Stress Pada Anak

    Stress memang bukan hal asing lagi. Banyak orang rawan terhadap serangan stress. Serangannya tidak kenal usia dan jenis kelamin. Termasuk anak Anda. Stress yang sering dialaminya akan menghambat tumbuh kembang otaknya. Banyaknya materi pelajaran dari sekolah dan tingginya standar kurikulum sekolah pastinya membuat anak cenderung mudah stress. Dalam kondisi seperti ini, peran keluarga sangat penting dalam penyembuhan stress pada anak. Terutama orang tua mereka yang pastinya juga mengalami stress akibat pekerjaan dan deadline yang setiap hari ditemui. Namun jangan perlihatkan stress Anda ke hadapan anak Anda yang juga sedang mengalami bad day.

    prosehat peduli stress pada anak 2

    Anak-anak mengalami dua jenis stress yang berbeda. Pertama adalah stress normatif yang kerap muncul seiring dengan tumbuh kembangnya. Stress seperti saat ia belajar berjalan, naik sepeda, makan dengan menggunakan sendok dan garpu sendiri masuk ke dalam kategori stress ini. Kemudian stress jenis kedua adalah ‘perubahan’ dalam hidupnya yang membuat shocked, seperti perceraian, pindah rumah, aktifitas di sekolah yang menumpuk dan masalah dengan temannya. Jika sudah mengetahui alasan stress pada anak, maka Anda dapat mengatasi stress tersebut dengan 7 cara di bawah ini:

    prosehat peduli stress pada anak 1

    1. Perhatikan Perubahan Emosi Anak

    Tips pertama atasi stress pada anak adalah dengan be aware with the change. Anda harus sadar bahwa jika memang anak Anda mudah depresi, saat mood tersebut datang, Anda harus sudah dapat mengenalinya. Cara termudah mengenali apakah anak Anda stress atau tidak adalah dengan mengamati perubahan emosinya. Jika ia menjadi lebih agresif atau murung, mungkin ia memang sedang stress. Biasanya ia akan cenderung menggerutu atas stress yang dialaminya.

    2. Luangkan Waktu untuk Bersantai

    Jika Anda sudah mengenali gejala stress yang dialami anak Anda, maka segera alihkan perhatiannya ke hal yang menyenangkan seperti rencana liburan berenang di water park, pergi ke studio Universal di Singapura atau tempat lainnya yang dapat membuat tubuhnya rileks dan pikirannya tenang.

    3. Ajarkan Anak untuk Berpikir Positif

    Tanamkan budaya pikiran positif sejak dini. Katakan padanya bahwa semuanya akan berjalan dengan sebagaimana mestinya dan pasti akan ada hikmah di balik setiap peristiwa yang menjadi penyebab stress pada anak Anda.

    4. Ajak Anak Mengucapkan Kalimat Positif Sebagai Bentuk Meditasi

    Selain berpikir positif, banyak orang tua yang beranggapan bahwa ucapan adalah doa atau perwujudan hal yang akan didapat. Hal tersebut benar. What you think and say, what you become. Jadi lebih baik tanamkan budaya kalimat berenergi positif seperti, ‘I am good,’ ‘I will be fine,’ ‘everything is going to be okay,’ dan masih banyak lagi.

    5. Membuat Visualisasi dengan Seni

    Entah itu menulis, bermusik, bernyanyi atau menggambar, kegiatan seni sudah dipercaya oleh para ahli dapat melepaskan stress akibat penuhnya pikiran yang ada di kepala. Jika anak Anda menyukai kegiatan menulis, ajak ia untuk menumpahkan segala isi hati dan pikirannya ke sebuah cerita. Setelah itu tanya anak Anda tentang stress yang dialaminya. Banyak orang menumpahkan emosi dan depresinya melalui tulisan atau gambar. Untuk itu kegiatan seni di rumah harus sering dilakukan sejak dini.

    6. Controlled Breathing

    Mengambil nafas panjang dalam selang interval tertentu sudah terbukti dapat membuat rileks tubuh Anda. Hal ini juga bisa Anda gunakan sebagai salah satu cara atasi stress pada anak. Ajak ia untuk mengambil nafas 2 hingga 4 detik, kemudian membuangnya dengan selang waktu yang sama. Melatih nafas yang diatur sedemikian rupa juga sudah terbukti dapat membuat Anda terlelap setelahnya sehingga baik digunakan untuk Anda yang sering insomnia.

    7. Do Exercise!

    Olahraga yang dibarengi dengan asupan nutrisi yang baik dapat membantu tubuh menangkal hal buruk yang dapat terjadi ketika anak Anda stress. Melakukan olahraga bersama seperti berenang atau bersepeda juga dapat membuka kesempatan bagi Anda untuk mengetahui lebih dalam lagi stress yang dialami anak Anda.

    Dengan 7 tips atasi stress di atas diharapkan stress pada anak Anda dapat berkurang. Jika tidak, segera hubungi dokter anak yang dapat membantu dari segi kesehatan yang lebih mendalam untuk mengatasi hal tersebut.

    Referensi:

    Read More
  • “Wah, masa jaman sekarang tidak punya iPad? Kamu miskin ya! Hahahaha…” Celotehan seperti itu marak terdengar di sekolah manapun, baik negeri maupun swasta. Class gap lah yang digadang-gadang menjadi salah satu penyebab perpecahan hanya karena salah satu orang memiliki kekuasaan lebih dalam hal kekuatan tubuh maupun materi sehingga ketika melihat seseorang yang lemah di matanya, […]

    7 Indikasi Anak Anda Korban Bully

    “Wah, masa jaman sekarang tidak punya iPad? Kamu miskin ya! Hahahaha…”

    Celotehan seperti itu marak terdengar di sekolah manapun, baik negeri maupun swasta. Class gap lah yang digadang-gadang menjadi salah satu penyebab perpecahan hanya karena salah satu orang memiliki kekuasaan lebih dalam hal kekuatan tubuh maupun materi sehingga ketika melihat seseorang yang lemah di matanya, perbuatan bullying pun terjadi.

    prosehat atasi bullying 1

    Seberapa jauh Anda mengenal anak Anda? Seberapa dalam Anda terjun ke dalam dunia mereka? Jangan sampai mereka luput dari perhatian Anda. Di jaman yang serba cepat, pertemanan antara anak pun berakhir dengan cepat pula. Bahkan beberapa di antaranya diakibatkan oleh hal sepele seperti tidak memiliki perangkat gadget canggih hingga kemudian bullying pun terjadi. Apakah anak Anda termasuk korban bully di sekolahnya? Cari tahu gejalanya di sini seperti yang dijelaskan oleh dr Samuel Stemi.

    7 indikasi ini bisa membantu Anda menentukan apakah anak Anda menjadi korban bully di sekolahnya:

    1. Penurunan Akademis

    Indikasi ini yang paling sering terlihat. Jika terjadi penurunan pada penampilan akademisnya, dan mungkin hal tersebut terdengar aneh di telinga Anda, coba selidiki apa yang mejadi penyebab penurunan tersebut. Apakah karena banyak absen atau memang kesulitan menangkap pelajaran? Sebaiknya ajak duduk anak Anda dan bicarakan dengan baik terkait kesulitan yang ia alami ketika di sekolah. Anak yang menjadi  korban bully cenderung akan menutup diri dari orang tua. Untuk itu jangan panik dan diskusikan dengan memulai topik yang ringan sebagai bahan pembicaraan.

    2. Banyak Absen

    Jika anak Anda menjadi korban bully, datang ke sekolah menjadi sebuah stressor yang memberati pundaknya setiap ia harus berangkat sekolah. Tindakan yang paling masuk akal ia lakukan adalah dengan  menghindari sumber stressor atau si bully itu. Dan hal ini dapat Anda cek setelah penerimaan raport atau laporan dari Wali Kelas yang bertanggung jawab dalam hal tersebut.

    3. Turunnya Minat Mengerjakan PR

    Berangkat ke sekolah saja sudah menjadi momok yang besar baginya, apalagi dengan mengerjakan pekerjaan rumah yang pastinya menumpuk akibat banyaknya absen. Pada saat seperti ini segera cari tahu terkait alasan mengapa terjadi penurunan tersebut. Dan sebaiknya sebagai orang tua, jangan dulu menghakimi tanpa mencari tahu penyebabnya.

    4. Sulit Konsentrasi

    Dengan ketakutan menjadi korban bully yang setiap hari menghantuinya, anak pun kesulitan untuk konsentrasi. Jangankan untuk konsentrasi, anak yang menjadi korban bully cenderung akan terlihat lebih murung dari biasanya dan menutup diri.

    5. Murung Tanpa Sebab

    Anak Anda yang dulu selaalu ceria akan terlihat jauh lebih murung. Dan ketika hal ini terjadi, pertanyaan besar pun ada di benak Anda yang kenal betul sifat dan pembawaan si kecil. Segera cari tahu sebab dari pembawaannya yang lebih gloomy dan murung.

    prosehat atasi bullying 3

    6. Berhenti Melakukan Hobi yang Dulu Sangat Disukainya

    Most parents know their children. Mulai dari hobi menyanyi, bermain musik, atau kesukaannya terhadap makanan dan masih banyak lagi hal yang orang tua tahu tentang anaknya. Dan ketika terjadi penurunan minat pada hal atau aktifitas yang dulu sangat disukainya, Anda harus curiga dan mencari tahu alasan di balik penurunan hal tersebut.

    7. Penurunan Nafsu Makan

    Hal ini yang mudah terlihat ketika mereka sedang menghadapi sesuatu seperti menjadi korban bully di sekolahnya. Anak Anda yang bukan picky eater tiba-tiba mengalami penurunan minat bahkan untuk menelan seteguk air mineral. Apa yang terjadi? Ikuti naluri Anda sebagai orang tua dan cari tahu penyebabnya.

    Dari tujuh indikasi diatas, apakah anak Anda mengalami salah satu atau lebih indikasi di atas? Jika iya, sebaiknya Anda segera melakukan sesuatu seperti menghubungi wali kelas di sekolahnya dan berbicara dengan baik kepada anak Anda. Jadikan diri Anda teman anak yang dapat ia ceritakan tentang hal apapun, termasuk ketika ia menjadi korban bully di sekolah.

    prosehat atasi bullying 2

    Referensi:

    Read More
  • Karena anak adalah buah cinta yang paling dinantikan, perkembangannya menjadi hal yang paling indah dan ditunggu oleh setiap orang tua. Tanggung jawab orang tua mendidik dan mengasuh anak juga menjadi faktor penentu hasil akhir tumbuh kembang anak. Seiring dengan berjalannya proses perkembangan, pembentukan watak dan kepribadian si kecil, terdapat 1 istilah, yaitu temper tantrum. Dan […]

    8 Cara Menghadapi Kemarahan Anak (Temper Tantrum)

    Karena anak adalah buah cinta yang paling dinantikan, perkembangannya menjadi hal yang paling indah dan ditunggu oleh setiap orang tua. Tanggung jawab orang tua mendidik dan mengasuh anak juga menjadi faktor penentu hasil akhir tumbuh kembang anak. Seiring dengan berjalannya proses perkembangan, pembentukan watak dan kepribadian si kecil, terdapat 1 istilah, yaitu temper tantrum. Dan hal ini harus diketahui oleh Anda sebagai orang tua agar anak Anda tidak memiliki kemarahan yang sulit dikontrol tersebut.

    prosehat bantu atasi kemarahan anak

    Temper tantrum sendiri merupakan istilah yang biasa digunakan dalam dunia psikologi, yaitu perilaku yang tidak menyenangkan dan mengganggu, atau dikatakan pula sebagai luapan emosi atau kemarahan yang meledak-ledak dan tidak terkontrol. Tantrum yang alami biasanya berawal pada usia sekitar 12 – 18 bulan. Akan bertambah nyata pada usia antara 2 – 3 tahun, ketika anak – anak membentuk kesadaran diri namun mereka belum punya cukup perbendaharaan kata yang dapat digunakan untuk mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Pada usia 4 tahun, kejadian temper tantrum menurun, dan setelah usia 4 tahun, temper tantrum biasanya jarang terjadi.

    Tantrum bisa dengan parah terjadi ketika si kecil dalam keadaan letih, lapar, ataupun sakit. Namun, jangan takut! 8 cara ini adalah list yang harus dilakukan Anda sebagai orang tua terutama saat menghadapi kemarahan anak:

    1. Tetap Tenang
    Jika Anda panik saat menghadapi kemarahan si kecil, hal tersebut justru akan menyulut amarahnya. Energy is contagious. Jadi jika Anda membuat energi yang sedang panas tersebut semakin panas karena kepanikan Anda, maka energi buruk tersebut akan dengan mudah menular ke anak Anda.

    2. Abaikan Amarahnya
    Abaikan si kecil sampai Anda yakin kondisi emosinya sudah lebih stabil. Tunjukkan kepadanya bahwa ada aturan yang sudah disepakati bersama, jadi dengan Anda mengabaikan amarahnya, dengan kata lain Anda mendesak aturan tersebut untuk dituruti oleh si kecil. Namun tetap pastikan si kecil tidak mengalihkan kemarahan ke hal lain seperti benda atau bahkan orang yang ada di sekitarnya saat itu.

    3. Jangan Bertindak Agresif
    Jangan memukul, adu mulut, atau bertindak agresif. Lebih baik mendekapnya dalam pelukan sampai ia merasa tenang. Jika Anda mengajak si kecil berdebat selama kemarahannya meledak, tidak ada gunanya. Kemarahan si kecil membuatnya sulit berpikir secara rasional. Tunggulah hingga ia sudah dapat menggunakan logika berpikirnya kembali, kemudian ajak ia berdiskusi.

    prosehat bantu atasi kemarahan anak

    4. Temukan Alasan Kemarahan Anak
    Jika anak Anda memang memiliki temper tantrum yang terkadang muncul, tuliskan di dalam agenda hal-hal yang menjadi penyulut kemarahan si kecil. Ketika Anda mencari jalan keluar dari hal tersebut, kemarahannya dapat dengan mudah diatasi.

    5. Jangan Menyerah Pada Kemarahan Anak
    Ketika orang tua menyerah, anak-anak akan menggunakan perilaku yang sama ketika mereka menginginkan sesuatu.

    prosehat bantu atasi kemarahan anak

    6. Jangan Membujuk Anak
    Jangan membujuk anak dengan imbalan yang lain untuk menghentikan kemarahannya. Hal ini harus diingat dengan baik karena banyak orang tua mengeluhkan anaknya yang menjadi demanding. Karena ketika ada iming – iming imbalan, si kecil akan belajar untuk melakukan sesuatu jika mendapatkan imbalan.

    7. Alihkan Perhatiannya
    Arahkan perhatian anak dengan mengajaknya melakukan permainan yang telah lama tidak dilakukannya, atau perdengarkan lagu-lagu gembira favoritnya. Seorang ibu kenal betul sifat anaknya. Gunakan trik berupa benda, humor atau mainan yang dapat langsung memancing ketawanya.

    8. Peluk Anak
    Saat amarahnya sedang memuncak, tunjukkan rasa kasih sayang Anda dengan pelukan yang hangat. Kondisi tubuhnya saat ia meluapkan kemarahannya sedang berjuang keras, dan pelukan hangat dari ibu yang paling disayanginya dapat meluluhkan emosi tersebut.

    prosehat bantu atasi kemarahan anak

    Nah, penanganan dini untuk menghadapi kemarahan anak akan merubah sifatnya saat mereka dewasa kelak. Selamat mencoba!

    Referensi:

    Read More