Kanker Juga Bisa Menyerang Anak
Mungkin banyak yang mengira bahwa penyakit kanker hanya menyerang orang tua. Menurut dr. Edi Setiawan Tehuteru, Sp.A., kanker dapat terjadi pada setiap orang, tidak pandang bulu usia, jenis kelamin atau bahkan ras. Ya, kanker dapat menyerang setiap orang, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Bahkan angka kejadian kanker anak diperkirakan berkisar antara 2-3% dari kasus kanker secara keseluruhan.

Jika persentase tersebut disuguhkan dalam bentuk angka yang nyata, kurang lebih 4.100 kasus kanker anak terjadi di Indonesia setiap tahunnya. Angka tersebut tentunya bukan angka yang kecil. Antara tahun 2006 sampai 2009, di Rumah Sakit Kanker Darmais sendiri kasus kanker anak meningkat perlahan namun pasti. Hal ini juga ditegaskan oleh WHO yang memprediksi bahwa pada tahun 2020 jumlah kasus kanker di negara-negara berkembang akan meningkat hingga 50% dibandingkan tahun ini.
Kemudian apa yang harus dilakukan untuk mencegah kanker menyerang anak? Jawabannya mungkin terdengar klise, tapi kanker pada anak tidak dapat dicegah. Dari sekian jumlah kanker pada anak, hanya 1 jenis kanker yang dapat dideteksi secara dini. Membangun kesadaran akan bahaya kanker dan mengupas tuntas gejala-gejala yang timbul menjadi satu-satunya cara untuk memperkecil risiko kanker tersebut.
Penyebab Kanker Anak
Mungkin banyak orang tua yang merasa kecolongan dan akhirnya menyalahkan diri mereka sendiri yang tidak dapat melihat gejala dari suatu kanker yang menyerang anak mereka. Hingga kemudian mereka bertanya, apa penyebab kanker pada anak? Jawabannya sulit dan hampir semua bahan bacaan tentang kanker di dunia menyatakan bahwa penyebab kanker pada anak hingga saat ini belum diketahui dengan pasti. Bahkan beberapa pakar di belahan dunia lain sempat mencoba mengaitkan kejadian kanker anak dengan lingkungan yang ada di sekitar anak-anak. Hal tersebut masih berupa perkiraan, belum menjadi suatu teori yang jelas dan pasti.
Upaya yang tepat untuk mengatasi kanker pada anak dengan permasalahan yang ditemui untuk perawatan mereka adalah dengan melakukan sosialisasi terhadap orang tua tentang gejala-gejala kanker pada anak mereka. Mungkin tindakan ini tidak akan berpengaruh terhadap lonjakan kasus kanker anak yang terus meningkat, namun hal ini tentunya dapat membangun kesadaran untuk dengan cepat mengetahui gejala yang muncul pada stadium awal. Secara teori, jika seorang anak dengan kanker ditemukan masih dalam keadaan stadium awal, kemungkinan ia sembuh lebih besar dibandingkan ketika ia ditemukan dalam keadaan stadium lanjut.
Menurut Departemen Onkologi Anak RSKD, jumlah kasus kanker pada anak yang dirawat dan sudah dalam keadaan stadium lanjut sekitar 43% dari keseluruhan kasus kanker. Mengetahui hal tersebut, dilakukanlah sosialisasi secara gencar dengan memanfaatkan berbagai media yang ada. Kemudian pada tahun 2008, jumlahnya turun hingga 35%. Dan pada tahun 2009, jumlahnya turun hingga 34,3%. Perubahan tersebut sangat signifikan.
Melalui tulisan ini dan tulisan lain yang akan kami share pada minggu pertama bulan Februari ini, semoga akan lebih banyak lagi orang tua yang mengerti dengan jelas gejala apa saja yang harus diwaspadai bila dicurigai si kecil terkena kanker. Dan jika sudah yakin, jangan ragu untuk segera membawa si kecil ke rumah sakit untuk mengkonfirmasi gejala yang timbul tersebut apakah benar kanker atau bukan. Oleh karena itu, jangan pernah bosan mensosialisasikan gejala kanker pada anak, khususnya kepada orang tua.
Narasumber:
dr. Edi Setiawan Tehuteru, Sp.A. (TanyaDok.com)
Read More
![Ngobrol Sehat #Ngobat part 3 Tentang #ObesitasAnak dengan dr. Stella E. Bela, M.Gizi, SpGK Hallo Rekan Sehat! Pada tanggal 29 Januari 2016 yang lalu telah diadakan Ngobrol Sehat #Ngobat part 3 tentang Obesitas Anak bersama dr. Stella E. Bela, M.Gizi, SpGK di Instagram ProSehat. Acaranya berlangsung dengan sangat meriah, karena banyak sekali partisipan yang mengikuti acara #Ngobat part III kemarin, membanjiri linimasa kami dan memborbardir dr. Stella dengan pertanyaan terkait dengan obesitas pada anak. […]](/wp-content/uploads/2016/02/12568194_1675422216063204_307394012_n.jpg)
![Ngobrol Sehat #Ngobat Part II Tentang Tumbuh Kembang Anak dengan dr. Eva Devita, SpA Hallo Rekan Sehat! Bagaimana kabar Anda hari ini? Pada tanggal 24 Januari 2016 yang lalu telah diadakan Ngobrol Sehat #Ngobat part 2 tentang Tumbuh Kembang Anak bersama dr. Eva Devita, SpA. di fanpage FB ProSehat. Acaranya berlangsung dengan sangat meriah, karena banyak sekali partisipan yang mengikuti acara #Ngobat part II kemarin, membanjiri linimasa kami dan […]](/wp-content/uploads/2016/02/12622270_1699974646903540_8329714281763058207_o-1024x767.jpg)

![Hati-hati Obesitas Pada Anak! Memiliki anak yang gemuk memang menggemaskan. Tapi jangan sampai gemuknya berlanjut hingga si kecil memasuki usia 5 tahun. Dikhawatirkan ia malah akan obesitas pada saat sudah besar! Obesitas pada anak belum lama menjadi sorotan permasalahan gizi pada anak. Hal ini disebabkan karena komplikasi obesitas pada anak yang dapat ditimbulkan lebih kompleks dibandingkan dengan obesitas pada […]](/wp-content/uploads/2016/01/obese-child.jpg)
![Apa Itu Diaper Rash? Bagi Rekan Sehat yang memiliki bayi tentu sudah tidak asing lagi dengan adanya iritasi merah di kulit daerah yang terpasang popok pada tubuh si kecil. Tapi sebenarnya apa itu diaper rash? Apakah berbahaya? Apa penyebabnya? Diaper Rash adalah bercak-bercak merah di kulit daerah yang terpasang popok. Bercak ini timbul karena kulit bayi yang terlalu lama […]](/wp-content/uploads/2016/01/causes-of-diaper-rash.jpg)

![Ngobrol Sehat #Ngobat Part I Tentang Vaksin Anak dengan dr. Kristo Apa kabar, Rekan Sehat? Pada tanggal 15 Januari kemarin telah diadakan Ngobrol Sehat atau Ngobat tentang vaksin anak bersama pakar vaksinasi anak dan dewasa, yaitu dr. Kristoforus Hendra Djaya, SpPd di Twitter @ProSehat. Banyak sekali partisipan yang mengikuti acara #Ngobat part I kemarin, membanjiri linimasa kami dan memborbardir dr. Kristo dengan pertanyaan terkait dengan vaksinasi […]](/wp-content/uploads/2016/01/12417960_1697714697129535_44388730617041912_n.jpg)
![7 Alasan Si Kecil Perlu Suplemen Anak Jika melihat maraknya iklan di TV terkait suplemen anak dengan bentuk dan rasa bermacam-macam yang disukai anak-anak, apakah sempat terbesit di pikiran Anda tentang kebenaran yang digaungkan bahwa setiap anak perlu suplemen dan vitamin tambahan? Ternyata menurut dokter gizi dan anak hal tersebut tidak diwajibkan. Idealnya menurut mereka setiap anak wajib mendapatkan suplemen dan vitamin […]](/wp-content/uploads/2016/01/beli-suplemen-anak-di-prosehat-2.jpg)
![Jadwal Imunisasi/Vaksinasi Anak & Bayi Terkini Kita bisa memberikan yang terbaik bagi anak-anak dengan melindunginya dari ancaman penyebaran penyakit yang berpotensi berat akan mengancam jiwanya. Apa yang bisa Anda lakukan? Tentu saja dengan tidak terlambat memberikan vaksinasi atau imunisasi anak. Dengan rajin mengecek jadwal imunisasi anak, tumbuh kembang si kecil akan lebih aman tanpa adanya ancaman penyakit infeksi ganas seiring pertumbuhannya. […]](/wp-content/uploads/2016/01/10.01.2016_-_Vaksin_01_rev_02.jpg)



![Vaksin Cacar Bebaskan Anak dari Cacar Air Mungkin belum banyak yang mengetahui bahwa cacar air (varicella) yang sering dialami anak hingga beberapa kali dapat dicegah dengan vaksin Cacar. Dan ternyata cacar air dapat sembuh dengan sendirinya, namun yang menjadi kekhawatiran banyak orang tua di dunia adalah serangan berulang terutama ketika anak Anda sedang menurun daya tahan tubuhnya. Jangan menganggap enteng penyakit cacar […]](/wp-content/uploads/2016/01/prosehat-vaksin-cacar-air-2.jpg)


![7 Cara Atasi Stress Pada Anak Stress memang bukan hal asing lagi. Banyak orang rawan terhadap serangan stress. Serangannya tidak kenal usia dan jenis kelamin. Termasuk anak Anda. Stress yang sering dialaminya akan menghambat tumbuh kembang otaknya. Banyaknya materi pelajaran dari sekolah dan tingginya standar kurikulum sekolah pastinya membuat anak cenderung mudah stress. Dalam kondisi seperti ini, peran keluarga sangat penting […]](/wp-content/uploads/2016/01/prosehat-peduli-stress-pada-anak-1.jpg)
