Ngobrol Sehat #Ngobat Part II Tentang Tumbuh Kembang Anak dengan dr. Eva Devita, SpA
Hallo Rekan Sehat! Bagaimana kabar Anda hari ini?
Pada tanggal 24 Januari 2016 yang lalu telah diadakan Ngobrol Sehat #Ngobat part 2 tentang Tumbuh Kembang Anak bersama dr. Eva Devita, SpA. di fanpage FB ProSehat. Acaranya berlangsung dengan sangat meriah, karena banyak sekali partisipan yang mengikuti acara #Ngobat part II kemarin, membanjiri linimasa kami dan memborbardir dr. Eva dengan pertanyaan terkait dengan tumbuh kembang anak. Apakah Rekan Sehat juga berpartisipasi dalam #Ngobat part II? Jika tidak, berikut rangkuman beserta pertanyaan yang diutarakan oleh kami dan Rekan Sehat yang kemudian dijawab oleh dr. Eva secara langsung.

Pertanyaan 1:
Apa yang mempengaruhi tumbuh kembang pada anak, ya dok?
Jawaban:
Pertama kita harus membedakan pertumbuhan dan perkembangan terlebih dahulu. Pertumbuhan adalah pertambahan dalam ukuran fisik seorang anak (berat badan, tinggi badan, lingkar kepala) sedangkan perkembangan adalah bertambahnya keterampilan seorang anak dari aspek motorik kasar dan halus, bahasa, dan personal sosial. Tumbuh kembang dipengaruhi faktor biopsikososial: genetik, status gizi, status kesehatan secara umum, pola asuh, stimulasi, dan lingkungan.
Pertanyaan 2:
Seberapa besar pengaruh pemberian nutrisi dan gizi seimbang terhadap tumbuh kembang anak, dok? Adakah cara tertentu yang dapat digunakan untuk memantau keterkaitan hal tersebut?
Jawaban:
Nutrisi sangat penting perannya dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Nutrisi diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak, otot, tulang yang semuanya berperan dalam tumbuh dan kembang anak. Nutrisi seimbang yang dibutuhkan anak artinya makanan anak harus mengandung karbohidrat dan protein sebagai zat pembangun, lemak dan mineral untuk pembentuk sel dan metabolisme tubuh, vitamin untuk menjaga sel-sel dari kerusakan dan juga berperan dalam metabolisme tubuh. Apabila nutrisi tidak seimbang, pasti berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan. Contohnya, anak yg berlebih karbohidrat dan lemaknya akan meningkatkan risiko obesitas dan tentunya akan menghambat ia untuk bergerak sehingga perkembangannya menjadi terlambat.
Pertanyaan 3:
Bagaimana cara mengetahui pertumbuhan dan perkembangan seorang anak itu normal? Apakah diperlukan stimulasi khusus jika tumbuh kembang anak tidak normal, dok?
Jawaban:
Pemantauan tumbuh kembang anak dilakukan oleh orangtua dan dokter anak. Pertumbuhan dipantau melalui penambahan berat/tinggi badan per bulan yang diplot pada grafik pertumbuhan. Sementara perkembangan dipantau melalui skrining dan evaluasi perkembangan oleh dokter anak.
Pertanyaan 4:
Bagaimana sebenarnya proses tumbuh kembang anak yang baik? Karena mungkin banyak orang tua yang khawatir ketika anaknya malas makan kemudian tumbuh kembangnya akan terganggu.
Jawaban:
Untuk anak usia di bawah 1 tahun ada patokan-patokan kenaikan berat badan rata-rata yang harus dicapai. Dan untuk 3 bulan pertama, kenaikan berat badan haru 800-1.000 gram/bulan. 3 bulan kedua, kenaikan berat badan harus berkisar antara 500-750 gram/bulan. Dan pada 3 bulan ketiga, kenaikannya harus sekitar 300-500 gram/bulan. Terakhir, pada 3 bulan keempat, kenaikannya harus sekitar 100-300 gram/bulan. Untuk usia 1-3 tahun, kenaikan akan berkurang hingga 1-2 kilogram karena anak sudah semakin aktif. Namun patokan kasarnya usia 6 bulan beratnya akan 2x berat lahir, sementara saat usia 1 tahun beratnya akan 3x berat lahir.
Pertanyaan 5:
Pada usia berapa seorang anak dikategorikan sebagai masa golden ages mereka, ya dok?
Jawaban:
Masa emas perkembangan anak adalah 1000 hari pertama kehiupan atau 2 tahun pertama. Untuk perkembangan otak ada masa plastisitas otak yg bisa sampai 3-5 tahun.
Pertanyaan 6:
Apa saja yang biasanya menonjol pada masa golden ages mereka, ya dok?
Jawaban:
Di 2 tahun pertama, selain pertambahan berat dan tinggi badan yang pesat, kepintaran anak juga bertambah dengan cepat. Pada usia 3 bulan, bayi sudah bisa tengkurap, mengangkat kepala, membalas senyum, sampai mengikuti pergerakan benda yang ditunjukan dengan gerakan bola matanya. Sedangkan pada usia 6 bulan, bayi sudah bisa berguling, duduk dengan tegap, dan memegang benda dengan pegangan yang kuat. Pada usia 9 bulan ia sudah bisa merangkak, berdiri sambil pegangan, babbling dan duduk sendiri. Pada usia 12 bulan ia sudah bisa berjalan, memegang benda kecil dengan 2 jari dan mengucapkan banyak kata seperti ‘mama’ atau ‘papa’. Sedangkan pada usia 15 bulan, kosakatanya sudah bertambah hingga 10 kata. Ia juga sudah mengerti peringah sederhana, mengerti fungsi objek sederhana seperti sisir yang digunakan untuk menyisir rambut dan sudah berjalan dengan lancar. Pada usia 18 bulan kosakatanya bertambah hingga 20 kata. Ia sudah dapat menggunakan anggota tubuhnya dengan benar sesuai fungsinya walau belum banyak. Dan pada usia 20 sampai 24 bulan ia akan mulai merangkai kata untuk melakukan percakapan dengan orang di sekitarnya, berbicara untuk memberitahu keadaan dirinya, sudah mengetahui banyak fungsi benda dengan lebih baik.
Pertanyaan 7:
Kebutuhan bayi yang seperti apa yang akan membantu tumbuh kembang si kecil?
Jawaban:
Kebutuhan bayi di usia ini selain nutrisi tentu stimulasi, baik dari orang tua atau dari pengasuhnya. Stimulasi bisa dengan menggunakan mainan edukatif sesuai usia anak. Dan anak butuh istirahat yang cukup dan tidak terganggu karena saat tidur juga merupakan saat yang penting untuk tumbuh kembang anak. Jadi sebaiknya anak tidak terganggu tidurnya karena mengompol misalnya.
Nah itu tadi beberapa pertanyaan dengan jawaban hasil Ngobrol Sehat #Ngobat part II dengan dokter spesialis anak, dr. Eva Devita, SpA. Temukan pertanyaan beserta penjelasan lainnya di sini.
Read More
![Ngobrol Sehat #Ngobat Part II Tentang Tumbuh Kembang Anak dengan dr. Eva Devita, SpA Hallo Rekan Sehat! Bagaimana kabar Anda hari ini? Pada tanggal 24 Januari 2016 yang lalu telah diadakan Ngobrol Sehat #Ngobat part 2 tentang Tumbuh Kembang Anak bersama dr. Eva Devita, SpA. di fanpage FB ProSehat. Acaranya berlangsung dengan sangat meriah, karena banyak sekali partisipan yang mengikuti acara #Ngobat part II kemarin, membanjiri linimasa kami dan […]](/wp-content/uploads/2016/02/12622270_1699974646903540_8329714281763058207_o-1024x767.jpg)
![Hati-hati Obesitas Pada Anak! Memiliki anak yang gemuk memang menggemaskan. Tapi jangan sampai gemuknya berlanjut hingga si kecil memasuki usia 5 tahun. Dikhawatirkan ia malah akan obesitas pada saat sudah besar! Obesitas pada anak belum lama menjadi sorotan permasalahan gizi pada anak. Hal ini disebabkan karena komplikasi obesitas pada anak yang dapat ditimbulkan lebih kompleks dibandingkan dengan obesitas pada […]](/wp-content/uploads/2016/01/obese-child.jpg)
![Apa Itu Diaper Rash? Bagi Rekan Sehat yang memiliki bayi tentu sudah tidak asing lagi dengan adanya iritasi merah di kulit daerah yang terpasang popok pada tubuh si kecil. Tapi sebenarnya apa itu diaper rash? Apakah berbahaya? Apa penyebabnya? Diaper Rash adalah bercak-bercak merah di kulit daerah yang terpasang popok. Bercak ini timbul karena kulit bayi yang terlalu lama […]](/wp-content/uploads/2016/01/causes-of-diaper-rash.jpg)

![Ngobrol Sehat #Ngobat Part I Tentang Vaksin Anak dengan dr. Kristo Apa kabar, Rekan Sehat? Pada tanggal 15 Januari kemarin telah diadakan Ngobrol Sehat atau Ngobat tentang vaksin anak bersama pakar vaksinasi anak dan dewasa, yaitu dr. Kristoforus Hendra Djaya, SpPd di Twitter @ProSehat. Banyak sekali partisipan yang mengikuti acara #Ngobat part I kemarin, membanjiri linimasa kami dan memborbardir dr. Kristo dengan pertanyaan terkait dengan vaksinasi […]](/wp-content/uploads/2016/01/12417960_1697714697129535_44388730617041912_n.jpg)
![7 Alasan Si Kecil Perlu Suplemen Anak Jika melihat maraknya iklan di TV terkait suplemen anak dengan bentuk dan rasa bermacam-macam yang disukai anak-anak, apakah sempat terbesit di pikiran Anda tentang kebenaran yang digaungkan bahwa setiap anak perlu suplemen dan vitamin tambahan? Ternyata menurut dokter gizi dan anak hal tersebut tidak diwajibkan. Idealnya menurut mereka setiap anak wajib mendapatkan suplemen dan vitamin […]](/wp-content/uploads/2016/01/beli-suplemen-anak-di-prosehat-2.jpg)
![Jadwal Imunisasi/Vaksinasi Anak & Bayi Terkini Kita bisa memberikan yang terbaik bagi anak-anak dengan melindunginya dari ancaman penyebaran penyakit yang berpotensi berat akan mengancam jiwanya. Apa yang bisa Anda lakukan? Tentu saja dengan tidak terlambat memberikan vaksinasi atau imunisasi anak. Dengan rajin mengecek jadwal imunisasi anak, tumbuh kembang si kecil akan lebih aman tanpa adanya ancaman penyakit infeksi ganas seiring pertumbuhannya. […]](/wp-content/uploads/2016/01/10.01.2016_-_Vaksin_01_rev_02.jpg)



![Vaksin Cacar Bebaskan Anak dari Cacar Air Mungkin belum banyak yang mengetahui bahwa cacar air (varicella) yang sering dialami anak hingga beberapa kali dapat dicegah dengan vaksin Cacar. Dan ternyata cacar air dapat sembuh dengan sendirinya, namun yang menjadi kekhawatiran banyak orang tua di dunia adalah serangan berulang terutama ketika anak Anda sedang menurun daya tahan tubuhnya. Jangan menganggap enteng penyakit cacar […]](/wp-content/uploads/2016/01/prosehat-vaksin-cacar-air-2.jpg)


![7 Cara Atasi Stress Pada Anak Stress memang bukan hal asing lagi. Banyak orang rawan terhadap serangan stress. Serangannya tidak kenal usia dan jenis kelamin. Termasuk anak Anda. Stress yang sering dialaminya akan menghambat tumbuh kembang otaknya. Banyaknya materi pelajaran dari sekolah dan tingginya standar kurikulum sekolah pastinya membuat anak cenderung mudah stress. Dalam kondisi seperti ini, peran keluarga sangat penting […]](/wp-content/uploads/2016/01/prosehat-peduli-stress-pada-anak-1.jpg)

![7 Indikasi Anak Anda Korban Bully “Wah, masa jaman sekarang tidak punya iPad? Kamu miskin ya! Hahahaha…” Celotehan seperti itu marak terdengar di sekolah manapun, baik negeri maupun swasta. Class gap lah yang digadang-gadang menjadi salah satu penyebab perpecahan hanya karena salah satu orang memiliki kekuasaan lebih dalam hal kekuatan tubuh maupun materi sehingga ketika melihat seseorang yang lemah di matanya, […]](/wp-content/uploads/2016/01/prosehat-atasi-bullying-4.jpg)



![8 Cara Menghadapi Kemarahan Anak (Temper Tantrum) Karena anak adalah buah cinta yang paling dinantikan, perkembangannya menjadi hal yang paling indah dan ditunggu oleh setiap orang tua. Tanggung jawab orang tua mendidik dan mengasuh anak juga menjadi faktor penentu hasil akhir tumbuh kembang anak. Seiring dengan berjalannya proses perkembangan, pembentukan watak dan kepribadian si kecil, terdapat 1 istilah, yaitu temper tantrum. Dan […]](/wp-content/uploads/2016/01/09.01.2016_-_Anak_Marah_01.jpg)



