Kesehatan Wanita – ProSehat Asisten Kesehatan Maya untuk memudahkan keluarga Indonesia mendapatkan layanan kesehatan terpercaya dengan mudah. Tanya dokter, panggil dokter, kirim obat, semua lengkap cukup hubungi ProSehat di 0811-1816-800 Fri, 25 Mar 2022 11:25:57 +0700 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.9.16 /wp-content/uploads/2020/12/cropped-icon-prosehat_virtualhealth-32x32.png Kesehatan Wanita – ProSehat 32 32 Gejala Penyakit Cytomegalovirus (CMV) dan Pencegahannya /artikel/wanitasehat/cytomegalovirus-cmv /artikel/wanitasehat/cytomegalovirus-cmv#respond Mon, 21 Mar 2022 06:37:22 +0000 /?p=265994 Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia Ditinjau oleh: dr. Nurul L Infeksi Cytomegalovirus atau CMV adalah infeksi virus yang banyak menyerang janin. Virus ini bisa bertahan di tubuh untuk waktu yang lama. Virus ini dapat ditemukan di darah, urin, semen, cairan serviks, air liur, dan air susu ibu (ASI). Infeksi CMV bersifat endemis dan tidak bergantung […]

The post Gejala Penyakit Cytomegalovirus (CMV) dan Pencegahannya appeared first on ProSehat.

]]>
Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
Ditinjau oleh: dr. Nurul L

Gejala Penyakit Cytomegalovirus (CMV) dan Pencegahannya

Infeksi Cytomegalovirus atau CMV adalah infeksi virus yang banyak menyerang janin. Virus ini bisa bertahan di tubuh untuk waktu yang lama. Virus ini dapat ditemukan di darah, urin, semen, cairan serviks, air liur, dan air susu ibu (ASI). Infeksi CMV bersifat endemis dan tidak bergantung pada musim tertentu. Di Amerika Serikat angka kejadian infeksi CMV sebesar 50% sehingga wanita hamil dengan usia produktif memiliki resiko terjadinya infeksi primer CMV.

Cytomegalovirus menyebabkan infeksi pada janin dengan angka insidensi mencapai 2% dari semua bayi lahir hidup atau sebanyak 7 per 1000 kelahiran hidup. Sebanyak 12,7% bayi yang terinfeksi memperlihatkan gejala saat lahir dan sebanyak 13,5% bayi tidak memperlihatkan gejala saat lahir namun gejala berkembang di kemudian hari, termasuk gangguan pendengaran sensorineural saat usia anak-anak.

Virus ini menyerang orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya orang dengan diabetes melitus dan HIV. Penularan CMV dapat terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh, termasuk saat hubungan seksual, transplantasi organ atau donor darah. Virus CMV ini ternyata juga dapat menular dari ibu ke janin saat di dalam kandungan, persalinan dan menyusui.

Gejala Infeksi Cytomegalovirus

Infeksi CMV kongenital dapat muncul tanpa gejala (asimptomatik) atau dengan gejala (simptomatik). Satu dari setiap 200 kelahiran bayi berpotensi mengalami infeksi CMV, dan dari 5 bayi yang terinfeksi CMV mengalami gangguan jangka panjang. Berikut ini gejala CMV kongenital pada bayi baru lahir :

  • Rash atau ruam kemerahan
  • Jaundice atau kulit kekuningan di bagian badan dan mata
  • Mikrosefali (kepala kecil)
  • Berat badan lahir rendah
  • Hepatosplenomegali (pembesaran organ hati dan limpa)
  • Kejang
  • Retinitis (gangguan pada retina mata)
  • Kelenjar getah bening membengkak.

Baca Juga : Bahaya Stres pada Ibu Hamil dan Pengaruhnya ke Janin

Sebagian bayi yang lahir dengan gejala CMV kongenital kemungkinan besar akan memiliki gejala jangka panjang, seperti :

  • Gangguan pendengaran 
  • Perkembangan motorik terhambat sehingga menyebabkan gangguan koordinasi tubuh
  • Gangguan penglihatan
  • Mikrosefali
  • Kejang
  • Gangguan perkembangan intelektual
  • Pneumonia berat seperti sesak napas, batuk dan nyeri dada
  • Gangguan pencernaan yang ditandai dengan kesulitan menelan, nyeri perut dan diare berdarah.

Diagnosis Cytomegalovirus Kongenital

Infeksi CMV kongenital dapat didiagnosis dengan menguji air liur bayi baru lahir, urin atau darah. Specimen ini harus dikumpulkan untuk pengujian dalam dua hingga tiga minggu setelah bayi baru lahir untuk memastikan apakah ada infeksi virus CMV.

Namun, pada ibu hamil yang diduga terkena infeksi CMV, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan berupa:

  • USG kehamilan untuk mendeteksi dini adanya kelainan pada janin
  • Amniosentesis (pemeriksaan air ketuban)

Amniosentesis perlu untuk mendeteksi adanya keberadaan virus CMV jika memang ditemukan kelainan pada janin.

Pengobatan Cytomegalovirus

Untuk bayi dengan tanda-tanda infeksi Cytomegalovirus kongenital saat lahir, obat antivirus, terutama valgansiklovir dapat meningkatkan pendengaran dan perkembangan si kecil. Namun, valgansiklovir memiliki efek samping yang serius dan perlu dikonsultasikan lebih dahulu dengan dokter yang menangani. Pengobatan yang cepat dan tepat akan meminimalisir komplikasi akibat infeksi virus CMV.

Baca Juga : Perlukah Pemeriksaan TORCH Saat Hamil ?

Pencegahan Infeksi Cytomegalovirus

Upaya pencegahan infeksi Cytomegalovirus sangat penting dilakukan, terutama bagi ibu hamil, orang dengan daya tahan tubuh rendah, dan orang dengan penyakit kronis. Berikut adalah cara mengurangi risiko terinfeksi CMV, antara lain:

Mencuci Tangan

Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir minimal 20 detik, terutama sebelum dan sesudah kontak dengan anak-anak dan cairan tubuh orang lain.

Hindari Kontak Langsung

Hindari kontak langsung dengan cairan tubuh orang lain, seperti mencium bibir dan berbagi makanan dari tempat makan yang sama.

Gunakan Peralatan Pribadi Secara Sendiri-Sendiri

Memang berbagi itu penting. Namun ada beberapa hal yang sebaiknya tidak bisa digunakan bersamaan oleh orang lain. Hindari penggunaan alat pribadi secara bersamaan seperti alat makan, dan sikat gigi karena dapat menjadi perantara penyebaran virus.

TORCH

Lakukan pemeriksaan TORCH saat merencanakan kehamilan. Hal ini juga akan mencegah risiko kesehatan yang mungkin muncul dan terjadi.

Setia pada Pasangan

Hindari melakukan hubungan seksual berisiko dengan berganti-ganti pasangan seksual dan tidak menggunakan kondom dengan orang yang riwayat kehidupan seksualnya tidak diketahui.

Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, pemeriksaan medical check up berkala, pemeriksaan laboratorium, layanan fisioterapi, produk imunisasi dewasa, produk multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam. 

Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.

Referensi

  1. Rampengan, N., 2015. DIAGNOSIS INFEKSI SITOMEGALOVIRUS PADA BAYI DAN ANAK
  2. Cdc.gov. 2020. About Cytomegalovirus and Congenital CMV Infection | CDC.
  3. Fk.ui.ac.id. 2021. Teliti Dampak Deteksi Dini Gangguan Pendengaran Akibat Infeksi CMV
  4. Cdc.gov. 2020. Babies Born with Congenital Cytomegalovirus (CMV) | CDC.
  5. Cdc.gov. n.d. CMV Fact Sheet for Pregnant Women and Parents | CDC.

The post Gejala Penyakit Cytomegalovirus (CMV) dan Pencegahannya appeared first on ProSehat.

]]>
/artikel/wanitasehat/cytomegalovirus-cmv/feed 0
Mengapa Bumil Butuh Vaksin Tetanus? Begini Penjelasannya /artikel/hamilsehat/mengapa-bumil-butuh-vaksin-tetanus /artikel/hamilsehat/mengapa-bumil-butuh-vaksin-tetanus#respond Mon, 21 Mar 2022 06:33:37 +0000 /?p=266043 Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher Ditinjau oleh: dr. Nurul L Kenapa Ibu Hamil Membutuhkan Vaksin Tetanus? Idealnya suntik tetanus dilakukan sebelum hamil untuk mencegah risiko tetanus pada ibu hamil. Kesehatan ibu hamil merupakan sesuatu yang harus dijaga dengan baik sebagai upaya pencegahan penyakit, terutama selama mengandung. Dengan kondisi kesehatan yang prima, anak yang dikandung juga […]

The post Mengapa Bumil Butuh Vaksin Tetanus? Begini Penjelasannya appeared first on ProSehat.

]]>
Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
Ditinjau oleh: dr. Nurul L

Kenapa Bumil Butuh Vaksin Tetanus Begini Penjelasannya

Kenapa Ibu Hamil Membutuhkan Vaksin Tetanus? Idealnya suntik tetanus dilakukan sebelum hamil untuk mencegah risiko tetanus pada ibu hamil.

Kesehatan ibu hamil merupakan sesuatu yang harus dijaga dengan baik sebagai upaya pencegahan penyakit, terutama selama mengandung. Dengan kondisi kesehatan yang prima, anak yang dikandung juga dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Salah satu penyakit yang dapat menginfeksi ibu hamil adalah tetanus, namun dapat dicegah melalui vaksinasi tetanus. Mengapa vaksin tetanus penting bagi ibu hamil? Apa dampak penyakit tetanus terhadap ibu hamil dan anak yang dikandung?

Mengenali Infeksi Tetanus

Tetanus merupakan sebuah infeksi yang disebabkan oleh bakteri bernama Clostridium tetani. Saat bakteri tetanus menginfeksi tubuh, bakteri tersebut akan mengeluarkan toksin atau racun yang menyebabkan otot berkontraksi secara berlebihan dan menyebabkan rasa nyeri. Semua usia dapat menderita infeksi tetanus, namun ibu hamil dan anak-anak merupakan kelompok yang rentan mengalami infeksi berat bila belum divaksinasi. Tetanus yang terjadi saat hamil atau dalam waktu 6 minggu sebelum melahirkan dinamakan tetanus maternal. Sedangkan, bila terjadi dalam 28 hari pertama pasca melahirkan disebut tetanus neonatorum.

Baca Juga : 11 Jenis Vaksinasi Wajib Bagi Ibu Hamil yang Harus Diketahui

Infeksi tetanus dapat terjadi apabila bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka. Bakteri tetanus secara umum dapat ditemukan pada kotoran hewan, tanah, dan alat-alat tindakan yang tidak steril. Setelah terinfeksi tetanus, tanda dan gejala dapat timbul dalam rentang waktu 3-21 hari. Tanda dan gejala yang dapat terjadi dari infeksi tetanus adalah :

  • Kram pada rahang atau mulut menjadi tidak bisa dibuka
  • Otot kaku pada punggung, perut, atau tangan dan kaki
  • Nyeri pada saat otot kaku
  • Sulit menelan
  • Kejang
  • Nyeri kepala
  • Demam dan berkeringat
  • Perubahan pada tekanan darah atau denyut jantung yang cepat

Infeksi tetanus sangat berbahaya bagi ibu hamil dan anak yang sedang dikandung. Terdapat data dari sebuah penelitian di Asia dan Afrika bahwa ibu hamil yang mengalami infeksi tetanus memiliki angka kematian yang tinggi. Infeksi tetanus dapat menyebabkan gangguan pernapasan, kejang, tensi dan denyut jantung yang berubah secara drastis sehingga mengancam nyawa ibu dan anak tersebut. Apabila tidak ditangani dengan segera dan tepat, maka tetanus dapat menyebabkan kematian.

Baca Juga : 7 Penyebab Insomnia pada Ibu Hamil dan Cara Mengatasinya

Cara Mencegah Infeksi Tetanus

Terdapat beberapa cara untuk mencegah infeksi tetanus. Mencuci tangan dan menjaga kebersihan merupakan dasar penting pencegahan penyakit, namun dalam hal infeksi tetanus, vaksinasi juga tidak kalah penting dan perlu diberikan karena sudah terbukti menurunkan angka infeksi. Vaksin tetanus bertujuan bukan hanya untuk mencegah ibu hamil terinfeksi tetanus, namun juga untuk melindungi bayinya.

Vaksin tetanus aman untuk diberikan kepada ibu hamil. Apabila belum pernah atau lupa riwayat pemberian vaksin tetanus sebelumnya, maka anjurannya adalah mendapatkan tiga dosis vaksin tetanus. Dosis vaksin tersebut diberikan dengan jarak 0, 1, dan 6 bulan. Bila sudah pernah mendapatkan vaksin tetanus sebelumnya, dokter mungkin akan merekomendasikan untuk mendapatkan booster saja. Pada saat ini di Indonesia terdapat vaksin tetanus dalam rupa Tetanus Toxoid (TT) atau Tdap (Tetanus, Difteri, Pertussis).

Setelah melakukan vaksinasi, ibu hamil bisa mengalami efek samping. Beberapa efek samping yang dapat timbul adalah:

  • Nyeri atau kemerahan pada daerah penyuntikan vaksin
  • Demam
  • dan sakit kepala

Efek samping tersebut umumnya ringan dan dapat dapat membaik sendiri dalam jangka waktu yang pendek. Vaksinasi tetanus memiliki keuntungan yang jauh lebih banyak dibanding efek sampingnya. Apabila Anda ingin mendapatkan vaksin tetanus atau ingin bertanya seputar vaksin tetanus, konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan terdekat.

Sahabat Sehat, itulah penjelasan pentingnya vaksin tetanus bagi ibu hamil. Dengan mendapatkan vaksinasi tetanus sesuai rekomendasi, ibu dan janin akan terlindungi. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, pemeriksaan medical check up berkala, pemeriksaan laboratorium, layanan fisioterapi, produk imunisasi dewasa, produk multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam. 

Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.

Referensi

  1. Tetanus Disease (Lockjaw) | CDC.
  2. Tetanus [Internet]. Who.int. 2022. 
  3. Thwaites C, Beeching N, Newton C. Maternal and neonatal tetanus. The Lancet. 
  4. Maternal immunization against tetanus.
  5. Update on Immunization and Pregnancy: Tetanus, Diphtheria, and Pertussis Vaccination.

The post Mengapa Bumil Butuh Vaksin Tetanus? Begini Penjelasannya appeared first on ProSehat.

]]>
/artikel/hamilsehat/mengapa-bumil-butuh-vaksin-tetanus/feed 0
Mengenal Pemeriksaan IVA Untuk Deteksi Kanker Serviks /artikel/wanitasehat/pemeriksaan-iva /artikel/wanitasehat/pemeriksaan-iva#respond Fri, 18 Mar 2022 09:00:53 +0000 /?p=266233 Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher Ditinjau oleh: dr. Nurul Larasati Pemeriksaan IVA untuk mendeteksi kanker servis sangat penting bagi wanita. Terutama karena kanker serviks amat sering dialami wanita. Bahkan kanker serviks adalah kanker keempat terbanyak di dunia yang dialami wanita. Pada tahun 2018, diestimasikan 570.000 wanita didiagnosa kanker serviks dan sekitar 311.000 wanita meninggal karena […]

The post Mengenal Pemeriksaan IVA Untuk Deteksi Kanker Serviks appeared first on ProSehat.

]]>
Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
Ditinjau oleh: dr. Nurul Larasati

Dokter Menjelaskan Hasil Pemeriksaan IVA atau Tes IVA kepada Pasien

Dokter Menjelaskan Hasil Pemeriksaan IVA atau Tes IVA kepada Pasien

Pemeriksaan IVA untuk mendeteksi kanker servis sangat penting bagi wanita. Terutama karena kanker serviks amat sering dialami wanita. Bahkan kanker serviks adalah kanker keempat terbanyak di dunia yang dialami wanita.

Pada tahun 2018, diestimasikan 570.000 wanita didiagnosa kanker serviks dan sekitar 311.000 wanita meninggal karena kanker tersebut. Hampir 99% kanker serviks dihubungkan dengan human papilloma virus (HPV), sebuah virus yang sangat mudah menular saat kontak seksual. Saat terinfeksi virus tersebut, wanita jarang mengalami keluhan dan dapat sembuh sendiri. Tetapi apabila terjadi infeksi berulang, maka dapat menyebabkan kanker serviks.

Selengkapnya: Benarkah Kanker Serviks Bisakah Disembuhkan?

Kabar baiknya adalah kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang bisa disembuhkan apabila terdeteksi secara dini dan ditatalaksana dengan baik. Salah satu cara untuk mendeteksi dini kanker serviks adalah melalui pemeriksaan skrining berupa pemeriksaan Inspeksi Visual Asam asetat (IVA).

Takut dengan kanker serviks? Vaksinasi HPV Saja

Apa itu tes dan pemeriksaan IVA serta bagaimana tes tersebut dilakukan? Mari simak informasi lengkapnya di bawah ini.

Pemeriksaan IVA

Pemeriksaan IVA atau Tes Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) merupakan sebuah tes skrining untuk mendeteksi dini kanker serviks. Tes ini dilakukan dengan cara menggunakan asam asetat pada serviks. Setelah didiamkan sekitar 1 menit akan dilakukan pengamatan apakah terdapat perubahan warna di bagian serviks. Apabila terdapat perubahan warna menjadi putih pada bagian serviks, maka bagian tersebut dapat dicurigai sebagai kanker serviks. Untuk selanjutnya pasien akan dirujuk ke dokter spesialis obstetrik dan ginekologi untuk pemeriksaan tambahan seperti pap smear atau biopsi.

Tes skrining tersebut mudah untuk dilakukan sehingga dapat dipraktekkan pada fasilitas kesehatan yang jauh dari pusat kota. Prosedur tes IVA tidak memakan waktu yang lama, hanya sekitar 5 menit saja. Selama tes mungkin akan terasa sedikit tidak nyaman, namun tidak menyebabkan nyeri yang berlebih. Tes IVA juga relatif murah karena tidak memerlukan banyak alat dan bahan.

Karena sifat pemeriksaan ini adalah skrining, maka pemeriksaan IVA dapat dilakukan berkala tanpa harus ada keluhan. Anda dapat memeriksakan diri apabila memiliki riwayat kanker serviks pada keluarga atau sudah aktif melakukan hubungan seksual namun belum pernah mendapatkan vaksinasi HPV.

Vaksinasi HPV untuk Mencegah Kanker Serviks

Selain pemeriksaan IVA untuk mendeteksi dini kanker serviks, Anda juga dapat melakukan vaksinasi human papillomavirus (HPV) sebagai langkah pencegahan. Penggunaan vaksin HPV sudah disetujui oleh World Health Organization (WHO) dan vaksinnya sudah tersedia luas. Vaksin ini dapat diberikan kepada wanita sedini usia 10 tahun, baik sudah melakukan hubungan seksual ataupun belum.

HPV memiliki beberapa tipe, contohnya tipe 16 dan 18 yang sering ditemukan dan menjadi 70% penyebab kanker serviks. Terdapat juga HPV tipe 6 dan 11 yang menjadi 90% penyebab kutil kelamin. Saat ini di Indonesia sudah terdapat 2 tipe vaksin yaitu vaksin bivalen dan tetravalen. Untuk vaksin bivalen mencakup HPV tipe 16 dan 18, sedangkan vaksin tetravalen mencakup HPV tipe 6, 11, 16, dan 18. Pemberian vaksin dibagi menjadi 3 dosis yaitu pada bulan 0, 1 atau 2, dan 6.

Dapatkan: Layanan Vaksinasi ke Rumah dari Prosehat

Pemeriksaan IVA merupakan sebuah alat skrining yang sangat berguna untuk mendeteksi kanker serviks secara dini. Pemeriksaan tersebut juga terjangkau karena relatif murah, cepat dilakukan, dan tidak memerlukan peralatan yang canggih. Bila Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai pemeriksaan IVA atau tentang HPV, konsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan terdekat.

Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai pemeriksaan IVA untuk deteksi dini kanker serviks dan pencegahannya melalui vaksinasi HPV. Jika Sahabat Sehat membutuhkan pemeriksaan laboratorium, vaksinasi HPV, konsultasi kesehatan, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat.

Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.

Referensi:

  1. Cervical cancer [Internet]. Who.int. 2022
  2. Training Manual on Cervical Cancer Screening using Visual Inspection with Acetic Acid
  3. Ardahan M, Temel A. Visual Inspection With Acetic Acid in Cervical Cancer Screening
  4. Poli U, Bidinger P, Gowrishankar S. Visual inspection with acetic acid (via) screening program
  5. Sekilas tentang Vaksin HPV [Internet]. idai.or.id. 2022

The post Mengenal Pemeriksaan IVA Untuk Deteksi Kanker Serviks appeared first on ProSehat.

]]>
/artikel/wanitasehat/pemeriksaan-iva/feed 0
5 Penyebab Miss V Keluar Darah Setelah Berhubungan Intim /artikel/wanitasehat/penyebab-miss-v-keluar-darah-setelah-berhubungan-intim /artikel/wanitasehat/penyebab-miss-v-keluar-darah-setelah-berhubungan-intim#respond Fri, 18 Mar 2022 03:34:29 +0000 /?p=266183 Ditulis oleh: dr. Gloria Teo Ditinjau oleh: dr. Nurul L Gejala miss V keluar darah setelah berhubungan menjadi tanda adanya masalah kesehatan. Kondisi ini biasa disebut postcoital bleeding. Kabar baiknya, mayoritas kejadian ini bukan disebabkan oleh masalah kesehatan yang serius. Sebanyak 9% wanita usia subur akan mengalami perdarahan Miss V setelah berhubungan seks yang tidak […]

The post 5 Penyebab Miss V Keluar Darah Setelah Berhubungan Intim appeared first on ProSehat.

]]>
Ditulis oleh: dr. Gloria Teo
Ditinjau oleh: dr. Nurul L

Miss V Keluar Darah Setelah Berhubungan Intim dapat Mengganggu Keharmonisan

Miss V Keluar Darah Setelah Berhubungan Intim dapat Mengganggu Keharmonisan

Gejala miss V keluar darah setelah berhubungan menjadi tanda adanya masalah kesehatan. Kondisi ini biasa disebut postcoital bleeding. Kabar baiknya, mayoritas kejadian ini bukan disebabkan oleh masalah kesehatan yang serius.

Sebanyak 9% wanita usia subur akan mengalami perdarahan Miss V setelah berhubungan seks yang tidak berhubungan dengan siklus menstruasi mereka. Antara 46% hingga 63% wanita pasca menopause akan mengalami:

  • Kekeringan vagina
  • Gatal
  • Nyeri tekan
  • Perdarahan saat atau setelah berhubungan seks

Baca Juga: Manfaat Seks Rutin Bagi Kesehatan

Kondisi-kondisi di atas dikarenakan perubahan hormon yang mempengaruhi jaringan vagina dan menyebabkan perdarahan. Untuk perdarahan ringan yang muncul sesekali biasanya bukan hal yang serius. Tetapi, jika Anda memiliki faktor risiko tertentu, penting untuk mencari tahu penyebabnya.

Penyebab Miss V Keluar Darah Setelah Berhubungan

Perdarahan pasca hubungan seksual dapat dialami oleh wanita segala usia. Pada orang yang lebih muda dan belum mengalami menopause, sumber perdarahan biasanya berada di leher rahim/ serviks. Sedangkan, pada mereka yang telah mengalami menopause, sumber perdarahan lebih bervariasi, seperti di serviks, rahim, labia, dan uretra. 

Bagi orang pasca menopause, kanker serviks lebih sering menjadi penyebab perdarahan pasca hubungan seksual. Namun, ada kondisi-kondisi umum lainnya yang juga bisa menjadi penyebab miss V keluar darah setelah berhubungan intim, seperti:

Infeksi

Beberapa infeksi  menyebabkan peradangan pada jaringan vagina dan mengakibatkan perdarahan. Terutama setelah melakukan berhubungan intim. Adapun infeksi tersebut antara lain:

  • Penyakit radang panggul (pelvic inflammatory disease)
  • Infeksi menular seksual (sexually transmitted disease)
  • Radang pada serviks (cervicitis)
  • Radang pada vagina (vaginitis)

Lihat Juga: Bentuk dan Ciri Vagina Sehat

Maka dari itu, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Dengan demikian, infeksi dapat dicari tahu penyebabnya, dan dokter dapat memberikan solusi medis yang tepat.

Atrofi Vagina

Atrofi vagina adalah kondisi dimana dinding vagina menipis dan meradang. Hal ini dapat menyebabkan kondisi keluarnya darah saat ataupun setelah melakukan hubungan intim. Kondisi atrofi vagina sering dialami oleh:

  • Wanita perimenopause (periode menuju menopause)
  • Wanita menopause
  • Serta wanita yang telah menjalani operasi pengangkatan indung telur (ovarium).

Saat wanita tidak mengalami menstruasi lagi, tubuh akan mengurangi produksi hormon estrogen sehingga tubuh akan memproduksi lebih sedikit cairan pelumas pada vagina sehingga vagina mudah kering dan meradang. Selain itu, vagina juga menjadi kurang elastis, jaringannya menjadi lebih rapuh, aliran darah berkurang, dan rentan terhadap robekan dan iritasi. Hal ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan, nyeri, dan perdarahan saat berhubungan seksual.

Vagina yang Kering

Vagina yang kering dapat menyebabkan perdarahan. Selain sindrom genitourinaria, kekeringan pada vagina dapat disebabkan oleh kondisi lain, seperti:

  • Menyusui
  • Melahirkan
  • Pengangkatan indung telur (ovarium)
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu
  • Kemoterapi dan radioterapi
  • Terjadinya penetrasi sebelum wanita terangsang sepenuhnya saat berhubungan seksual
  • Vaginal douching (menggunakan cairan pembersih vagina)
  • Menggunakan produk kebersihan wanita dan deterjen pakaian
  • Berenang di kolam renang yang mengandung zat yang mempengaruhi kondisi vagina
  • Sindrom Sjögren (penyakit peradangan pada sistem imun, yang mengurangi kelembaban tubuh)
  • Polip

Banyak jenis obat yang memiliki risiko menyebabkan vagina kering. Beberapa diantaranya seperti obat flu, obat asma, antidepresan, dan obat-obatan anti-estrogen.

Polip adalah pertumbuhan jaringan yang berbentuk tangkai dan menggantung. Kebanyakan dari polip adalah jinak, namun sebagian tumbuh menjadi ganas/ kanker. Polip sering ditemukan di sekitar serviks dan rahim. Gerakan pada polip dapat mengiritasi jaringan sekitar dan menyebabkan perdarahan.

Robekan Pada Dinding Vagina

Aktivitas seksual yang terlalu kuat/ kasar dapat menyebabkan luka kecil atau lecet pada dinding vagina. Hal ini cenderung terjadi pada wanita dengan vagina kering. Maka dari itu, hindari penetrasi ketika miss V masih sangat kering.

Selain itu, bicarakan kondisi kesehatan pada pasangan sehingga hubungan intim bisa dilakukan dengan wajar. Hal ini akan menghindari terjadinya robekan pada dinding vagina akibat cara hubungan intim yang tidak biasa atau kasar.

Kanker

Perdarahan vagina yang timbul sewaktu-waktu bisa menandakan adanya kanker serviks atau kanker vagina. Sekitar 11% dari perdarahan pasca hubungan seksual adalah gejala awal kanker serviks atau kanker vagina. Oleh sebab itu, cegah kanker serviks dengan melakukan vaksinasi HPV untuk mencegah risiko kanker serviks.

Untuk mendapatkan vaksinasi HPV, silahkan cek: Layanan Vaksin HPV Ke Rumah

Mengatasi Perdarahan Miss V Setelah Berhubungan Intim

Mengatasi perdarahan Miss V tergantung dari penyebabnya dan perlu dikonsultasikan dengan dokter. Penyebab perdarahan akan menentukan terapi yang akan diberikan, misalnya terapi hormon bila disebabkan oleh menopause. Bila penyebab perdarahan adalah kekeringan vagina dan gesekan saat berhubungan, maka Anda dapat menggunakan lubrikan/ pelumas sebelum berhubungan.

Ada tiga jenis lubrikan, yaitu lubrikan berbahan dasar:

  • Air
  • Silikon
  • Minyak.

Bila pasangan menggunakan kondom, gunakan lubrikan berbahan dasar air, karena lubrikan yang berbahan dasar minyak dapat merusak kondom. Berhubungan seksual secara perlahan dan berhenti saat merasa nyeri juga membantu mengurangi risiko perdarahan. Perlu diketahui juga bahwa lubrikan yang dipakai secara rutin dapat diserap oleh dinding vagina sehingga meningkatkan kelembaban vagina dan mengembalikan pH vagina yang alami.

Butuh pelumas atau lubrikan untuk mengatasi masalah vagina yang terlalu kering? Anda bisa memesan: Durex Play Top Gel 100mL

Berikut adalah tanda-tanda penyerta perdarahan pasca berhubungan seksual yang perlu diwaspadai dan memerlukan konsultasi lebih lanjut dengan dokter, diantaranya:

  • Perdarahan pada vagina pasca menopause
  • Vagina terasa gatal atau terbakar
  • Rasa terbakar atau tersengat saat berkemih
  • Nyeri berhubungan seksual
  • Perdarahan banyak
  • Nyeri perut hebat
  • Nyeri punggung bawah
  • Mual/ muntah
  • Keputihan pada vagina yang tidak biasa.

Jenis pemeriksaan lanjutan yang akan dilakukan oleh dokter pun beragam sesuai hasil pemeriksaan awal, antara lain:

  • Pemeriksaan dengan spekulum
  • Pap smear
  • Biopsi
  • USG transvaginal
  • dan pemeriksaan awal kesehatan wanita lainnya

Sahabat Sehat, bila Anda mengalami perdarahan Miss V pasca hubungan seksual, jangan segan untuk mencari tahu penyebabnya sedini mungkin. Selain berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan terapi yang tepat, bicarakan juga dengan pasangan Anda sehingga gejala miss V keluar darah setelah berhubungan intim tidak terjadi lagi.

Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, pemeriksaan medical check up berkala, pemeriksaan laboratorium, produk multivitamin, dan kebutuhan kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat.

Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.

Referensi:

  1. Cornforth T, Rainford M. Vaginal Bleeding During or After Sex
  2. The Recent Review of the Genitourinary Syndrome of Menopause [internet]
  3. Kay C. What Causes Bleeding After Sex?
  4. Machalinski A, Pathak N. Bleeding After Sex

The post 5 Penyebab Miss V Keluar Darah Setelah Berhubungan Intim appeared first on ProSehat.

]]>
/artikel/wanitasehat/penyebab-miss-v-keluar-darah-setelah-berhubungan-intim/feed 0
Faktor Penyebab Bayi Lahir Prematur dan Cara Mencegahnya /artikel/hamilsehat/penyebab-bayi-lahir-prematur /artikel/hamilsehat/penyebab-bayi-lahir-prematur#respond Mon, 14 Mar 2022 08:18:31 +0000 /?p=265312 Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Nurul Larasati Melahirkan secara normal merupakan keinginan banyak ibu hamil. Namun ibu hamil harus mewaspadai penyebab bayi lahir prematur. Pada beberapa kondisi, ibu hamil mungkin terpaksa harus melahirkan lebih cepat dari jadwal kelahiran seharusnya. Kelahiran prematur adalah kelahiran bayi yang terjadi sebelum usia kehamilan memasuki minggu […]

The post Faktor Penyebab Bayi Lahir Prematur dan Cara Mencegahnya appeared first on ProSehat.

]]>
Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
Ditinjau oleh : dr. Nurul Larasati

Faktor Penyebab Bayi Lahir Prematur dan Cara Mencegahnya

Melahirkan secara normal merupakan keinginan banyak ibu hamil. Namun ibu hamil harus mewaspadai penyebab bayi lahir prematur. Pada beberapa kondisi, ibu hamil mungkin terpaksa harus melahirkan lebih cepat dari jadwal kelahiran seharusnya.

Kelahiran prematur adalah kelahiran bayi yang terjadi sebelum usia kehamilan memasuki minggu ke-37 atau lebih awal dari hari perkiraan lahir. Hal ini terjadi saat rahim mengalami kontraksi yang mengakibatkan terbukanya leher rahim (serviks) sehingga memicu janin memasuki jalan lahir. Kondisi ini merupakan salah satu penyebab utama gangguan sistem saraf dan kematian pada bayi di seluruh dunia.

Risiko kelahiran prematur dapat meningkat oleh karena berbagai kondisi. Lantas, kondisi seperti apa saja yang menjadi penyebab bayi lahir  prematur? 

Apa Penyebab Bayi Lahir Prematur?

Mengutip WHO, diperkirakan ada sekitar 15 juta bayi yang terlahir secara prematur setiap tahunnya. Tak hanya itu saja, setidaknya terdapat 1 juta anak yang meninggal dunia akibat terjadi komplikasi pada bayi prematur.

Idealnya, bayi siap lahir pada usia 40 minggu karena pada usia itu semua organ bayi sudah matang atau sempurna sehingga siap untuk dilahirkan. Namun sayangnya, banyak wanita yang belum menyadari alasan mengapa bayi lahir sebelum waktunya. 

Berikut beberapa faktor penyebab yang meningkatkan risiko kelahiran bayi prematur, antara lain:

Infeksi

Bayi lahir prematur umumnya disebabkan oleh adanya infeksi pada kelamin dan saluran kemih. infeksi pada kehamilan sangat berbahaya bagi janin yang sedang dalam masa tumbuh. Kondisi ini dapat menyebabkan ketuban pecah dini sehingga meningkatkan risiko persalinan prematur. 

Meski demikian, infeksi diluar ini juga dapat mengancam nyawa bayi. beberapa contoh infeksi yang menjadi penyebab bayi lahir prematur, termasuk:

  • Infeksi Rubella
  • Toxoplasmosis
  • Herpes simpleks
  • Infeksi bakteri vagina
  • Infeksi selaput ketuban
  • Infeksi saluran kemih
  • Infeksi Streptokokus grup B (GBS)
  • Trikomoniasis
  • Klamidia

Apabila kondisi ini tidak segera ditangani, risiko bayi lahir prematur semakin besar dan mungkin akan disertai sejumlah komplikasi seperti cacat fisik atau intelektual. 

Baca Juga : 8 Asupan Bergizi dan Sehat untuk Wanita Hamil Muda

Penyakit Tertentu

Ibu hamil yang memiliki riwayat penyakit kronis, seperti penyakit jantung, diabetes, gangguan ginjal, dan tekanan darah tinggi, berisiko lebih besar mengalami persalinan prematur. 

Selain itu, beberapa kondisi selama kehamilan berikut ini juga dapat memicu terjadinya kelahiran bayi prematur, termasuk:

  • Solusio plasenta, yaitu kondisi saat plasenta lepas lepas dari dinding rahim sebelum bayi lahir sehingga terjadi perdarahan dan menghambat suplai oksigen dan nutrisi ke janin. 
  • Inkompetensi serviks, yaitu kondisi leher rahim yang lemah sehingga dapat terbuka sewaktu-waktu sebelum kehamilan cukup bulan.
  • Operasi pada rongga perut saat mengandung, misalnya akibat radang usus buntu.

Gaya Hidup Tidak Sehat

Beberapa contoh gaya hidup tidak sehat yang dapat menyebabkan terjadinya kelahiran prematur adalah:

  • Merokok saat hamil,
  • Mengonsumsi alkohol
  • Penggunaan obat-obatan terlarang saat hamil
  • Kelebihan berat badan
  • Kekurangan berat badan
  • Gaya hidup dengan asupan nutrisi yang kurang tepat atau tidak seimbang
  • Tidak pernah berolahraga dan sering kurang istirahat

Oleh sebab itu, ibu hamil harus mulai membiasakan gaya hidup sehat. Dengan demikian, gaya hidup tidak menjadi penyebab bayi lahir prematur.

Penyebab Lainnya

Ada beberapa kondisi yang membuat ibu hamil lebih rentan mengalami kelahiran prematur, diantaranya :

  • Hamil kembar
  • Preeklamsia
  • Pernah mengalami keguguran
  • Perdarahan vagina selama masa kehamilan
  • Hamil dengan jarak kurang dari 6 bulan dari kehamilan sebelumnya
  • Kehamilan melalui bayi tabung
  • Pernah mengalami persalinan prematur sebelumnya
  • Mengalami trauma, kekerasan, atau cedera saat hamil
  • Mengalami stres berat
  • Berusia kurang dari 17 atau lebih dari 35 tahun saat hamil
  • Cairan ketuban yang terlalu banyak

Jika memiliki kondisi di atas, pastikan untuk datang ke dokter untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Dokter dapat membantu menentukan tindakan medis yang dibutuhkan.

Gejala Kelahiran Prematur

Sulit menentukan seseorang akan melahirkan prematur atau akan melahirkan normal. Namun gejala yang muncul pada kelahiran bayi prematur mirip dengan gejala atau tanda saat hendak melahirkan, yakni:

  • Nyeri pinggang
  • Kontraksi setiap 10 menit
  • Kram di perut bagian bawah
  • Keluar cairan dan lendir yang semakin banyak dari vagina
  • Perdarahan vagina
  • Peningkatan tekanan pada bagian panggul dan vagina
  • Mual dan muntah

Baca Juga : Asupan Persiapan Kehamilan

Jika mengalami gejala-gejala di atas saat usia kandungan baru 8 bulan, sangat disarankan untuk segera ke dokter atau klinik bersalin. Dengan demikian, tenaga medis dapat memberikan bantuan medis yang dibutuhkan.

Tips Mencegah Kelahiran Prematur

Langkah paling utama dalam mencegah kelahiran bayi prematur adalah dengan selalu menjaga kesehatan ibu dan janin, dimulai sejak persiapan kehamilan hingga selama masa kehamilan. Upaya pencegahan ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti :

  • Periksa kehamilan secara rutin, terutama bila Anda memiliki risiko kelahiran prematur.
  • Konsumsi makanan sehat, bergizi lengkap dan seimbang sebelum dan selama kehamilan.
  • Hidari paparan asap rokok, bahan kimia, dan zat berbahaya lainnya.
  • Penuhi kebutuhan cairan tubuh dengan cukup minum air putih.
  • Konsumsi suplemen sesuai anjuran dokter. 
  • Pertimbangkan jarak kehamilan, terutama jika jarak kehamilan kurang dari 6 bulan
  • Konsumsi obat-obatan secara teratur dan sesuai dengan anjuran dokter apabila menderita penyakit kronis.

Baca Juga : 10 Makanan Sehat untuk Ibu Hamil

Sahabat Sehat, kesehatan ibu besar pengaruhnya terhadap kesejahteraan janin dan juga kehamilannya. Maka dari itu, penting sekali agar perempuan menjaga kesehatannya sepanjang waktu.  Jika Sahabat Sehat membutuhkan pemeriksaan laboratorium, layanan medical check up berkala, produk imunisasi perempuan, produk multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam. 

Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.

Referensi:

  1. Mayo Clinic. 2022. Premature birth – Symptoms and causes. [online]
  2. Healthline. 2022. Premature Infant: Causes, Complications, and More. [online]
  3. WebMD. 2022. Premature Labor. [online]
  4. Cleveland Clinic. 2022. Premature Birth: Complications, Management & Causes. [online]
  5. https://www.nichd.nih.gov/. 2022. What are the risk factors for preterm labor and birth?. [online]
  6. Who.int. 2022. Preterm birth. [online]

The post Faktor Penyebab Bayi Lahir Prematur dan Cara Mencegahnya appeared first on ProSehat.

]]>
/artikel/hamilsehat/penyebab-bayi-lahir-prematur/feed 0
9 Risiko Penyakit yang Muncul Akibat Melakukan Oral Seks /artikel/penyakit/penyakit-akibat-oral-seks /artikel/penyakit/penyakit-akibat-oral-seks#respond Thu, 17 Feb 2022 10:40:22 +0000 /?p=261327 Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia D Ditinjau oleh: dr. Monica C Seseorang berisiko tertular penyakit akibat oral seks. Risiko semakin besar jika melakukannya pada lebih dari satu pasangan seksual. Ya, semakin banyak pasangan seksual yang dimiliki maka semakin besar resiko untuk terinfeksi penyakit menular seksual. Oral seks adalah rangsangan pada alat kelamin dengan menggunakan mulut dan […]

The post 9 Risiko Penyakit yang Muncul Akibat Melakukan Oral Seks appeared first on ProSehat.

]]>
Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia D
Ditinjau oleh: dr. Monica C

Penyakit Akibat Oral Seks Mulai dari HIV hingga Rasa Kecanduan

Seseorang berisiko tertular penyakit akibat oral seks. Risiko semakin besar jika melakukannya pada lebih dari satu pasangan seksual. Ya, semakin banyak pasangan seksual yang dimiliki maka semakin besar resiko untuk terinfeksi penyakit menular seksual.

Oral seks adalah rangsangan pada alat kelamin dengan menggunakan mulut dan ludah. Oral seks merupakan salah satu cara infeksi menular seksual (IMS) yang paling sering ditularkan. Seks oral meliputi seks oral pada penis (fellatio), seks oral pada vulva (cunnilingus) dan seks oral pada anal (rimming).

Penyakit Akibat Oral Seks

Sebenarnya seks oral memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah jika dibandingkan seks antar kelamin. Namun risiko dari seks oral tetap ada dan perlu diwaspadai. Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh The New England Journal of Medicine pada tahun 2007 menunjukkan resiko yang lebih besar untuk kanker orofaringeal pada orang yang melakukan seks oral dengan setidaknya enam pasangan yang berbeda. Selain risiko kanker, infeksi menular seksual juga dapat disebabkan akibat oral seks.

Menurut CDC (Center of Disease Control and Prevention), beberapa penyakit yang bisa muncul akibat melakukan seks oral antara lain:

HIV

Seks oral merupakan aktivitas yang relatif beresiko rendah untuk penularan HIV, terutama jika dibandingkan dengan aktivitas seksual melalui alat kelamin. Meskipun penularan HIV jarang terjadi melalui seks oral, namun resiko penularan masih tetap ada. Resiko HIV meningkat apabila:

  • Memiliki luka di area mulut
  • Ejakulasi di dalam mulut
  • Penerima seks oral memiliki infeksi menular seksual lainnya

Oleh sebab itu, pasangan sebaiknya melakukan tes HIV/Aids. Khususnya sebelum melakukan pernikahan.

Lihat juga: Pentingnya Tes HIV Sebelum Menikah

Herpes Simpleks

Meskipun herpes genital dan herpes oral disebabkan oleh jenis virus herpes simpleks yang berbeda (HSV-2 dan HSV-1), namun kedua virus ini mampu menginfeksi lokasi tersebut. Oleh karena itu, herpes dapat menular akibat seks oral.

Resiko tertular infeksi herpes selama seks oral sangat signifikan dan dapat terjadi walaupun pasangan tidak mengalami gejala apapun.

Lihat juga: Cara Menghindari Penyakit Menular Seksual

Human Papillomavirus (HPV)

Seks oral sangat memungkinkan terjadinya transmisi virus HPV. Faktanya, diyakini bahwa HPV yang didapat saat melakukan seks oral merupakan faktor resiko utama terjadinya kanker mulut dan tenggorokan. Infeksi HPV mudah menyebar karena bisa menular hanya karena kontak kulit, bukan melalui cairan tubuh.

Oleh sebab itu, vaksinasi sangat penting dilakukan sebelum melakukan pernikahan untuk menghindari munculnya penyakit akibat oral seks. Pastikan untuk menerima vaksin HPV sebelum menikah.

Lihat juga: Pentingnya Vaksin HPV Sebelum Menikah

Gonore (Kencing Nanah)

Tingkat penularan Gonore sangat tinggi pada pria yang berhubungan dengan sesama jenis dan biseksual. Beberapa penelitian melaporkan bahwa sekitar 6,5% pria yang berhubungan seks dengan sesama jenis mengalami infeksi gonore pada tenggorokan.

Gonorrhea merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. CDC memperkirakan ada sekitar 1,14 juta kasus baru setiap tahunnya. Gonorrhea dapat ditularkan melalui seks oral. Gonorrhea dapat mempengaruhi tenggorokan, alat kelamin, saluran kemih dan rektum.

Lihat juga: Mengenal Penyakit Kencing Nanah

Chlamydia

Penyakit Chlamydia disebabkan oleh infeksi bakteri Chlamydia trachomatis. Penyakit ini tak hanya ditularkan melalui hubungan seks oral, namun juga dapat ditularkan melalui hubungan seks anal dan melalui vagina. Penyakit ini dapat menyerang tenggorokan, alat kelamin, saluran kemih dan rectum.

Lihat juga: Tips Menghindari Perilaku Seks Berisiko

Sifilis

Sifilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum. Penyakit sifilis dapat menyerang mulut, bibir, alat kelamin, anus, dan rektum.

Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini dapat menyerang area tubuh lainnya termasuk pembuluh darah dan saraf.

Lihat juga: Perilaku Seksual yang Sehat bagi Wanita

Luka Lecet

Kegiatan oral seks tanpa tahu cara melakukannya dengan benar dapat berisiko menimbulkan luka pada area kelamin. Bahayanya lagi jika saat luka terjadi, ada bakteri dari mulut yang pindah ke area luka tersebut. Hal tersebut bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

Oleh sebab itu, demi kesehatan sebaiknya menghindari kegiatan seks berisiko. Konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan perawatan jika terjadi luka akibat melakukan seks oral.

Perubahan Perilaku Seks

Beberapa orang dilaporkan mengalami perubahan perilaku seks setelah mencoba melakukan oral seks. Misalnya menjadi ketagihan, ataupun merasa lebih terpuaskan melakukan hubungan oral seks ketimbang perilaku seks seperti pada normalnya. Ada juga yang menjadi hanya terangsang jika diberikan oral seks terlebih dahulu. Bahkan ada kasus dimana seseorang yang kemudian kecanduan akhirnya melakukan oral seks pada diri sendiri.

Jika terjadi perubahan perilaku ini, ada baiknya melakukan konsultasi pada dokter sehingga kehidupan seks bisa kembali normal.

Penyakit Lainnya

Masih banyak risiko-risiko penyakit lainnya yang bisa terjadi akibat melakukan oral seks. Terutama jika melakukannya dengan bergonta-ganti pasangan. Beberapa penyakit lainnya yang bisa muncul antara lain:

  • Hepatitis A
  • Hepatitis B
  • Hepatitis C
  • Kutu kelamin
  • dan penyakit lainnya

Oleh sebab itu, sangat disarankan untuk melakukan perilaku seks yang sehat dan bertanggung jawab. Hal ini demi mencegah risiko penyakit akibat oral seks yang mungkin bisa terjadi.

Mencegah Penyakit Seksual Akibat Oral Seks

Penyakit menular seksual dapat dicegah dengan menggunakan alat pelindung seperti kondom setiap kali melakukan hubungan seks oral. Selain itu, penyakit menular seksual dapat dicegah dengan menghindari berganti pasangan seksual.

Sebelum melakukan oral seks, penis dapat dilindungi dengan kondom lateks dan jika alergi terhadap latex maka dapat menggunakan kondom plastik (poliuretan). Sementara bagi wanita, dapat menggunakan dental dam pada area kemaluannya.

Selain itu, melakukan pemeriksaan pranikah juga sangat penting untuk memastikan kedua-belah pihak dalam kondisi sehat. Jika memang ditemukan masalah kesehatan, pasangan bisa saling mendukung proses penyembuhan.

Jika Sahabat Sehat membutuhkan pemeriksaan laboratorium terkait penyakit akibat oral seks maupun produk imunisasi, pemeriksaan Covid-19, produk multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan vaksinasi Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam. 

Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.

Referensi:

  1. National Health Service. What infections can I catch through oral sex?
  2. Goodwin M, Zambon V. Oral sex STD risk charts: Safety and prevention
  3. Downs M, Katz M. Oral Sex: Safety, Risks, Relationships, STD Transmission
  4. Boskey E, Brahmbhatt J. Did You Know That Oral Sex Isn’t Safer Sex?
  5. White C, Scaccia A. The Facts on Oral STDs
  6. Centers for Disease Control and Prevention. STD Risk and Oral Sex

The post 9 Risiko Penyakit yang Muncul Akibat Melakukan Oral Seks appeared first on ProSehat.

]]>
/artikel/penyakit/penyakit-akibat-oral-seks/feed 0
Panduan Cara Menyusui Bayi yang Sudah Mulai Tumbuh Gigi /artikel/kesehatan-balita/cara-menyusui-bayi-yang-sudah-tumbuh-gigi /artikel/kesehatan-balita/cara-menyusui-bayi-yang-sudah-tumbuh-gigi#respond Wed, 26 Jan 2022 08:46:02 +0000 /?p=256372 Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh: dr. Monica C Memahami cara menyusui bayi yang sudah tumbuh gigi itu penting. Selain agar si kecil nyaman, juga agar busui tidak nyeri saat menyusui. Ya, jika tidak tahu bagaimana cara mengatasinya, ibu menyusui akan merasa sangat tersiksa saat menyusui karena rasa nyeri saat si kecil mengigit […]

The post Panduan Cara Menyusui Bayi yang Sudah Mulai Tumbuh Gigi appeared first on ProSehat.

]]>
Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia Dewi
Ditinjau oleh: dr. Monica C

Cara Menyusui Bayi yang Sudah Mulai Tumbuh Gigi Agar Tidak Menggigit Bisa dengan Memberikannya Teether

Cara Menyusui Bayi yang Sudah Mulai Tumbuh Gigi Agar Tidak Menggigit Bisa dengan Memberikannya Teether

Memahami cara menyusui bayi yang sudah tumbuh gigi itu penting. Selain agar si kecil nyaman, juga agar busui tidak nyeri saat menyusui. Ya, jika tidak tahu bagaimana cara mengatasinya, ibu menyusui akan merasa sangat tersiksa saat menyusui karena rasa nyeri saat si kecil mengigit puting ibunya.

Gigi si kecil biasanya mulai tumbuh pada rentang usia 7-12 bulan. Saat Si Kecil mulai tumbuh gigi, bukan hanya Si Kecil yang merasa tidak nyaman dan rewel namun ibunya juga mungkin merasa tidak nyaman saat memberikan asi karena Si Kecil justru mengigit puting dengan keras.

Oleh sebab itu, beberapa poin berikut ini penting untuk dipelajari. Selain agar bisa memahami si kecil dengan baik, juga agar kita sebagai orang tua tahu bagaimana cara yang tepat memberikan ASI saat dia sudah mulai tumbuh gigi.

Tanda Si Kecil Tumbuh Gigi

Seperti sudah dikatakan sebelumnya, rentang usia tumbuhnya gigi dimulai pada usia 7 bulan hingga 12 bulan. Biasanya ada perubahan sifat dan perilaku, serta perubahan kondisi kesehatan si kecil saat dia hedak tumbuh gigi.

Berikut ini menjadi tanda bahwa gigi si kecil mulai tumbuh:

  • Menggigit tangan dan mainannya
  • Sulit tidur
  • Tampak rewel 
  • Kemerahan di sekitar mulut dan dagu
  • Sering mengeluarkan air liur atau ngeces
  • Demam

Perlu diingat bahwa demam yang terjadi saat Si Kecil tumbuh gigi bukanlah tanda dan gejala adanya infeksi dalam tubuh, melainkan akibat pembengkakan pada gusi. Namun apabila Si Kecil demam tinggi, tampak kesakitan, pucat dan lemas, maka sebaiknya membawa anak ke tenaga medis untuk mendapatkan pengecekan dan perawatan medis.

Dampak Bayi Tumbuh Gigi Saat Menyusui

Meskipun menyusui dapat berlanjut meski Si Kecil sudah tumbuh gigi, namun pengalaman menyusui mungkin akan berubah. Si Kecil mungkin menjadi lebih rewel atau mudah menangis, sebab ingin menyusui lebih banyak untuk merangsang gusinya. Pada sebagian bayi lainnya, malah tidak mau menyusu karena rasa sakit.

Saat Si Kecil tumbuh gigi, produksi air liur meningkat. Air liur yang menggenang di sekitar mulut dan dagunya dapat menyebabkan iritasi pada area mulut. Puting payudara Mama juga dapat mengalami iritasi akibat air liur Si Kecil, terutama bagi yang memiliki kulit sensitif.

Hal paling menjadi kekawatiran adalah rasa sakit saat menyusui yang diakibatkan gigi si kecil yang mengigit putih ibunya. Hal ini menyebabkan rasa nyeri ataupun lecet pada area puting. Oleh sebab itu, cara menyusui bayi yang sudah tumbuh gigi harus diketahui agar ibu dan bayi yang sedang menyusui bisa sama-sama merasa aman dan nyaman.

Cara Menyusui Bayi yang Sudah Tumbuh Gigi

Untuk mencegah Si Kecil menggigit-gigit puting payudara mama, pastikan mulut Si kecil benar-benar terbuka saat Mama memasukkan puting payudara ke mulutnya. Dengan perlekatan mulut dan payudara yang baik, Si Kecil tidak dapat menggigit puting payudara.

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa pada bayi yang usianya lebih besar, lebih jarang menggigit puting payudara bila Mama melakukan kontak mata atau membacakan cerita pada saat menyusui. Salah satu cara untuk mengurangi gigitan bayi adalah dengan memberikan perhatian penuh kepada Si Kecil saat menyusui.

Adapun cara menyusui bayi yang sudah tumbuh gigi yang bisa diterapkan adalah dengan:

Cari Dahulu Posisi yang Nyaman

Ketika posisi si kecil tidak nyaman, ada kemungkinan si kecil akan menggigit. Oleh sebab itu, pastikan posisi saat menyusui harus nyaman bagi ibu menyusui dan bayinya. Posisi menyusui ibu juga harus nyaman ya, sehingga ibu menyusui tidak terlalu banyak bergerak akibat mencari-cari posisi yang nyaman.

Pijat Gusi Si Kecil Sebelum Memberi ASI

Biasanya si kecil yang baru tumbuh gigi merasa gatal di area gusinya. Hal ini menyebabkan si kecil senang menggigit sesuatu. Oleh sebab itu, pastikan tangan dan jari mama sudah bersih. Lalu pijat perlahan-lahan area gigi yang sedang tumbuh. Si kecil mungkin akan bereaksi dengan mengigit. Ketika si kecil sudah tidak terlalu aktif menggigit jari ibunya, barulah si bayi kecil bisa diberikan ASI melalui puting ibu.

Gunakan Teether

Teether adalah mainan yang cukup menarik bagi si kecil. Teether akan digunakan oleh si kecil sebagai mainan yang digigit-gigit olehnya sampai bosan. Setelah puas mengigit mainan-mainan ini, intensitas menggigit si kecil akan berkurang. Oh iya, pastikan teether bersih ya sehingga tidak mengganggu kesehatan si kecil

Gunakan Pompa ASI

Saat si kecil mulai tumbuh gigi, mungkin si kecil akan terus mencoba menggigit sesuatu. Bahkan setelah menggigit jari ibu ataupun mainan teether, si kecil tetap ingin menggigit sesuatu. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya menggunakan pompa asi sehingga dapat menghindari rasa sakit akibat digigit si kecil.

Cara Melepaskan Gigitan Si Kecil

Apabila Si Kecil menggigit puting payudara, sebaiknya Mama tetap tenang dan tidak menarik payudara secara paksa karena dapat membuat puting payudara semakin terluka. Dekatkan payudara ke wajah Si Kecil atau selipkan jari mama melalui samping mulut, untuk menghentikan gigitannya.

ASI (Air Susu Ibu) memberikan nutrisi yang ideal untuk Si kecil sepanjang masa bayi dan balita. Jika Si Kecil sudah mulai tumbuh gigi, maka sebenarnya ini sudah menunjukkan bahwa si kecil siap mengunyah makanan padat dan Si Kecil sebenarnya lebih sedikit membutuhkan ASI. Namun perlu dipahami bahwa mama tidak perlu langsung berhenti memberikan ASI apabila Si Kecil sudah mulai tumbuh gigi karena pemberian ASI dapat dilanjutkan hingga Si Kecil berusia 2 tahun.

Lihat Juga: Manfaat Memberikan ASI Secara Langsung

Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai tips dan cara menyusui bayi yang sudah tumbuh gigi agar tidak menggigit dengan keras puting ibunya. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan di rumah atau membutuhkan produk kesehatan seperti imunisasi anak, pemeriksaan Covid-19, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam. 

Informasi lebih lanjut, silakan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa

Referensi:

  1. Healthy Children. Breastfeeding After Your Baby Gets Teeth
  2. Web MD. What to Know About Breastfeeding a Teething Baby?
  3. Nithy T. Bayi Tumbuh Gigi Sering Gigit Puting?
  4. Murray D, Shur M, Hinzey R. You Don’t Have to Stop Breastfeeding When Your Baby Starts Teething
  5. Gill K, Snyder T. Can You Breastfeed While Baby Is Teething?

The post Panduan Cara Menyusui Bayi yang Sudah Mulai Tumbuh Gigi appeared first on ProSehat.

]]>
/artikel/kesehatan-balita/cara-menyusui-bayi-yang-sudah-tumbuh-gigi/feed 0
7 Pilihan Alat Kontrasepsi yang Aman untuk Ibu Menyusui /artikel/wanitasehat/alat-kontrasepsi-untuk-ibu-menyusui /artikel/wanitasehat/alat-kontrasepsi-untuk-ibu-menyusui#respond Wed, 29 Dec 2021 13:14:02 +0000 /?p=252992 Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica C Penggunaan alat kontrasepsi untuk ibu menyusui sangatlah penting. Terutama bagi mereka yang merencakan fokus untuk merawat si kecil. Selain itu, alasan penggunaan alat kontrasepsi setelah melahirkan adalah untuk mengembalikan bentuk tubuh seperti sediakala. Maka dari itu, penggunaan alat kontrasepsi untuk menunda kehamilan […]

The post 7 Pilihan Alat Kontrasepsi yang Aman untuk Ibu Menyusui appeared first on ProSehat.

]]>
Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
Ditinjau oleh : dr. Monica C

Keluarga Bahagia dengan Alat Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui yang Merasa 2 Anak Sudah Cukup

Penggunaan alat kontrasepsi untuk ibu menyusui sangatlah penting. Terutama bagi mereka yang merencakan fokus untuk merawat si kecil. Selain itu, alasan penggunaan alat kontrasepsi setelah melahirkan adalah untuk mengembalikan bentuk tubuh seperti sediakala. Maka dari itu, penggunaan alat kontrasepsi untuk menunda kehamilan menjadi langkah praktis dan efektif.

Menyusui merupakan salah satu contoh metode kontrasepsi alami yang dapat dilakukan untuk menunda kehamilan dalam jangka waktu dekat. Namun, meskipun menyusui merupakan salah satu cara untuk mencegah kehamilan, masih ada peluang untuk hamil.

Oleh sebab itu, penggunaan alat kontrasepsi perlu digunakan jika memang benar-benar ingin menunda terjadinya kehamilan dalam periode tertentu.

Jenis Alat Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui

Kapan Mama Dapat Menggunakan KB ? Bagi mama yang masih memberikan ASI Eksklusif, alat kontrasepsi dapat digunakan sejak Si Kecil berusia 6 minggu. Sementara apabila mama tidak bisa memberikan ASI eksklusif bagi Si Kecil, maka penggunaan alat kontrasepsi dapat lebih awal digunakan yaitu sejak Si Kecil berusia 3 minggu.1,2

Menyusui dapat menjadi cara pencegahan kehamilan secara alami. Metode ini disebut LAM (Lactational Amenorrhea Method). Namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar tidak terjadi kehamilan, yaitu :

  • Mama belum mendapatkan menstruasi kembali setelah melahirkan
  • Si Kecil 100% meminum ASI tanpa campuran susu formula
  • Si Kecil berusia kurang dari 6 bulan
  • Mama menyusui Si Kecil setiap 4 jam dalam 24 jam.

Supaya metode menyusui sebagai alat kontrasepsi berlangsung efektif, maka mama perlu memperhatikan syarat diatas. Apabila salah satu syarat diatas tidak terpenuhi, maka dapat dilakukan opsi penggunaan alat kontrasepsi.

Adapun pilihan alat kontrasepsi untuk ibu menyusui antara lain:

Spermisida

Spermisida dapat berupa busa, gel, atau spons yang dioleskan pada vagina sebelum melakukan hubungan intim dengan tujuan membunuh sperma. Ada juga jenis lain spermisida yang berbentuk tablet yang dimasukkan ke dalam vagina. Biasanya spermisida digunakan bersamaan dengan diafragma (kap bulat) dengan spermisida. 

Diafragma yaitu selubung karet yang dimasukkan kedalam vagina sehingga menutupi mulut rahim agar sperma tidak dapat masuk kedalam rahim. Diafragma ini dapat dicuci berkali-kali.

IUD atau KB Spiral

IUD atau yang dikenal dengan sebutan spiral, terbuat dari tembaga (Copper) dan dimasukkan ke dalam rahim oleh Dokter dengan tujuan untuk mencegah sperma mencapai sel telur. IUD sudah sering dipakai oleh sebagian besar wanita selama 5-10 tahun.

Saat ini, IUD sudah ada yang dilengkapi dengna hormon progesterone dosis kecil. Tujuan pemberian hormon progesterone yaitu dengan cara mempertebal lendir pada serviks sehingga sperma sulit mencapai sel telur. Selain itu, progesterone juga dapat mencegah pelepasan sel telur. Penggunaan IUD cukup terbilang mudah, ketika mama memutuskan untuk mempunyai anak kembali, maka mama tinggal melepas IUD ke Dokter.

Pil KB Progestin atau Pil Mini

Pil KB biasanya terbuat dari kombinasi estrogen dan progestin. Bagi ibu yang sedang menyusui, pil KB mini dapat menurunkan produksi ASI. Oleh karena itu, untuk ibu yang sedang menyusui dapat menggunakan pil KB mini karena hanya mengandung hormon progestin saja.

Pil KB mini bekerja dengan cara menebalkan lendir serviks sehingga mencegah sperma untuk menembus sel telur, selain itu pil ini mampu menekan ovulasi pada siklus menstruasi selama menyusui. Jika mama melewatkan satu jadwal mengkonsumsi pil KB mini, maka peluang terjadinya kehamilan akan meningkat dalam waktu 24 jam.

Kontrasepsi Luar (Kondom)

Alat kontrasepsi untuk ibu menyusui yang aman selanjutnya adalah kondom. Kontrasepsi kondom cenderung mudah, murah, dan aman. Hal ini karena kondom tidak mengandung hormon tertentu yang dapat mempengaruhi jumlah ASI. Penggunaan kondom dapat mencegah kehamilan sebesar 60-98%.

Bicarakan pada suami penggunaan kondom karena seringkali terjadi suami yang merasa tidak nyaman ketika menggunakannya.

KB Implan

Jenis KB ini berupa tabung kecil plastic yang berisi hormon progestin yang dimasukkan kedalam lengan atas dan dapat bertahan selama 3-4 tahun. KB jenis ini dapat mencegah kehamilan sebanyak 99%.

Namun ada beberapa kerugian penggunaan KB implat. Selain biaya KB implan yang lebih mahal, KB implan juga harus dikeluarkan setelah tiga tahun. Selain itu, KB implan mudah berpindah dari posisi semula.

Suntik KB

Suntik KB khusus ibu menyusui adalah suntik KB yang mengandung hormon progestin. Suntikan KB jenis ini bertahan selama 3 bulan dan perlu diulang kembali. Tingkat efektivitasnya mencapai 97% dalam mencegah kehamilan.

Penggunaan suntik KB dapat menimbulkan beberapa efek samping. Beberapa diantaranya adalah sakit kepala, kenaikan berat badan, nyeri pada payudara, serta menstruasi yang menjadi tidak teratur. Efek samping ini akan ada selama masih suntik KB.

Oleh sebab itu, pastikan melakukan suntik KB hanya di klinik yang memiliki tenaga kesehatan profesional sehingga dapat mengkonsultasikan kemungkinan efek samping yang terjadi.

Dapatkan: Layanan Suntik KB dengan Dokter dan Tenaga Kesehatan Profesional

KB Kalender

KB kalender merupakan kontrasepsi alami yang mengandalkan perhitungan siklus menstruasi ibu menyusui. Namun, KB kalender tidak dapat dilakukan bila ibu menyusui belum kunjung menstruasi setelah melahirkan atau ibu menyusui dengan siklus menstruasi yang tidak teratur.

KB kalender cukup efektif. Namun risiko kehamilan tetap ada. Terutama jika terjadi kesalahan hitung ataupun terjadinya perubahan hormon tubuh sehingga terjadi kesalahan hitung.

Sterilisasi

Sterilisasi merupakan metode KB secara permanen dalam mencegah kehamilan, dalam metode ini, ibu menyusui harus menjalani operasi pengangkatan tuba falopi atau saluran telur (operasi tubektomi). Pilihan KB ini disarankan bagi pasangan yang tidak ingin memiliki keturunan lagi.

Nah Sahabat Sehat, itulah informasi mengenai berbagai jenis alat kontrasepsi untuk ibu menyusui yang dapat mama gunakan saat masih dalam masa menyusui. Jika Sahabat Sehat memerlukan produk kontrasepsi, maupun produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat.

Dapatkan: Layanan Kontrasepsi dari Prosehat

Referensi:

  1. The Asian Parent Indonesia. KB untuk ibu menyusui – Ragam pilihan KB yang aman untuk ibu menyusui [Internet]. Indonesia : The Asian Parent; [cited 2021 Nov 15].
  2. Rose W, Galan N. Birth control while breastfeeding: What options are safe? [Internet]. Indonesia : Medical News Today.  2017 [cited 15 November 2021].
  3. Kotlen M. Types of Birth Control You Can Take When You’re Breastfeeding [Internet]. USA : Verywell Family. 2021 [cited 15 November 2021].
  4. Planned Parenthood. What are the Best Birth Control Options While Breastfeeding? [Internet]. USA : Planned Parenthood. 2021 [cited 15 November 2021].
  5. Rose W, Marcin A. Birth Control While Breastfeeding: 7 Options [Internet]. USA : Healthline. 2019 [cited 15 November 2021].
  6. Cleveland Clinic. Contraception During Breastfeeding [Internet]. USA : Cleveland Clinic. 2018 [cited 15 November 2021].
  7. Johnson C, Fields L. Better information Better health [Internet]. USA : WebMD. 2020 [cited 15 November 2021].

The post 7 Pilihan Alat Kontrasepsi yang Aman untuk Ibu Menyusui appeared first on ProSehat.

]]>
/artikel/wanitasehat/alat-kontrasepsi-untuk-ibu-menyusui/feed 0
Penyebab Istri Stres Saat Harus Menjadi Ibu Rumah Tangga /artikel/wanitasehat/penyebab-istri-stres /artikel/wanitasehat/penyebab-istri-stres#respond Tue, 28 Dec 2021 15:48:05 +0000 /?p=252942 Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica C Kebahagiaan istri menjadi tanggung jawab seorang suami. Namun cukup banyak faktor yang dapat menjadi penyebab istri stres dan depresi. Beberapa faktor tersebut nyatanya tidak disadari oleh pihak suami maupun pihak istri. Banyak orang menganggap bahwa menjadi seorang ibu rumah tangga adalah hal yang mudah. […]

The post Penyebab Istri Stres Saat Harus Menjadi Ibu Rumah Tangga appeared first on ProSehat.

]]>
Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
Ditinjau oleh : dr. Monica C

 Mengerjakan Semua Urusan Rumah Tangga Seorang Diri Kerap Jadi Penyebab Istri Stres

Mengerjakan Semua Urusan Rumah Tangga Seorang Diri Kerap Jadi Penyebab Istri Stres

Kebahagiaan istri menjadi tanggung jawab seorang suami. Namun cukup banyak faktor yang dapat menjadi penyebab istri stres dan depresi. Beberapa faktor tersebut nyatanya tidak disadari oleh pihak suami maupun pihak istri.

Banyak orang menganggap bahwa menjadi seorang ibu rumah tangga adalah hal yang mudah. Namun sesungguhnya seorang istri, khususnya yang menjadi ibu rumah tangga sangat rentan stres.

Penyebab Istri Stres

Stres adalah suatu respon alami tubuh terhadap sebuah peristiwa atau rutinitas sehari-hari dalam hidup seseorang. Meski dapat memberikan pengaruh positif seperti mengarahkan seseorang dalam mencapai tujuan hidup, tetapi disisi lain stres juga dapat memberi dampak buruk bagi kesehatan fisik dan jiwa.

Beberapa dampak buruk istri yang mengalami stres seperti kenaikan berat badan dan depresi. Bahkan, pada kondisi yang sudah kronis, penyakit akibat stres akan sulit diatasi dan dapat memakan korban jiwa.

Seorang istri memiliki peran yang sangat penting dalam keluarga. Selain harus menjaga kesehatan fisik dirinya sendiri, seorang istri juga dituntut untuk memiliki kesehatan mental yang optimal. Apalagi jika sudah dikaruniai anak.

Sementara itu, ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan mental pada ibu rumah tangga, mulai dari kondisi psikologi, biologi, hingga sosial. Adapun faktor yang menjadi penyebab istri stres, terutama saat menjadi ibu rumah tangga antara lain:

Aktivitas Fisik Terus Menerus

Seringkali istri harus melakukan berbagai pekerjaan rumah tangga seorang diri. Mulai dari mengurus orang-orang rumah, memasak, mengurus anak, berbelanja, dan membersihkan rumah. Kegiatan tersebut menjadi kegiatan fisik yang dilakukan seorang ibu setiap harinya.

Pekerjaan ini pun juga seringkali dilakukan bersamaan, seperti memasak sambil menggendong anak atau berbelanja sambil mengasuh anak. Akibat kondisi fisik yang kelelahan, ibu rumah tangga rentan dilanda stres terlebih saat mereka tidak memiliki jadwal tetap dalam melakukan pekerjaan rumah tangga. Kelelahan fisik terus menerus akhirnya dapat menyebabkan rasa lelah yang akhirnya berubah jadi rasa bosan dan stres.

Banyak Beban Pikiran

Dalam melakukan pekerjaannya, seorang ibu juga perlu berpikir. Misalnya seperti memikirkan solusi atas permasalahan yang dialami anak, memikirkan menu makan keluarga setiap hari, hingga menghitung pemasukan dan pengeluaran rumah tangga. Kondisi ini akan semakin menambah beban pikiran seorang istri ketika memiliki masalah keuangan dalam rumah tangganya. 

Aktivitas mental yang sedemikian rupa dapat membuat psikologis merasa kelelahan dan akhirnya mengganggu konsentrasinya dalam mengurus segala kebutuhan rumah tangga. Selain itu, kondisi ini juga akan berdampak buruk pada kestabilan emosi sehingga menyebabkan stres.

Tidak Ada Waktu untuk Diri Sendiri

Dengan setumpuk pekerjaan yang harus dikerjakan setiap harinya, membuat ibu rumah tangga kesulitan meluangkan waktu untuk dirinya sendiri. Hampir seluruh waktu habis  untuk memenuhi kebutuhan anak dan keluarga sehingga seorang istri yang mengurus rumah kerap melupakan kebutuhan dirinya sendiri. Bahkan jikapun ingat, seorang istri tidak memiliki waktu untuk hal tersebut.

Menurut seorang psikoterapis dari Chicago, Cherilynn Veland, mengungkapkan bahwa saat seseorang tidak mampu meluangkan waktu untuk dirinya sendiri, seperti sekedar beristirahat, bersantai, atau menyegarkan diri, maka akan memicu terjadinya hal-hal buruk pada dirinya, seperti stres dan depresi. 

Tidak Mendapat Pengakuan

Saat ini, ada banyak sekali wanita yang telah menikah dan memiliki anak namun tetap bekerja di luar rumah sebagai seorang pekerja kantoran. Akibatnya sejumlah wanita menjadi salah paham dan berpikir bahwa menjadi ibu rumah tangga bukanlah suatu pekerjaan yang dapat diakui masyarakat. Dengan adanya pemikiran tersebut, akhirnya membuat banyak ibu rumah tangga stres karena merasa dirinya terisolasi di rumah dan merasa kesepian.

Selain itu, pekerjaan berat sebagai ibu rumah tangga kerap tidak mendapat pujian dari pihak suami. Hal ini tentunya membuat rasa frustasi karena tidak adanya pengakuan dan bentuk penghargaan atas semua rasa lelah selama ini.

Merasa Dihakimi

Ibu rumah tangga dituntut untuk menangani segala urusan keluarganya. Banyak tanggung jawab yang harus dilakukan. Sayangnya banyak kasus dimana istri dihakimi oleh suami ketika suami merasa ada yang kurang pada kondisi rumah. Misal menyudutkan istri karena merasa makanan kurang enak, marah-marah karena tidak tahu dimana letak suatu barang, atau karena ada bagian rumah yang kotor. Dengan adanya kejadian seperti itu, tidak jarang dapat menjadi penyebab istri stres.

Memiliki peran sebagai ibu rumah tangga bukanlah yang hal yang mudah. Ada sejumlah yang pekerjaan yang harus dilakukan ibu rumah tangga dengan tanggung jawab yang besar. Dengan memahami berbagai faktor pemicu diatas, alangkah baiknya jika mulai dari sekarang ibu rumah tangga mulai meluangkan waktu untuk diri sendiri agar terhindar dari stres. Selain itu, bercerita atau mendiskusikan masalah yang sedang dihadapi dengan pasangan juga akan membantu ibu memecahkan masalah penyebab stres.

Referensi:

  1. Exploring your mind. The Stress of Being a Housewife [Internet]. USA : Exploring Your Mind; [cited 2021 Nov 23].
  2. Cleveland Clinic. Women and Stress [Internet]. USA : Cleveland Clinic; [cited 2021 Nov 23].
  3. Apreviadizy P, Puspitacandri A. Perbedaan Stres Ditinjau dari Ibu bekerja dan Ibu Tidak Bekerja [Internet]. Indonesia : Universitas Merdeka Malang; [cited 2021 Nov 23].
  4. HuffPost. 7 Reasons Your Wife Is Stressed Out All The Time [Internet]. USA : HuffPost; [cited 2021 Nov 23].
  5. Psychology Today. Why Women Need More Me-Time – and How They Can Claim It [Internet]. USA : Psychology Today; [cited 2021 Nov 23].

The post Penyebab Istri Stres Saat Harus Menjadi Ibu Rumah Tangga appeared first on ProSehat.

]]>
/artikel/wanitasehat/penyebab-istri-stres/feed 0
Menu Makanan untuk Tingkatkan Kesuburan saat Program Hamil /artikel/hamilsehat/menu-makanan-untuk-program-hamil /artikel/hamilsehat/menu-makanan-untuk-program-hamil#respond Wed, 22 Dec 2021 06:22:51 +0000 /?p=252415 Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica C Asupan gizi dalam makanan sangatlah penting untuk program hamil. Menu makanan ini perlu dikonsumsi suami dan istri agar lebih subur. Ya, baik pihak suami pihak istri perlu untuk meningkatkan kesuburan dengan mengkonsumsi makanan yang lebih bergizi. Menu Makanan untuk Program Hamil Menurut beberapa penelitian, […]

The post Menu Makanan untuk Tingkatkan Kesuburan saat Program Hamil appeared first on ProSehat.

]]>
Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
Ditinjau oleh : dr. Monica C

Konsumsi Makanan Sehat untuk Program Hamil dapat Meningkatkan Kesuburan dan Peluang Hamil

Konsumsi Makanan Sehat untuk Program Hamil dapat Meningkatkan Kesuburan dan Peluang Hamil

Asupan gizi dalam makanan sangatlah penting untuk program hamil. Menu makanan ini perlu dikonsumsi suami dan istri agar lebih subur. Ya, baik pihak suami pihak istri perlu untuk meningkatkan kesuburan dengan mengkonsumsi makanan yang lebih bergizi.

Menu Makanan untuk Program Hamil

Menurut beberapa penelitian, ada beberapa asupan makanan yang dapat meningkatkan kesuburan yang sangat disarankan bagi mereka yang memiliki masalah kesuburan atau sulit untuk hamil. Sejumlah ahli juga menilai bahwa menu makanan yang dikonsumsi sehari-hari juga dapat mempengaruhi kesehatan tubuh, termasuk tingkat kesuburan.

Lantas, apa saja asupan makanan yang baik dikonsumsi selama program kehamilan?

Jeruk

Selain sebagai sumber vitamin C terbaik, jeruk dan beragam jenis jeruk lainnya mengandung kalium, kalsium, asam folat, serta vitamin B yang dapat membantu mengatur ovulasi serta menciptakan lingkungan yang sehat untuk sel telur. Mengkonsumsi satu porsi buah jeruk setiap harinya baik untuk kesuburan Sahabat Sehat. Misalnya, jeruk bali ukuran sedang, jeruk besar, tiga jeruk keprok, atau satu buah kiwi dengan satu porsi buah lainnya. 

Sayuran Hijau

Rutin mengkonsumsi sayuran berwarna hijau tua seperti bayam, kangkung, dan daun katuk adalah salah satu upaya terbaik untuk mendapatkan nutrisi penting dalam mempersiapkan kehamilan. Nutrisi penting seperti kalsium, zat besi, dan folat yang terkandung dalam sayuran hijau tersebut juga mampu melindungi bayi dari cacat lahir di otak dan tulang belakang yang biasanya akan berkembang dalam beberapa minggu pertama kehamilan.

Kebanyakan wanita tidak mendapatkan asam folat yang cukup dari makanan sehari-hari, sehingga direkomendasikan untuk mengkonsumsi vitamin asam folat 400 mcg per hari. Untuk mendapatkan vitamin-vitamin yang mengandung asam folat, manfaatkan layanan pesan antar vitamin dari Prosehat. Pesan: Vitamin Asam Folat

Buah Beri

Berbagai jenis buah beri, seperti blueberry, raspberry, dan strawberry memiliki serat yang kaya akan antioksidan alami dan fitonutrien anti peradangan, sehingga dapat membantu meningkatkan kesuburan pada wanita maupun pria. Sama seperti jeruk, buah beri juga kaya akan folat dan vitamin C yang dapat membantu perkembangan janin. 

Alpukat

Mengkonsumsi buah alpukat menjadi cara terbaik lainnya dalam mendapatkan dosis folat harian. Alpukat juga mengandung vitamin K yang dapat membantu tubuh menyerap nutrisi secara efektif sambil menjaga keseimbangan hormon tubuh. 

Meski tidak benar-benar rendah kalori, tetapi sebagian besar buah alpukat terdiri dari lemak tak jenuh tunggal (jenis lemak yang baik), jadi mengkonsumsi satu buah perhari bukan masalah. Selain itu, alpukat mengandung vitamin E yang baik dalam menstabilkan dan melindungi sel dari kerusakan oksidatif, yang menjadi nilai tambah bagi wanita dengan PCOS  (Polycystic Ovarian Syndrome) maupun diabetes. 

Biji Gandum

Dalam mendukung program kehamilan yang sedang Anda jalani, sebaiknya targetkan setidaknya 50% dari sumber asupan harian berasal dari biji-bijian. Jenis karbohidrat bebas gluten ini akan membantu Sahabat Sehat memenuhi kebutuhan sumber protein, folat, dan zink yang baik untuk kehamilan. 

Mengganti protein hewani dengan protein nabati seperti biji gandum dapat membantu meningkatkan peluang pembuahan. Karbohidrat kompleks dalam biji gandum juga dapat menstabilkan gula darah serta mengatur siklus menstruasi sehingga akan mempermudah Sahabat Sehat untuk menentukan masa subur. 

Greek Yoghurt (Yoghurt Yunani)

Susu rendah lemak memang pilihan tepat untuk kesehatan, tetapi hal ini tidak berlaku saat Anda mencoba untuk meningkatkan kesuburan. Pasalnya, mengonsumsi satu porsi susu full cream setiap harinya dapat meningkatkan peluang kesuburan, maka konsumsilah satu porsi Greek yoghurt untuk sarapan atau cemilan sore. 

Tidak hanya mengandung lebih banyak kalsium daripada susu biasa, Greek yoghurt juga mengandung probiotik dan protein dua hingga tiga kali lebih banyak dari pada yoghurt biasa. Yoghurt jenis ini juga merupakan sumber vitamin D yang baik dalam membantu kesehatan indung telur, serta memperkuat tulang dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Mencari susu yang tepat untuk mendukung program hamil? Cek: Susu untuk Meningkatkan Kesuburan

Almond

Dari berbagai jenis kacang-kacangan, Almond merupakan salah satu jenis kacang yang tinggi kalsium sehingga cocok sebagai makanan untuk program hamil. Rutin mengkonsumsi 100 gram kacang almond, telah memenuhi 8% dari kebutuhan kalsium harian yang direkomendasikan. Kandungan serat, vitamin E, magnesium, mangan, protein, dan lemak yang didalam kacang almond juga sangat dibutuhkan untuk mendukung program hamil

Selain dapat membantu menurunkan tekanan darah dan risiko penyakit metabolik, kacang almond juga baik bagi Sahabat Sehat yang ingin mencapai berat badan ideal saat program hamil karena kacang almond dapat menurunkan lemak dalam tubuh. 

Keju

Keju memiliki kandungan kalsium yang tinggi karena terbuat dari bahan dasar susu. Diantara berbagai jenis keju, keju parmesan adalah jenis keju yang paling banyak mengandung kalsium. Setidaknya, dalam 28 gram keju parmesan, telah mengandung 331 mg kalsium yang setara dengan 33% asupan kalsium harian yang direkomendasikan. 

Kalsium yang berasal dari produk susu juga akan lebih mudah diserap oleh tubuh dibanding dengan kalsium yang diperoleh dari sumber nabati. Berbagai nutrisi yang terkandung dalam keju juga memiliki banyak manfaat, salah satunya untuk menurunkan risiko terjadinya sindrom metabolik. Yaitu kondisi dimana terjadinya gangguan kesehatan secara bersamaan di dalam waktu yang sama. 

Sindrom metabolik selain dapat menyebabkan masalah kesuburan serta menurunkan peluang kehamilan, kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, hingga diabetes tipe 2. Tetapi perlu diingat bahwa keju mengandung lemak, kalori dan natrium yang tinggi sehingga disarankan untuk mengkonsumsi secukupnya saja. 

Pantangan Makanan Selama Program Hamil

Makanan sehat penting untuk dikonsumsi karena mengandung asupan gizi yang dapat meningkatkan kesuburan. Namun sembarangan makan juga tidak boleh dilakukan saat program hamil Ada beberapa makanan yang pantang untuk dimakan dalam program hamil.

Sahabat Sehat, berbagai jenis makanan berikut tidak dianjurkan bagi Sahabat Sehat yang tengah menjalani program hamil yaitu:

Ikan dengan Kandungan Tinggi Merkuri

Jenis ikan seperti ikan marlin, tilefish, orange roughy, hiu, mackerel, dan tuna mata besar atau tuna big eye mengandung merkuri yang tinggi. Kadar merkuri yang tinggi di dalam darah diketahui dapat menyebabkan penurunan kesuburan pada pria dan wanita. Tak hanya itu, kadar merkuri juga dapat mengendap di dalam tubuh lebih dari satu tahun sehingga akan membahayakan otak dan sistem saraf janin. 

Makanan Kemasan

Makanan atau minuman yang dikemas dalam wadah kaleng maupun plastik mengandung BPA (Bisphenol A) yang merupakan bahan kimia yang digunakan dalam membuat wadah plastik, seperti tempat makan, botol air, dan lapisan kaleng aluminium. Bahan kimia ini sangat berbahaya dan mampu menurunkan kesuburan dan jumlah sperma serta sel telur yang sehat. 

Lemak Trans 

Merupakan jenis lemak yang buruk bagi kesehatan. Selain dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dengan cepat, juga meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, serta meningkatkan risiko gangguan ovulasi (keluarnya sel telur dari indung telur) sehingga menyebabkan gangguan kesuburan. Lemak trans banyak ditemukan di makanan cepat saji, maka Sahabat Sehat perlu menghindari jenis makanan ini selama program hamil.

Alkohol

Sebuah penelitian yang melibatkan 430 pasangan yang mengonsumsi lima gelas minuman beralkohol per minggunya mengalami gangguan kesuburan. Selain itu, penelitian lain yang melibatkan 7.393 wanita juga telah membuktikan bahwa mereka yang mengkonsumsi alkohol berlebihan meningkatkan resiko sulit mendapatkan keturunan.

Soda

Sebuah penelitian menunjukan bahwa orang yang mengkonsumsi soda berlebihan berkaitan dengan penurunan kesuburan atau fertilitas, baik pada wanita maupun pria. 

Nah Sahabat Sehat, itulah informasi mengenai berbagai makanan untuk program hamil yang dapat memberikan asupan nutrisi peningkat kesuburan. Selain konsumsi makanan, pastikan juga untuk rutin berolahraga, beristirahat yang cukup, dan hindari kebiasaan-kebiasaan buruk yang dapat menggagalkan program hamil.

Referensi:

  1. Thebump.com. 10 Fertility-Boosting Foods to Help You Get Pregnant [Internet]. USA : The Bump; [cited 2021 Nov 30].
  2. American Council on Science and Health. Does Fast Food Affect Fertility? [Internet]. USA : American Council on Science and Health; [cited 2021 Nov 30].
  3. Cleveland Clinic. 5 Ways Obesity Affects Your Fertility [Internet]. USA : Cleveland Clinic; [cited 2021 Nov 30].
  4. BabyCenter. How and what to eat if you want to get pregnant [Internet]. USA : Baby Center; [cited 2021 Nov 30].
  5. Nutrition Facts. Male Fertility & Dietary Pollutants [Internet]. USA : Nutrition Facts; [cited 2021 Nov 30].

The post Menu Makanan untuk Tingkatkan Kesuburan saat Program Hamil appeared first on ProSehat.

]]>
/artikel/hamilsehat/menu-makanan-untuk-program-hamil/feed 0