Ditulis oleh: dr. Gloria Teo
Ditinjau oleh: dr. Nurul L

Miss V Keluar Darah Setelah Berhubungan Intim dapat Mengganggu Keharmonisan
Gejala miss V keluar darah setelah berhubungan menjadi tanda adanya masalah kesehatan. Kondisi ini biasa disebut postcoital bleeding. Kabar baiknya, mayoritas kejadian ini bukan disebabkan oleh masalah kesehatan yang serius.
Sebanyak 9% wanita usia subur akan mengalami perdarahan Miss V setelah berhubungan seks yang tidak berhubungan dengan siklus menstruasi mereka. Antara 46% hingga 63% wanita pasca menopause akan mengalami:
- Kekeringan vagina
- Gatal
- Nyeri tekan
- Perdarahan saat atau setelah berhubungan seks
Baca Juga: Manfaat Seks Rutin Bagi Kesehatan
Kondisi-kondisi di atas dikarenakan perubahan hormon yang mempengaruhi jaringan vagina dan menyebabkan perdarahan. Untuk perdarahan ringan yang muncul sesekali biasanya bukan hal yang serius. Tetapi, jika Anda memiliki faktor risiko tertentu, penting untuk mencari tahu penyebabnya.
Penyebab Miss V Keluar Darah Setelah Berhubungan
Perdarahan pasca hubungan seksual dapat dialami oleh wanita segala usia. Pada orang yang lebih muda dan belum mengalami menopause, sumber perdarahan biasanya berada di leher rahim/ serviks. Sedangkan, pada mereka yang telah mengalami menopause, sumber perdarahan lebih bervariasi, seperti di serviks, rahim, labia, dan uretra.
Bagi orang pasca menopause, kanker serviks lebih sering menjadi penyebab perdarahan pasca hubungan seksual. Namun, ada kondisi-kondisi umum lainnya yang juga bisa menjadi penyebab miss V keluar darah setelah berhubungan intim, seperti:
Infeksi
Beberapa infeksi menyebabkan peradangan pada jaringan vagina dan mengakibatkan perdarahan. Terutama setelah melakukan berhubungan intim. Adapun infeksi tersebut antara lain:
- Penyakit radang panggul (pelvic inflammatory disease)
- Infeksi menular seksual (sexually transmitted disease)
- Radang pada serviks (cervicitis)
- Radang pada vagina (vaginitis)
Lihat Juga: Bentuk dan Ciri Vagina Sehat
Maka dari itu, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Dengan demikian, infeksi dapat dicari tahu penyebabnya, dan dokter dapat memberikan solusi medis yang tepat.
Atrofi Vagina
Atrofi vagina adalah kondisi dimana dinding vagina menipis dan meradang. Hal ini dapat menyebabkan kondisi keluarnya darah saat ataupun setelah melakukan hubungan intim. Kondisi atrofi vagina sering dialami oleh:
- Wanita perimenopause (periode menuju menopause)
- Wanita menopause
- Serta wanita yang telah menjalani operasi pengangkatan indung telur (ovarium).
Saat wanita tidak mengalami menstruasi lagi, tubuh akan mengurangi produksi hormon estrogen sehingga tubuh akan memproduksi lebih sedikit cairan pelumas pada vagina sehingga vagina mudah kering dan meradang. Selain itu, vagina juga menjadi kurang elastis, jaringannya menjadi lebih rapuh, aliran darah berkurang, dan rentan terhadap robekan dan iritasi. Hal ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan, nyeri, dan perdarahan saat berhubungan seksual.
Vagina yang Kering
Vagina yang kering dapat menyebabkan perdarahan. Selain sindrom genitourinaria, kekeringan pada vagina dapat disebabkan oleh kondisi lain, seperti:
- Menyusui
- Melahirkan
- Pengangkatan indung telur (ovarium)
- Mengonsumsi obat-obatan tertentu
- Kemoterapi dan radioterapi
- Terjadinya penetrasi sebelum wanita terangsang sepenuhnya saat berhubungan seksual
- Vaginal douching (menggunakan cairan pembersih vagina)
- Menggunakan produk kebersihan wanita dan deterjen pakaian
- Berenang di kolam renang yang mengandung zat yang mempengaruhi kondisi vagina
- Sindrom Sjögren (penyakit peradangan pada sistem imun, yang mengurangi kelembaban tubuh)
- Polip
Banyak jenis obat yang memiliki risiko menyebabkan vagina kering. Beberapa diantaranya seperti obat flu, obat asma, antidepresan, dan obat-obatan anti-estrogen.
Polip adalah pertumbuhan jaringan yang berbentuk tangkai dan menggantung. Kebanyakan dari polip adalah jinak, namun sebagian tumbuh menjadi ganas/ kanker. Polip sering ditemukan di sekitar serviks dan rahim. Gerakan pada polip dapat mengiritasi jaringan sekitar dan menyebabkan perdarahan.
Robekan Pada Dinding Vagina
Aktivitas seksual yang terlalu kuat/ kasar dapat menyebabkan luka kecil atau lecet pada dinding vagina. Hal ini cenderung terjadi pada wanita dengan vagina kering. Maka dari itu, hindari penetrasi ketika miss V masih sangat kering.
Selain itu, bicarakan kondisi kesehatan pada pasangan sehingga hubungan intim bisa dilakukan dengan wajar. Hal ini akan menghindari terjadinya robekan pada dinding vagina akibat cara hubungan intim yang tidak biasa atau kasar.
Kanker
Perdarahan vagina yang timbul sewaktu-waktu bisa menandakan adanya kanker serviks atau kanker vagina. Sekitar 11% dari perdarahan pasca hubungan seksual adalah gejala awal kanker serviks atau kanker vagina. Oleh sebab itu, cegah kanker serviks dengan melakukan vaksinasi HPV untuk mencegah risiko kanker serviks.
Untuk mendapatkan vaksinasi HPV, silahkan cek: Layanan Vaksin HPV Ke Rumah
Mengatasi Perdarahan Miss V Setelah Berhubungan Intim
Mengatasi perdarahan Miss V tergantung dari penyebabnya dan perlu dikonsultasikan dengan dokter. Penyebab perdarahan akan menentukan terapi yang akan diberikan, misalnya terapi hormon bila disebabkan oleh menopause. Bila penyebab perdarahan adalah kekeringan vagina dan gesekan saat berhubungan, maka Anda dapat menggunakan lubrikan/ pelumas sebelum berhubungan.
Ada tiga jenis lubrikan, yaitu lubrikan berbahan dasar:
- Air
- Silikon
- Minyak.
Bila pasangan menggunakan kondom, gunakan lubrikan berbahan dasar air, karena lubrikan yang berbahan dasar minyak dapat merusak kondom. Berhubungan seksual secara perlahan dan berhenti saat merasa nyeri juga membantu mengurangi risiko perdarahan. Perlu diketahui juga bahwa lubrikan yang dipakai secara rutin dapat diserap oleh dinding vagina sehingga meningkatkan kelembaban vagina dan mengembalikan pH vagina yang alami.
Butuh pelumas atau lubrikan untuk mengatasi masalah vagina yang terlalu kering? Anda bisa memesan: Durex Play Top Gel 100mL
Berikut adalah tanda-tanda penyerta perdarahan pasca berhubungan seksual yang perlu diwaspadai dan memerlukan konsultasi lebih lanjut dengan dokter, diantaranya:
- Perdarahan pada vagina pasca menopause
- Vagina terasa gatal atau terbakar
- Rasa terbakar atau tersengat saat berkemih
- Nyeri berhubungan seksual
- Perdarahan banyak
- Nyeri perut hebat
- Nyeri punggung bawah
- Mual/ muntah
- Keputihan pada vagina yang tidak biasa.
Jenis pemeriksaan lanjutan yang akan dilakukan oleh dokter pun beragam sesuai hasil pemeriksaan awal, antara lain:
- Pemeriksaan dengan spekulum
- Pap smear
- Biopsi
- USG transvaginal
- dan pemeriksaan awal kesehatan wanita lainnya
Sahabat Sehat, bila Anda mengalami perdarahan Miss V pasca hubungan seksual, jangan segan untuk mencari tahu penyebabnya sedini mungkin. Selain berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan terapi yang tepat, bicarakan juga dengan pasangan Anda sehingga gejala miss V keluar darah setelah berhubungan intim tidak terjadi lagi.
Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, pemeriksaan medical check up berkala, pemeriksaan laboratorium, produk multivitamin, dan kebutuhan kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat.
Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.
Referensi:
- Cornforth T, Rainford M. Vaginal Bleeding During or After Sex
- The Recent Review of the Genitourinary Syndrome of Menopause [internet]
- Kay C. What Causes Bleeding After Sex?
- Machalinski A, Pathak N. Bleeding After Sex
