Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
Ditinjau oleh : dr. Monica C

Mengerjakan Semua Urusan Rumah Tangga Seorang Diri Kerap Jadi Penyebab Istri Stres
Kebahagiaan istri menjadi tanggung jawab seorang suami. Namun cukup banyak faktor yang dapat menjadi penyebab istri stres dan depresi. Beberapa faktor tersebut nyatanya tidak disadari oleh pihak suami maupun pihak istri.
Banyak orang menganggap bahwa menjadi seorang ibu rumah tangga adalah hal yang mudah. Namun sesungguhnya seorang istri, khususnya yang menjadi ibu rumah tangga sangat rentan stres.
Penyebab Istri Stres
Stres adalah suatu respon alami tubuh terhadap sebuah peristiwa atau rutinitas sehari-hari dalam hidup seseorang. Meski dapat memberikan pengaruh positif seperti mengarahkan seseorang dalam mencapai tujuan hidup, tetapi disisi lain stres juga dapat memberi dampak buruk bagi kesehatan fisik dan jiwa.
Beberapa dampak buruk istri yang mengalami stres seperti kenaikan berat badan dan depresi. Bahkan, pada kondisi yang sudah kronis, penyakit akibat stres akan sulit diatasi dan dapat memakan korban jiwa.
Seorang istri memiliki peran yang sangat penting dalam keluarga. Selain harus menjaga kesehatan fisik dirinya sendiri, seorang istri juga dituntut untuk memiliki kesehatan mental yang optimal. Apalagi jika sudah dikaruniai anak.
Sementara itu, ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan mental pada ibu rumah tangga, mulai dari kondisi psikologi, biologi, hingga sosial. Adapun faktor yang menjadi penyebab istri stres, terutama saat menjadi ibu rumah tangga antara lain:
Aktivitas Fisik Terus Menerus
Seringkali istri harus melakukan berbagai pekerjaan rumah tangga seorang diri. Mulai dari mengurus orang-orang rumah, memasak, mengurus anak, berbelanja, dan membersihkan rumah. Kegiatan tersebut menjadi kegiatan fisik yang dilakukan seorang ibu setiap harinya.
Pekerjaan ini pun juga seringkali dilakukan bersamaan, seperti memasak sambil menggendong anak atau berbelanja sambil mengasuh anak. Akibat kondisi fisik yang kelelahan, ibu rumah tangga rentan dilanda stres terlebih saat mereka tidak memiliki jadwal tetap dalam melakukan pekerjaan rumah tangga. Kelelahan fisik terus menerus akhirnya dapat menyebabkan rasa lelah yang akhirnya berubah jadi rasa bosan dan stres.
Banyak Beban Pikiran
Dalam melakukan pekerjaannya, seorang ibu juga perlu berpikir. Misalnya seperti memikirkan solusi atas permasalahan yang dialami anak, memikirkan menu makan keluarga setiap hari, hingga menghitung pemasukan dan pengeluaran rumah tangga. Kondisi ini akan semakin menambah beban pikiran seorang istri ketika memiliki masalah keuangan dalam rumah tangganya.
Aktivitas mental yang sedemikian rupa dapat membuat psikologis merasa kelelahan dan akhirnya mengganggu konsentrasinya dalam mengurus segala kebutuhan rumah tangga. Selain itu, kondisi ini juga akan berdampak buruk pada kestabilan emosi sehingga menyebabkan stres.
Tidak Ada Waktu untuk Diri Sendiri
Dengan setumpuk pekerjaan yang harus dikerjakan setiap harinya, membuat ibu rumah tangga kesulitan meluangkan waktu untuk dirinya sendiri. Hampir seluruh waktu habis untuk memenuhi kebutuhan anak dan keluarga sehingga seorang istri yang mengurus rumah kerap melupakan kebutuhan dirinya sendiri. Bahkan jikapun ingat, seorang istri tidak memiliki waktu untuk hal tersebut.
Menurut seorang psikoterapis dari Chicago, Cherilynn Veland, mengungkapkan bahwa saat seseorang tidak mampu meluangkan waktu untuk dirinya sendiri, seperti sekedar beristirahat, bersantai, atau menyegarkan diri, maka akan memicu terjadinya hal-hal buruk pada dirinya, seperti stres dan depresi.
Tidak Mendapat Pengakuan
Saat ini, ada banyak sekali wanita yang telah menikah dan memiliki anak namun tetap bekerja di luar rumah sebagai seorang pekerja kantoran. Akibatnya sejumlah wanita menjadi salah paham dan berpikir bahwa menjadi ibu rumah tangga bukanlah suatu pekerjaan yang dapat diakui masyarakat. Dengan adanya pemikiran tersebut, akhirnya membuat banyak ibu rumah tangga stres karena merasa dirinya terisolasi di rumah dan merasa kesepian.
Selain itu, pekerjaan berat sebagai ibu rumah tangga kerap tidak mendapat pujian dari pihak suami. Hal ini tentunya membuat rasa frustasi karena tidak adanya pengakuan dan bentuk penghargaan atas semua rasa lelah selama ini.
Merasa Dihakimi
Ibu rumah tangga dituntut untuk menangani segala urusan keluarganya. Banyak tanggung jawab yang harus dilakukan. Sayangnya banyak kasus dimana istri dihakimi oleh suami ketika suami merasa ada yang kurang pada kondisi rumah. Misal menyudutkan istri karena merasa makanan kurang enak, marah-marah karena tidak tahu dimana letak suatu barang, atau karena ada bagian rumah yang kotor. Dengan adanya kejadian seperti itu, tidak jarang dapat menjadi penyebab istri stres.
Memiliki peran sebagai ibu rumah tangga bukanlah yang hal yang mudah. Ada sejumlah yang pekerjaan yang harus dilakukan ibu rumah tangga dengan tanggung jawab yang besar. Dengan memahami berbagai faktor pemicu diatas, alangkah baiknya jika mulai dari sekarang ibu rumah tangga mulai meluangkan waktu untuk diri sendiri agar terhindar dari stres. Selain itu, bercerita atau mendiskusikan masalah yang sedang dihadapi dengan pasangan juga akan membantu ibu memecahkan masalah penyebab stres.
Referensi:
- Exploring your mind. The Stress of Being a Housewife [Internet]. USA : Exploring Your Mind; [cited 2021 Nov 23].
- Cleveland Clinic. Women and Stress [Internet]. USA : Cleveland Clinic; [cited 2021 Nov 23].
- Apreviadizy P, Puspitacandri A. Perbedaan Stres Ditinjau dari Ibu bekerja dan Ibu Tidak Bekerja [Internet]. Indonesia : Universitas Merdeka Malang; [cited 2021 Nov 23].
- HuffPost. 7 Reasons Your Wife Is Stressed Out All The Time [Internet]. USA : HuffPost; [cited 2021 Nov 23].
- Psychology Today. Why Women Need More Me-Time – and How They Can Claim It [Internet]. USA : Psychology Today; [cited 2021 Nov 23].
