Seperti Apa Alur Distribusi Vaksin Covid-19?
Satgas Penanganan Covid-19 mengatakan bahwa pendistribusian vaksin corona saat ini telah dilaksanakan dan sedang didistribusikan ke seluruh daerah di Indonesia. Adanya vaksin ini diharapkan dapat membantu mengurangi rantai penularan virus Covid-19. Diketahui, Indonesia saat ini telah mengantongi 1.2 juta dosis vaksin Covid-19 Sinovac dari Cina pada awal Desember kemarin.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3316986/original/021801500_1607305730-EomCGIxUcAA_-dR.jpg)
Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Berakhir?
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menganggap vaksin ialah suatu upaya manusia dalam memutus penyebaran virus Covid-19. Ia juga mengatakan bahwa masyarakat harus tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan penularan Covid-19, ucapnya dalam video yang ditayangkan oleh acara CNBC Award 2020.
Walaupun begitu, vaksin ini tidak dapat langsung disuntikkan, karena vaksin wajib melewati tahap penilaian di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar dapat menjamin keselamatan masyarakat. Vaksin baru bisa digunakan apabila sudah mendapat izin edar atau persetujuan pemakaian pada situasi darurat atau emergency use authorization (EUA).
Di Indonesia, tahapan uji klinis vaksin Sinovac yang bekerja sama dengan Bio Farma serta Universitas Padjajaran baru akan rampung sekitar Mei 2021 dengan laporan dini pada Januari 2021.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan bahwa tahapan distribusi vaksin yang sedang berjalan ini terus diawasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Upaya distribusi yang sedang berjalan ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan vaksin agar tersebar secara merata, tentunya dengan prosedur kehati-hatian dengan mengoptimalkan waktu yang ada. Selain itu, pemerintah juga menjamin agar distribusi vaksin ke seluruh wilayah di Indonesia dapat berjalan efektif tanpa merusak kualitas vaksin, jelasnya pada saat menjawab pertanyaan media yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Wiku menambahkan, kedatangan vaksin di Bandara Soekarno-Hatta kemarin, BPOM telah memberikan sertifikat Lot Release dalam upaya mengawal kualitas vaksin yang masuk ke Indonesia pada tanggal 6 Desember 2020. Vaksin yang sedang didistribusikan ke berbagai wilayah, saat ini tetap dalam pengawasan dengan melakukan pemercontohan berdasarkan pada risiko di Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPOM tingkat provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia.
Wiku juga mengatakan, bahwa pendistribusian vaksin akan memakai prosedur Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) sesuai dengan arahan Menteri Kesehatan agar dapat menjaga kualitas vaksin sampai ke tangan masyarakat. Kemudian, vaksin akan dikirim ke gudang vaksin di setiap kantor Dinas Kesehatan Provinsi, lalu diedarkan dinas kesehatan di bawahnya.
Perihal penyuntikan vaksin, Wiku juga mengatakan bahwa pemerintah akan menggunakan prinsip dan prosedur kesehatan saat ini. Selain itu, penyuntikan vaksin baru dapat dijalankan apabila EUA hasil data saintifik dikeluarkan BPOM.
Langsung ke-34 Provinsi
Kementerian Kesehatan mulai mendistribusikan vaksin Covid-19 pada minggu pertama Januari 2021, ke 34 provinsi di Indonesia dengan target paling lambat 7 Januari 2021, vaksin telah sampai di seluruh provinsi di tanah air. Sebelumnya, vaksin Sinovac sampai ke Indonesia melalui dua gelombang pengiriman. Gelombang pertama pada 6 Desember dan selanjutnya pada 30 Desember 2020. Dari kedua pengiriman tersebut, kini sebanyak 3 juta dosis vaksin tersedia di tanah air.
Pada pengiriman vaksin Sinovac ini, Indonesia benar-benar menerapkan prosedur pengamanan yang sangat ketat. Termasuk saat memindahkan vaksin ke gudang penyimpanan Biofarma di Kawasan Bandung, Jawa Barat. Di sana, vaksin disimpan di tempat penyimpanan dengan suhu 2 sampai 8 derajat celcius, untuk menjaga kualitas vaksin.
Juru Bicara Bio Farma Bandung juga menjelaskan bahwa tidak ada kendala dalam distribusi vaksin Covid-19, karena mereka turut melibatkan mulai dari pemerintah daerah, kabupaten/kota, hingga unit kecil lainnya. Fasilitas pelayanan kesehatan di sini juga didukung oleh 10.000 puskesmas dan semuanya sudah siap untuk menerima vaksin ini.
Direktur Utama PT Bio Farma, Honesti Basyir, menambahkan bahwa pihaknya sedang menyusun strategi pendistribusian vaksin dengan menggunakan teknologi. Mulai dari pengemasan, Bio Farma akan memakai sistem track and trace dengan bantuan QR code di kemasan primer, sekunder, dan tersier. Sehingga vaksin ini dapat dipastikan akan sampai kepada yang berhak menerimanya.
Baca Juga: Vaksin Lain Selain Sinovac dan Beberapa Efek Sampingnya
Selain itu, akan ada notifikasi apabila vaksin tidak memenuhi standar keamanan distribusi sehingga bisa langsung dilacak lokasi keberadaannya. GPS yang terpasang juga menggunakan mode penyebaran, sehingga masyarakat dipastikan akan mendapatkan vaksin yang layak.
Kelancaran Vaksinasi
Dalam pendistribusian vaksin, pemerintah terus melakukan persiapan terkait program vaksinasi yang akan diterapkan, misalnya pengecekan data di lokasi vaksinasi. Tujuannya menjaga kelancaran dari program vaksinasi. Daerah-daerah penerima vaksin akan diminta untuk mengecek ulang data tenaga medis yang akan diberikan vaksin, karena tenaga medis merupakan prioritas pertama dalam program vaksinasi tahap awal ini.
Kemenkes RI telah melaksanakan pelatihan vaksinator ke seluruh Indonesia, serta melakukan sosialisasi ke tenaga kerja medis di sekitarnya. Menkes Budi Gunadi Sadikin juga mengatakan, bahwa vaksin Covid-19 akan mulai dilaksanakan pada pertengahan Januari 2021 di Indonesia. Ia juga menegaskan jika Presiden Jokowi adalah orang pertama yang akan disuntik vaksin Covid-19.
Petunjuk teknis (juknis) resmi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes RI dijelaskan bahwa vaksinasi akan diadakan dalam empat tahapan. Kelompok prioritas penerima vaksin Corona ialah mereka yang berusia 18 tahun ke atas dan harus berdomisili du Indonesia. Sedangkan kelompok usia dibawah 18 tahun baru dapat menerima vaksinasi Covid-19 jika data keamanan vaksin corona untuk usia tersebut sudah ada dan mendapat izin penggunaan darurat dari BPOM.
Tahapan vaksinasi dari Kemenkes RI dibagi menjadi 4 tahap:
- Tahap 1, diadakan pada Januari-April 2021 dengan prioritas utama adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga pendukung, dan mahasiswa yang sedang mengikuti pendidikan profesi kedokteran dan sedang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).
- Tahap 2, juga diadakan pada Januari-April 2021, namun pada tahap ini vaksinasi akan diberikan kepada petugas pelayanan publik, seperti TNI/Polri, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya, yaitu petugas bandara/pelabuhan/stasiun/terminal, perbankan dan sebagainya. Target vaksinasi berikutnya yaitu kelompok usia lanjut di atas 60 tahun.
- Tahap 3, berlangsung pada April 2021-Maret 2022. Target vaksinasinya adalah masyarakat yang rentan dari segi geospal, sosial, dan ekonomi.
- Tahap 4, juga berlangsung pada April 2021-Maret 2022. Targetnya adalah masyarakat dan pelaku ekonomi lain.
Penahapan dan penetapan kelompok prioritas penerima vaksin ini dilakukan dengan mengikuti Roadmap WHO Strategic Advisor Group of Expert on Immunization (SAGE) dan kajian dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional, bersumber pada petunjuk teknis Kemenkes RI.
Itulah mengenai distribusi vaksin Covid-19 yang perlu Sahabat ketahui. Kita harapkan distribusi bisa berjalan dengan merata ke seluruh wilayah di Indonesia sehingga akan tercapai kekebalan kelompok minimal 70%. Sembari vaksinasi beredar dengan lancar yuk Sahabat tetap berperilaku 5M dan PHBS, serta jangan lupa deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid 19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.
Referensi
- COVID-19 S. Distribusi Vaksin Covid-19 Untuk Menjamin Ketersediaan Yang Merata – Berita Terkini | Satgas Penanganan COVID-19 [Internet]. covid19.go.id. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: https://covid19.go.id/p/berita/distribusi-vaksin-covid-19-untuk-menjamin-ketersediaan-yang-merata
- [Internet]. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201211005446-20-580739/jk-sebut-vaksin-beri-harapan-berakhirnya-pandemi-covid-19
- Media K. Satgas Pastikan Distribusi Vaksin Covid-19 Akan Sesuai dengan Prosedur [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2020/12/07/20264301/satgas-pastikan-distribusi-vaksin-covid-19-akan-sesuai-dengan-prosedur
- Rusiana D. Cegah Kerusakan, Distribusi Vaksin COVID-19 melalui Prosedur Ketat [Internet]. SINDOnews.com. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: https://nasional.sindonews.com/read/291330/15/cegah-kerusakan-distribusi-vaksin-covid-19-melalui-prosedur-ketat-1609855270
- go.id R. Distribusi dan Vaksinasi dari Hulu ke Hilir | Indonesia.go.id [Internet]. Indonesia.go.id. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: https://indonesia.go.id/narasi/indonesia-dalam-angka/sosial/distribusi-dan-vaksinasi-dari-hulu-ke-hilir
![Seperti Apa Alur Distribusi Vaksin Covid-19? Satgas Penanganan Covid-19 mengatakan bahwa pendistribusian vaksin corona saat ini telah dilaksanakan dan sedang didistribusikan ke seluruh daerah di Indonesia. Adanya vaksin ini diharapkan dapat membantu mengurangi rantai penularan virus Covid-19. Diketahui, Indonesia saat ini telah mengantongi 1.2 juta dosis vaksin Covid-19 Sinovac dari Cina pada awal Desember kemarin. Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi […]](/wp-content/uploads/2021/02/distribusi-vaksin-covid-19.jpg)

![Vaksin Corona Buatan Indonesia: Vaksin Merah Putih, Sudah Sampai Mana Perkembangannya? Saat ini, sejumlah negara di dunia saling membantu dan berupaya keras dalam mengatasi pandemi Covid-19. Salah satunya dengan membuat dan mengembangkan vaksin, termasuk di Indonesia. Selain mendatangkan vaksin dari luar negeri melalui kerja sama dengan perusahaan Cina, Sinovac dan G42-Sinopharm dari Uni Emirat Arab, Indonesia juga mengembangkan vaksin secara lokal yang dinamakan Vaksin Merah Putih. […]](/wp-content/uploads/2021/02/vaksin-Corona-buatan-Indonesia-4.jpeg)

![Benarkah Vaksin Covid-19 Menyebabkan Kemandulan? Vaksinasi Covid-19 di Indonesia sudah dimulai sejak Januari 2021. Presiden Joko Widodo merupakan orang pertama di Indonesia yang divaksin. Setelahnya barulah para pejabat tinggi negara lainnya, influencer, dilanjutkan dengan tenaga kesehatan pada 14 Januari 2021, dan kemudian lansia pada 8 Februari 2021. Meski pemerintah sudah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 ini aman dan halal, tetap saja […]](/wp-content/uploads/2021/02/vaksin-covid-19-menyebabkan-kemandulan.jpg)

![Pemerintah Mengizinkan Pemberian Vaksin Sinovac untuk Lansia Pada 5 Februari 2021, pemerintah melalui BPOM secara resmi memperbolehkan pemberian vaksin Sinovac bagi lansia. Vaksinasi untuk lansia sendiri sebenarnya sudah dimulai pada Senin, 8 Februari 2021 lalu. Tentunya pemberian ini tidaklah sembarangan karena BPOM membuat keputusan tersebut atas beberapa pertimbangan. Baca Juga: BPOM Keluarkan Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin Sinovac Pertama, karena data statistik […]](/wp-content/uploads/2021/02/vaksin-Sinovac-untuk-lansia.jpg)
![Sahabat Sehat, Yuk, Jangan Takut Vaksin Covid-19! Berbagai macam upaya pemerintah sedang dilakukan guna menyukseskan program vaksinasi Covid-19. Berbagai cara dilakukan salah satunya meng-endorse artis dan influencer agar para pengikut mereka tertarik. Program vaksinasi secara massal yang diadakan pemerintah tidak selalu berjalan mulus, bahkan sejak awal saat diadakan sosialisasinya. Karena dalam sejarahnya pasti ada saja penolakan yang diikuti hoaks seputar vaksin. Meski BPOM sendiri […]](/wp-content/uploads/2021/02/takut-vaksin-covid-19.jpg)
![Vaksin Yang Disetujui WHO Beserta Tingkat Efektivitas Dan Efikasinya Wabah Covid-19 telah memberikan dampak di berbagai bidang kehidupan, baik bidang ekonomi, politik, maupun pendididkan. Pandemi Covid-19 yang saat ini tengah terjadi juga dinyatakan sebagai bencana nasional. Berbagai cara terus diupayakan untuk menanggulangi penyebaran virus yang telah menelan banyak korban jiwa. Upaya yang sudah dilakukan pemerintah antara lain melalui kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), […]](/wp-content/uploads/2021/02/vaksin-yang-disetujui-WHO.jpg)
![Apa yang Perlu Sahabat Lakukan Saat Sebelum, Selama, dan Sesudah Vaksinasi Covid-19? Vaksinasi Covid-19 telah dimulai di beberapa negara, termasuk Indonesia, seiring dengan mulainya distribusi vaksin untuk mencegah virus asal Wuhan tersebut. Tentu saja ketika Sahabat akan divaksinasi, Sahabat perlu memperhatikan beberapa hal saat sebelum, selama, dan sesudah vaksinasi. Seperti apa sajakah itu? Yuk, mari simak! Baca Juga: Meski Vaksin Beredar, Tetap Konsumsi Asupan Bernutrisi untuk Kekebalan […]](/wp-content/uploads/2021/02/sebelum-selama-sesudah-vaksinasi-Covid-19.jpg)
![Mengapa Masih Bisa Terpapar Virus Meski Sudah Divaksin? Vaksin Covid-19 diketahui sedang terus dikembangkan untuk mencegah penyebaran virus secara optimal di seluruh dunia. WHO pun menyatakan bahwa vaksin ini dapat menyelamatkan jutaan nyawa setiap tahun. Vaksin bekerja dengan melatih dan mempersiapkan pertahanan alami tubuh untuk mengenali dan melawan virus dan bakteri. Jika nanti tubuh terpapar kuman penyebab penyakit tersebut, tubuh segera siap memusnahkannya, […]](/wp-content/uploads/2021/01/terpapar-virus-meski-sudah-divaksin.jpg)
![Mengenal Trypanophobia atau Fobia Jarum Suntik Saat Vaksinasi Covid-19 Vaksinasi Covid-19 sudah dimulai pada Rabu, 13 Januari 2021. Penerima pertama vaksinasi adalah Presiden Joko Widodo yang kemudian diikuti oleh sejumlah pejabat negara dan pesohor publik. Meskipun BPOM dan MUI sudah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 ini aman dan halal, sejumlah masyarakat tetap menyatakan untuk menolak divaksinasi. Baca Juga: 5 Tips Agar Anak Tidak Takut Jarum […]](/wp-content/uploads/2021/01/tryphanophobia-atau-fobia-jarum-suntik.jpg)
![Kementerian Kesehatan Membuka Opsi Vaksinasi Covid-19 Secara Mandiri untuk Mempercepat Pelaksanaan Vaksinasi di Indonesia Kementerian Kesehatan berencana membuka jalur vaksinasi Covid-19 secara mandiri atau tanpa dibiayai negara. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI pada Kamis, 14 Januari 2021. Rencana ini disebutnya masih dalam tahap kajian. Kalaupun sudah bisa dijalankan, vaksinasi ini bukan untuk perorangan, melainkan untuk perusahaan […]](/wp-content/uploads/2021/01/vaksinasi-covid-19-secara-mandiri.jpg)
