Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Lansia

Showing 11–20 of 22 results

  • Meningitis erat dikaitkan dengan perjalanan Haji dan Umroh ke Arab Saudi. Mengapa demikian? Ya, karena Arab Saudi pernah mengalami wabah meningitis saat musim Haji ketika jutaan orang dari seluruh penjuru dunia berkumpul. Tetapi, daerah yang endemik virus meningitis justru berada di Afrika, terutama negara-negara sub sahara (African meningitis belt).1,2 Badan Kesehatan Dunia atau World Health […]

    Selain Haji dan Umroh, Vaksin Meningitis Juga Penting untuk Ke Timur Tengah dan Afrika

    Meningitis erat dikaitkan dengan perjalanan Haji dan Umroh ke Arab Saudi. Mengapa demikian? Ya, karena Arab Saudi pernah mengalami wabah meningitis saat musim Haji ketika jutaan orang dari seluruh penjuru dunia berkumpul.

    Tetapi, daerah yang endemik virus meningitis justru berada di Afrika, terutama negara-negara sub sahara (African meningitis belt).1,2 Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mencatat 15.574 kasus meningitis dengan 1.074 kematian di sepanjang meningitis belt tersebut.

    Selain Haji dan Umroh, Vaksin Meningitis Juga Penting untuk Ke Timur Tengah dan Afrika

    Selain Haji dan Umroh, Vaksin Meningitis Juga Penting untuk Ke Timur Tengah dan Afrika

    Melansir data dari Global Flow of Tertiary Level Students yang dikeluarkan oleh UNESCO Institute for Statistic 202, Arab Saudi, Mesir, dan Sudan merupakan beberapa negara favorit mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan pendidikan keagamaan. Untuk destinasi wisata dan ritual keagamaan, Arab Saudi, Israel, Mesir, Yordania, dan Emirat menjadi lima negara terfavorit.

    Oleh karena rawannya penularan meningitis, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika menyarankan pemberian vaksinasi meningitis pada mahasiswa/ calon mahasiswa dan wisatawan yang akan bepergian atau menetap ke Timur Tengah dan Afrika.

    Gejala Awal Meningitis seperti Flu

    Meningitis merupakan infeksi yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, dan jamur dan ditularkan melalui droplet, misalnya saat seseorang batuk, bersin, atau berciuman. Penyakit ini menyebabkan peradangan selaput otak dan saraf tulang belakang, serta memiliki gejala awal yang mirip dengan gejala flu biasa, seperti demam dan nyeri kepala.

    Bakteri maupun virus yang menginfeksi cairan otak dan cairan tulang belakang dapat menyebabkan pembengkakan. Sehingga, pada kasus lanjut, seseorang yang terinfeksi meningitis akan mengalami penurunan kesadaran. Tingkat kematian akibat meningitis dapat mencapai 50% apabila tidak ditangani dengan tepat.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Berikut ini gejala meningitis secara umum, antara lain :

    • Demam tinggi
    • Leher kaku
    • Nyeri kepala hebat disertai mual muntah
    • Sulit berkonsentrasi
    • Kejang
    • Mengantuk dan kesulitan untuk berjalan 
    • Sensitif terhadap cahaya (fotofobia)
    • Nafsu makan menurun
    • Kemerahan pada kulit.

    Lalu, kapan harus mencari pertolongan dokter? Segera ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila ditemukan gejala seperti:

    • Demam tinggi
    • Nyeri kepala sangat hebat
    • Kebingungan atau tidak sadarkan diri
    • Kaku pada leher
    • Muntah hebat.

    Baca Juga: Kenapa Vaksinasi Penting Sebelum Pergi Umroh?

    Mencegah Meningitis

    Langkah pencegahan meningitis ditujukan untuk mengurangi risiko penyebaran dengan cara berikut ini:

    1. Cuci tangan setiap kali selesai beraktivitas atau sebelum makan.
    2. Menjaga kebersihan tubuh.
    3. Memasak makanan sampai matang terutama bila sedang hamil.
    4. Gunakan masker bila sedang sakit
    5. Hindari kontak dengan pasien yang sedang terinfeksi
    6. Jangan berbagi makanan atau minuman yang sedang dimakan atau barang pribadi (pisau cukur, lipstick, sikat gigi)
    7. Berperilaku hidup sehat (olahraga teratur dan cukup istirahat minimal 7-9 jam)
    8. Lakukan vaksinasi meningitis
    9. Lengkapi vaksinasi lainnya yang dapat melindungi terhadap meningitis.

    Baca Juga: Manfaat Vaksin Meningitis dan Yellow Fever Sebelum Umroh

    Vaksinasi Meningitis

    Pemberian vaksinasi meningitis bertujuan untuk melindungi pasien dari penyebab seperti bakteri dan virus yang menyebabkan meningitis. Beberapa vaksinasi yang digunakan untuk mencegah meningitis meliputi :

    • PCV

    Bertujuan untuk melindungi seseorang dari bakteri pneumokokus.

    • Vaksin Hib

    Melindungi dari bakteri Haemophilus influenza tipe B yang merupakan penyebab meningitis.

    • Vaksin MMR

    Bertujuan untuk melindungi pasien dari kondisi yang memicu meningitis, seperti campak, rubella dan gondongan.

    • Vaksin ACWY

    Bertujuan untuk memberikan perlindungan terhadap bakteri meningococcal grup A, C, W dan Y.

    • Vaksin Meningitis B

    Vaksinasi ini melindungi seseorang terhadap bakteri meningococcal tipe B.

    Pemberian vaksinasi meningitis dilakukan setidaknya dua minggu sebelum keberangkatan karena efektivitas vaksin mulai terbentuk 10-14 hari setelah pemberian.

    Baca Juga: 5 Gejala Meningitis pada Anak yang Kerap Tidak Disadari

    Sahabat Sehat, itulah pentingnya vaksinasi meningitis untuk perjalanan atau menetap di Timur Tengah dan Afrika. Bila Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Kemkes.go.id. 2013. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
    2. Mathew, S., A. Al Khatib, H. and Al Ansari, h., 2018. Epidemiology Profile of Viral Meningitis Infections Among Patients in Qatar (2015–2018).
    3. Pininta Kasih, A., 2022. 15 Negara Ini Jadi Favorit Siswa Indonesia Lanjutkan Kuliah Halaman all – Kompas.com.
    4. Aisyah, N., 2022. 20 Negara Favorit & Paling Tidak Diminati Mahasiswa RI untuk Kuliah di Luar Negeri.
    5. Suharjanti I, T Pinzon R. PANDUAN PRAKTIK KLINIS NEUROLOGI. PERDOSSI; 2016
    6. Meningitis | CDC. Cdc.gov.
    7. Meningitis – Symptoms and causes. Mayo Clinic.
    8. Cassoobhoy, MD, MPH A. Meningitis (Bacterial, Viral, and Fungal). WebMD.
    9. Meningitis – Vaccination. nhs.uk.
    10. Felson, MD S. Adult Meningococcal Vaccine: Guidelines, Side Effects, Benefits.
    Read More
  • Sahabat Sehat, dengan kembali dibukanya penerbangan maka masyarakat kini sudah diperkenankan melakukan ibadah umroh. Selain perlu mengikuti vaksinasi Covid-19, Sahabat Sehat juga memerlukan vaksinasi meningitis dan yellow fever sebelum mengikuti ibadah umroh.  Pemerintah Saudi mewajibkan vaksin sebelum umroh ataupun haji. Selain vaksin Covid, jamaah juga diwajibkan sudah divaksin meningitis. Sahabat Sehat, mengapa penting menerima vaksinasi […]

    Manfaat Vaksin Meningitis dan Yellow Fever Sebelum Umroh

    Sahabat Sehat, dengan kembali dibukanya penerbangan maka masyarakat kini sudah diperkenankan melakukan ibadah umroh. Selain perlu mengikuti vaksinasi Covid-19, Sahabat Sehat juga memerlukan vaksinasi meningitis dan yellow fever sebelum mengikuti ibadah umroh. 

    Pemerintah Saudi mewajibkan vaksin sebelum umroh ataupun haji. Selain vaksin Covid, jamaah juga diwajibkan sudah divaksin meningitis.

    Sahabat Sehat, mengapa penting menerima vaksinasi meningitis dan yellow fever sebelum umroh ? Mari simak penjelasan berikut.

    Manfaat Vaksin Meningitis dan Yellow Fever Sebelum Umroh

    Manfaat Vaksin Meningitis dan Yellow Fever Sebelum Umroh

    Meningitis

    Meningitis merupakan penyakit peradangan cairan serta selaput pembungkus otak (meningen) yang melapisi seluruh otak dan juga sistem saraf tulang belakang. Peradangan yang terjadi pada lapisan meningen akan menyebabkan berbagai keluhan mulai dari nyeri kepala, demam dan kaku pada tengkuk. 

    Sebagian besar meningitis disebabkan oleh karena infeksi virus, tetapi tentunya ada penyebab lain seperti infeksi bakteri, parasit hingga jamur. Beberapa kasus meningitis dapat sembuh sendiri namun tidak jarang kasus meningitis yang menjadi lebih serius dan membutuhkan serangkaian pengobatan antibiotik yang adekuat.

    Gejala Meningitis

    Gejala meningitis dapat berbeda-beda tergantung dari tipe atau jenis infeksi meningitis, usia dan keparahan dari kondisi pasien. Gejala yang paling umum dirasakan, yakni :

    • Demam tinggi
    • Kaku pada leher
    • Sakit kepala
    • Kejang
    • Sensitif terhadap cahaya
    • Mual dan muntah
    • Sulit berkonsentrasi
    • Ruam pada kulit
    • Nafsu makan berkurang.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Komplikasi Akibat Meningitis

    Sahabat Sehat perlu mewaspadai penyakit meningitis sebab beresiko menimbulkan komplikasi, seperti :

    • Kejang
    • Gangguan memori
    • Nyeri kepala sebelah atau migrain
    • Kehilangan pendengaran 
    • Syok
    • Gagal ginjal
    • Kerusakan otak
    • Hidrosefalus.

    Baca Juga: Mau Liburan Ke Luar Negeri? Jangan Lupa Persiapan Ini!

    Demam Kuning atau Yellow Fever

    Yellow fever atau disebut juga demam kuning, merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh karena infeksi virus yang ditularkan melalui perantara nyamuk. Penyakit ini ditandai dengan demam tinggi serta mata dan kulit yang tampak kuning akibat penurunan fungsi hati. Demam kuning cukup berbahaya apabila tidak ditangani dengan baik karena dapat menyebabkan gagal ginjal, koma hingga kematian.

    Penyakit demam kuning ini disebabkan karena gigitan nyamuk Aedes aegypti dan biasanya ditemukan di wilayah Afrika, Amerika Selatan, Amerika Tengah dan Karibia. Demam kuning dapat ,menyerang penduduk yang tinggal di daerah endemis dan para turis yang sedang mengunjungi daerah tersebut.

    Baca Juga: Kenapa Vaksinasi Penting Sebelum Pergi Umroh?

    Gejala Demam Kuning

    Setelah kontak dengan nyamuk yang terinfeksi, virus akan mengalami masa inkubasi didalam tubuh selama 3 hingga 6 hari yang diikuti oleh infeksi yang dapat terjadi selama satu sampai dua tahap. 

    Fase pertama ditandai dengan demam, nyeri otot yang biasanya terjadi pada punggung, sakit kepala, menggigil, kehilangan nafsu makan dan mual dan muntah. Sebagian besar pasien akan pulih dalam 3 hingga 4 hari. 

    Fase kedua dapat dialami selama 24 jam yang ditandai dengan kulit berwarna kuning, gagal ginjal, meningitis dan berakhir dengan kematian. Pada fase ini akan terjadi demam tinggi dengan beberapa sistem tubuh yang terpengaruh.

    Perjalanan haji merupakan perjalanan yang dilakukan oleh umat muslim seluruh dunia ke Arab Saudi yaitu ke Mekkah-Madinah untuk melakukan ibadah haji. Sekitar 2 juta umat muslim di dunia akan melakukan ibadah serentak pada bulan Dzulhijjah. 

    Pada tahun 1987 dan 2000 terjadi kejadian luar biasa meningitis meningokokus yang menimpa Jemaah haji di Arab Saudi, yang merupakan salah satu negara endemis penyakit meningitis. terdapat 99 kasus meningitis meningokokus yang menimpa Jemaah haji Indonesia dan 40 diantaranya meninggal dunia.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksinasi Umroh untuk Ibadah yang Sehat

    Untuk itu, diperlukan sekali pencegahan berupa vaksinasi meningitis dan demam kuning yang bertujuan untuk melindungi turis atau Jemaah haji yang akan berangkat ke daerah endemis. Jika Sahabat Sehat memerlukan vaksinasi meningitis dan yellow fever segera manfaatkan layanan Prosehat dan Klinik Kasih.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.

    Ditulis oleh: Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Mayo Clinic. Meningitis – Symptoms and causes [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2021.
    2. Centers for Disease Control and Prevention. Meningitis [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021.
    3. Infeksi Emerging Kementerian Kesehatan RI. Demam Kuning [Internet]. Indonesia :  Infeksi Emerging Kemkes. 2021.
    4. Soebrata A. Mengenal Penyakit Yellow Fever [Internet]. Sinkarkes.kemkes.go.id.
    5. Lewaherilla N, Maitimu F, Niani C. Model Penyebaran Penyakit Meningitis Pada Musim Haji di Madinah dan Mekkah. Barekeng : Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan. 2017;11(1):55-62. 
    Read More
  • Tak hanya kaum muda, orang dewasa yang lebih tua atau lansia juga perlu melakukan beberapa jenis aktivitas fisik setiap hari guna meningkatkan kesehatan serta mengurangi risiko berbagai penyakit. Meski demikian ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni jenis olahraga yang dilakukan oleh lansia. Secara alami tubuh akan mengalami penurunan fisik seiring bertambahnya usia, sehingga hal […]

    Berbagai Pilihan Olahraga yang Aman Untuk Lansia

    Tak hanya kaum muda, orang dewasa yang lebih tua atau lansia juga perlu melakukan beberapa jenis aktivitas fisik setiap hari guna meningkatkan kesehatan serta mengurangi risiko berbagai penyakit. Meski demikian ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni jenis olahraga yang dilakukan oleh lansia.

    Berbagai Pilihan Olahraga yang Aman Untuk Lansia

    Berbagai Pilihan Olahraga yang Aman Untuk Lansia

    Secara alami tubuh akan mengalami penurunan fisik seiring bertambahnya usia, sehingga hal ini lah yang kerap kali membuat lansia enggan untuk berolahraga. Padahal olahraga sama bermanfaatnya untuk usia berapapun. Untuk itu, penting untuk memilih olahraga yang tepat agar aman dilakukan oleh lansia. Sahabat Sehat, apa saja pilihan olahraga yang dapat dilakukan lansia ? Mari simak penjelasan berikut.

    Manfaat Olahraga Bagi Lansia

    Aktivitas fisik atau olahraga dapat membantu para lansia untuk lebih bugar, sehat, dan bersemangat. Untuk itu, bagi Sahabat Sehat yang telah memasuki usia senja dan belum terbiasa olahraga secara rutin bisa mulai berolahraga sesegera mungkin. Berikut adalah beberapa manfaat olahraga bagi lansia:

    • Melancarkan peredaran darah
    • Memperkuat otot dan sendi
    • Mengurangi risiko penyakit seperti diabetes tipe 2, jantung, dan stroke.
    • Memelihara fungsi otak sekaligus mengurangi risiko gangguan pada otak, seperti dementia. 
    • Mengurangi stres dan risiko gangguan mental, seperti depresi atau post power syndrome yang biasanya terjadi pada masa pensiun. 
    • Tetap produktif dan hidup dengan mandiri. 

    medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

    Sesuaikan Jenis Olahraga Dengan Kondisi Fisik

    Konsultan geriatri, Dr. dr. C Heriawan Soejono, Sp,PD, K. Ger, M. Epid mengungkapkan bahwa olahraga dapat dilakukan dua hingga tiga kali dalam seminggu dan dilakukan secara bertahap. Mulai dari tahapan ringan dan naik ke yang lebih berat secara bertahap. Yang terpenting adalah menjaga kualitas otot agar tetap aktif. Selain itu, pastikan aktivitas dan intensitasnya sesuai dengan kondisi tubuh. Lansia usia 65 tahun keatas perlu memperhatikan beberapa hal berikut :

    • Aktif secara fisik setiap hari, meskipun hanya melakukan aktivitas ringan.
    • Melakukan aktivitas yang dapat meningkatkan kekuatan, keseimbangan, dan kelenturan minimal seminggu 2 kali.
    • Melakukan aktivitas sedang minimal 150 menit perminggu, atau 75 menit aktivitas berintensitas kuat jika sudah terbiasa aktif atau mengkombinasikan keduanya. 
    • Mengurangi waktu yang dihabiskan hanya untuk duduk atau berbaring dan istirahat lama tidak bergerak dengan beberapa aktivitas. 

    Apabila Sahabat Sehat selama ini enggan bergerak karena khawatir akan terjatuh, maka latihan akan meningkatkatkan kekuatan, keseimbangan, dan kelenturan tubuh sehingga membuat tubuh lebih kuat dan percaya diri. 

    Baca Juga: Inilah Pentingnya Olahraga untuk Lansia

    Olahraga Intensitas Ringan Untuk Lansia

    Beberapa pilihan aktivitas ringan berikut ini aman dilakukan untuk lansia dari pada hanya duduk dan berbaring, diantaranya:

    • Bangun untuk menyiram tanaman
    • Bergerak di sekitar rumah
    • Berjalan santai di sekitar lingkungan rumah
    • Bersih bersih rumah, seperti mengelap debu atau melipat pakaian
    • Merapikan tempat tidur
    • Berdiri

    Olahraga Intensitas Sedang Untuk Lansia

    Melakukan aktivitas berintensitas sedang mampu meningkatkan detak jantung, sehingga akan melancarkan sirkulasi darah lansia. Contoh olahraga intensitas sedang yang dapat dilakukan lansia, meliputi:

    • Jalan kaki 
    • Aerobik air
    • Naik sepeda
    • Menari untuk kebugaran
    • Tenis ganda
    • Memotong rumput menggunakan mesin
    • Mendaki 

    Baca Juga: 10 Jenis Medical Check Up Rutin yang Perlu Dilakukan Lansia

    Olahraga Intensitas Kuat Untuk Lansia

    Aktivitas intensitas kuat dapat membuat Sahabat Sehat bernafas dengan cepat dan keras. Umumnya, Sahabat Sehat dapat melakukan olahraga intensitas kuat selama 75 menit yang juga memberikan manfaat kesehatan serupa dengan melakukan olahraga intensitas sedang selama 150 menit. Contoh olahraga intensitas kuat meliputi:

    • Lari untuk pemula
    • Aerobik 
    • Berenang
    • Bersepeda cepat 
    • Tenis tunggal
    • Sepak bola
    • Mendaki bukit
    • Menari
    • Seni bela diri 

    Olahraga Untuk Memperkuat Otot

    Ada beberapa cara untuk meningkatkan kekuatan otot lansia, baik di rumah maupun di gym. Berikut beberapa pilihan olahraga yang dapat meningkatkan kekuatan otot, yakni :

    • Membawa tas belanjaan berat
    • Yoga
    • Pilates
    • Tai chi
    • Angkat beban
    • Melakukan latihan menggunakan berat badan Anda sendiri, seperti push-up dan sit-up
    • Berkebun, seperti menggali atau menyekop

    Selain berbagai jenis pilihan olahraga untuk lansia di atas, Sahabat Sehat juga dapat memanfaatkan waktu untuk bergerak aktif dengan bermain bersama cucu atau berkebun di pekarangan rumah. Akan tetapi, agar lebih aman sebaiknya tetap didampingi oleh keluarga saat melakukan aktivitas fisik terutama jika Sahabat Sehat memiliki riwayat masalah kesehatan tertentu seperti radang sendi (arthritis) atau penyakit jantung.

    Baca Juga: Mengapa Lansia Mengalami Demensia atau Pikun?

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

     

    Referensi

    1. National Health Service. Physical activity guidelines for older adults [Internet]. UK : National Health Service.
    2. Medline Plus. Exercise for Older Adults: MedlinePlus [Internet]. USA : Medline Plus.
    3. Centers for Disease Control and Prevention. How much physical activity do older adults need? Physical Activity [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention.
    Read More
  • Demensia atau biasa disebut pikun, seringkali dianggap sebagai hal yang normal. Kondisi ini kerap dialami lanjut usia (lansia) akibat proses penuaan. Proses penuaan mengakibatkan penurunan pada sistem tubuh, termasuk otak. Sekitar 55 juta orang lansia di dunia hidup dengan demensia, sementara itu penambahan kasus demensia pada lansia mencapai 10 juta orang per tahun. Berdasarkan penelitian […]

    Mengapa Lansia Mengalami Demensia atau Pikun?

    Demensia atau biasa disebut pikun, seringkali dianggap sebagai hal yang normal. Kondisi ini kerap dialami lanjut usia (lansia) akibat proses penuaan. Proses penuaan mengakibatkan penurunan pada sistem tubuh, termasuk otak.

    Mengapa Lansia Mengalami Demensia atau Pikun

    Mengapa Lansia Mengalami Demensia atau Pikun?

    Sekitar 55 juta orang lansia di dunia hidup dengan demensia, sementara itu penambahan kasus demensia pada lansia mencapai 10 juta orang per tahun. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tahun 2015 menyebutkan bahwa setiap 3 detik ada 1 orang yang terdiagnosa demensia.

    Di Asia tercatat 22 juta orang lansia menderita demensia, sedangkan di negara maju seperti Amerika Serikat tercatat lebih dari 4 juta orang lansia menderita Alzheimer dan dikhawatirkan akan terus bertambah hingga 4 kali lipat pada tahun 2050. Hal ini berkaitan dengan bertambahnya usia harapan hidup pada usia lanjut.

    Sahabat Sehat, mengapa demensia kerap dialami para kaum lansia? Mari simak penjelasan berikut.

    Demensia Bukan Proses Normal Penuaan

    Demensia merupakan salah satu penyakit akibat kerusakan sel saraf dan hubungan antar sel saraf pada otak yang menyebabkan penurunan daya ingat, proses dan cara berpikir. Kondisi seperti ini sebagian dialami oleh beberapa orang usia lanjut, namun bukan merupakan hal normal yang berkaitan dengan proses penuaan.

    Demensia akan mempengaruhi beberapa aspek kehidupan seperti kemampuan bersosialisasi hingga aktivitas sehari-hari penderitanya (gangguan mood seperti lebih sensitif, depresi dan timbul rasa cemas dan khawatir berlebihan).

    Banyak lansia hidup tanpa gejala demensia pada masa tuanya. Proses penuaan yang biasanya terjadi, misalnya kelemahan otot dan tulang, kekakuan pembuluh darah dan gangguan daya ingat. Secara umum pengetahuan dan pengalaman, ingatan, serta kemampuan bahasa akan menetap meskipun terjadi proses penuaan.

    medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

    Penyebab Demensia

    Berdasarkan perubahan yang terjadi pada sistem saraf, demensia dibagi menjadi:

    • Penyakit Alzheimer

    Penyakit alzheimer merupakan jenis demensia yang sering kali terjadi. Penyebab alzheimer belum diketahui pasti, namun hal ini dapat disebabkan karena faktor genetik dari keluarga, serta kelainan protein dalam otak yang dapat mengganggu sel saraf dapat menyebabkan demensia. 

    • Demensia Vaskuler

    Kondisi ini disebabkan karena gangguan pembuluh darah di otak yang mensuplai darah ke otak. Pembuluh darah yang bermasalah dapat menyebabkan stroke sehingga mengganggu kerja otak. 

    • Demensia Lewy Body

    Adanya kelainan sel pada otak dengan ditemukannya sejumlah protein tertentu yang disebut lewy body sehingga menyebabkan demensia.

    • Kondisi medis lainnya

    Beberapa kondisi tertentu dapat menyebabkan demensia, seperti :

    • Kelainan metabolisme atau endokrin
    • Multiple sclerosis
    • Perdarahan otak
    • Tumor otak
    • Efek samping obat (obat penenang dan Pereda nyeri)
    • Kekurangan vitamin dan mineral tertentu (vitamin B1, B6, B12, E dan zat besi didalam tubuh)
    • Keracunan logam berat
    • Keracunan bahan kimia
    • Keracunan Alkohol.

    Baca Juga: Ketahui Beragam Jenis Suplemen Penunjang Kesehatan Lansia

    Gejala Demensia

    Demensia ditandai dengan adanya perubahan kemampuan kognitif, seperti berikut :

    • Tahap awal, ditandai dengan mudah lupa, lupa waktu, dan tersesat di jalan
    • Tahap menengah, ditandai dengan lupa peristiwa yang baru terjadi, tersesat di rumah sendiri, sulit merawat diri dan berkomunikasi, memerlukan bantuan orang lain untuk melakukan aktivitasnya, bertanya berulang kali dan berjalan tanpa tujuan
    • Tahap lanjut, ditandai dengan tidak mengenali waktu dan tempat, sulit mengenali kerabat, sulit berjalan, dan perubahan perilaku 

    Sementara itu, perubahan psikologis yang dapat dialami penderita demensia meliputi munculnya depresi, cemas, gangguan berperilaku, paranoid, dan halusinasi.

    Baca Juga: Mengapa Lansia Rentan Mengalami Osteoartritis?

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai demensia yang kerap dialami lansia. Salah satu cara untuk mencegah demensia. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Geriatri. Waspadai dan Kenali Demensia pada Lansia [Internet]. Indonesia : Geriatri. 2021.
    2. World Health Organization. Dementia [Internet]. USA : World Health Organization. 2021.
    3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Menkes: Lansia yang Sehat, Lansia yang Jauh dari Demensia [Internet]. Indonesia : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2016.
    4. Geriatri. Kenali Risiko dan Gejala Demensia Pada Lansia [Internet]. Indonesia : Geriatri. 2021.
    5. Health in Aging. Dementia [Internet]. USA : Health in Aging. 2021.
    6. Centers for Disease Control and Prevention. What Is Dementia? [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2019.
    7. Mayo Clinic. Dementia [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2021.
    Read More
  • Memang osteoartritis pada lansia adalah masalah yang umum terjadi. Namun sebenarnya risiko osteoartritis bisa dicegah dan dihindari. Tentunya jika dilakukan dengan konsisten. Untuk melakukannya dengan baik dan konsisten tentunya Sahabat Sehat perlu mengetahui hal-hal seputar osteoartritis, mulai dari penyebab, risiko kesehatan yang terjadi akibat osteoartritis, hingga pengobatan yang dibutuhkan. Lansia beresiko menderita berbagai penyakit degeneratif […]

    Mengapa Lansia Rentan Mengalami Osteoartritis?

    Memang osteoartritis pada lansia adalah masalah yang umum terjadi. Namun sebenarnya risiko osteoartritis bisa dicegah dan dihindari. Tentunya jika dilakukan dengan konsisten. Untuk melakukannya dengan baik dan konsisten tentunya Sahabat Sehat perlu mengetahui hal-hal seputar osteoartritis, mulai dari penyebab, risiko kesehatan yang terjadi akibat osteoartritis, hingga pengobatan yang dibutuhkan.

    Mengapa Lansia Rentan Mengalami Osteoartritis

    Mengapa Lansia Rentan Mengalami Osteoartritis?

    Lansia beresiko menderita berbagai penyakit degeneratif (penyakit yang timbul akibat proses penuaan), salah satu jenis penyakit degeneratif yaitu Osteoartritis (OA) yang kerap disebut juga sebagai pengapuran sendi. Berdasarkan data Riskesdas pada tahun 2018, tercatat lansia yang menderita penyakit sendi mencapai 37,5% dengan jenis penyakit meliputi osteoarthritis, asam urat, rheumatoid arthritis dan osteoporosis. Apa itu osteoarthritis dan mengapa lansia rentan menderita osteoarthritis ? Mari simak penjelasan berikut.

    Apa Itu Osteoarthritis?

    Osteoarthritis adalah peradangan kronis pada sendi, terutama sendi pada anggota gerak tubuh) yang terjadi akibat kerusakan pada tulang rawan sendi. Osteoarthritis merupakan salah satu jenis radang sendi yang paling sering terjadi terutama pada lansia.

    Gejala yang dialami sebagai tanda mengalami osteoartritis yaitu sendi terasa kaku, nyeri dan bengkak. Osteoarthritis dapat menyerang semua sendi. Namun paling sering dialami pada sendi anggota gerak tubuh, seperti tangan, lutut, pinggul, serta punggung.

    Panggil Dokter: Periksa ataupun Perawatan ke Rumah

    Mengapa Lansia Lebih Rentan Terkena Osteoartritis?

    Osteoarthritis dapat menyerang usia muda hingga usia lanjut. Penyebab osteoarthritis pada usia muda berbeda dengan penyebab saat usia lanjut. Pada usia muda, osteoarthritis dapat disebabkan karena cedera (baik karena olahraga, kecelakaan atau faktor keturunan). Sedangkan pada lansia, biasanya osteoartritis disebabkan karena lemahnya sendi dan tulang seiring dengan pertambahan usia.

    Selain menyebabkan sendi dan tulang menjadi kaku, produksi cairan pelumas sendi atau (disebut juga cairan sinovial) juga berkurang. Sehingga lansia rentan mengalami gesekan antar tulang rawan pada sendi sehingga lambat laun tulang rawan menjadi menipis dan menimbulkan gejala fisik sampai mengganggu aktivitas sehari-hari (tidak bisa berjalan akibat nyeri saat berjalan).

    Baca Juga: Benarkah Fisioterapi Bantu Atasi Saraf Terjepit ?

    Faktor Risiko Terjadinya Osteoartritis pada Lansia

    Banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa osteoarthritis dapat disebabkan karena faktor lingkungan dan juga faktor dari tubuh sendiri. Berikut adalah berbagai faktor resiko terjadinya osteoarthritis pada lansia:

    Usia

    Resiko terjadinya osteoarthritis akan meningkat pada usia diatas 65 tahun. Namun demikian, remaja bahkan anak-anak bisa mengalami osteoartritis. Terutama jika di usia muda mengalami kecelakaan yang berakibat masalah pada persendian.

    Keturunan

    Resiko meningkat pada orang yang memiliki riwayat kondisi yang serupa dengan keluarga. Jika orang tua mengalami osteoartritis karena faktor genetik, ada kemungkinan anak juga akan mengalami hal yang sama. Munculnya osteoartritis akibat genetik ini bisa terjadi pada saat berusia muda, atau saat sudah berusia lanjut.

    Jenis Kelamin

    Wanita mengalami pengapuran sendi lebih banyak apabila dibandingkan dengan pria. Kondisi ini dikaitkan dengan berkurangnya hormon estrogen pada perempuan setelah haid terhenti (menopause). Namun demikian, osteoartritis akibat kecelakaan, terutama kecelakaan kerja lebih sering terjadi pada pria.

    Kelebihan Berat Badan

    Kelebihan berat badan atau obesitas akan memberikan tekanan lebih besar pada persendian, tulang rawan dan tulang terutama pada anggota gerak bawah (kaki). Hal berikut yang menyebabkan terjadinya pengapuran pada lutut sehingga nantinya akan membatasi pergerakan pada lansia.

    Pekerjaan

    Pekerjaan yang melibatkan sendi seperti instruktur olahraga, atlet angkat beban, pengangkut barang dan lain sebagainya yang mengakibatkan tekanan berlebih pada lutut akan menyebabkan terjadinya radang sendi lebih mudah terjadi.

    Cedera Sendi

    Cedera sendi pada seseorang yang mengalami kecelakaan atau terjatuh dapat menyebabkan pengapuran pada sendi dan terjadi osteoarthritis.

    Penyakit Lainnya

    Mempunyai penyakit lain pada sendi seperti rheumatoid arthritis, asam urat juga akan meningkatkan resiko terjadinya radang sendi atau osteoarthritis.

    Baca Juga: Penderita Vertigo Perlukah Melakukan Fisioterapi ?

    Penanganan Osteoartritis Pada Lansia

    Membiarkan osteoartritis pada lansia dapat meningkatkan rasa sakit akibat pengapuran sendi. Selain itu, risiko sendi menjadi tidak berfungsi total akan sangat besar. Berikut adalah berbagai penanganan untuk mengatasi osteoartritis pada lansia, yaitu: 

    Pemberian obat-obatan

    Untuk meredakan nyeri akibat radang sendi, Sahabat Sehat dapat mengkonsumsi obat pereda radang. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai keluhan yang dialami.

    Fisioterapi

    Pada penderita Osteoartritis dianjurkan melakukan latihan gerak atau fisioterapi untuk memperkuat otot, tulang, dan sendi sehingga mengurangi rasa nyeri dan kaku

    Prosedur Operasi

    Operasi pada penderita osteoarthritis dapat dilakukan guna memperbaiki atau mengganti sendi yang rusak. Cara ini sangat efektif namun tentunya membutuhkan biaya yang cukup besar.

    Rutin Berolahraga

    Pilih olahraga ringan seperti berenang, jalan santai, bersepeda dan yoga agar memperkuat tulang, sendi dan otot tubuh. Jangan terlalu memaksakan diri jika dirasa tulang dan sendi sudah terasa ngilu atau sakit untuk mencegah cidera yang diakibatkan berolahraga di usia lanjut.

    Menurunkan Berat Badan

    Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, salah satu penyebab osteoarthritis yaitu akibat berat badan berlebih. Maka Sahabat Sehat dianjurkan menerapkan pola hidup sehat dan seimbang untuk menjaga berat badan tetap ideal.

    Baca Juga: Inilah Berbagai Jenis Terapi Pasca Stroke Agar Cepat Pulih

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai osteoarthritis pada lansia atau orang berusia lanjut. Salah satu cara menjaga kesehatan sendi adalah dengan mengkonsumsi buah, sayur, serta susu. Jika Sahabat Sehat membutuhkan produk susu khusus lansia, segera manfaatkan layanan pesan-antar Prosehat. Sahabat Sehat juga bisa menjadwalkan layanan home care dari Prosehat saat persendian terasa sakit. Anda hanya perlu menunggu di rumah dan tim medis Prosehat akan datang melayani.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Geriatri Lansia Sehat Bahagia. Waspada Osteoartritis pada Lansia.
    2. Geriatri Lansia Sehat Bahagia. Mengenali Penyakit Kronis pada Lansia: Osteoartritis.
    3. National Institute on Aging. Osteoarthritis.
    4. Morrison, M.D. W. Osteoarthritis (OA) Risk Factors and Causes.
    5. American Nurse. Managing knee osteoarthritis in older adults.
    Read More
  • Kolesterol adalah zat alami yang diproduksi dalam tubuh dan bisa juga didapat dari asupan. Zat ini memiliki banyak fungsi, salah satunya adalah membuat hormon dan mencerna lemak. Akan tetapi, jika kadar kolesterol dalam darah terlampau tinggi, berbagai penyakit kronis seperti hipertensi (darah tinggi), diabetes, stroke, hingga jantung dapat terjadi. Lantas, kebiasaan buruk seperti apa yang […]

    Berbagai Kebiasaan Buruk Pemicu Kolesterol Tinggi

    Kolesterol adalah zat alami yang diproduksi dalam tubuh dan bisa juga didapat dari asupan. Zat ini memiliki banyak fungsi, salah satunya adalah membuat hormon dan mencerna lemak. Akan tetapi, jika kadar kolesterol dalam darah terlampau tinggi, berbagai penyakit kronis seperti hipertensi (darah tinggi), diabetes, stroke, hingga jantung dapat terjadi.

    Lantas, kebiasaan buruk seperti apa yang dapat memicu terjadinya kolesterol tinggi?

    Berbagai Kebiasaan Buruk Pemicu Kolesterol Tinggi

    Berbagai Kebiasaan Buruk Pemicu Kolesterol Tinggi

    Fungsi Kolesterol Bagi Tubuh

    Kolesterol adalah lemak yang terdapat diseluruh tubuh dan berfungsi dalam membentuk sel, memproduksi vitamin D, menghasilkan hormon, dan mencerna makanan. Kolesterol dalam tubuh diangkut oleh lipoprotein. Lipoprotein terbagi menjadi dua, yakni high density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik yang berfungsi membawa kolesterol dari tubuh ke hati untuk dieliminasi oleh tubuh, dan low density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat yang dapat memicu penumpukan kolesterol di pembuluh darah. 

    Apabila kadar kolesterol dalam tubuh tinggi, maka tumpukan LDL dalam darah akan semakin besar hingga dapat menyempitkan pembuluh darah. Kondisi inilah yang kemudian menyebabkan timbulnya berbagai masalah kesehatan.

    Meski hal ini dapat terjadi secara alami seperti akibat penuaan, namun kondisi ini juga dapat disebabkan oleh faktor lain, salah satunya gaya hidup atau kebiasaan buruk yang mungkin tidak Anda sadari. 

    Dapatkan: Layanan Medical Check Up dari ProSehat

    Kebiasaan Buruk Penyebab Kolesterol Tinggi

    Kadar kolesterol yang tinggi biasanya tidak memberikan tanda atau gejala yang spesifik. Untuk memastikannya, Anda perlu menjalani tes darah. Ini karena tanda dan gejalanya cenderung muncul saat kolesterol tinggi sudah menyebabkan penyakit pada tubuh. 

    Seseorang akan berisiko menderita kolesterol dua kali lipat apabila memiliki riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi. Namun, Anda yang tidak memiliki riwayat keluarga kolesterol tinggi pun juga dapat mengalami gangguan kesehatan ini apabila memiliki beberapa kebiasaan berikut ini:

     

    • Pola makan sehari-hari yang tidak sehat

     

    Kualitas dan kuantitas dari asupan makanan yang Anda konsumsi setiap harinya berperan besar dalam menentukan kadar kolesterol Anda. Kebiasaan sering mengonsumsi makan tinggi kolesterol seperti jeroan, makanan laut, daging merah, produk susu, serta berbagai makanan olahan atau cepat saji (terutama gorengan) dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dan menurunkan kadar kolesterol baik. 

    Untuk itu, ubahlah kebiasaan makan Anda sehari-hari dengan mengonsumsi makanan yang kaya lemak baik, buah-buahan, dan sayuran untuk mengontrol kadar kolesterol dalam tubuh. Contoh makanan yang kaya akan lemak baik, termasuk:

    1. Ikan sarden, salmon, tuna yang tinggi kandungan lemak omega 3.
    2. Alpukat, kacang-kacangan (almon, kenari, hazelnut) dan minyak zaitun yang mengandung lemak tak jenuh.
    3. Sayuran hijau seperti bayam, brokoli, dan kangkung yang mengandung asam lemak omega 3. 
    4. Telur yang kaya akan omega  3, namun perlu diingat mengonsumsi telur cukup satu butir setiap dua tiga hari sekali.

    Makanan diatas dapat Anda olah dengan cara direbus, tim, kukus, maupun di panggang. Hindari menggoreng dengan minyak karena sama saja mengandung kolesterol jahat. 

     

    • Kurang aktif bergerak

     

    Gaya hidup sedentari merupakan gaya hidup seseorang yang kurang aktif bergerak. Apabila Anda kurang aktif bergerak, tubuh akan kehilangan kemampuannya dalam membakar lemak menjadi energi, akibatnya lemak akan terus menumpuk di dalam tubuh. Tumpukan lemak inilah yang menyebabkan tingginya kadar kolesterol jahat. 

    Untuk menghindarinya, Anda dapat melakukan olahraga rutin secara teratur minimal 30 menit setiap harinya agar kadar kolesterol tetap terkendali. Jenis olahraga yang mampu menurunkan kadar kolesterol jahat adalah kardiovaskular seperti bersepeda atau berjalan. 

     

    • Berat badan berlebih atau obesitas

     

    Orang dengan berat badan berlebih atau obesitas lebih rentan terhadap kolesterol tinggi dibanding orang yang memiliki berat badan ideal yang stabil. 

    Hal ini karena lemak yang terakumulasi pada orang yang memiliki berat badan berlebih akan menurunkan kemampuan tubuh dalam mengeliminasi lemak di dalam tubuh, sehingga akan meningkatkan risiko terjadinya plak pada pembuluh darah. Menurunkan indeks massa tubuh (IMT) sebesar 10% saja dapat mengurangi risiko terkena penyakit kardiovaskular yang parah. 

    Baca Juga: Hati-hati Kolesterol Tinggi dan Mengganggu Lebaran Anda

     

    • Skinny fat

     

    Tak hanya pada orang gemuk, kolesterol tinggi juga bisa dialami oleh orang kurus. Orang yang sulit mengalami kenaikan berat badan cenderung sering mengabaikan makan yang dikonsumsinya. Kondisi ini kemudian akan membuat mereka merasa baik-baik saja jika mengonsumsi makanan berlemak dan berkolesterol secara berlebihan. 

    Padahal, orang kurus yang sering disebut sebagai skinny fat ini juga memiliki risiko yang sama berbahaya atau bahkan lebih berbahaya dibanding dengan orang yang obesitas. Ini karena mereka memiliki pola makan yang tidak sehat dan tidak menyadari kondisi kesehatan tubuhnya. Sebuah riset membuktikan bahwa 1 di antara 4 orang yang kurus mengalami obesitas secara prediabetes atau metabolik. 

    Istilah Metabolically Obese Normal Weight atau MONW diciptakan untuk orang yang memiliki berat badan ideal namun juga memiliki lemak tubuh yang banyak. Orang diabetes yang kurus lebih rentan kematian daripada orang diabetes yang memiliki berat badan berlebih. 

    Oleh sebab itu, jangan pernah meremehkan kesehatan meskipun Anda bertubuh kurus. Karena bukan hal yang tak mungkin Anda memiliki lemak dan kolesterol tinggi. Maka dari itu, selalu terapkan gaya hidup sehat dengan melakukan diet sehat dan olahraga teratur. Jangan lupa untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. 

     

    • Stres

     

    Stres sangat berkaitan dengan kebiasaan diet yang kurang sehat dan berat badan berlebih, terutama pada pria. Diet yang tidak sehat menjadi salah satu faktor risiko kolesterol tinggi. 

    Sebuah penelitian yang melibatkan 90.000 orang menunjukan bahwa mereka yang mengalami stres di tempat kerja cenderung memiliki kadar kolesterol yang tidak normal. Kondisi ini dapat berupa jumlah kolestrol tinggi, rendahnya kolesterol baik dan tingginya kolesterol jahat. 

    Hal ini dapat dipicu oleh tubuh yang mengeluarkan hormon kortisol saat stres. Kadar kortisol yang tinggi dalam jangka panjang dapat meningkatkan kadar kolesterol. Selain itu, hormon adrenalin yang dilepaskan oleh tubuh juga dapat trigliserida yang dapat meningkatkan kolesterol jahat. 

    Pemicu stres memang tidak bisa dihilangkan. Namun, stres dapat diatasi dengan cara melepas beberapa pekerjaan atau pikiran yang melelahkan dan berolahraga lebih teratur. Berbagi cerita dengan keluarga atau teman terdekat yang dapat membantu melepaskan sedikit beban stres. 

     

    • Konsumsi alkohol berlebih

     

    Mengonsumsi minuman beralkohol berlebih merupakan faktor pemicu terjadinya kolesterol tinggi. Racun pada alkohol dapat menurunkan fungsi hati, pembuluh darah, dan jantung. Sehingga tubuh akan kesulitan menjalankan fungsinya dalam membakar kolesterol, akibatnya kadarnya dalam tubuh semakin tinggi dan menyebabkan plak dalam pembuluh darah. 

    Penyakit Tertentu Juga Bisa Jadi Penyebab

    Tak hanya kebiasan buruk, kolesterol tinggi juga dapat terjadi akibat adanya penyakit didalam tubuh yang berpotensi meningkatkan kadar kolesterol dalam darah Anda. Beberapa penyakit yang dimaksud, antaralain:

    • Diabetes
    • Gangguan liver dan masalah ginjal
    • Gangguan kelenjar tiroid
    • Tekanan darah tinggi

    Apabila Anda tidak memiliki kebiasaan buruk, tetapi terkena kolesterol tinggi, sebaiknya segeralah periksa riwayat kesehatan keluarga Anda. Sebab, kolesterol tinggi tak hanya dapat terjadi akibat kebiasaan buruk yang dijalani. 

    Baca Juga: Inilah Berbagai Jenis Terapi Pasca Stroke Agar Cepat Pulih

    Ayo rutin periksakan kesehatan Anda dan keluarga bersama layanan Medical Check Up dari Prosehat. Layanan ini dapat dilakukan di rumah dan di klinik Prosehat di Palmerah Jakarta Barat dan Grand Wisata Bekasi. Dengan mengetahui status kesehatan, Anda dapat mencegah terjadinya penyakit atau perburukan dari suatu penyakit.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. www.heart.org. 2022. Causes of High Cholesterol. Mayo Clinic. 2022. High cholesterol – Symptoms and causes.
    2. Mayasari, D., 2022. Dangerous Habits that May be Raising Your Cholesterol | TIMES Indonesia.
    3. www.heart.org. 2022. Common Misconceptions about Cholesterol.
    4. Centers for Disease Control and Prevention. 2022. Knowing Your Risk: High Cholesterol.
    Read More
  • Berpuasa selama bulan Ramadhan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Ada banyak sekali manfaat dari berpuasa, salah satunya adalah mengendalikan tekanan darah. Namun, bagi Anda yang menderita tekanan darah tinggi, ada beberapa hal yang perlu diketahui agar dapat beribadah dengan aman dan nyaman.  Pada dasarnya, penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi dibolehkan berpuasa selama bulan Ramadhan […]

    Apa yang Perlu Diperhatikan Saat Puasa bagi Penderita Hipertensi?

    Berpuasa selama bulan Ramadhan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Ada banyak sekali manfaat dari berpuasa, salah satunya adalah mengendalikan tekanan darah. Namun, bagi Anda yang menderita tekanan darah tinggi, ada beberapa hal yang perlu diketahui agar dapat beribadah dengan aman dan nyaman. 

    Pada dasarnya, penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi dibolehkan berpuasa selama bulan Ramadhan asalkan tekanan darahnya terkontrol dan tidak memiliki komplikasi serius. Para pakar kesehatan juga berpesan agar penderita hipertensi untuk selalu disiplin dalam mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan dan menjalani pola hidup sehat. 

    Apa yang Perlu Diperhatikan Saat Puasa bagi Penderita Hipertensi

    Apa yang Perlu Diperhatikan Saat Puasa bagi Penderita Hipertensi?

    Mencegah Hipertensi Kambuh saat Puasa

    Hipertensi adalah kondisi yang terjadi saat tekanan darah meningkat hingga jauh diatas angka normal. Pada kondisi normal, tekanan darah pada orang yang sehat berkisar antara 90/60 mmHg sampai 120/80 mmHg. Namun, jika seseorang memiliki tekanan darah mencapai 140/90 mmHg atau lebih, kondisi tersebut dapat dikategorikan sebagai hipertensi atau tekanan darah tinggi. 

    Dapatkan: Nature’s Plus Garlic And Parsley Oil Softgels

    Hipertensi bisa saja kambuh selama puasa. Namun Anda yang menderita hipertensi tak perlu khawatir karena kondisi ini dapat dicegah apabila Anda memerhatikan hal-hal berikut ini:

    Rutin memeriksakan diri ke dokter

    Selama menjalankan ibadah puasa, penderita hipertensi tetap harus memeriksakan diri ke dokter secara rutin guna memantau kondisi kesehatan. Dengan demikian, kondisi kesehatan Anda akan lebih terkontrol dan dokter dapat memastikan apakah tubuh Anda cukup sehat untuk berpuasa atau tidak.

    Hindari konsumsi garam berlebih

    Mengonsumsi makanan yang mengandung terlalu banyak garam dapat meningkatkan risiko kekambuhan hipertensi. Itulah mengapa penderita hipertensi disarankan untuk menghindari makanan tinggi garam, baik saat sahur maupun berbuka.

    Beberapa makanan yang mengandung banyak asupan garam antara lain makanan olahan seperti sosis, keju, keripik, makanan kaleng, saus instan, dan sebagainya. Untuk menyiasatinya, Anda dapat mengganti garam dengan bawang putih atau rempah lain yang dapat memberikan sensasi gurih pada makanan. 

    Baca Juga: Penderita Hipertensi Wajib Tahu ! 10 Macam Buah Penurun Tekanan Darah

    Cukupi kebutuhan air putih

    Tekanan darah akan terpengaruh saat Anda kekurangan cairan selama puasa. Untuk itu, penting untuk selalu memenuhi kebutuhan air harian di waktu sahur dan berbuka. Hindari mengonsumsi minuman berkafein seperti teh, kopi, ataupun minuman bersoda karena dapat meningkatkan tekanan darah. 

    Perbanyak asupan buah dan sayur

    Jadikan buah dan sayur sebagai menu yang harus ada saat sahur maupun berbuka. Sebab, buah dan sayur kaya akan kalium yang bermanfaat untuk mengurangi efek natrium pada darah, sehingga tekanan darah akan terjaga.

    Olahraga dan istirahat yang cukup

    Melakukan olahraga secara teratur juga mampu mencegah hipertensi. Anda dapat melakukan olahraga ringan sebelum berbuka atau setelah sahur saat energi masih banyak. Kapanpun Anda berolahraga, waspada jangan sampai dehidrasi (kekurangan cairan) atau menjadi terlalu lemas. Konsultasikan dengan dokter jenis olahraga yang terbaik bagi Anda.

    Usahakan untuk rutin berolahraga setidaknya 150 menit dalam seminggu untuk menurunkan 5-8 mmHg pada tekanan darah. Imbangi pula dengan tidur malam yang cukup setidaknya 7 jam untuk menjaga stamina saat berpuasa. 

    Baca Juga: Mengenal Diet DASH untuk Penderita Hipertensi

    Sahabat Sehat, itulah hal-hal yang perlu diperhatikan penderita hipertensi saat berpuasa. Siapkan diri dengan baik dan lakukan pemantauan kesehatan secara berkala agar Anda dapat menikmati beribadah saat bulan Ramadhan.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan ProSehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Cleveland Clinic. 2022. Does Fasting Affect Heart and Blood Pressure.
    2. nhs.uk. 2022. High blood pressure (hypertension).
    3. Harvard Health. 2022. 6 simple tips to reduce your blood pressure.
    4. Billock, J., 2022. How to lower blood pressure quickly and naturally. The Checkup. 
    Read More
  • Fisioterapi mungkin tidak sepopuler program pemulihan medis lainnya, seperti hipnoterapi atau kemoterapi. Padahal, peringatan Hari Fisioterapi sedunia telah dirayakan setiap 8 September sejak 1996. Perayaan ini diadakan dalam rangka menghormati dan menegaskan kerja keras pada fisioterapis serta peran penting mereka dalam memulihkan kesehatan pasien lewat berbagai metode terapi yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasien.  Apa […]

    Fisioterapi Berguna Pada Kasus Apa Saja? Begini Penjelasannya

    Fisioterapi mungkin tidak sepopuler program pemulihan medis lainnya, seperti hipnoterapi atau kemoterapi. Padahal, peringatan Hari Fisioterapi sedunia telah dirayakan setiap 8 September sejak 1996.

    Perayaan ini diadakan dalam rangka menghormati dan menegaskan kerja keras pada fisioterapis serta peran penting mereka dalam memulihkan kesehatan pasien lewat berbagai metode terapi yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasien. 

    Fisioterapi Berguna Pada Kasus Apa Saja Begini Penjelasannya

    Fisioterapi Berguna Pada Kasus Apa Saja? Begini Penjelasannya

    Apa Itu Fisioterapi?

    Fisioterapi alias terapi fisik adalah metode perawatan kesehatan rehabilitatif yang menggunakan profesional medis terlatih dan berlisensi, yang didukung dengan peralatan yang dirancang khusus dan rejimen olahraga guna memulihkan fungsi fisik yang abnormal. Singkatnya, fisioterapi adalah profesi dibidang kesehatan yang bertujuan untuk membantu proses pemulihan pasien dari sakit, cedera, atau disabilitas dengan memberikan perawatan yang tepat. 

    Ahli fisioterapi disebut fisioterapis. Dalam hal ini fisioterapi harus berlisensi dan bekerja sama dengan tim medis lain di pusat rehabilitasi, rumah sakit, pusat olahraga dan kebugaran, sekolah, maupun kantor. Melalui fisioterapi pasien akan dibantu dan dibimbing untuk mengembalikan kemampuan fungsional dan gerakannya. Fisioterapis juga akan memberikan saran dan rekomendasi agar terhindar dari cedera dalam aktivitas tertentu, khususnya bagi atlet olahraga. 

    Dapatkan: Layanan Fisioterapi dari ProSehat

    Mengapa Fisioterapi Penting Dilakukan ?

    Fisioterapis adalah seorang profesional medis yang memiliki pengetahuan tentang biomekanik tubuh. Jadi apabila ada kekurangan dalam gerakan fisik tubuh, fisioterapis akan mengidentifikasi akar penyebabnya dan mulai mengobatinya dengan perawatan yang sesuai. 

    Bagian tubuh tertentu mungkin akan melemah setelah mengalami cedera atau perlu dipulihkan setelah menjalani operasi. Dengan melakukan fisioterapi, Sahabat Sehat akan menargetkan pola latihan pada area tubuh yang bermasalah agar lekas pulih sembari menghilangkan stres tanpa menimbulkan rasa sakit. 

    Khusus untuk perawatan pasca operasi, fisioterapi dinilai sebagai solusi paling efektif dalam penyembuhan bebas stres. Dengan melakukan fisioterapi, mereka akan mengobati bagian tubuh yang melemah serta membantu meningkatkan kualitas hidup Sahabat Sehat. 

    Baca Juga: Seperti Apa Fisioterapi pada Osteoartritis?

    10 Gangguan Kesehatan yang Dapat Diatasi dengan Fisioterapi

    Fisioterapi dapat menjadi alternatif untuk memulihkan pasien dari berbagai gangguan kesehatan namun pasien harus berkonsultasi langsung dengan fisioterapi atau mendapatkan rujukan dari dokter yang menangani. Dalam sesi konsultasi tersebut fisioterapi akan mempelajari riwayat kesehatan pasien, menilai, mendiagnosis, untuk kemudian menyusun rencana perawatan yang sesuai dengan diagnosis tersebut. Berikut kegunaan fisioterapi dalam mengatasi beberapa gangguan kesehatan, antara lain:

    Sindrom Carpal Tunnel

    Carpal tunnel syndrome (CST) merupakan kondisi yang umum terjadi pada pergelangan tangan dan tangan yang jika dibiarkan dapat mempengaruhi fungsi tangan keseluruhan. Kondisi inni dipicu oleh tekanan pada saraf median (saraf yang terdapat di pangkal telapak tangan). Penyakit ini biasanya akan menimbulkan gejala berupa sering kesemutan dan kebas. 

    Gangguan Pada Sendi Temporomandibular

    Persendian yang berada di kedua sisi kepala dan tepat di depan telinga bernama sendi temporomandibular (TMJ). Sendi ini berfungsi menghubungkan mandibula (tulang rahang) ke tulang temporal (tengkorak). Tanda dan gejala TMD berupa rasa sakit dan nyeri di atau sekitar telinga, otot-otot rahang, pelipis, wajah, atau sendi rahang. 

    Selain itu, gangguan kesehatan ini juga memiliki gejala lainnya seperti masalah dalam membuka atau menutup mulut dan menimbulkan suara klik, saat menguap, mengunyah, atau sekedar membuka mulut. Kondisi ini sering dikaitkan dengan sakit kepala dan nyeri leher. 

    Cerebral Palsy

    Cerebral palsy merupakan penyakit yang menggambarkan kecacatan akibat kerusakan pada jaringan otak selama masa kehamilan, kelahiran, atau selama masa kanak-kanak. Perkembangan yang tidak normal atau cedera pada jaringan otak akan mengganggu sinyal saraf ke otot, sehingga hal ini dapat menyebabkan postur tubuh tampak kaku dan sulit berkoordinasi. 

    Penyakit Parkinson

    Penyakit Parkinson adalah penyakit yang mengganggu sistem saraf sehingga dapat mempengaruhi gerakan tubuh. Penyakit ini biasanya memiliki gejala yang muncul secara bertahap, yang terkadang dimulai dengan tremor pada tangan disertai dengan kekakuan atau lambatnya gerakan. 

    Pada tahapan awal, parkinson mungkin akan membuat wajah kehilangan kemampuan berekspresi atau bahkan tanpa ekspresi. Saat berjalan pun, lengan mungkin akan berayun dengan sendirinya. Selain itu, gaya bicara juga menjadi kurang jelas. Apabila tidak segera ditangani, gejala penyakit Parkinson akan memburuk seiring waktu.  

    Nyeri Punggung Bagian Belakang

    Gangguan kesehatan yang satu ini sangat umum terjadi. Nyeri punggung bagian bawah biasanya diakibatkan karena riwayat cedera maupun ketegangan otot. Selain itu, nyeri punggung ini juga bisa menjadi pertanda adanya kondisi medis lain yang mendasarinya misalnya akibat saraf terjepit.

    Rasa sakit dan nyeri yang muncul secara tiba-tiba atau bertahap dan dapat terasa tumpul hingga sakit yang hebat dan tajam. Bahkan pada beberapa orang, kondisi ini muncul dengan rasa sakit yang luar biasa. 

    Nyeri Skiatika

    Skiatika merupakan rasa sakit yang menjalar di sepanjang jalur saraf skiatika, yang bercabang dari punggung bawah melalui area pinggul dan bokong, kemudian turun ke kaki. Umumnya, nyeri punggung ini hanya memengaruhi satu sisi tubuh Anda. 

    Rasa nyeri panggul ini disebabkan oleh piringan hernia, taji tulang belakang, atau penyempitan pada tulang belakang (stenosis tulang belakang) sehingga menekan bagian saraf. Akibatnya menyebabkan peradangan yang menimbulkan rasa sakit hingga sensasi mati rasa pada kaki yang sakit. 

    Vertigo

    Vertigo merupakan sensasi perasaan ketidak seimbangan yang disertai dengan pusing berputar. Umumnya, vertigo disebabkan oleh masalah pada telinga bagian dalam. Penyebab vertigo yang paling banyak ditemukan adalah jenis vertigo posisi paroksismal jinak (BPPV), yang diakibatkan karena menggumpalnya partikel-partikel kalsium kecil pada kanal telinga bagian dalam. 

    Golfer elbow

    Golfer elbow merupakan sebuah kondisi yang dapat menyebabkan rasa sakit pada tendon otot lengan yang menempel pada tonjolan tulang di bagian dalam siku. Rasa sakit yang muncul mungkin akan menyebar hingga ke lengan dan pergelangan tangan.

    Ankle Sprain

    Ankle sprain atau disebut juga keseleo pada area mata kaki disebabkan oleh ligamen yang menghubungkan antara tulang-tulang pergelangan kaki yang akan terluka ketika digunakan dengan kekuatan pergelangan atau bahkan tarikan yang berlebih, yang disertai oleh tekanan kuat dari tubuh bagian atas. 

    Shin Splint

    Atlet yang menderita shin splint akan mengeluh kesakitan di tulang kaki bagian bawah. Kondisi ini paling sering terjadi pada atlet pelari atau yang berpartisipasi dalam olahraga lari, seperti atletik dan sepak bola. Atlet biasanya akan didiagnosa menderita shin splint pada babak awal pertandingan, karena mereka cenderung meningkatkan aktivitas atau jarak tempuh yang terlalu cepat. 

    Baca Juga: Penderita Vertigo Perlukah Melakukan Fisioterapi ?

    Nah Sahabat Sehat, itulah informasi mengenai manfaat fisioterapi serta penyakit yang dapat diatasi dengan melakukan fisioterapi. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan ProSehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Therapy X.. 20 Diseases Treated by Physical Therapy [Internet]. USA : X Cell Orthopedics.
    2. VishwaRaj Hospital. 17 Diseases Treated by Physical Therapy [Internet]. USA : Vishwaraj Hospital.
    3. Therapia. Therapia – Common Physiotherapy Conditions [Internet]. USA : Therapia.
    4. Mentalfloss. 16 Conditions You Didn’t Know Physical Therapy Could Help Treat [Internet]. USA : Mentalfloss.
    5. National Health Service. Physiotherapy – Techniques [Internet]. UK : National Health Service.
    Read More
  • Sahabat Sehat, seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh manusia melemah sehingga membuat tubuh lebih sulit dalam melawan infeksi. Orang lanjut usia (lansia) lebih mungkin terkena penyakit seperti flu, radang paru-paru, dan herpes zoster, dan mengalami komplikasi yang dapat menyebabkan sakit jangka panjang, rawat inap, dan bahkan kematian. Vaksin sangat penting untuk lansia. Terlebih, jika lansia […]

    Kenali 3 Vaksinasi yang Penting untuk Lansia

    Sahabat Sehat, seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh manusia melemah sehingga membuat tubuh lebih sulit dalam melawan infeksi. Orang lanjut usia (lansia) lebih mungkin terkena penyakit seperti flu, radang paru-paru, dan herpes zoster, dan mengalami komplikasi yang dapat menyebabkan sakit jangka panjang, rawat inap, dan bahkan kematian.

    Kenali 3 Vaksinasi yang Penting untuk Lansia

     

    Vaksin sangat penting untuk lansia. Terlebih, jika lansia memiliki penyakit kronis seperti diabetes atau penyakit jantung, mendapatkan vaksinasi akan lebih bermanfaat. Vaksin dapat melindungi lansia dari penyakit serius (dan komplikasi terkait) sehingga ia dapat tetap sehat seiring bertambahnya usia.

    Bagi Sahabat Sehat yang sudah lanjut usia atau sedang merawat lansia di rumah, yuk cari tahu vaksin apa saja yang dibutuhkan di usia lanjut.

    Angka Harapan Hidup terus Meningkat

    Masih banyak orang beranggapan bahwa vaksinasi selesai di masa kecil. Sebagian lainnya merasa vaksinasi tambahan dilakukan hanya jika diperlukan, misalnya vaksin meningitis untuk umroh atau haji dan vaksin darurat seperti vaksin Covid-19.

    Program vaksinasi dewasa memang masih belum banyak terdengar di masyarakat. Padahal, manfaatnya sama besarnya dengan vaksin saat kanak-kanak.

    Angka harapan hidup yang terus meningkat di Indonesia menjadi sebuah tantangan bagi masyarakat untuk melindungi orang tua dari kesakitan. Pada tahun 1990, angka harapan hidup orang Indonesia adalah sekitar 62 tahun. Itu adalah rata-rata lamanya hidup orang Indonesia. Tahun 2019, angka harapan hidup orang Indonesia meningkat menjadi 71 tahun. Hal ini bisa terjadi karena adanya kemajuan ekonomi, lebih mudahnya akses layanan kesehatan, dan sebagainya.

    Peningkatan angka harapan hidup ini membuat vaksinasi menjadi sarana penting untuk melindungi kelompok usia rentan ini. Penyakit menular seperti influenza dan pneumonia adalah salah satu pembunuh utama lansia di dunia.

    Dapatkan: Layanan Vaksinasi Flu ke Rumah dari ProSehat

    Vaksinasi yang Penting untuk Lansia

    Sesuai pedoman jadwal imunisasi dewasa yang direkomendasikan oleh Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) tahun 2021, jenis vaksinasi yang dibutuhkan oleh lansia adalah sebagai berikut:

    Influenza

    Influenza adalah penyakit yang sangat serius bagi lansia (orang berusia 65 tahun ke atas). Selain itu, penyakit ini juga membahayakan orang dengan kondisi medis tertentu sehingga meningkatkan risiko menjadi sakit berat dan komplikasi.

    Strain virus influenza berubah setiap tahun dan vaksin berubah setiap tahun untuk menyesuaikan dengan strain baru. Itulah mengapa penting untuk mendapatkan vaksin influenza setiap satu tahun sekali.

    Penyakit influenza seringkali diremehkan karena dianggap seperti batuk dan pilek biasa. Walau memang sama-sama menimbulkan gejala pilek, namun influenza menyebabkan demam, badan meriang, dan sesak nafas atau nafas terasa berat. Maka, vaksinasi influenza sangat direkomendasikan bagi semua orang, terutama lansia yang imunitasnya semakin turun seiring bertambahnya usia.

    Pneumokokus (PCV-13/ PPSV-23)

    Penyakit pneumokokus adalah infeksi bakteri. Penyakit ini sangat serius pada orang tua dan dapat menyebabkan radang paru-paru (pneumonia), infeksi darah (sepsis), dan radang selaput otak (meningitis).

    Ada dua macam vaksin pneumokokus, yaitu vaksin PCV-13 dan vaksin PPSV-23. Vaksin PCV-13 melindungi dari 13 macam bakteri penyebab pneumonia, sedangkan PPSV-23 melindungi dari 23 macam bakteri.

    Jika lansia belum pernah divaksinasi pneumokokus saat kecil, ia bisa mendapatkan vaksinasi PCV-13 terlebih dahulu dan dilanjutkan PPSV-23 satu tahun kemudian, atau sebaliknya. Vaksin PCV-13 dapat diberikan mulai usia 50 tahun ke atas, sedangkan vaksin PPSV-23 diberikan mulai usia 60 tahun ke atas. Pemberian kedua jenis vaksin ini tidak boleh dalam waktu yang bersamaan.

    Baca Juga: 10 Jenis Medical Check Up Rutin yang Perlu Dilakukan Lansia

    Herpes zoster

    Herpes zoster adalah penyakit yang disebabkan ketika virus cacar air (varisela) aktif kembali. Penyakit ini dapat menyebabkan nyeri saraf yang parah dan dapat berlangsung selama berbulan-bulan.

    Vaksin herpes zoster direkomendasikan untuk orang berusia 50 tahun ke atas karena kelompok usia tersebut berisiko lebih tinggi terkena herpes zoster. Seiring bertambahnya usia, kekebalan tubuh terhadap virus varisela-zoster menurun. Hal ini meningkatkan kemungkinan virus varisela-zoster menjadi aktif kembali.

    Sahabat Sehat, itulah rekomendasi vaksinasi untuk lansia. Pencegahan adalah cara yang paling efektif untuk melindungi kesehatan lansia, dan vaksinasi terhadap penyakit menular yang paling umum adalah pendekatan yang paling disarankan.

    Ayo segera lindungi lansia dari penyakit menular yang membahayakannya. Jadwalkan vaksinasi lansia bersama ProSehat, baik di klinik Prosehat maupun di rumah untuk kenyamanan dan kemudahan Sahabat Sehat.

    Layanan di klinik Prosehat bisa dilakukan di Grand Wisata Bekasi dan Palmerah Jakarta Barat dengan kisaran harga promo sebagai berikut (harga dapat berubah sewaktu-waktu):

    Vaksin Influenza 4 strain di klinik Rp. 299.000
    Vaksin Influenza 4 strain di rumah Rp. 550.000
    Vaksin PCV-13 di klinik Rp. 960.000
    Vaksin PCV-13 di rumah Rp. 1.200.000
    Vaksin PPSV-23 di klinik Rp. 990.000
    Vaksin PPSV-23 di rumah Rp. 1.250.000

    Baca Juga: Pentingnya Memberi Vaksin Flu untuk Orang Tua atau Lansia

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan ProSehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.

    Ditulis oleh: dr. Nurul L
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Adults Age 65 and Older. HHS.
    2. Jadwal Imunisasi Dewasa 2021. PAPDI. 
    3. Immunisations for adults and seniors. Australia Government Department of Health.
    4. Ciabattini A, et al. Vaccination in the elderly: The challenge of immune changes with aging. 
    Read More
  • Tanggal 29 Mei 2022 yang jatuh pada hari Minggu diperingati sebagai Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN). Setiap tahunnya pada tanggal 29 Mei, HLUN dirayakan untuk mengapresiasi peran penting para lanjut usia Indonesia dalam kiprahnya mempertahankan kemerdekaan, mengisi pembangunan dan memajukan bangsa.  Peringatan HLUN pada tahun 2022 kali ini memiliki suasana yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, […]

    10 Jenis Medical Check Up Rutin yang Perlu Dilakukan Lansia

    Tanggal 29 Mei 2022 yang jatuh pada hari Minggu diperingati sebagai Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN). Setiap tahunnya pada tanggal 29 Mei, HLUN dirayakan untuk mengapresiasi peran penting para lanjut usia Indonesia dalam kiprahnya mempertahankan kemerdekaan, mengisi pembangunan dan memajukan bangsa. 

    Peringatan HLUN pada tahun 2022 kali ini memiliki suasana yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dimana banyak kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat, terutama kelompok lanjut usia.

    10 Jenis Medical Check Up Rutin yang Perlu Dilakukan Lansia

    10 Jenis Medical Check Up Rutin yang Perlu Dilakukan Lansia

    Pasalnya, banyak lansia yang belum memahami pentingnya Medical Check Up (MCU), atau pemeriksaan kesehatan, hingga ragu untuk memeriksakan diri dan melakukan vaksinasi karena kurangnya sosialisasi. Padahal saat memasuki usia lanjut, seseorang akan lebih rentan terserang penyakit, termasuk penyakit yang berbahaya. 

    Dengan adanya peringatan HLUN, diharapkan masyarakat dan lansia lebih peduli akan kesehatan di masa senja dengan rutin melakukan MCU serta melengkapi vaksinasi untuk mencegah penyakit menular. 

    Berbagai Jenis Medical Check Up Lansia

    Di usia lanjut, seseorang rawan mengalami gangguan kesehatan, mulai dari penyakit ringan hingga serius. Kondisi seperti ini dapat terjadi karena adanya penurunan fungsi organ-organ tubuh akibat proses penuaan. 

    Agar dapat mendeteksi dini penyakit dan menanganinya sedari awal, medical check up rutin akan memberikan banyak manfaat bagi lansia. Berikut beberapa jenis medical check up lansia yang umum disarankan, diantaranya:

    Tes tekanan darah

    Setidaknya ada satu dari tiga lansia yang mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi). Penyakit ini dikenal sebagai “silent killer” karena gejalanya kerap tak terdeteksi. Padahal, kondisi ini dapat memicu risiko serangan jantung yang bisa berujung pada kematian. Seseorang dikatakan memiliki tekanan darah tinggi jika hasil pemeriksaan mulai dari 140/90 mmHg atau lebih tinggi.

    Oleh sebab itu, pemeriksaan tekanan darah perlu dilakukan minimal setahun sekali jika lansia tidak memiliki riwayat hipertensi. Bagi lansia yang memiliki riwayat hipertensi, pemeriksaan tekanan darah dapat dilakukan lebih sering tergantung dari beratnya penyakit. 

    Dapatkan: Layanan Medical Check Up dari ProSehat

    Tes kadar kolesterol

    Serupa dengan tekanan darah, tingginya kadar kolesterol dalam darah juga dapat memicu terjadinya serangan jantung dan stroke (penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah otak). 

    Lansia sehat tanpa risiko penyakit jantung tidak perlu memeriksakan kadar kolesterolnya terlalu sering, cukup lima tahun sekali. Namun bagi lansia dengan kadar kolesterol > 200 mg/dL, disarankan pemeriksaan dilakukan setiap 3 bulan dan selanjutnya disesuaikan dengan hasil pengobatan dan saran dokter.

    Jenis pemeriksaan yang disarankan adalah kadar kolesterol total, HDL, LDL, dan trigliserida.

    Tes mata

    Perubahan penglihatan terjadi seiring bertambahnya usia. Saat lansia mencapai usia 60-an dan lebih, ia perlu menyadari tanda-tanda peringatan masalah kesehatan mata akibat usia yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan.

    Penyakit mata yang umum mengenai lansia diantaranya katarak dan glaukoma. Oleh sebab itu, pemeriksaan mata perlu rutin dilakukan, terutama jika lansia memiliki riwayat diabetes dan darah tinggi yang dapat memengaruhi pembuluh darah di mata dan tekanan bola mata. Tes mata umumnya meliputi:

    • Tes ketajaman mata
    • Pemeriksaan retina
    • Slit-lamp

    Tes periodontal

    Lansia rentan mengalami masalah gigi dan mulut. Problema di area ini dapat menyebabkan nafsu makan berkurang sehingga ia kekurangan nutrisi dan cairan. Masalah gigi dan mulut yang umum ditemui pada lansia antara lain gigi bolong, gusi bengkak, infeksi mulut, dan sebagainya.

    Melihat adanya risiko bahaya kesehatan pada gigi dan mulut, lansia dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan periodontal secara berkala untuk memantau kondisi gigi dan mulut, yaitu setiap enam bulan sekali jika tanpa masalah.

    Tes pendengaran

    Penurunan fungsi hingga kehilangan kemampuan mendengar merupakan hal yang umum terjadi pada lansia. Ini bisa terjadi karena adanya infeksi atau kondisi medis lainnya. untuk mencegah bertambah parahnya masalah pendengaran yang terjadi, lansia dianjurkan untuk melakukan tes pendengaran setiap 2-3 tahun sekali. 

    Baca Juga: 5 Masalah Kesehatan yang Menyebabkan Lansia Susah Makan

    Tes kepadatan tulang

    Diketahui, ada sekitar 75 juta orang yang menderita osteoporosis. Osteoporosis adalah penyakit pengeroposan tulang. Penyakit ini umum dialami oleh lansia, terutama wanita. Oleh sebab itu, tes kepadatan tulang masuk ke dalam jenis MCU yang harus dilakukan secara berkala oleh lansia. Lansia yang menderita osteoporosis akan rentan mengalami jatuh dan patah tulang.

    Tes vitamin D

    Vitamin D memiliki peran penting bagi tubuh, mulai dari membantu penyerapan kalsium, hingga mencegah penyakit diabetes, jantung, hingga kanker. Namun, seiring bertambahnya usia, vitamin D dalam tubuh juga akan semakin menurun. 

    Untuk itu, tes kadar vitamin D pada lansia sangat perlu dilakukan untuk memantau kadar vitamin tersebut dalam tubuh. apabila dokter menemui kadar vitamin dalam tubuh lansia berkurang, dokter akan segera melakukan upaya penanganan seperti memberikan suplemen vitamin D dan sebagainya. 

    Tes diabetes

    Tes diabetes merupakan salah satu tes yang juga sangat penting bagi lansia. Ini karena diabetes termasuk salah satu penyakit yang paling sering menyerang lansia. Penyakit ini terjadi akibat kadar gula darah yang tinggi atau berlebih. Tes diabetes dilakukan guna memantau kadar gula darah (glukosa) dalam tubuh.

    Mammogram

    Mammogram adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi kanker payudara pada wanita, termasuk lansia. Wanita usia 45-54 tahun dianjurkan untuk melakukan mammogram  atau pemeriksaan payudara setiap 1-2 tahun sekali. Hal ini dilakukan untuk mencegah sekaligus mendeteksi kanker payudara, terutama jika memiliki riwayat keluarga yang mengidap penyakit ini. 

    Pap smear

    Wanita yang berusia diatas 65 tahun perlu melakukan pap smear untuk mendeteksi kanker serviks. Di Indonesia, pap smear dilakukan secara gratis di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) maupun rumah sakit.

    Baca Juga: 8 Alasan Pentingnya Melakukan ‘Medical Check Up’

    Sahabat Sehat, itulah beberapa jenis medical check up yang disarankan bagi lansia. Sebagaimana pepatah menyebutkan, “Lebih baik mencegah daripada mengobati”. Maka, ayo jalani pemeriksaan kesehatan rutin agar dapat mencegah maupun mengobati dini penyakit.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan ProSehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Cancer.org. 2022. Cancer Screening Guidelines | Detecting Cancer Early.
    2. Healthline. 2022. The Health Tests That Seniors Need.
    3. American Academy of Ophthalmology. 2022. Get an Eye Disease Screening at 40
    4. Osteoporosis.foundation. 2022. Facts & Statistics | International Osteoporosis Foundation.
    5. Kemensos.go.id. 2022. Hari Lanjut Usia Nasional Tahun 2022 | Kementerian Sosial Republik Indonesia.
    Read More

Showing 11–20 of 22 results

Chat Dokter 24 Jam