7 Kiat Meningkatkan Nutrisi Ibu Menyusui
Moms, saat ini Anda sedang menyusui si kecil? Ya, ASI adalah makanan terbaik bagi bayi. Anak Anda sangat beruntung bila bisa mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan. Lebih beruntung lagi jika pemberian ASI bertahan hingga 2 tahun.
Saat menyusui, Moms perlu mengasup makanan bernutrisi. Sebab, makanan yang Moms asup akan menentukan kualitas ASI dan secara langsung akan memengaruhi daya tahan tubuh bayi serta kesehatannya. Sebagian dokter menyarankan untuk menambah asupan ibu menyusui sebanyak 500 kalori per hari. Namun, jangan fokus hanya pada jumlah kalorinya!. Moms juga perlu memahami kandungan nutrisi atau gizinya. Itu lebih baik! Asupan yang seperti apa?
Yuk, tingkatkan kebutuhan nutrisi ibu menyusui dengan asupan berikut:
1. Salmon

Salmon sangat kaya akan DHA (Asam dokosaheksaenoat) yang merupakan asam lemak tak jenuh rantai panjang golongan omega-3. DHA sangat penting untuk perkembangan sistem saraf bayi.
Memang, semua ASI mengandung DHA. Namun, kadar DHA pada ASI ditemukan lebih tinggi pada ibu yang mengonsumsi makanan kaya DHA daripada yang tidak mengonsumsi. Tak hanya itu, DHA juga bagus untuk menstabilkan suasana hati Anda. Studi menunjukkan, hal ini mungkin berperan dalam mencegah depresi postpartum.
Meski begitu, FDA (Food and Drug Administration) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat merekomendasikan bahwa wanita menyusui setidaknya boleh makan 12 ons salmon, atau setara dengan dua porsi utama, per minggu. Alasannya adalah untuk membatasi jumlah merkuri pada bayi baru lahir Anda, walaupun sebenarnya tingkat merkuri dalam salmon dianggap rendah bila dibandingkan ikan mackerel atau todak.
2. Sayuran Hijau (Daun Katuk, Bayam dan Brokoli)

Sayuran hijau seperti daun katuk, bayam dan brokoli kaya akan vitamin A yang baik untuk Moms maupun bayi. Tak cukup di situ, sayuran hijau adalah sumber kalsium non-susu yang baik dan mengandung vitamin C serta zat besi, mengandung antioksidan tinggi, rendah kalori dan baik untuk kesehatan jantung.
Daun katuk (Sauropus androgynus), adalah yang paling sering direkomendasikan sebagai makanan sehat bagi ibu menyusui. Bagaimana tidak, daun katuk memiliki sejumlah kandungan yang memperlancar dan meningkatkan ASI, seperti efedrin, vitamin A, B, C, K dan pro vitamin A (betakaroten), Mangaan, Kalsium, serat, Fosfor, dan zat besi serta berfungsi sebagai antioksidan.
Dalam Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan tahun 2004 yang dilaporkan oleh Sa’roni dan kolega, tercatat bahwa ekstrak daun katuk bisa meningkatkan kuantitas produksi ASI hingga 50,7 persen. Wah!
Dalam mengonsumsi daun katuk, Moms bisa mengolahnya dengan berbagai cara. Misalnya membuat tumis katuk, sayur sup, atau bisa pula dengan cara membuat jus daun katuk. Namun perlu diingat, saat Anda merebus daun katuk, jangan terlalu lama sebab akan menghilangkan kandungan gizinya.
3. Lemak Sehat
Tak semua lemak jahat. Lemak baik seperti lemak mono dan polyunsaturated, justru bermanfaat bagi tubuh. Sumber dari “lemak sehat” ini bisa ditemukan antara lain pada minyak kanola, minyak zaitun, dan ikan berlemak (seperti salmon) serta alpukat, zaitun, kacang, dan biji-bijian.
Batasi lemak jenuh dan hindari lemak trans karena dapat meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah. Saat Moms berbelanja di supermarket, cermatlah membaca kemasannya. Biasanya, lemak jenuh dan lemak trans tercantum pada label nutrisi produk. Lemak jenuh antara lain terdapat pada daging tinggi lemak, susu, minyak tropis (seperti minyak kelapa sawit), mentega, dan lemak daging.
Selain buruk untuk diet Anda, terlalu banyak lemak tidak sehat ini dapat mengubah komposisi lemak dari ASI, yang tidak baik untuk kesehatan bayi Anda. Meskipun kita tidak tahu efek jangka panjang dari lemak yang tidak sehat ini pada kesehatan jantung bayi, tapi pada orang dewasa, lemak jahat ini secara negatif memengaruhi kesehatan jantung dengan meningkatkan LDL (kolesterol jahat), menurunkan HDL (kolesterol baik), dan meningkatkan tanda-tanda peradangan.
4. Produk Susu Rendah Lemak
Mengonsumsi susu dan produk olahannya selama menyusui, bermanfaat untuk meningkatkan asupan kalsium yang Moms butuhkan. Baik itu yoghurt, susu, atau keju. Selain mengandung protein dan vitamin B, produk susu adalah salah satu sumber kalsium terbaik. Ini sangat dibutuhkan pada masa menyusui, sebab kalsium dalam ASI berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan tulang bayi. Jadi, cobalah memasukkan setidaknya tiga cangkir susu setiap hari dalam diet harian Anda.
5. Sereal Gandum Utuh
Masa menyusui adalah salah satu masa paling berat yang dialami oleh para ibu pasca-melahirkan. Begadang semalaman dan sering terbangun di pagi hari, adalah makanan sehari-hari.
Nah, setelah menghabiskan satu malam dengan sedikit tidur – bahkan kadang tanpa tidur – Moms perlu meningkatkan energi Anda di pagi hari. Salah satu makanan terbaik untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah dengan sarapan sehat sereal gandum utuh.
Saat ini, banyak kandungan sereal yang diperkaya dengan vitamin dan nutrisi penting untuk membantu Moms memenuhi kebutuhan harian Anda. Siapkan sarapan sehat berupa sereal hangat. Tambahkan buah seperti blueberry dan susu skim ke dalam oatmeal Anda sehingga terasa semakin lezat dan bergizi.
6. Air Putih

Ibu menyusui berisiko mengalami dehidrasi. Pastikan Moms tetap terhidrasi dengan baik untuk menjaga tingkat energi dan produksi susu. Moms bisa memenuhi kebutuhan cairan Anda dengan minum banyak air putih. Moms juga bisa menggantinya sebagian dengan jus buah dan susu.
Tapi, sebaiknya batasi minuman berkafein seperti kopi atau teh. Sebab, kafein yang Anda minum, ketika memasuki aliran darah ibu menyusui, kurang dari satu persennya akan masuk ke dalam ASI. Jumlah kafein yang masuk ke dalam ASI tersebut akan terakumulasi beberapa jam setelah dikonsumsi. Bila ASI yang mengandung kafein diminum bayi, ia akan menjadi lebih rewel, gelisah dan tidur tak nyenyak yang merupakan efek negatif dari kafein tadi.
7. Kacang-kacangan dan Biji-Bijian
Kacang-kacangan dan biji-bijian adalah makanan yang baik bagi kesehatan ibu menyusui dan bayi. Kedua jenis makanan ini mengandung serat, protein, vitamin B, E, dan mineral yang bermanfaat bagi tumbuh kembang bayi.
Demikianlah beberapa asupan yang dapat meningkatkan kebutuhan nutrisi ibu menyusui. Konsumsilah makanan terbaik demi buah hati Anda.Untuk informasi kesehatan lain, kini tak perlu repot. Anda bisa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Moms yang ingin mencari produk kesehatan, bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!
Referensi:
1. 7 foods to increase breast milk production [Internet]. Today’s Parent. 2018 [cited 17 September 2018]. Available from: todaysparent.com/baby/breastfeeding/7-foods-to-boost-your-breastmilk/
2. Basics B. Diet for a healthy breastfeeding mom | BabyCenter [Internet]. BabyCenter. 2018 [cited 17 September 2018]. Available from: babycenter.com/0_diet-for-a-healthy-breastfeeding-mom_3565.bc
3. Cold F, Health E, Disease H, Management P, Conditions S, Problems S et al. 12 Foods for New Moms [Internet]. WebMD. 2018 [cited 17 September 2018]. Available from: webmd.com/parenting/baby/breast-feeding-diet#1
4. Healthy Food for mothers during breastfeeding period [Internet]. Parental Baby Care. 2018 [cited 17 September 2018]. Available from: parentalbabycare.com/healthy-food-for-mothers
5. Media, K. (2018). Makanan Ibu Menyusui Harus Banyak Nutrisi Bukan Kalori – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: lifestyle.kompas.com/read/2014/01/21/1502522/Makanan.Ibu.Menyusui.Harus.Banyak.Nutrisi.Bukan.Kalori [Accessed 17 Sep. 2018].
6. 10 Foods to Avoid While Breastfeeding [Internet]. Mom365.com. 2018 [cited 17 September 2018]. Available from: mom365.com/baby/breastfeeding/10-foods-to-avoid-while-breastfeeding
![7 Kiat Meningkatkan Nutrisi Ibu Menyusui Moms, saat ini Anda sedang menyusui si kecil? Ya, ASI adalah makanan terbaik bagi bayi. Anak Anda sangat beruntung bila bisa mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan. Lebih beruntung lagi jika pemberian ASI bertahan hingga 2 tahun. Saat menyusui, Moms perlu mengasup makanan bernutrisi. Sebab, makanan yang Moms asup akan menentukan kualitas ASI dan secara […]](/wp-content/uploads/2016/10/gambar-Ibu-Menyusui.jpg)

![6 Pantangan Makanan untuk Penderita Maag Pernahkah kalian mengalami sakit perut? Apa yang menurut kalian menyebabkan sakit perut? Sakit perut dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti ketidakcocokan perut kita dengan jenis makanan tertentu, pola makan kita yang berantakan, ataupun karena disebabkan oleh penyakit tertentu. Maag adalah salah satu contoh penyakit yang menyebabkan perut kita sewaktu-waktu dan kita perlu mengonsumsi obat tertentu […]](/wp-content/uploads/2018/09/sakit-maag.jpg)

![Tidak Biasa Sarapan Pagi? Cermati Bahayanya Pada Tubuh Banyaknya aktivitas yang dilakukan sehari-hari tentunya memerlukan energi yang cukup. Energi paling besar didapatkan dari asupan makanan dan setiap orang pastinya memiliki pola makan masing-masing. Pola makan seharusnya disesuaikan dengan jam kerja pada umumnya. Contohnya kita terbiasa beraktivitas dari pagi hingga sore hari dibanding malam hari, sehingga asupan makanan juga seharusnya lebih banyak dikonsumsi pada […]](/wp-content/uploads/2018/10/makanan-wanita-setelah-melahirkan.jpg)


![Duh, Sering Susah Tidur Malam Hari Nih! Sobat, seringkah Anda mengalami tidak bisa tidur malam hari? Tentunya kita tak asing lagi mendengar keluhan-keluhan sekitar yang mengatakan dirinya tidak bisa tidur malam hari, tapi apakah yang sebenarnya dimaksud kondisi tidak bisa tidur malam hari? Insomnia, atau yang sering dibilang tidak bisa tidur malam hari, sesungguhnya merupakan suatu keadaan yang membuat kuantitas dan kualitas […]](/wp-content/uploads/2018/09/begadang.jpg)

![5 Asupan Makanan yang Membantu Mengemukan Badan Anak Bunda pasti khawatir terhadap tumbuh kembang anak. Apalagi jika menyangkut berat badan si kecil. Anda pasti khawatir jika buah hati mengalami penurunan berat badan. Sebelum ke langkah selanjutnya anda harus perlu ke dokter untuk menanyakan apa buah hati baik- baik saja atau kurang asupan gizi. Hal yang wajar jika orang tua khawatir tentang penurunan berat […]](/wp-content/uploads/2018/09/anak-makan.jpg)





![Waspada Bahaya Narsistik di Sosial Media Anda! Apakah Sobat seringkali mengunggah foto selfie di sosial media Anda?Pastinya dong, tapi coba dihitung seberapa sering Sobat mengunggah foto selfie dalam sehari, 1x, 4x, 10x, atau bahkan lebih. Kemudian, apakah Sobat sering membaca seluruh komentar teman-teman dan merasa senang bila ada yang berkomentar memuji Sobat? Hati-hati lho, terlalu gemar memamerkan foto selfie sendiri di akun […]](/wp-content/uploads/2018/10/narsis.jpg)

![Tips Cepat Kurus dalam Waktu Sebulan Mau kurus dalam waktu sebulan? Wah, mau banget! Tapi, memang bisa? Menurunkan berat badan dalam waktu sebulan, mungkin tampak mustahil dan terlihat ‘menakutkan’. Namun, Sahabat dapat melakukannya, kok, asal tetap fokus dan berusaha keras. Intinya, tetap lakukan diet sehat dan olahraga teratur. Mau tahu seperti apa? Ini dia tips cepat kurus dalam waktu sebulan: 1. […]](/wp-content/uploads/2018/10/langsing-cepat.jpg)

![Selain Oplas, Berikut 8 Cara Menunda Penuaan Dini Semua manusia ditakdirkan untuk mengalami proses penuaan. Tubuh tidak sekuat dulu hingga timbulnya keriput-keriput halus di wajah. Tentu hal ini jadi masalah untuk para wanita, hingga akhirnya jalan operasi plastik menjadi salah satu solusi terbaik untuk menunda penuaan. Tetapi operasi plastik seringkali memberi dampak yang kurang baik loh, baik secara biaya, kesehatan hingga psikologis. Ada […]](/wp-content/uploads/2018/10/operasi-plastik.png)



![Penyebab Mual Setelah Makan dan Pencegahannya Apakah kalian pernah merasa mual? Mual bukanlah suatu jenis penyakit tapi merupakan suatu tanda ada yang tidak beres di tubuh kita. Mual adalah suatu hal yang normal ketika hanya dialami sesekali dan timbul setelah kita selesai makan. Namun, hal ini berbeda ketika kita merasa mual dalam intensitas yang sering dan dalam jangka waktu lama – […]](/wp-content/uploads/2018/05/mual-dan-muntah.jpg)


