Waspada, Beda Batuk Gejala Flu Biasa dan Batuk Gejala Corona
Gejala dari Coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 memang sangat menyerupai dengan gejala flu biasa yang dikenal juga sebagai common cold. Common cold sendiri juga disebabkan oleh virus yang menyerang saluran pernafasan terutama bagian atas seperti hidung dan tenggorokan. Kelompok Rhinoviruses merupakan penyebab 50% batuk pilek biasa, sisanya bisa disebabkan oleh Respiratory Syncytial Virus (RSV), virus parainfluenza, virus influenza, maupun Coronaviruses tipe lain yang menyerang manusia. Common cold yang disebabkan oleh virus biasanya dapat sembuh sendiri, gejala yang ditimbulkan pun cenderung ringan. Ayo simak artikel di bawah ini agar dapat membedakan gejala common cold dengan COVID-19.
Baca Juga: 8 Istilah Baru Penderita Covid-19, Mulai dari Suspek Hingga Kematian
Gejala-gejala dari common cold dimulai dengan hidung tersumbat, nyeri tenggorokan, nyeri kepala, lalu akan muncul gejala batuk, pilek, demam, dan kurangnya kemampuan untuk mencium dan merasa. Sedangkan, common cold yang disebabkan oleh virus influenza biasanya memiliki gejala yang lebih berat dan disertai dengan demam yang lebih tinggi. Gejala ini kurang lebih sama pada anak-anak maupun orang dewasa, bisa berlangsung 7-10 hari namun bisa lebih lama terutama pada anak-anak, orang yang sudah lanjut usia, dan orang yang mengalami gangguan sistem imun. Orang dewasa dapat terkena common cold 2-4 kali dalam setahun, sedangkan anak-anak bisa terkena penyakit ini 6-8 kali dalam setahun.
Sama seperti gejala flu biasa, COVID-19 juga menginfeksi saluran pernafasan. Gejala yang paling sering ditemukan pada pasien COVID-19 adalah demam, rasa lelah, dan batuk kering. Sebagian pasien, ada yang mengalami nyeri pada otot, hidung tersumbat, pilek, nyeri tenggorokan, dan diare. Gejala biasanya muncul ringan namun dapat memberat seiring waktu. Terdapat beberapa orang juga yang terinfeksi namun tidak bergejala dikenal juga sebagai penderita yang asimtomatik/silent carrier. Sebagian besar pasien (sekitar 80%) dapat sembuh dari penyakit ini tanpa tatalaksana yang khusus. Namun, 1 dari 6 orang yang terkena COVID-19 dapat bergejala berat dan mengalami sulit bernafas, biasanya terjadi pada orang yang lanjut usia atau yang sudah memiliki penyakit sebelumnya seperti tekanan darah tinggi, gangguan jantung, maupun diabetes. Seseorang yang sudah mengalami gejala demam, batuk dan sesak nafas harus segera memeriksakan diri ke dokter karena merupakan gejala infeksi yang terjadi hingga ke saluran pernafasan bagian bawah yaitu organ paru-paru.
Baca Juga: Inilah 7 Perbedaan PCR Swab dan Rapid Test Corona
Penularan common cold dan COVID-19 sama-sama melalui percik renik yang keluar saat batuk maupun bersin. Sehingga cara untuk melindungi diri dari kedua penyakit ini kurang lebih sama, yaitu dengan rajin mencuci tangan dengan air dan sabun minimal selama 20 detik, bila tidak ada sabun bisa menggunakan hand rub berbahan dasar alkohol. Menjaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain karena percikan cairan yang mengandung virus dapat keluar saat orang sedang batuk maupun bersin. Jangan memegang bagian mata, hidung maupun mulut karena tangan kita memegang banyak barang sehari-harinya yang dapat terkontaminasi dengan virus. Serta mengetahui etika batuk dan bersin yang benar yaitu dengan menutup bagian mulut dan hidung dengan tisu maupun bagian dalam siku, segera buang tisu dan cuci tangan.
Baca Juga: Inilah Gejala Corona dari Hari ke Hari
Penyakit COVID-19 menimbulkan gejala yang ringan hingga sangat berat, bahkan bisa mengancam nyawa. Sekilas gejala ringan dari COVID-19 memang mirip dengan flu biasa, namun bila memberat penyakit ini bisa menginfeksi hingga saluran nafas bagian bawah dan menyebabkan kesulitan bernafas dan komplikasi lainnya. Gejala utama dari penyakit ini pun adalah demam, rasa lelah, dan batuk kering/batuk yang tidak berdahak. Sedangkan bila flu biasa gejala diawali dengan rasa hidung yang tersumbat maupun tenggorokan yang kering dan lama-kelamaan akan muncul gejala batuk dan bersin.
Untuk informasi terkait corona, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.
DAFTAR PUSTAKA
- Upper Respiratory Tract Infection – StatPearls – NCBI Bookshelf [Internet]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK532961/
- Facts About the Common Cold | American Lung Association [Internet]. Available from: https://www.lung.org/lung-health-diseases/lung-disease-lookup/influenza/facts-about-the-common-cold
- CDC. Common Colds [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2019. Available from: http://www.cdc.gov/features/rhinoviruses/index.html
- Q&A on coronaviruses (COVID-19) [Internet]. Available from: https://www.who.int/news-room/q-a-detail/q-a-coronaviruses
- Advice for public [Internet]. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
- Coronavirus | About | Prevention and Treatment | CDC [Internet]. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/about/prevention.html
Read More
![Waspada, Beda Batuk Gejala Flu Biasa dan Batuk Gejala Corona Gejala dari Coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 memang sangat menyerupai dengan gejala flu biasa yang dikenal juga sebagai common cold. Common cold sendiri juga disebabkan oleh virus yang menyerang saluran pernafasan terutama bagian atas seperti hidung dan tenggorokan. Kelompok Rhinoviruses merupakan penyebab 50% batuk pilek biasa, sisanya bisa disebabkan oleh Respiratory […]](/wp-content/uploads/2018/08/batuk.jpg)

![Waspada Terinfeksi Corona Tanpa Gejala (Silent Carrier) Penyebaran virus SARS-CoV-2 yang dapat menyebabkan Coronavirus disease 2019 (COVID-19) sampai saat ini masih sulit untuk dikendalikan. Penyakit ini sudah dinyatakan sebagai pandemik yang tersebar di seluruh dunia. Hingga tanggal 1 April 2020, terdapat 823.626 jumlah kasus di seluruh dunia dan telah menyebabkan 40.598 kematian. Di Indonesia sendiri, jumlah kasus sudah mencapai 1.790 kasus terkonfirmasi […]](/wp-content/uploads/2020/03/corona-virus.png)
![Panduan untuk Wanita Hamil Saat Pandemi Corona Coronavirus disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 yang sudah dinyatakan sebagai pandemik oleh the World Health Organization (WHO). Mungkin bagi ibu yang sedang hamil ditengah pandemik ini memiliki kecemasan mengenai kesehatan diri sendiri dan bayi yang sedang dikandung. Berikut adalah panduan tanya-jawab yang sering ditanyakan oleh masyarakat: Apakah wanita hamil memiliki […]](/wp-content/uploads/2018/08/rubella-hamil.jpg)
![Panduan Nutrisi untuk Mencegah Virus Corona Seperti Apa? Penyakit Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 tengah menyita perhatian dunia. Pencegahan penularan penyakit ini adalah dengan menerapkan pola hidup yang bersih dan sehat, yaitu rutin mencuci tangan, melakukan etika batuk dan bersin yang benar, menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, serta memeriksakan diri bila terdapat gejala. Selain melakukan himbauan yang […]](/wp-content/uploads/2018/09/makanan-workout.jpg)
![6 Tips Belanja Aman di Supermarket agar Terhindar dari Corona Pemerintah telah menghimbau agar seluruh warga tetap berada di rumah dan mengurangi aktivitas di luar rumah untuk mencegah penularan virus SARS-CoV-2 yang dapat menyebabkan Coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang sudah menjadi pandemi dan kian masif. Keluar rumah memang masih dibolehkan untuk beberapa hal tertentu, misalnya untuk berobat dan belanja kebutuhan sehari-hari. Baca Juga: Berobat Online […]](/wp-content/uploads/2020/04/corona.png)
![Jambu Biji Diteliti untuk Mencegah Virus Corona Tahukah Sobat bahwa tim peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), sedang mengembangkan penelitian terkait kandidat senyawa yang dapat mencegah virus corona, salah satunya bisa didapatkan dari jambu biji. Metode penelitian bioinformatikan ini memanfaatkan basis data Laboratorium Komputasi Biomedik dan Rancangan Obat Fakultas Farmasi UI, dengan total basis […]](/wp-content/uploads/2020/03/jambu-biji.png)
![Benarkah Vitamin C dan E Tingkatkan Antibodi untuk Mencegah Corona? Coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang sudah menjadi pandemik belakangan ini adalah penyakit yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, sebuah virus RNA rantai positif yang memiliki bentuk menyerupai mahkota bila dilihat di bawah mikroskop. Virus yang dapat menyerang sistem pernafasan manusia ini dapat menimbulakn gejala yang serupa dengan infeksi saluran pernafasan akut biasanya, seperti demam, batuk, pilek, nyeri […]](/wp-content/uploads/2020/03/vitamin-c-E.png)
![Benarkah Golongan Darah A Lebih Rentan dengan Virus Corona? Berdasarkan penelitian pendahuluan yang dilakukan di Cina untuk menganalisa sampel darah dari 2.173 penderita Coronavirus disease 2019 (COVID-19), terdapat kecenderungan peningkatan risiko terhadap golongan darah A, sedangkan risiko yang lebih rendah pada golongan darah O untuk terinfeksi virus SARS-CoV 2. Dengan mengetahui kecenderungan tersebut, diharapkan penelitian ini dapat membantu para petugas medis dalam tata laksana […]](/wp-content/uploads/2020/03/golongan-darah.png)
![6 Tips Menjaga Kesehatan bagi Sobat yang Tidak Bisa Kerja dari Rumah (WFH) Kebijakan untuk kerja dari rumah atau work from home telah diumumkan untuk menekan jumlah penyebaran penyakit Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Namun, terdapat sejumlah profesi yang tidak mungkin bekerja dari rumah seperti pekerja medis yaitu, dokter, perawat, pengantar barang, dan pekerjaan lainnya. Bekerja di tengah pandemik tentu bukan hal yang mudah, terlebih bila harus bertemu dengan […]](/wp-content/uploads/2020/03/kerja-dr-rumah.png)
![7 Cara Melakukan Self Isolation yang Tepat saat Wabah Corona Maraknya Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), terdapat banyak hal yang dihimbau kepada masyarakat. Salah satunya mengenai self isolation pada seseorang yang memiliki riwayat berpergian atau tinggal di area transmisi lokal atau pernah kontak erat dengan pasien positif COVID-19 yang dilakukan secara volunter atau berdasarkan rekomendasi petugas kesehatan untuk melakukan isolasi diri di rumah selama 14 hari […]](/wp-content/uploads/2020/03/isolasi-sendiri.png)
