Posts tagged “ panduan”

  • Panduan dan Gejala Covid-19 pada Anak-anak

  • Kandungan nutrisi dan gizi yang seimbang pada makanan tentunya sangat berpengaruh pada perkembangan fisik dan otak anak, serta untuk kesehatan seluruh anggota keluarga. Jika makanan yang dikonsumsi merupakan makanan sejenis junk food yang bergizi sedikit dan berlemak tinggi, tentunya hal tersebut akan berdampak pada masalah kesehatan pada keluarga, seperti penyakit diabetes, ginjal, kolesterol tinggi, asam […]

    Panduan Menu Masakan Sehari-hari Buat Keluarga dengan Gizi Seimbang

  • Panduan untuk Wanita Hamil Saat Pandemi Corona

    Coronavirus disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 yang sudah dinyatakan sebagai pandemik oleh the World Health Organization (WHO). Mungkin bagi ibu yang sedang hamil ditengah pandemik ini memiliki kecemasan mengenai kesehatan diri sendiri dan bayi yang sedang dikandung. Berikut adalah panduan tanya-jawab yang sering ditanyakan oleh masyarakat:

    1. Apakah wanita hamil memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena COVID-19?

    Sejauh ini para ilmuwan masih meneliti lebih lanjut mengenai dampak COVID-19 pada wanita hamil. Saat ini, data yang dimiliki masih terbatas, namun sampai sekarang belum ada bukti ilmiah adanya risiko gejala penyakit yang lebih berat pada wanita hamil dibandingkan populasi umum lainnya. Gejala penyakit yang lebih berat seperti pneumonia lebih sering ditemukan pada orang lanjut usia, orang dengan penyakit yang mendasari sebelumnya, dan orang yang memiliki penurunan kerja sistem kekebalan tubuh.1,2

    Namun, seorang wanita yang sedang hamil memang mengalami berbagai perubahan pada tubuhnya termasuk kinerja sistem imun tubuh, sehingga lebih mudah terpapar dengan infeksi saluran pernafasan. Sehingga ibu hamil disarankan untuk mengetahui cara melindungi diri dari COVID-19.1,3

    1. Bagaimana cara melindungi diri dari COVID-19?
    • Rajin mencuci tangan dengan air dan sabun selama minimal 20 detik. Mencuci tangan sebaiknya dilakukan setelah batuk dan bersin, sebelum dan setelah makan, setelah menggunakan toilet, serta bila tangan terlihat kotor Bila tidak ada sabun, dapat menggunakan hand-rub berbahan dasar alkohol.
    • Menghindari untuk memegang bagian mata, hidung, dan mulut.
    • Mengetahui etika batuk dan bersin yang benar, bila batuk atau bersin tutuplah bagian hidung dan mulut dengan tisu atau lipat siku bagian dalam. Segera buang tisu dan cuci tangan dengan air dan sabun.
    • Menjaga jarak lebih dari 1 meter dari orang lain, hal ini dilakukan karena adanya percik renik yang mungkin mengandung virus yang dapat menyebar saat seseorang batuk maupun bersin serta menghindari berpergian ke tempat yang ramai.
    • Pergi memeriksakan diri ke dokter bila mengalami gejala demam, batuk dan sesak nafas.1,4
    1. Dapatkah bayi yang baru lahir tertular COVID-19 dari ibunya?

    Sampai saat ini risiko penularan pada janin atau bayi selama masa kehamilan dan persalinan masih belum diketahui. Sehingga masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.5

    1. Pemeriksaan apa saja yang dapat dilakukan saat hamil dan persalinan bagi ibu yang mengalami infeksi COVID-19?

    Semua wanita hamil yang merupakan pasien suspek atau terkonfirmasi infeksi COVID-19 memiliki hak untuk tetap mendapatkan pelayanan antenatal dan persalinan berkualitas tinggi yaitu:

    • Mendapatkan pelayanan dengan hormat dan bermartabat.
    • Mendapatkan informasi yang jelas dari tenaga kesehatan.
    • Mendapatkan strategi penghilang rasa nyeri yang sesuai.
    • Dapat memilih pendamping yang diinginkan untuk menemani saat persalinan.
    • Dapat bergerak bebas dan memilih posisi persalinan pilihan.1,5
    1. Apakah persalinan harus melalui operasi caesar?

    Tidak selalu. Metode persalinan spontan maupun operasi caesar ditentukan oleh indikasi kebidanan sesuai dengan kondisi ibu hamil.1

    1. Bolehkah ibu dengan COVID-19 menyusui?

    Boleh. Ibu dengan COVID-19 diperbolehkan untuk menyusui bayinya namun harus lebih memperhatikan hal berikut:

    • Mengetahui etika batuk dan bersin yang benar menggunakan masker bila tersedia.
    • Mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang bayi.
    • Rutin membersihkan dan disinfeksi permukaan-permukaan yang sering disentuh.1
    1. Bolehkah ibu dengan COVID-19 memegang bayinya?

    Boleh. Menyusui, memegang bayi, dan berada dalam satu ruangan dengan bayinya diperbolehkan. Namun, tetap ditekankan untuk rutin mencuci tangan, membersihkan permukaan yang sering disentuh, dan mengetahui etika batuk dan bersin yang benar.1

    Untuk informasi terkait corona, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Q&A on COVID-19, pregnancy, childbirth and breastfeeding [Internet]. Available from: https://www.who.int/news-room/q-a-detail/q-a-on-covid-19-pregnancy-childbirth-and-breastfeeding
    2. Huang C, Wang Y, Li X, Ren L, Zhao J, Hu Y, et al. Clinical features of patients infected with 2019 novel coronavirus in Wuhan, China. The Lancet [Internet]. 2020 Jan 24;0(0). Available from: https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(20)30183-5/abstract
    3. Kourtis AP, Read JS, Jamieson DJ. Pregnancy and Infection. N Engl J Med. 2014 Jun 5;370(23):2211–8.
    4. Coronavirus | About | Prevention and Treatment | CDC [Internet]. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/about/prevention.html
    5. MD HF. Pregnant and worried about the new coronavirus? [Internet]. Harvard Health Blog. 2020. Available from: https://www.health.harvard.edu/blog/pregnant-and-worried-about-the-new-coronavirus-2020031619212
    Read More
  • Bagi para ibu yang sudah mempunyai anak, pastinya ingin sekali anak – anak nya tumbuh dengan cerdas dan dengan makanan yang bergizi seimbang. Makanan yang bergizi seimbang untuk anak dapat terpenuhi  jika para ibu di rumah rajin dalam memilihkan dan mengolah menu sehat bergizi untuk mereka. Karena, makanan yang dibuat sendiri oleh para ibu di […]

    Catat! 8 Panduan Menu Sehat Anak yang Bisa Dipraktekkan di Rumah

  • Makanan padat untuk bayi usia 7 bulan berbeda dari makanan padat untuk orang dewasa. Mengolah makanan bayi sendiri menjadi cara terbaik dalam menyediakan makanan bernutrisi sehat kepada si buah hati, bahkan dapat memantau kemungkinan terjadinya alergi. Pada usia 7 bulan, bayi sudah dapat menyangga kepalanya sendiri dan mulai tertarik untuk mengonsumsi makanan yang dikonsumsi oleh […]

    Catat 10 Panduan Memberikan MPASI 7 Bulan

  • Panduan Menu Harian untuk Anak Alergi

    Beberapa anak ada yang rentan terkena alergi. Alergi yang paling sering adalah terhadap bahan makanan tertentu. Misalnya, alergi terhadap kacang, susu yang mengandung laktosa, makanan yang berprotein tinggi misalnya makanan laut (udang, ikan, kepiting, cumi-cumi dan makanan laut lainnya), dsb. Sebagai orang tua, hendaknya kita bijak dalam mengawasi menu makanan apa saja yang baik untuk anak agar anak terhindar dari alergi makanan.

    Baca Juga: Tips Liburan Dengan Si Alergi Makanan

    Alergi makanan adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan sistem tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap bahan makanan tertentu. Pada tahun pertama kehidupan, sekitar 6% anak usia kurang dari 3 tahun akan rentan menderita alergi makanan (terutama terhadap protein susu). Mulai usia 5-6 tahun, alergi makanan akan lambat laun menghilang, kecuali alergi terhadap kacang dan makanan laut.

    Di Amerika, angka kejadian alergi makanan pada bayi sekitar 6% pada usia 1-3 tahun dengan 2-3% bayi dan balita menderita alergi susu sapi, sementara 1,5% alergi telur dan 0,6% alergi kacang.

    Menurut data World Allergy Organization (WAO) dalam buku “The WAO White Book on Allergy” pada tahun 2013 menunjukkan bahwa angka kejadian alergi makanan pada anak cenderung meningkat yaitu mencapai 10-4-% dari total jumlah populasi dunia. Sebuah penelitian di UGM Yogyakarta membuktikan bahwa sebagian besar alergi pada anak berasal dari makanan yang dikonsumsi seperti : udang (12,63%), kepiting (11,52%), tomat (4,38%), putih telur (3,5%) serta susu sapi (3,46%). Sedangkan di AS , alergi makanan tertinggi disebabkan oleh kacang (25,2%), susu (21,1%), dan kerang (17,2%).

    Beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko alergi pada anak yakni riwayat alergi pada keluarga, kelahiran caesar, makanan tertentu atau sesuatu yang terhirup, seperti polusi yang termasuk polusi udara dan asap rokok.

    Baca Juga: 9 Makanan yang Harus Dihindari Ketika Gatal Alergi

    Gejala alergi makanan sangat bervariasi dan mencangkup berbagai organ, misalnya:

    • Pada kulit akan menimbulkan gatal, kemerahan dan bentol-bentol (urtikaria), kulit kering dan pecah-pecah.
    • Pada saluran napas akan menimbulkan sesak napas, pembengkakan lidah dan tenggorokan (angioedema).
    • Pada mata, mata merah dan berair (konjungtivitis).
    • Pada saluran cerna akan menimbulkan diare, nyeri perut.
    • Gejala syok anafilatik seperti peningkatan detak jantung (berdebar), napas cepat, sulit bernapas, pucat, penurunan tekanan darah yang drastis, pingsan sampai meninggal pada kasus alergi yang berat.

    Pemilihan menu makanan bagi anak adalah hal yang perlu diperhatikan terutama bila anak menderita hipersensitivitas terhadap bahan makanan tertentu. Pertama-tama, kita harus mengetahui bahan makanan apa yang menyebabkan terjadinya alergi pada anak, kemudian ibu baru membuat menu harian secara teliti tanpa menggunakan bahan masakan yang menyebabkan alergi. Berikut ini menu makanan yang perlu diperhatikan bagi penderita alergi makanan:

    1. Upayakan agar anak mendapatkan ASI (Air Susu Ibu) eksklusif minimal sampai 2 tahun, karena menurut jumlah penelitian, ASI mengandung sejumlah immunoglobulin atau daya tahan tubuh yang mampu menghindarkan anak dari berbagai penyakit dan alergi.
    2. Susu sapi mengandung sejumlah nutrisi, kalsium, vitamin D yang sangat diperlukan untuk tumbuh kembang anak. Namun, apabila anak menderita alergi terhadap susu sapi maka segala produk susu sapi harus dihindari termasuk keju dan mayones. Selain produk di atas, Moms perlu hati-hati dengan bahan olahan yang mengandung susu sapi seperti roti, kue, biskuit dan es krim. Sebagai alternatif, Anda dapat mengganti produk susu sapi dengan susu almond, susu kacang kedelai. Kacang almond dan kedelai juga mengandung nutrisi serta protein bagi tumbuh kembang anak.
    1. Apabila anak alergi terhadap makanan laut seperti kepiting, ikan laut, udang, cumi, kerang, maka hindari makanan yang berbahan dasar makanan laut, ganti dengan ayam, sapi atau tahu tempe sebagai produk yang mengandung protein. Anak yang alergi terhdap ikan akan rentan kekurangan omega-3 yang hanya didapat dari ikan laut, untuk itu Moms dapat menggantinya dengan suplemen omega 3, sayuran hijau, serta minyak kanola sebagai tambahan dalam menyajikan makanan agar si kecil tidak kekurangan omega 3 yang terbukti baik bagi perkembangan otak si kecil.
    1. Apabila anak alergi terhadap kacang maka hindari konsumsi kacang tanah, selai kacang dan bumbu kacang.
    2. Apabila anak alergi terhadap telur, maka harus hindari makan yang berbahan dasar telur, seperti omelete, kue, dan roti yang juga mengandung telur. Untuk mencari bahan pengganti telur memang kenyataannya sulit, agar anak terhindar dari kekurangan protein maka Moms dapat menyajikan makanan lain berbahan dasar kacang kedelai (tahu dan tempe), kacang almond, daging sapi dan kacang hijau sebagai asupan protein anak.
    3. Apabila anak alergi terhadap gandum, maka hindari makanan yang mengandung gandum seperti roti, biskuit oat, pilihlah tepung dengan tepung bebas gandum dan dapat diganti dengan tepung beras.
    4. Hindari makanan yang mengandung bahan pengawet atau makanan dalam kemasan, usahakan untuk anak dengan hipersensitif terhadap makanan mendapatkan makanan yang segar.
    5. Perbanyak sayur dan buah-buahan, karena sayur dan buah-buahan mampu meningkatkan antioksidan yang mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak.

    Pengobatan anak dengan alergi makanan sebenarnya tidak ada, obat-obatan hanya diberikan untuk meredakan gejala agar anak merasa nyaman dan tidak rewel. Menanggulangi anak dengan alergi makanan hanya dengan tindakan pencegahan menghindari makanan yang menyebabkan alergi. Moms perlu selektif dan hati-hati dalam memilih menu buat si kecil.

    Produk Terkait: Jual Obat Herbal Pencegah Alergi

    Apabila anak mengalami alergi segera setelah mengonsumsi makanan, alergi yang dialami cukup parah sampai timbul sesak napas atau timbul gejala syok anafilatik, dianjurkan untuk segera membawa anak ke Dokter untuk dilakukan pemeriksaan serta pengobatan yang tepat dan cepat. Karena pengobatan yang cepat akan meningkatkan peluang anak untuk sembuh dari reaksi alergi yang timbul.

    Baca Juga: 7 Makanan Pemicu Alergi yang Perlu Dihindari

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai alergi dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik Read More

  • Menyiapkan makanan untuk sang buah hati tentu menjadi tantangan dan tugas yang penting untuk orangtua. Makanan yang diberikan bukan hanya sekedar untuk membuat anak kenyang, tetapi juga harus memperhatikan kebutuhan nutrisi yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Prinsipnya, anak harus mengonsumsi semua zat gizi secara seimbang yaitu berupa karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, […]

    10 Panduan Menyiapkan Makanan Bergizi untuk Anak

    Menyiapkan makanan untuk sang buah hati tentu menjadi tantangan dan tugas yang penting untuk orangtua. Makanan yang diberikan bukan hanya sekedar untuk membuat anak kenyang, tetapi juga harus memperhatikan kebutuhan nutrisi yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Prinsipnya, anak harus mengonsumsi semua zat gizi secara seimbang yaitu berupa karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, serat dan air.

    Makanan yang bergizi didapatkan dari berbagai bahan makanan yang kemudian diolah menjadi menu makanan sehari-hari. Peran orangtua adalah memastikan sang anak mendapatkan gizi tersebut dari menu makanan yang sehat. Membiasakan anak untuk mengonsumsi makanan sehat dapat membantu anak untuk mengetahui makanan apa saja yang harus dimakan, yang harus dibatasi, maupun yang harus dihindari. Kebiasaan makan makanan sehat ini diharapkan menjadi kebiasaan yang baik hingga anak besar nantinya.

    Apa saja faktor yang mempengaruhi gizi anak?

    • Faktor keluarga, terutama orangtua

    Orangtua tentu menjadi role modelbagi anaknya. Anak akan terbiasa untuk makan makanan sehat dan bergizi bila kebiasaan ini dimulai dari rumah. Masakan yang disajikan sehari-hari dalam keluarga hendaknya mengandung nutrisi seimbang dan tentu saja mempunyai rasa yang enak. Sehingga anak akan menghindari jajan makanan luar yang belum tentu sehat. Bila harus makan makanan di luar rumah, orangtua hendaknya tetap memperhatikan pilihan makanan yang sehat dan bergizi untuk anak.

    • Faktor dari anak sendiri

    Anakkadang sulit untuk menonsumsi makanan bervariasi yang mengandung gizi yang lengkap karena anak cenderung pickyeateratau memilih-milih makanan. Hal ini juga dikarenakan anak yang beranjak besar mulai mempunyai selera atau kesukaan tertentu terhadap makanan. Sehingga seringkali ini menjadi penyebab kurang terpenuhinya gizi yang baik untuk anak.

    • Faktor makanan

    Pengaruh dari makanan itu sendiri kadang menjadi salah satu tantangan dalam pemenuhan gizi, misalnya dari bentuk, bau, warna makanan yang dapat menggugah atau mengganggu nafsu makan anak.

    Apa panduan menyiapkan makanan bergizi untuk anak?

    1. Mengonsumsi makanan seimbang

    Makanan seimbang maksudnya adalah makanan yang mempunyai nutrisi atau zat gizi seimbang yang dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari yaitu terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Kebutuhan akan zat gizi pada anak ini berbeda menurut usia, jenis kelamin, dan aktivitas sehari-hari.4
    Kalori dibutuhkan oleh anak untuk aktivitasnya sehari-hari, yang terutama didapatkan dari karbohidrat, protein, dan lemak. Karbohidrat perlu dikonsumsi 45-65 % dari total kalori yang diperlukan.

    Bahan makanan yang mengandung karbohidrat ini bisa didapat dari nasi, pasta, kentang, atau ubi. Protein juga perlu untuk pertumbuhan yang optimal, sistem kekebalan tubuh, mengatur hormon, dan mengganti sel-sel yang rusak. Protein diperlukan 10-30 % dari total kalori yang dibutuhkan anak terutama usia sekolah. Protein bisa didapat dari ikan, ayam, daging, atau kacang-kacangan.Lemak, diperlukan 23-35 % dari kebutuhan kalori, yang berguna sebagai sumber energi, mengangkut vitamin dan juga sumber asam lemak esensial.Selain kalori, anak juga membutuhkan mineral seperti zinc, zat besi, dan kalsium, yang berperan penting untuk pertumbuhan tulang.

    2. Makanan yang bervariasi dan beragam untuk anak

    Anak cenderung cepat merasa bosan dengan pilihan makanan yang itu-itu saja.Variasikan menu makanan baik dalam pemilihan bahan makanan, resep, maupun bentuknya.Sebisa mungkin setiap hari, anak mengonsumsi menu makanan yang berbeda.Buatlah menu bervariasi untuk sarapan, makan siang, dan makan malam agar menggugah selera makan si kecil.

    3. Sebisa mungkin hindari junk food

    Junk fooddapat diartikan sebagai makanan yang kurang nutrisi sehingga termasuk makanan yang tidak sehat.Sayangnya, jenis makanan ini paling sering ditemukan dan mudah didapatkan. Apalagi anak usia sekolah yang sudah mengenal jajan, makanan sejenis junk food ini sangat menarik untuk mereka makan. Peran orangtua adalah untuk mengontrol makanan ini tersedia di rumah atau seberapa sering dibeli atau tidak.

    Contoh makanan ini misalnya keripik, permen, dan makanan kemasan lain termasuk juga makanan cepat saji seperti kentang goreng. Selain faktor keluarga, adanya pengaruh teman sebaya, iklan di berbagai media, dan tren di masyarakat mempengaruhi pilihan dan selera anak terhadap makanan.

    4. Sediakan cemilan

    Cemilan ini adalah berupa makanan selingan di antara waktu makan, yaitu sarapan, makan siang, dan makan malam.Cemilan juga mempunyai peran penting sebagai komponen gizi anak.Cemilan yang diberikan hendaknya mengandung nilai gizi yang diperlukan oleh tubuh dan juga sebagai bagian dari kebutuhan kalori. Contoh cemilan sehat yang dapat diberikan pada anak antara lain; potongan buah segar, biskuit, keju, susu, yoghurt, jus buah, atau puding.

    5. Kurangi makanan atau minuman manis

    Makanan atau minuman manis tentu saja mempunyai kandungan gula yang banyak. Hal ini menyebabkan kalori yang berlebihan yang dapat berujung pada masalah obesitas atau kegemukan badan. Selain itu, makanan atau minuman manis dapat mempengaruhi kesehatan gigi anak. Anak yang terbiasa mengonsumsi makanan manis biasanya akan sulit makan makanan yang rasanya hambar atau kurang manis.

    Begitu pula dengan minuman manis, anak menjadi tidak suka minuman yang rasanya plain seperti susu atau yoghurt. Biasakan anak untuk minum air putih. Bila ingin yangmanis, berikan makanan homemade yang lebih terkontrol kadar gulanya daripada makanan kemasan atau variasikan dengan jus buah yang rasanya manis.

    6. Makanan yang kaya akan serat

    Makanan dengan serat tinggi akan membuat anak merasa kenyang lebih lama dan mengurangi keinginan untuk makan cemilan yang tidak sehat. Selain itu, makanan berserat dapat membantu melancarkan pencernaan. Contoh makanan berserat adalah sereal yang terbuat dari gandum, buah-buahan, sayuran, atau puding yang dibuat dengan kadar gula yang wajar.

    7. Makanan yang segar

    Makanan yang segar atau makanan fresh yang diolah sendiri tentu lebih baik dikonsumsi oleh anak-anak.5 Makanan olahan atau kemasan yang banyak mengandung gula, pemanis buatan, atau penguat rasa dapat menurunkan nafsu makan anak terhadap makanan sehat, anak pun cenderung cepat merasa kenyang.

    8. Makanan yang menarik dan meningkatkan nafsu makan

    Penyajian makanan yang menarik dapat menggugah selera anak dan menghindarinya dari kebosanan terhadap menu makanan tertentu. Misalnya, dengan membentuk makanan seperti tokoh mainan kesukaan si kecil, bisa jadi menjadi salah satu cara meningkatkan nafsu makannya. Sebisa mungkin dalam penyajiannya, selain menarik, kandungan gizi dari makanannya tetap diperhatikan.

    Bila perlu, libatkan anak dalam pemilihan bahan makanan dan pembuatannya, sehingga anak terbiasa dengan bahan makanan seperti buah-buahan dan sayuran, yang seringkali menjadi alasan anak malas makan.Keterlibatan anak dalam memilih makanan sehat akan membuat si kecil terbiasa dengan makanan sehat hingga besar nanti.

    9. Jangan terpengaruh label suatu produk

    Seringkali makanan yang menjadi suatu produk di pasaran mempunyai label atau judul iklan yang menarik perhatian, misalnya adanya label ‘bebas lemak’ atau ‘rendah kalori’ yang menarik konsumen untuk membeli, karena pernyataan tersebut mungkin mempunyai keterangan tambahan yang penting untuk dipahami. Orangtua perlu bijak memperhatikan dengan baik kandungan nutrisi dalam setiap produk makanan, terutama yang akan diberikan untuk anak-anak.

    10. Memastikan keamanan makanan

    Dua hal penting yang harus diperhatikan orangtua dalam memberikan makanan untuk si kecil adalah adanya resiko tersedak dan juga penularan penyakit atau infeksi.5 Pastikan anak yang masih bayi tidak diberikan makanan yang membuat gampang tersedak, posisikan anak dengan baik dan ajarkan tidak berbicara sambil mengunyah makanan.Cuci bersih bahan makanan sebelum diolah, pastikan makanan dimasak dan diolah dengan baik, dan jangan lupa mencuci tangan anak sebelum dan sesudah makan.

    Panduan tersebut di atas diharapkan dapat membantu orangtua dalam perannya menyiapkan makanan yang bergizi demi tumbuh kembang optimal dan kesehatan sang buah hati. Semoga bermanfaat!

    Ditulis Oleh: Nela Fitria Yeral, dr.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:
    1. Healthy Food for Kids: Easy Tips to Help Your Children and Teens Eat Healthier. [internet] Available at: helpguide.org/articles/healthy-eating/healthy-food-for-kids.htm
    2. Alli, R. A. (2016). Healthy Eating Habits for Your Child. [internet] WebMD. Available at: webmd.com/children/kids-healthy-eating-habits#1
    3. Encourage Kids to Eat Healthy Food. [internet] Available at: pbs.org/parents/food-and-fitness/eat-smart/encourage-kids-to-eat-healthy-food/
    4. Hatter, K. (2017). The Benefits of Eating Healthy Foods as a Child. [internet] LIVESTRONG.COM. Available at: livestrong.com/article/246591-the-benefits-of-eating-healthy-foods-as-a-child/
    5. Childhood Nutrition [internet] HealthyChildren.org. Available at: healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/Childhood-Nutrition.aspx

    Read More
  • Sebuah penelitian mengatakan bahwa 1000 hari pertama kehidupan (mulai dari pembuahan sampai usia 2 tahun) merupakan masa yang krusial untuk mencegah penyakit di usia dewasa. Salah satu komponen pentingnya adalah dengan mendapatkan nutrisi yang baik dari sejak buah hati masih di dalam kandungan. Makanan yang dikonsumsi oleh Moms memiliki pengaruh yang sangat besar untuk pertumbuhan, […]

    6 Panduan Nutrisi Ibu Hamil untuk Menjaga Kesehatan Calon Buah Hati

  • Chat Asisten Maya
    di Prosehat.com