Sahabat, Kenali Gejala Hidrosefalus dan Penanganannya

Setiap pasangan tentu berharap anak yang dilahirkan dalam keadaan sehat dan normal. Namun pada beberapa kondisi, anak dapat mengalami kelainan bentuk fisik seperti hidrosefalus.

gejala hidrosefalus

Baca Juga: Penyakit Tumor Otak, dari Penyebab, Jenis, hingga Pencegahan

Hidrosefalus merupakan kondisi ketika kepala terlihat membesar akibat kelebihan cairan di dalam otak, kondisi ini dapat diderita 1 dari 500 orang anak dan umumnya dapat dideteksi sejak masa kehamilan.

Normalnya, cairan dalam otak berfungsi sebagai bantalan otak dan saraf. Apabila jumlah cairan otak melebihi kapasitas yang seharusnya dapat mengakibatkan otak tertekan dan terdesak sehingga menimbulkan kerusakan otak, kepala terlihat membesar, serta mengalami gangguan mental dan fisik.

Belum diketahui secara pasti mengenai penyebab kelainan fisik ini, diperkirakan hidrosefalus berkaitan dengan adanya cacat genetik, infeksi pada ibu selama masa kehamilan (misalnya toksoplasma, sifilis) ataupun adanya kelainan bawaan seperti spina bifida.

Sahabat Sehat, mari kita kenali gejala dan penanganan pada kondisi hidrosefalus seperti berikut ini:

Gejala Hidrosefalus

Secara umum gejala hidrosefalus pada anak berusia dibawah 2 tahun, ditandai dengan  pembesaran ukuran kepala abnormal dan dapat disertai gejala berikut:

  • Ubun-ubun menegang
  • Garis tulang kepala tampak, dan jika diraba terasa melebar
  • Kulit kepala licin mengilap dan pembuluh darah balik terlihat menonjol
  • Adanya fenomena matahari tenggelam pada mata,bola mata seperti melihat ke bawah dan kedua kelopak mata tertarik ke atas.

Baca Juga: 6 Kunci Rahasia Menciptakan Otak Sehat

Pada anak berusia lebih besar, hidrosefalus ditandai dengan:

  • Nyeri kepala
  • Muntah
  • Gangguan kesadaran
  • Gangguan pada gerak bola mata
  • Penglihatan ganda, namun jarang diikuti dengan penurunan ketajaman penglihatan.

Cara Menangani Hidrosefalus

Untuk diagnosis hidrosefalus dapat dilakukan pemeriksaan fisik, diikuti dengan melakukan pemeriksaan penunjang seperti USG, CT Scan, dan MRI saat bayi berusia sekitar 6-7 bulan. Hidrosefalus umumnya dapat menyebabkan bayi menjadi rewel, sering tidur, muntah, dan nafsu makan menurun.

Penanganan berupa operasi dapat dilakukan sebelum bayi berusia 4 bulan, yang bertujuan untuk mengurangi jumlah cairan di dalam otak agar tekanan otak berkurang. Operasi dilakukan dengan memasang pompa dan selang khusus untuk mengalirkan cairan dari kepala ke dalam rongga perut.

Apabila hidrosefalus disebabkan karena adanya tumor otak, tentunya membutuhkan penanganan lebih lanjut untuk mengatasi penyebabnya. Jika tidak ada komplikasi, umumnya penderita hidrosefalus diperkenankan pulang dalam kurun 3-4 hari setelah operasi.

Seperti itulah mengenai gejala hidrosefalus pada bayi dan anak yang perlu Sahabat ketahui sehingga dapat dideteksi sejak dini agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

Sebagai pencegahan agar bayi dan anak tidak mengalami hidrosefalus, selain dengan deteksi dini perlu juga melakukan vaksinasi meningitis sebagai pencegahan risiko.

Sahabat bisa mendapatkan layanan vaksinasi dan konsultasi dokter di Prosehat yang mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

  • Produk dijamin asli
  • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
  • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
  • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
  • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
  • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.

Referensi:

  1. Media K. Mendeteksi Gejala Penyakit Hidrosefalus pada Bayi [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 19 March 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2016/08/24/125105323/mendeteksi.gejala.penyakit
  2. com | Hidrosefalus [Internet]. TanyaDok.com. 2021 [cited 19 March 2021]. Available from: https://www.tanyadok.com/artikel-kesehatan/hidrosefalus
  3. Mengapa Seorang Anak Bisa Menderita Hidrosefalus? [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 19 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/ulasan-khas/d-1839165/mengapa-seorang-anak-bisa-menderita-hidrosefalus
Read More