Seperti Apakah Anestesi pada Anak? Berikut Penjelasannya!
Anestesi atau pembiusan berasal dari bahasa Yunani yaitu an– yang artinya tidak atau tanpa, dan aesthetos yang artinya persepsi atau kemampuan untuk merasakan. Secara umum anestesi dapat berarti suatu tindakan untuk menghilangkan rasa sakit ketika melakukan prosedur pembedahan/operasi dan tindakan lain yang menimbulkan rasa nyeri pada tubuh. Prosedur anestesi atau bius ini dilakukan terutama untuk keperluan tindakan pembedahan.

Anastesi atau bius, umumnya dibagi menjadi 3, yaitu:
1. Anestesi atau bius lokal (topikal)
Anestesi ini dilakukan pada prosedur tindakan medis berupa pembedahan minor pada bagian tubuh yang kecil dan pasien masih dalam keadaan sadar penuh, misalnya operasi gigi.
Baca Juga: Mengenal Anestesi dan Jenis-jenisnya
2. Anestesi atau bius regional
Anestesi ini dilakukan untuk pembedahan pada bagian tubuh yang lebih besar. Pada kondisi ini pasien mati rasa hanya sebagian tubuh saja, dan pasien masih dalam keadaan sadar penuh. Contoh anestesi regional adalah pada pembedahan operasi sesar yaitu dengan penyuntikan pada area sumsum tulang belakang yang bertujuan memblokade saraf spinal.
3. Anestesi atau bius umum (total)
Anestesi atau bius ini dilakukan pada tindakan medis atau pembedahan yang lebih besar. Anestesi dilakukan dengan cara inhalasi (sungkup gas) dan penyuntikan melalui pembuluh darah. Pada anestesi tersebut, pasien dalam keadaan tertidur atau tidak sadar, sehingga tidak ada nyeri yang ditimbulkan selama operasi berlangsung.
Dari ketiga tindakan anestesi atau bius di atas, yang sering dilakukan pada anak adalah anestesi atau bius total, untuk menghindari efek psikologis pada anak seperti rasa cemas, nyeri, maupun trauma akan tindakan medis yang dilakukan, serta untuk memberikan rasa nyaman. Tindakan premedikasi sebelum melakukan tindakan bius terhadap anak sangatlah penting untuk menentukan keberhasilan tindakan bius tersebut.
Psikologis anak sangat besar pengaruhnya, sehingga diperlukan pertimbangan khusus saat melakukan tindakan pembiusan pada anak:
1. Usia
Pada usia bayi di bawah 6 bulan, anak masih dapat dipisahkan dengan orang tuanya karena bayi masih belum mengerti dengan lingkungan sekitarnya sehingga prosedur anestesi dapat lebih mudah untuk dilakukan. Sedangkan pada usia bayi 6-12 bulan, bayi sudah mengenal orang tua dan lingkungan sekitar sehingga ketika bayi dipisahkan dari kedua orang tuanya lalu dipindahkan ke tempat asing (misalnya kamar operasi), maka bayi akan rewel karena mulai timbul perasaan cemas. Sedangkan pada anak usia 1 – 6 tahun, maka anak sudah mulai dapat mengamati prosedur medis apa saja yang akan dilakukan terhadap dirinya, timbul rasa khawatir dan takut karena harus dipisahkan dengan orang tuanya selama prosedur medis dilakukan, serta takut melihat ruangan atau lingkungan asing yang belum pernah mereka datangi, sehingga anak pada usia ini akan berontak dan sulit untuk dibujuk.
Baca Juga: Amankah Bayi dan Anak Dibius Saat Operasi?
Sedangkan pada usia 6-18 tahun, pola pikir anak sudah mulai berkembang sehingga apabila tenaga medis dapat melakukan pendekatan yang baik, maka walaupun anak dalam kondisi cemas dan khawatir, anak sudah mulai bisa kooperatif sehingga prosedur pembiusan dapat lebih mudah untuk dilakukan. Pada usia ini, kunci keberhasilan ada ditangan petugas medis, baik itu perawat maupun dokter anestesi, apabila tenaga medis dapat membangun rasa percaya si anak dan menimbulkan rasa keberanian dalam diri si anak, maka prosedur pembiusan dan pembedahan dapat berlangsung dengan baik.
2. Riwayat penyakit yang diderita anak
Apabila anak yang akan menjalani prosedur pembiusan telah dirawat di rumah sakit dalam jangka waktu lama, maka pendekatan psikologis yang dilakukan tenaga medis harus lebih sabar dan hati-hati, karena anak cenderung rewel dan lelah akan prosedur-prosedur medis yang telah ia jalani.
Mengingat tindakan medis yang dapat akan dilakukan dapat berisiko memberikan efek trauma pada usia dewasa, maka pemberian premedikasi (obat yang diberikan sebelum tindakan pembiusan) dapat diberikan pada anak. Tujuan pemberian premedikasi yaitu :
- Menghilangkan atau mengurangi rasa takut, cemas dan gelisah pada anak ketika anak masuk ke kamar operasi.
- Mencegah perubahan emosi anak seperti marah, rewel atau berontak saat akan dilakukan tindakan operasi.
- Mempermudah induksi anestesi.
- Mengurangi sekret atau lendir pada saluran napas sebelum dioperasi akibat anak menangis.
Premedikasi ini umumnya tidak dibutuhkan pada pasien bayi usia 1-6 bulan mengingat anak di usia tersebut belum memahami lingkungan asing di sekitarnya, sehingga lebih kooperatif dibandingkan usia anak.
Pada anak, pemberian anestesi harus berjalan halus sehingga dokter anestesi harus bersikap bersahabat dengan pasien dan mengurangi rasa cemas pada anak untuk memaksimalkan rasa nyaman anak saat dianestesi.
Persiapan yang dilakukan sebelum prosedur anestesi:
1. Evaluasi dan persiapan anestesi
Evaluasi dan persiapan pada pasien meliputi pemeriksaan laboratorium darah sesuai indikasi, untuk menilai apakah pasien aman untuk dilakukan tindakan anestesi dan pembedahan. Pemeriksaan dokter anestesi sebelum pembedahan dilakukan untuk menilai kondisi klinis anak dan meningkatkan kepercayaan anak terhadap dokter anestesi.
2. Puasa
Puasa yang dianjurkan pada anak yaitu stop susu 4 jam dan pemberian air gula 2 jam sebelum prosedur anestesi dilakukan pada umur <6 bulan. Stop susu 6 jam dan pemberian air gula 3 jam sebelum prosedur anestesi dilakukan untuk usia 6-36 bulan. Stop susu 8 jam dan pemberian air gula 3 jam sebelum anestesi pada usia >36 bulan. Pada anak yang hampir dewasa, puasa dilakukan 6-8 jam seperti orang dewasa.
3. Infus
Sebelum tindakan anestesi dan pembedahan, maka anak akan dipasang infus. Pemasangan infus bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pasien karena pasien harus puasa. Cairan infus dapat dipasang minimal 3 jam sebelum tindakan operasi dilakukan, selain untuk mengoreksi cairan pada pasien, pemasangan infus dilakukan untuk mempermudah akses masuknya obat bius.
4. Memastikan keberadaan orang tua pasien
Pada usia anak, antara rentang 6 bulan sampai 4 tahun, keberadaan orang tua sangat diperlukan karena anak akan cemas dan takut pada prosedur medis yang akan dilakukan sehingga keberadaan orang tua sangat diperlukan bagi anak. Pada saat anak mulai sedasi atau tertidur akibat efek anestesi maka keberadaan orang tua tidak diperlukan lagi.
Baca Juga: Persiapan yang Diperlukan Sebelum Pembiusan Atau Anestesi
Anestesi pada anak jelas berbeda dengan prosedur anestesi orang dewasa. Pada anak, diharapkan tenaga medis lebih bersabar dalam menghadapi anak yang cemas dan rewel karena tindakan medis pada usia anak akan berpengaruh sampai mereka dewasa seperti fobia terhadap peralatan medis dan rumah sakit. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai anestesi pada anak, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.
Referensi:
- Ellen Whipple Guthrie, G. (2018). General Anesthesia in Pediatric Patients. [online] Stage.uspharmacist.com. Available at: stage.uspharmacist.com/article/general-anesthesia-in-pediatric-patients [Accessed 8 Dec. 2018].
- HealthyChildren.org. (2018). Anesthesia Safety for Infants and Toddlers: Parent FAQs. [online] Available at: healthychildren.org/English/health-issues/conditions/treatments/Pages/Anesthesia-Safety-Infants-Toddlers-Parent-FAQs.aspx [Accessed 8 Dec. 2018].
- HealthyChildren.org. (2018). Anesthesia Safety for Infants and Toddlers: Parent FAQs. [online] Available at: healthychildren.org/English/health-issues/conditions/treatments/Pages/Anesthesia-Safety-Infants-Toddlers-Parent-FAQs.aspx [Accessed 8 Dec. 2018].
- Kidshealth.org. (2018). Anesthesia Basics. [online] Available at: kidshealth.org/en/parents/anesthesia-basics.html [Accessed 8 Dec. 2018].
- Mary Ellen McCann, S. (2018). General anesthetics in pediatric anesthesia: Influences on the developing brain. [online] PubMed Central (PMC). Available at: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4172352/ [Accessed 8 Dec. 2018].

![Persiapan yang Diperlukan Sebelum Pembiusan atau Anestesi Mendengar kata operasi atau bedah memang terdengar menakutkan bagi sejumlah pasien yang tengah menjalani pengobatan. Sebelum pasien melakukan pembedahan, baik pembedahan besar atau pembedahan kecil diperlukan anestesi atau pembiusan. Anastesi berasal dari bahasa Yunani yang artinya An– yaitu tidak atau tanpa dan Aesthetos yang artinya persepsi atau kemampuan untuk merasakan. Secara umum anestesi dapat berarti […]](/wp-content/uploads/2019/07/bius-total.jpg)


![Anestesi Umum/Bius Total, Bagaimana Proses dan Persiapannya? Mendengar kata ‘bius’ mungkin terdengar menakutkan bagi sebagian orang. Pembiusan sendiri atau di dalam dunia medis disebut dengan istilah anestesi berasal dari bahasa Yunani yaitu anaesthesia yang berarti tidak dapat merasakan. Dari kata tersebut dapat diartikan bahwa anestesi adalah suatu kondisi dimana terjadi kehilangan sensasi atau kesadaran sementara akibat pengaruh obat-obatan anestesi dengan tujuan menghilangkan […]](/wp-content/uploads/2019/07/bius-total-pria.jpg)
![Seperti Apakah Anestesi pada Operasi Sesar Itu? “Melahirkannya normal atau sesar (caesar)?” Pertanyaan ini sepertinya menjadi salah satu pertanyaan yang kerap dilontarkan saat teman atau kerabat kita baru saja dikaruniai buah hati. Menurut data riskesdas pada tahun 2010, tingkat persalinan secara sesar di Indonesia mencapai 15,3% dari seluruh persalinan yang ada. Operasi sectio caesarea ini sering dilakukan apabila terdapat halangan pada persalinan […]](/wp-content/uploads/2019/07/lahiran-sesar.jpg)
![Anestesi pada Lahiran Normal, Mungkinkah? Sebelum membahas jauh mengenai anestesi pada lahiran normal, kita harus ingat bahwa mengandung dan memiliki anak merupakan impian hampir seluruh wanita di dunia ini. Namun, tak sedikit pula yang memiliki ketakutan jika hamil, yaitu ketakutan saat melahirkan nanti, sebagian takut merasa nyeri yang hebat saat melahirkan apalagi dengan apa yang beredar di masyarakat bahwa nyeri […]](/wp-content/uploads/2019/07/melahirkan-normal.jpg)
![Mengenal Anestesi dan Jenis-Jenisnya Kata anestesi mungkin masih asing di telinga sebagian orang, kebanyakan dari kita lebih sering menggunakan kata bius untuk mendefinisikan penghilangan rasa nyeri. Kerap kali ketika dokter atau perawat ingin melakukan suatu tindakan yang berpotensi memberikan rasa nyeri misalnya; menjahit luka robek atau mencabut kuku, pertanyaan pertama yang kita lontarkan pastilah, “dibius kan, Dok?” Namun, sebenarnya […]](/wp-content/uploads/2019/07/jenis-anestesi.jpg)
![Amankah Bayi dan Anak Dibius Saat Dioperasi? Setiap kali anak akan mengikuti operasi yang membutuhkan anestesi atau dibius, orang tua pastinya memiliki berbagai pertanyaan tentang risiko yang mungkin terjadi, terutama ketika anak itu adalah bayi atau balita. Oleh karena itu, yuk kita bahas berbagai pertanyaan yang sering diajukan tentang keamanan anestesi (bius). Apakah anestesi atau dibius itu aman untuk anak saya? Anestesi […]](/wp-content/uploads/2019/07/bius-bayi.jpg)
![4 Mitos dan Fakta Terkait Bius/Anestesi Sahabat pernah menjalani proses pembiusan di rumah sakit? Mungkin hampir setiap orang di dalam hidupnya pernah menjalani proses bius, baik ketika akan dilakukan tindakan medis yang ringan, seperti dijahit, maupun tindakan medis yang cukup kompleks seperti operasi dan proses persalinan. Kata bius atau anestesi, berasal dari bahasa Yunani, dimana “an” berarti “tanpa” dan “aesthesis” berarti […]](/wp-content/uploads/2019/07/fakta-dan-mitos-bius.jpg)

![Apa itu Anestesi atau Bius? Ini yang Perlu Sobat Ketahui Sobat pasti sudah sering mendengar tentang operasi yang di dalamnya ada juga anestesi yang dilakukan sebelum suatu operasi dimulai. Namun apakah yang sebenarnya terjadi pada tubuh kita saat anestesi? Mari kita bahas dalam artikel ini! Bagaimana cara kerjanya? Anestesi umumnya bekerja dengan mengganggu sinyal saraf di otak dan tubuh Sobat, yang kemudian mencegah otak untuk […]](/wp-content/uploads/2019/07/anestesi.jpg)
![Peran Penting Dokter Anestesi, “Dewa” Penghilang Nyeri Dr. Trisna Haryo Prasetyo Dr. Trisna Haryo Prasetyo, SpAn-KIC: Peran Penting Dokter Anestesi, “Dewa” Penghilang Nyeri Ketika kita mendengar profesi “dokter spesialis anak”, “dokter spesialis kandungan”, atau “dokter spesialis penyakit dalam”, sepertinya adalah hal biasa bukan? Namun bagaimana dengan dokter spesialis anestesi? Meskipun ini bukanlah bidang kedokteran yang baru, namun umumnya bagi masyarakat awam yang hanya menjalani pengobatan biasa […]](/wp-content/uploads/2019/07/foto-dr.-Pras.jpg)
