Daging Sapi VS Daging Kambing, Mana yang Lebih Bergizi?
Menjelang Hari Raya Idul Adha, rencana pengolahan daging kurban diantaranya daging sapi dan daging kambing sudah mulai dipikirkan, terutama oleh para ibu-ibu. Ada yang akan membuatnya menjadi rendang, soto, semur, tongseng, sate, dan masih banyak lagi. Wah, membayangkannya saja sudah bikin lapar ya.
Kalau membicarakan rasa, keduanya pasti sama-sama enak. Tapi bagaimana dengan gizinya? Adakah yang lebih baik antara daging sapi dan daging kambing? Walau sama-sama daging merah, ternyata nilai gizinya berbeda-beda.
Kalori
Daging sapi dan daging kambing sama-sama makanan berkalori tinggi. Namun, daging kambing memiliki lebih banyak kalori dibanding sapi. Sebagai informasi, kebutuhan kalori harian perempuan rata-rata sekitar 1800 kalori dan 2000-2200 kalori untuk laki-laki, tergantung dari aktivitas dan faktor lainnya. Pada setiap 100 gram daging kambing terdapat 294 kalori, sedangkan pada sapi hanya 250 kalori.
Tetapi, kandungan kalori pada daging dapat berubah secara signifikan dengan pilihan potongan atau cara pengolahan/ memasak yang berbeda. Misalnya, bagian has dalam kambing yang digoreng mengandung 150 kalori, sedangkan sapi sebanyak 168 kalori.
Protein
Daging sapi memiliki jumlah protein lebih banyak dibanding kambing. Setiap 100 gram daging sapi mengandung 25,93 gram protein sedangkan kambing berbeda sedikit sekitar 24,52 gram protein.
Walau demikian, kandungan asam amino pada daging kambing lebih banyak sehingga protein yang terkandung dalam kambing lebih berkualitas. Contoh asam amino seperti triptophan, asam aspartat, dan asam glutamat.
Baca Juga: Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Pada Sapi, Menular Ke Manusia?
Lemak dan kolesterol
Antara kedua jenis daging ini, daging kambing memiliki lebih banyak lemak. Ukuran 100 gram daging kambing memiliki lemak sebanyak 21 gram, sedangkan sapi hanya 15,4 gram. Hal ini juga membuatnya memiliki lebih banyak kolesterol.
Vitamin
Secara keseluruhan, daging kambing mengandung hampir tiga kali lipat lebih banyak vitamin dibanding sapi. Daging kambing mengandung asam folat, vitamin B, D, K, dan E. Sedangkan, daging sapi hanya mengandung vitamin A dan B.
Baca Juga: Penyakit Menular Melalui Makanan, Waspada Kulineran Selama Liburan
Mineral
Daging bisa menjadi sumber mineral yang cukup lengkap bagi tubuh. Daging kambing tinggi akan tembaga dan daging sapi tinggi akan zat besi dan zink. Jumlah mineral lainnya seperti kalsium, magnesium, fosfor, potasium, dan sodium kurang lebih sama antara keduanya.
Jadi, mana yang lebih bergizi?
Secara umum, kandungan gizi dalam daging sapi tidak sepadat daging kambing. Namun faktor-faktor lain seperti potongan daging dan cara mengolahnya dapat memberikan dampak yang berbeda pada kandungan gizinya. Apalagi jika sudah dalam bentuk kemasan yang biasanya mengandung kadar natrium yang tinggi, seperti sosis, kornet, dan lain-lain. Kadar natrium bisa memberikan dampak buruk untuk kesehatan.
Nah Sahabat Sehat, itulah perbedaan gizi antara daging sapi dan daging kambing. sekarang sudah tahu daging mana yang lebih padat gizi. Walau demikian, pastinya semua juga kembali kepada selera. Sebagian orang tidak suka daging kambing karena baunya, rasanya, dan lain-lain. Itu tidak masalah. Yang penting Sahabat Sehat mengolahnya dengan benar agar mendapatkan nutrisi yang terbaik dan jangan lupa diimbangi dengan sayur dan buah-buahan.
Bagi Sahabat Sehat yang senang olahan daging, jangan lupa juga untuk rutin memeriksakan kesehatan minimal satu tahun sekali. Jika Anda sudah memiliki penyakit tertentu, pemeriksaan kesehatan mungkin diperlukan lebih sering. Ayo periksakan kesehatan Anda bersama Prosehat. Prosehat memiliki berbagai layanan medical check up yang bisa dipesan melalui website atau chat WhatsApp.
Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check up, layanan fisioterapi, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.
Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.
Ditulis oleh: dr. Nurul L
Referensi
- Food Struct. Lamb and mutton vs Beef – Health Impact and Nutrition Comparison. 2021.
![Daging Sapi VS Daging Kambing, Mana yang Lebih Bergizi? Menjelang Hari Raya Idul Adha, rencana pengolahan daging kurban diantaranya daging sapi dan daging kambing sudah mulai dipikirkan, terutama oleh para ibu-ibu. Ada yang akan membuatnya menjadi rendang, soto, semur, tongseng, sate, dan masih banyak lagi. Wah, membayangkannya saja sudah bikin lapar ya. Kalau membicarakan rasa, keduanya pasti sama-sama enak. Tapi bagaimana dengan gizinya? Adakah […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/07/Daging-Sapi-VS-Daging-Kambing-Mana-yang-Lebih-Bergizi.jpg)

![7 Manfaat Daging Kambing untuk Kesehatan Tubuh Hidangan meja makan keluarga saat Idul Adha mungkin sebagian besarnya merupakan olahan daging kambing dan sapi. Penyajiannya saja yang berbeda tergantung selera, ada yang dibuat sate, gulai tongseng, sop, kari, dan sebagainya. Namun tahukah Sahabat Sehat bahwa daging kambing memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan? Yuk, ketahui apa saja efek baiknya. Menurunkan Risiko Penyakit Kanker Tak […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/07/7-Manfaat-Daging-Kambing-untuk-Kesehatan-Tubuh.jpg)
![Berat Badan Terus Menurun saat Lansia, Apa Penyebabnya? Ketika berat badan lansia turun sebenarnya adalah hal yang wajar. Namun menjadi masalah jika terjadi secara drastis dan terus menerus. Oleh sebab itu, jika ada lansia yang berat badannya terus menurun secara drastis, maka Sahabat Sehat perlu untuk segera memberikan pertolongan. Proses menua akan dialami setiap manusia. Saat proses penuaan akan terjadi perubahan pada kondisi […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Berat-Badan-Terus-Menurun-saat-Lansia-Apa-Penyebabnya.jpg)
![Penderita HIV Bolehkah Berhubungan Seksual? Human immunodeficiency virus atau yang lebih dikenal sebagai HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan melemahkan kemampuannya dalam melawan infeksi. Pada tahun 2020, sekitar 570.000 orang dewasa dan anak-anak di Indonesia terinfeksi HIV. Sayangnya, hanya seperempatnya atau sekitar 140.000 penderita yang melakukan pengobatan antiretroviral (ARV). HIV bisa ditularkan melalui berbagai media, diantaranya […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Penderita-HIV-Bolehkah-Berhubungan-Seksual.jpg)
![Kenali Penyebab Miss V Keluar Darah Pasca Hubungan Seksual Perdarahan dari vagina (Miss V) saat atau setelah berhubungan seks bisa membuat kaget, bingung, dan cemas. Kabar baiknya, mayoritas kejadian ini bukan disebabkan oleh masalah kesehatan yang serius. Hal ini dikenal sebagai perdarahan pasca hubungan seksual atau postcoital bleeding. Sebanyak 9% wanita usia subur akan mengalami perdarahan Miss V setelah berhubungan seks yang tidak berhubungan […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Kenali-Penyebab-Miss-V-Keluar-Darah-Pasca-Hubungan-Seksual.jpg)
![Setelah Sembuh Covid-19, Cek Kesehatan Apa Saja yang Perlu Dilakukan? Para penyintas Covid-19 disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan setelah dinyatakan sembuh. Mengapa demikian? Seperti yang telah diketahui, Covid-19 tidak hanya memengaruhi sistem pernapasan, tetapi juga organ tubuh lain. Terlebih bagi penyintas Covid-19 yang mengalami gejala berat dan long Covid-19. Sebagian besar masyarakat mungkin masih bertanya-tanya mengenai kepentingan melakukan medical check up pasca sembuh dari Covid-19. […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Setelah-Sembuh-Covid-19-Cek-Kesehatan-Apa-Saja-yang-Perlu-Dilakukan.jpg)
![Persiapan Sebelum Anak Swab Test COVID-19 Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menunjukkan rawannya penularan virus COVID-19 pada kelompok usia anak-anak. Pada minggu pertama, gejala COVID-19 pada anak rata-rata hanya berlangsung selama enam hari. untuk gejalanya, umumnya anak-anak akan merasakan nyeri kepala, kelelahan, sakit tenggorokan dan gangguan penciuman (anosmia). Gejala yang muncul tergantung dari lamanya durasi anak-anak terinfeksi virus. Apa Saja […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Persiapan-Sebelum-Anak-Swab-Test-COVID-19.jpg)

![Kenali Tanda Awal Kehamilan yang Penting untuk Kamu Ketahui Kehamilan adalah hal yang umumnya diinginkan oleh pasangan yang telah berkeluarga. Mungkin tidak jarang Sahabat Sehat merasa kebingungan mengenai tanda-tanda di awal kehamilan. Kini telah tersedia berbagai tes kehamilan, seperti tes urin serta pemeriksaan USG. Namun, apa saja tanda awal di masa kehamilan ? Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut. Apa Saja Gejala Awal Kehamilan? […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Kenali-Tanda-Awal-Kehamilan-yang-Penting-untuk-Kamu-Ketahui.jpg)
![Apakah Ibu Hamil Aman untuk Vaksin Booster? Covid-19 masih melanda berbagai negara, termasuk Indonesia. Sudah hampir 2 tahun pandemi ini berjalan di negara kita. Virus jenis RNA ini sangat mudah bermutasi sehingga menimbulkan jenis-jenis varian baru yang dapat meningkatkan penyebaran Covid-19. Hingga akhir ini terdapat varian baru yang disebut dengan Omicron dan diperkirakan penyebarannya lebih mudah dibandingkan jenis-jenis varian Covid-19 sebelumnya. Untuk […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Apakah-Ibu-Hamil-Aman-untuk-Vaksin-Booster-.jpg)
![Cara Membedakan Demam Tifoid dan Demam Berdarah Pada Si Kecil Demam merupakan salah satu keluhan yang kerap dijumpai Si Kecil. Moms mungkin bingung apa penyebab demam Si Kecil? Demam umumnya menunjukan bahwa terjadi proses peradangan pada tubuh, yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri maupun virus. Salah satu penyebab demam pada Si Kecil yakni demam tifoid dan demam berdarah. Moms, bagaimana cara membedakan kedua penyakit tersebut […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Cara-Membedakan-Demam-Tifoid-dan-Demam-Berdarah-Pada-Anak.jpg)

