Kenali Apa Penyebab Kanker Serviks dan Faktor Risikonya
Dari sekian banyak jenis kanker, kanker serviks adalah jenis kanker terbanyak kedua pada wanita di Indonesia. Kanker merupakan sebuah penyakit dimana sel tubuh bertumbuh secara tidak terkontrol dan menyebar ke bagian tubuh lainnya.
Pada tahun 2018, diestimasikan 570.000 wanita terdiagnosis kanker serviks dan sekitar 311.000 wanita meninggal karena kanker tersebut. Lalu apa yang menyebabkan kanker serviks? Faktor resiko apa yang dapat meningkatkan seorang wanita mendapat kanker serviks?
Penyebab Kanker Serviks
Terdapat beberapa penyebab kanker serviks, diantaranya adalah genetik dan infeksi dari virus bernama human papillomavirus (HPV). World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa hampir 99% kanker serviks disebabkan oleh HPV. Selain menyebabkan kanker serviks, virus ini juga dapat menyerang sel kulit atau sel rongga mulut sehingga menyebabkan pembentukan kutil pada daerah tersebut.
Gejala HPV dan Cara Penularannya
Gejala dari HPV bervariasi dan bergantung dari tipe virusnya. Bahkan beberapa wanita dapat tidak mengalami gejala apapun, namun pernah terinfeksi HPV. Gejala yang paling sering dikeluhkan adalah pembentukan kutil pada kelamin. Tetapi komplikasi dari penyakit ini cukup menyeramkan, yaitu terjadinya kanker serviks.
Penularan HPV terjadi saat ada kontak kulit dengan kulit, atau pada saat berhubungan seksual. Hal inilah yang menjadikan HPV sebagai penyakit infeksi menular seksual (IMS).
Virus tersebut juga dapat menginfeksi pasangan saat berhubungan seksual, sehingga faktor risiko kanker serviks adalah aktif secara seksual dan memiliki beberapa pasangan seksual. Selain itu, merokok dan riwayat kanker serviks pada keluarga juga merupakan faktor risiko.
Mencegah Kanker Serviks
HPV memiliki beberapa tipe, namun tipe yang paling sering menyebabkan kanker serviks adalah tipe 16 dan 18. HPV tipe 16 dan 18 merupakan penyebab kanker serviks terbanyak, yaitu hingga 70%. Sedangkan tipe yang paling sering menyebabkan kutil kelamin adalah tipe 6 dan 11. Masih banyak lagi tipe HPV lainnya dan tipe-tipe tersebut juga memiliki potensi untuk menyebabkan kanker serviks walau kemungkinannya tidak sebesar tipe 16 dan 18.
Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV
Saat ini sudah terdapat vaksin untuk HPV dalam bentuk vaksin bivalen dan tetravalen. Untuk vaksin bivalen mencakup HPV tipe 16 dan 18 sedangkan vaksin tetravalen mencakup HPV tipe 6, 11, 16, dan 18.
Vaksin HPV mulai dapat diberikan pada perempuan berusia 10 tahun ke atas. Jadwal pemberian vaksin HPV adalah 0, 1 atau 2 bulan, dan 6 bulan dengan total 3 kali suntikan.
Vaksin HPV sudah terbukti dapat mencegah infeksi HPV sehingga menurunkan resiko menderita kanker serviks bagi wanita. Selain itu, menggunakan kondom saat melakukan aktivitas seksual juga dapat menurunkan resiko penularan HPV, meskipun tidak 100%.
Sahabat Sehat, HPV merupakan penyebab terbesar kanker serviks yang harus diperhatikan setiap wanita. Penularan dapat terjadi melalui kontak seksual sehingga aktivitas seksual menjadi faktor resiko terjadinya kanker serviks selain juga kebiasaan merokok dan faktor genetik. Ayo cegah kanker serviks dengan melakukan vaksinasi HPV dan menggunakan kondom saat beraktivitas seksual yang berisiko.
Baca Juga: 10 Makanan Si Pencegah Kanker Serviks
Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check up, layanan fisioterapi, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.
Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.
Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
Ditinjau oleh: dr. Nurul Larasati
Referensi
- National Cancer Institute. What Is Cancer?
- WHO. Cervical cancer.
- CDC. Genital HPV Infection – Fact Sheet.
- Kashyap N, Krishnan N, Kaur S, Ghai S. Risk Factors of Cervical Cancer: A Case-Control Study.
- Luria L, Cardoza-Favarato G. Human Papillomavirus.
- IDAI. Sekilas tentang Vaksin HPV.
![Kenali Apa Penyebab Kanker Serviks dan Faktor Risikonya Dari sekian banyak jenis kanker, kanker serviks adalah jenis kanker terbanyak kedua pada wanita di Indonesia. Kanker merupakan sebuah penyakit dimana sel tubuh bertumbuh secara tidak terkontrol dan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Pada tahun 2018, diestimasikan 570.000 wanita terdiagnosis kanker serviks dan sekitar 311.000 wanita meninggal karena kanker tersebut. Lalu apa yang menyebabkan kanker […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Kenali-Apa-Penyebab-Kanker-Serviks-dan-Faktor-Risikonya.jpg)

![Selain Wanita, Seberapa Penting Vaksin HPV untuk Pria? Mungkin Anda sudah familiar mengenai vaksin human papillomavirus (HPV) untuk mencegah kanker serviks pada wanita. Tapi apa Anda tahu seberapa penting vaksin hpv untuk pria? Ya, ternyata virus ini juga bisa menginfeksi pria karena HPV merupakan virus yang dapat menyebabkan penyakit kutil pada kelamin, kanker anus, kanker penis, dan sebagainya. Simak artikel berikut ini untuk […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Selain-Wanita-Seberapa-Penting-Vaksin-HPV-untuk-Pria.jpg)
![Ketahui Pentingnya Vaksinasi HPV untuk Anak, Apakah Aman? Pemerintah baru saja mengumumkan bahwa akan menjadikan vaksin human papillomavirus (HPV) menjadi vaksin wajib bagi anak SD. Hal ini berkaitan dengan tingginya angka kasus kanker serviks di Indonesia. Human papillomavirus merupakan virus penyebab kanker serviks (leher rahim) dan beberapa jenis kanker lainnya seperti kanker tenggorokan, amandel, dan anus. Selain itu juga bisa menyebabkan penyakit kulit […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Ketahui-Pentingnya-Vaksinasi-HPV-untuk-Anak-Apakah-Aman.jpg)
![Imunisasi Lengkap: Sehatkan Keluarga, Lewati Masa Pandemi Pandemi Covid-19 menyisakan kisah pilu bagi banyak keluarga Indonesia. Ratusan ribu orang meninggal dunia karena tubuhnya tidak kuasa melawan ganasnya virus corona. Kabar baiknya, sekitar satu tahun yang lalu, vaksin Covid-19 sudah tersedia untuk melindungi warga mulai usia 6 tahun ke atas dan cakupannya pun sudah melebihi target minimal pemerintah. Alhasil, diiringi juga dengan menerapkan […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Imunisasi-Lengkap-Sehatkan-Keluarga-Lewati-Masa-Pandemi.jpg)



![Vaksinasi HPV Tanpa Pap Smear, Apakah Boleh? Tahukah Sahabat Sehat bahwa kanker serviks adalah penyakit yang banyak menyebabkan kematian pada perempuan Indonesia? Ya, begitu seriusnya penyakit ini sekarang pemerintah telah memasukkan vaksinasi HPV ke dalam imunisasi wajib yang diberikan mulai usia 9 tahun pada momen Bulan Imunisasi Anak Sekolah. Vaksinasi HPV memang sebaiknya diberikan di usia muda, terutama ketika seseorang belum pernah […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Vaksinasi-HPV-Tanpa-Pap-Smear-Apakah-Boleh.jpg)
![Usia Berapa Saja Anak Perlu Imunisasi MMR? Imunisasi MMR (measles/ campak, mumps/ gondongan, rubella/ campak Jerman) adalah imunisasi lanjutan dari imunisasi MR (measles and rubella) yang dilakukan saat anak berusia 9 bulan. Imunisasi MR sendiri adalah pengganti imunisasi campak yang sebelumnya digunakan sebagai imunisasi tunggal. Jika Moms sudah familiar dengan jadwal imunisasi campak atau MR, sudah tahukah Moms di usia berapa saja […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Usia-Berapa-Saja-Anak-Perlu-Imunisasi-MMR.jpg)
![Ramsay Hunt Syndrome: Komplikasi dari Virus Penyebab Cacar Air Sebelum adanya kejadian yang menimpa penyanyi Justin Bieber pada pertengahan Juni, Sahabat Sehat mungkin hampir tidak pernah mendengar penyakit bernama Ramsay Hunt Syndrome. Penyakit yang termasuk langka ini menyerang saraf wajah yang terletak dekat telinga. Hanya sekitar 5 dari 100.000 orang yang terinfeksi virus varisela-zoster yang mengalami Ramsay Hunt Syndrome. Gangguan ini dinamakan setelah nama […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Ramsay-Hunt-Syndrome-Komplikasi-dari-Virus-Penyebab-Cacar-Air.jpg)
![Mengenal Ramsay Hunt Syndrome Yang Diderita Justin Bieber Penyanyi tersohor asal Kanada, Justin Bieber, merilis video yang ia rekam sendiri dan memberitakan bahwa dirinya sedang menderita penyakit langka, yaitu Ramsay Hunt Syndrome. Ia menjelaskan bahwa sebagian wajahnya mengalami paralisis atau kelumpuhan sebagaimana ia tunjukkan dalam videonya saat mengedipkan mata, menggerakkan cuping hidung, dan tersenyum. Apa sebenarnya Ramsay Hunt Syndrome? Apakah sama dengan Bell’s […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Mengenal-Ramsay-Hunt-Syndrome-Yang-Diderita-Justin-Bieber.jpg)
![Waspada Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5, Berikut Fakta-Faktanya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI baru-baru ini menyampaikan kenaikan kasus Covid-19 di tanah air. Hal ini baru diketahui setelah teridentifikasi satu kasus subvarian Omicron BA.4 dan tiga jenis Omicron lainnya yakni BA.5. Laporan ini diambil berdasarkan data kasus Covid-19 tiga pekan terakhir. Sebelumnya, Juru bicara Satuan Tugas Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito menyebutkan bahwa data grafik kasus […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Waspada-Subvarian-Omicron-BA.4-dan-BA.5-Berikut-Fakta-Faktanya.jpg)

