Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi
Sahabat Sehat, saat ini varian delta virus Covid-19 (B.1617.2) yang pertama kali terdeteksi di India telah menyebar hingga lebih dari 60 negara di dunia termasuk diantaranya Indonesia. Disebutkan varian delta virus Covid-19 lebih banyak menyerang kaum dewasa muda dengan kondisi yang lebih berat. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum IDI Daeng Muhammad Faqih pada diskusi virtual bertajuk “Covid-19 Meradang Setelah Libur Panjang” Sabtu 19 Juni 2021. Bagaimana gejala varian delta virus Covid-19 ? Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut !
Tingkat Penyebaran Tinggi
Dari beberapa penelitian, kemampuan penyebaran varian delta virus Covid-19 mencapai 43-90%. Para pakar berpendapat bahwa varian delta virus Covid-19 lebih infeksius hingga 30-100% dibandingkan varian alpha.
Sahabat Sehat, adanya perubahan (mutasi) protein pada varian delta virus Covid-19 menyebabkan virus lebih mudah masuk ke dalam sel tubuh manusia sehingga mempengaruhi sistem kekebalan tubuh manusia
Produk Terkait : Rapidtest Covid19
Menyerang Kaum Muda
Berdasarkan sebuah penelitian di Inggris, terungkap bahwa anak dan dewasa berusia dibawah 50 tahun beresiko 2.5 kali lipat terinfeksi varian delta virus Covid-19. Di Indonesia, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta telah menemukan sebanyak 33 kasus varian delta virus Covid-19 dan 25 kasus diantaranya memiliki riwayat habis berpergian keluar negeri. Selain itu, varian delta virus Covid-19 juga telah terdeteksi di sejumlah daerah seperti Kudus dan Bangkalan.
Gejala Varian Delta Virus Covid-19
Sahabat Sehat, berikut adalah beberapa gejala varian delta virus Covid-19 yang harus diwaspadai, yaitu :
- Sakit kepala
- Nyeri tenggorokan
- Hidung berair
- Demam
Gejala lain seperti batuk dan hilangnya kemampuan penciuman, menjadi kurang menonjol pada varian delta virus Covid-19. Para peneliti mengungkapkan bahwa mungkin orang akan salah persepsi dan mengira menderita influenza sehingga tidak melakukan isolasi mandiri, akibat kemiripan gejala antara influenza dengan varian delta virus Covid-19.
Produk Terkait : KASIH Pemeriksaan Swab Antigen in Clinic
Cara Mencegah Terinfeksi Covid-19
Sahabat Sehat, meskipun program vaksinasi telah berlangsung namun Sahabat Sehat tetap perlu menerapkan protokol kesehatan yaitu dengan :
- Menggunakan masker
- Menjaga jarak
- Menjauhi kerumunan
- Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
- Membatasi mobilisasi
Produk Terkait : KASIH Pemeriksaan Swab Antigen ke Rumah
Selain itu, Sahabat Sehat dianjurkan mengikuti program vaksinasi yang telah diselenggarakan oleh Pemerintah. Berdasarkan penelitian, pemberian dua dosis vaksin Pfizer-BioNTech memberikan perlindungan hingga 79% terhadap varian delta virus Covid-19 dengan tingkat efektivitas mencapai 88% jika sudah terinfeksi varian delta virus Covid-19.
Sementara itu, pemberian vaksin AstraZeneca menunjukkan 92% mencegah perawatan di rumah sakit akibat varian delta virus Covid-19. Sebagai tambahan, tidak ada angka kematian pada mereka yang telah divaksin.
Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai varian delta virus Covid-19 yang memiliki tingkat penyebaran yang lebih tinggi. Jika Sahabat Sehat ingin melakukan pemeriksaan Covid-19, segera manfaatkan layanan Prosehat. Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.
Referensi :
- Mangihot J. IDI: Varian Delta Banyak Menyerang Anak Muda, Saat Ditangani Kondisinya Sudah Buruk [Internet]. Indonesia : Kompas. 2021 [updated 2021 June 19; cited 2021 June 21]. Available from : https://www.kompas.tv/article/185159/idi-varian-delta-banyak-menyerang-anak-muda-saat-ditangani-kondisinya-sudah-buruk?page=2
- Smith M. The COVID-19 Delta Variant: What to Know [Internet]. USA : WebMD. 2021 [updated 2021 June 18; cited 2021 June 21]. Available from : https://www.webmd.com/lung/covid-19-delta-variant-what-to-know
BBC. Headache and runny nose linked to Delta variant [Internet]. UK : BBC. 2021 [updated 2021 June 15; cited 2021 June 21]. Available from : https://www.bbc.com/news/health-57467051


